
Grebbpp
Ryan menarik tubuh Meyra keranjangnya dan lagi - lagi menindih Meyra dengan tangab Meyra yang diangkatnya keatas membuat Meyra tak bisa berbuat apa - apa
"Ryan Stopp!! Aku masih belum siap!!" Teriak Meyra dengan suara meninggi
"Aku suamimu Meyra!! Aku berhak atas tubuhmu dan semua milikmu!!" Ucap Ryan tak kalah tinggi
"Tubuhku milikku Ryan!!"
"Kau adalah istriku jadi aku juga berhak Meyra!!" Jawab Ryan yang lagi - lagi terpancing emosi
Karna tak kuat dengan ucapan Ryan akhirnya Meyra meneteskan air matanya sambil menutup mata Meyra mulai terisak karna merasa sakit hati dengan ucapan Ryan.
Ryan yang melihat Meyra menangis akhirnya Ryan melepaskan Meyra dan membiarkan Meyra sendiri dikamarnya sedangkan Ryan pergi dari rumahnya entah kemana karna Ryan benar - benar frustasi saat ini.
"Maafkan aku Ryan, aku belum siap sepenuhnya untuk menjadi istri kamu hiks.... hiks..." Ucap Meyra disela - sela tangisnya
Sementara Ryan kini sudah berada diapartemen Niko yang tak lain adalah sepupu Ryan sekaligus tangan kanannya, Ryan sedang duduk dibalkon dengan beberapa botol wine yang terus - terusan diminum oleh Ryan.
"Apa masalahmu sampai - sampai kau minum sebanyak itu?" Tanya Niko dibalik pintu balkon
"Aku bertengkar dengan istriku" Jawab Ryan dengan suara khas orang mabuk
"Sebaiknya kamu pulang temui istrimu bicarakan semuanya dengan kepala dingin, jangan membuat istrimu tambah marah melihat keaadaanmu yang seperti ini" Ucap Niko yang kini sudah memapah Ryan berdiri
"Aku masih belum mau pulang Nik!" Bentak Ryan pada Niko
"Dengan keaadaamu seperti ini Meyra pasti akan tambah membencimu!" Ucap Niko geram melihat saudaranya mabuk seperti itu
Tidak mendapat jawaban apapun dari Ryan akhirnya Niko memutuskan untuk membawa pulang Ryan meskipun dengan keaadaan setengah sadar, diperjalanan Ryan hanya terdiam mungkin sekarang Ryan sudah tertidur.
Niko mengambil air dari botolnya dan memercikkan airnya kewajah Ryan supaya Ryan tersadar dari mabuknya itu.
"Cih, kau menyiramku dengan air apa!?" Tanya Ryan sambil mengusap wajahnya yang sudah basah
"Hanya sedikit air" jawab Niko yang kini sudah fokus mengemudi
35 menit kemudian merekapun sampai dirumah Ryan,
Ting
Tong
Ceklek....
Pelayan dirumah itupun membuka pintu dan langsung pergi karna yang dilihatnya adalah Ryan.
"Kau bawa pulang saja mobilku besok aku gak kekampus jadi kau bisa menjemputku untuk pergi kekantor" Ucap Ryan
"Baik" Jawab Niko cepat dan pergi meninggalkan Ryan
Ryan masuk kedalam kamarnya dan melihat Meyra yang sudah terlelap dengan mata yang sembab dan sedikit menyisakan isak tangisnya
"Maafkan aku sayang, aku mencintaimu tapi belum saatnya kamu tau" Bisik Ryan pelan ditelinga Meyra yang membuat Meyra menggeliat
Ryan pun ikut terlelap disamping Meyra dengan posisi memeluk Meyra dari belakang dan membenamkan wajahnya dileher jenjang Meyra.
_
_
Pagi hari Meyra terbangun dan merasakan ada tubuh yang memeluknya Meyrapun berbalik dan membiarkannya, ia merasa bersalah atas apa yang dilakukannya semalam pada Ryan mau bagaimanapun Meyra tetap istri sah Ryan.
"Maafkan aku" Ucap Meyra pelan tanpa sadar tangannya sudah mrmbelai wajah Ryan
"Ka... Kau sudah bangun?" Tanya Meyra terbata dengan wajah yang sudah memerah
"Kau yang membangunkan dan mengganggu tidurku" Jawab Ryan dengan senyum nakalnya
"Maaf" Ucap Meyra dan kemudian bangun untuk bergegas mandi
10 menit kemudian Meyra keluar dari kamar mandi dan mengeringkan rambutnya didepan meja rias yang kini menjadi miliknya. Meyra yang merasa ditatap oleh Ryan ia bertekad untuk bertanya.
"Kenapa kamu hanya menatapku kau tidak pergi kekampus?" Tanya Meyra ketus
"Aku hari ini sudah mulai cuti lagipula skripsiku sudah selesai jadi apa gunanya aku pergi kekampus" Jawab Ryan sambil menyilangkan tangannya didada
"Cih, sombong sekali!" Umpat Meyra kesal
Meyrapun pergi keruang ganti ia mengganti handuknya dengan pakaian santai karna ia ingin pergi kerumahnya untuk melepas rindu pada mommynya.
"Kenapa kau memakai baju itu apa kamu tidak kekampus?" Tanya Ryan saat Meyra sudah keluar
"Aku mau pergi kerumah mommy" Jawab Meyra singkat
"Biar aku mengantarmu, sekalian aku juga mau ketemu mommy"
"Terserah kamu saja"
Meyra keluar dari kamarnya dan langsung menuju meja makan tapi karna Vina dan Pram sudah berngkat ke Itali akhirnya hanya ada Meyra yang duduk di meja makan tanpa menunggu Ryan turun ia sudah menghabiskan makanannya.
"Bi, bilang pada Ryan aku menunggunya dimobil" Ucap Meyra pada salah satu bibi dirumahnya yang tak lain adalah Bi Susi
"Baik non" sahut bi Susi
Sementara itu Ryan sedang menelfon Niko dikamarnya,
"Halo Ryan ada apa?" Tanya Niko disebrang telfon
"Aku akan pergi kerumah mertuaku kamu langsung saja kekantor" Jawab Ryan seraya keluar dari kamarnya
"Baik" Ucap Niko cepat dan langsung menutup telfonnya
Ryan turun dan melihat Meyra yang hendak pergi namun dengan cepat Ryan meraih tangan Meyra dan mendudukkannya di kursi meja makan.
"Temani aku makan, aku tidak suka makan sendirian!" Titah Ryan dengab tegas
"Humm baiklah"
"Orang aneh ada kalanya dia bersikap manis dan sekarang sikap dinginnya keluar lagi, bikin orang bingung aja" gumam Meyra sambil menatap Ryan
15 menit kemudian Ryan menyelesaikan makannya dan pergi dengan Meyra ke kediaman Iskandar, setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit akhirnya mereka sampai dan memasuki gerbang kediaman Iskandar.
"Mommy Meyra pulang" Teriak Meyra dari luar rumah sambil berjalan kedalam
Sudah menjadi kebiasaan Meyra saat ia pulang dari manapun akan berteriak seperti anak kecil meskipun banyak pelayan dan bodyguard yang melihatnya mereka hanya memaklumi sikap manja Meyra pada Raisa.
.
.
.
.
.
Bersambung