
Maaf ya yang tadi dihapus babnya soalnya ada masalah jadi ini aku ganti sekalian ada tambahannya sedikit.
Saat Ryan sudah sampai dikampusnya , Stella menghampirinya dengab tergesa - gesa dan langsung menunjukkan berita pagi ini.
“Ryan coba liat nih si Meyra sama pria itu lagi mesra banget pas hari ulang tahun Mega” Ucap Stella mencoba memanas - manasi Ryan agar Ryan benci terhadap Meyra.
Ryan tersenyum “Gue gak peduli apapun tentang mereka” Ujar Ryan yang kemudian meninggalkan Stella yang masih diam.
“Ish , gimana sih udah capek - capek lari dari sana malah gini jawabannya” Gerutu Stella kesal.
Ryan berjalan melewati mahasiswa yang terkagum - kagum akan ketampanan Ryan tapi Ryan sama sekali tak mengubrisnya Sampai tiba - tiba ada yang memeluknya dari belakang.
Grebpp
Cery memeluk Ryan didepan para mahasiswa yang sedang berdiri tak jauh dari Ryan dan Cery seolah - olah Cery adalah kekasih dari Ryan.
“Ryan , kamu udah janji sama aku bakal nemenin aku ke mall” Kata Cery sambil bergelayut manja dilengan Ryan.
“Lepas tangan gue!” Ucap Ryan , suaranya meninggi.
“Kamu kok kasar gitu sih , gak enak diliatin banyak orang” Cery menarik tangan Ryan keluar dari gedung kampus itu.
Saat diluar gedung Cery langsung mencium bibir Ryan sambil berjinjit karna tubuh Ryan lebih tinggi darinya , Ryan tidak menolaknya hanya diam tidak berniat membalas ciuman itu. Sementara Meyra dan Raya yang akan pergi keluar gedung kampus itu secara tidak sengaja melihat Ryan dan Cery yang sedang berciuman,
Bug
Buku yang dipegang Meyra terjatuh kelantai , air matanya tanpa aba - aba langsung tergelincir dari kelopak matanya , hatinya sakit melihat orang yang ia cintai sedang berciuman ditengah mahasiswa yang mulai berkerumunan setelah melihat adegan Ryan dan Cery tadi.
“Sakit Ryan” Ucap Meyra lirih.
Raya yang melihat adegan itu langsung memeluk tubuh Meyra , ia tidak tega melihat sahabatnya terluka dan menangis.
“Sebaiknya kita pergi dari sini Meyra , gue tau lo gak bisa ngeliat pemandangan disana” Ucap Raya sambil mengusap pipi Meyra yang dibanjiri air mata.
“Sakit Ray , gue--”
Meyra langsung memeluk erat sahabatnya itu tanpa isakan Meyra terus menangis memutar kejadian tadi saat Cery mencium bibir Ryan.
Bara dan Satya menghampiri Meyra yang sedang menangis dipelukan Raya , tidak ada yang melihat mereka karna semua mata tertuju pada Ryan dan Cery yang sedari tadi berciuman , ada beberapa mahasiswa yang memotretnya dan akan menjadi topik trending kampus besok pagi.
“Mey ini gak seperti yang lo liat , Ryan yang tiba - tiba dicium oleh Cery” Kata Bara membela Ryan.
“Iya bener , Ryan gak mungkin mau lagi sama Cery secara dia sendiri yang ninggalin Ryan” Imbuh Satya yang juga membela Ryan.
“Tapi kalian liat Ryan tetep kan gak mau ngelepasin ciuman itu? udahlah gue gak mau dengerin penjelasan apa - apa dari kalian toh kalian bakal belain pria brengsek itu!” Ucap Meyra yang kemudian pergi dari hadapan Bara dan satya meninggalkan Raya yang sedang memungut buku Meyra.
“Gue tau kok Ryan sahabat kalian , tapi bisa gak sih kalian buka mata liat tuh Ryan masih gak mau ngelepasin ciumannya sama Cery!” Kata Raya seraya melangkah meninggalkan Bara dan Satya yang terdiam.
Sementara Stella and the geng yang melihat adegan itu hanya tersenyum kecut.
“Lo ingkar janji Cery!! lo bilang bakal jauhin Ryan setelah berita itu trending tapi lo malah deketin Ryan!! Cih , murahan” Ucap Stella yang menatap Cery dengan tatapan jijik.
******
Cafe dekat kampus.
“Hiks... hiks... pria brengsek!! gue kira lo bakal lupain Cery tapi apa lo masih nerima ciuman dia!! Argghhh wanita ******!!” Umpat Meyra saat mengingat lagi adegan tadi.
Raya hanya diam tidak mau menjawab ataupun mengucapkan sesuatu , ia tau saat Meyra sedang dalam keaadan sedih Meyra tidak mau mendengarkan ucapan siapapun kecuali mommynya.
“Ray boleh kan nginep dirumah lo sementara waktu?” Tanya Meyra dengan tatapan sendunya.
“Lo harus selesain masalah ini Meyra , lo gak boleh pergi dari rumah selama masalah lo belum selesai” Raya memberinya nasihat ya meskipun itu akan percuma karna Meyra sangat keras kepala.
“Please Ray , gue gak mau ketemu Ryan untuk saat ini hiks... hiks...” Tangis Meyra semakin pecah hanya karna ciuman dia menangis sepilu itu?.
“Oke lo gak papa nginep dirumah gue tapi ada syaratnya” Ucap Raya sambil menoleh kekanan - kiri pada sekitar orang yang ada dicafe tersebut.
“Apa?” Tanya Meyra disela tangisnya.
Meyra mengusap air matanya dan melihat sekeliling ternyata benar mata semua orang tertuju padanya.
“Ehm yasudah kita pergi dari sini , gue malu diliatin orang” Ucap Meyra pelan seraya bangkit dari duduknya.
“Oh tuhan lo mau balik lagi kekampus?” Raya menatap Meyra heran baru saja tadi ia menangisi Ryan dan tidak ingin pergi kekampusnya sekarang.
“Sure , I don't care about them anymore” Kata Meyra mantap sambil menegakkan tubuhnya seperti memberi semangat lagi pada hatinya.
Raya hanya menggeleng - gelengkan kepalanya , ia merasa heran kenapa ada manusia yang diciptakan seperti sahabatnya itu baru saja ia menangis pilu tapi sekarang seperti tidak terjadi apa - apa.
“Astaga apa yang ada dipikirannya”.
Mereka berdua pergi dari cafe itu dan menuju kampusnya kembali , satu kelas mereka lewatkan hanya untuk menenangkan Meyra yang menangis setelah melihat Ryan dan Cery.
Tak selang lama mereka sampai dikampus itu , tidak telihat orang berkerumunan seperti tadi entah kemana perginya Ryan dan Cery , Meyra tak mempedulikan hal itu ia bertekad untuk menjauhi Ryan sementara waktu sampai hatinya merasa tenang.
*Bara dan Satya yang melihat Meyra menjauh akhirnya memutuskan untuk menghentikan adegan sahabatnya yang rela dicium oleh mantan kekasihnya yang tidak mempunyai rasa malu sama sekali.
“Cukup hentikan!” Bara menarik pergelangan tangan Cery dengan sangat kuat , tatapannya menajam seolah ingin membunuh Cery saat itu juga.
“Lepas tanganku Bara! lo gak usah ikut campur masalah hubungan gue sama Ryan!” Bentak Cery seraya berusaha melepaskan pergelangan tangannya yang dicekal sangat kuat oleh Bara.
“Gue berhak ikut campur karna lo udah kelewat batas Cery! lo dengan seenaknya kembali kepelukan Ryan tanpa tau apa yang dia rasain selama 2 tahun yang lalu!” Suara Bara tak kalah tinggi , ia semakin menguatkan cengkramannya.
“Lepaskan dia Bara , dia kesakitan lo gak boleh nyakitin wanita” Ucap Ryan pelan , wajahnya terlihat memerah karna cengkraman yang ada ditangan Cery.
Tunggu sebentar, Apa Ryan mulai terperangkap lagi kepelukan Cery? bukankah dia kemarin membela mati - matian Meyra sang istri sah?.
Bara melepaskan tangan Cery karna perintah dari Ryan , ia tak habis pikir pada sahabatnya itu meskipun sudah dihianati Ryan masih tetap membela wanita itu.
Sementara kerumunan para mahasiswa sudah mulai meninggalkan keempat orang yang masih berseteru , kini tinggal mereka saja yang tetap disana.
Bara menghela nafasnya dan menghembuskannya dengan kasar “Lo gak mikir perasaanya Meyra? dia udah liat semua ini , mungkin sekarang lo bela wanita murahan ini tapi apa lo tau rasa sakitnya Meyra saat ngeliat lo berciuman mesra seperti tadi dan terlebih lagi lo menikmatinya? gue gak tau lagi harus ngejelasinnya pake cara apa tapi yang jelas lo udah nyakitin hati istri lo Ryan!!” Ucap Bara menahan emosinya karna sahabatnya dengan seenaknya mempermainkan hati perempuan.
Bara lantas pergi dari hadapan Ryan dan Satya yang setia mengekori Bara hanya diam dan mengikuti langkah Bara memasuki gedung kampus itu lagi.
Ucapan Bara sukses membuat Ryan diam mematung , entah apa yang ada dipikirannya saat ini yang jelas hatinya bimbang dan ragu*.
Meyra dan Raya kembali memasuki kelasnya , Meyra duduk dengan tatapan kosong hatinya masih sakit , pikirannya masih berputar tentang kejadian tadi siang , entah bagaimana hatinya saat ini apakah ia bisa memaafkan Ryan atau tidak baginya ini sudah keterlaluan.
Beberapa jam kemudian para mahasiswa sudah mulai keluar dari kelas mereka masing - masing begitu juga dengan Meyra dan Raya. Meyra berusaha menghindar setiap melihat Ryan dari kejauhan ia tidak mau berpapasan dengannya lagi.
“Ray gue langsung kerumah lo hari ini jadi lo bareng gue aja” Ucap Meyra disela langkah kakinya.
“Iya Meyra crewet , gue bareng lo tapi apa nanti Ryan gak marah?” Tanya Raya sedikit ragu.
“Gue gak peduli Ray! dia mau marah atau enggak gue gak peduli” Jawab Meyra matanya mulai berkaca - kaca lagi dan lagi , ia ingin menangis berteriak karna hatinya sangat kecewa.
“Oke - oke lo jangan nangis lagi selama lo dirumah gue , gue gak akan ngungkit masalah ini lagi” Ucap Raya seraya merangkul pundak Meyra dan merekapun berjalan bersama.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Gimana ya perasaan Ryan ke Cery? apa mereka akan saling mencintai seperti dulu lagi? tapi Ryan kan sudah punya istri sah?.
Masih penasaran? terus ikuti Love Story In London dan jangan lupa Like , komen da votenya ya guys😘.