
Beberapa menit kemudian Meyra dan Raya sampai dikediaman Adipati , rumah mewah berlantai 2 itu terasa sangat sepi karna baru kemarin mama Raya berangkat keluar negri menyusul suaminya hanya ada beberapa pelayan yang tinggal dirumah itu bersama Raya.
“Ray , apa lo gak kesepian tinggal disini tanpa orang tua lo?” Tanya Meyra saat mereka akan memasuki rumah Raya.
“Gue biasa aja kok , lagian kan orang tua gue satu bulan 3 kali jenguk gue kesini” Jawab Raya santai sambil terus merangkul pundak Meyra.
Merekapun menuju kamar Raya , tertawa dan bercanda itulah yang mereka lakukan saat sedang bersama seperti itu , sudah lama mereka tidak menginap bersama setelah Meyra menikah.
Tiba - tiba ponsel Meyra bergetar , tertera nama Kaisar diponsel itu lalu Meyra segera mengangkatnya.
“Ada apa Kai?” Tanya Meyra saat sudah terhubung.
“Keluarga Johanson dalam hitungan menit kedepan akan muncul disiaran televisi kak , mereka sudah hancur semua para pemegang saham sudah menariknya” Kaisar menyeringai disebrang telfonnya.
“Kerjamu bagus Kai , besok pergilah liburan aku akan mentransfer uang kerekeningmu jangan lupa bawa pasanganmu Kai” Ucap Meyra setengah meledek karna ia tau bahwa Kaisar sulit sekali didekati oleh wanita.
“Aku akan liburan bersama temanku saja daripada membuang uangku untuk wanita - wanita tidak berguna itu kak” Kaisar mendengus kesal mendengar ledekan kakaknya itu.
“Baiklah - baiklah bawa semua temanmu masalah biaya kau tidak perlu khawatir” Kata Meyra dan memutuskan panggilannya.
Disisi lain
Ryan yang pulang kerumahnya bertanya pada semua pelayan dirumah itu tentang keberadaan istrinya tapi nihil , istrinya tidak pulang dan tidak mengabarinya sejak kejadian tadi siang bahkan Meyra berusaha menghindar saat akan bersitatap dengan Ryan.
“Shit! kau bodoh Ryan , kau sudah menyakiti Meyra dan sekarang kamu ingin mencarinya? haha bodoh!!” Rutuknya pada diri sendiri , tawanya menggelegar ia menertawai dirinya sendiri yang terlalu bodoh.
Ryan memukuli kepalanya dan membenturkannya ketembok karna mengingat kejadian tadi siang , ia terlihat sangat menikmati sentuhan bibir Cery , ia mengingat masalalunya kejadian 2 tahun lalu sebelum ia ditinggalkan oleh Cery.
“Sayang aku mau pergi jalan - jalan , aku mulai bosan jika hanya berdiam dirumah karna kondisi kakiku ini” Ucap Cery manja pada Ryan.
“Baiklah kita akan pergi keluar rumah tapi kau tetap harus memakai kursi rodamu , saran dokter kamu jangan terlalu banyak berjalan menggunakan kakimu itu” Ryan kemudian mengusap pelan rambut Cery dan mengecup pucuk kepalanya lembut.
“Terimakasih sayang , aku janji tidak akan pernah ninggalin kamu karna kamulah satu - satunya pria yang mencintaiku dengan tulus” Ucap Cery sambil tangannya membelai pipi Ryan.
Ryan mengingat lagi kejadian itu disaat Cery mengatakan tidak akan meninggalkan tapi karna obsesinya itu Cery dengan mudahnya menghianati cinta tulus Ryan.
“Sadar Ryan kamu mempunyai istri!!” Ryan kembali memukul kepalanya hingga ia kehilangan kesadarannya dan terjatuh pingsan dikamarnya.
Vina yang penasaran dengan keaadan anaknya karna ketika anaknya pulang ia terlihat seperti sedang marah dan sampai saat ini Meyra juga tidak terlihat dirumah itu.
*tap
tap*
tap
Vina menaiki tangga dan menuju kamar Ryan , saat pintunya dibuka Vina terkejut melihat anaknya yang tidak sadarkan diri berada dilantai dengan keringat dingin.
“Bi susi!!! Bi susi cepat panggilkan dokter!!” Teriak Vina panik dari dalam kamar Ryan.
Beberapa menit kemudian Dokter Aldo datang , ia adalah dokter pribadi keluarga Adiguna sejak bertahun - tahun.
“Cepat periksa Ryan dok” Ucap Vina panik sambil terus mondar mandir dikamar Ryan.
Sedangkan Pram yang melihat istrinya mondar - mandir seperti setrikaan hanya menggelengkan kepalanya pelan , wajah istrinya terlihat panik dan khawatir melihat keaadaan anaknya yang terbaring tak sadarkan diri.
“Tuan Ryan tidak apa - apa hanya saja ia terlalu stres dan kelelahan sebaiknya jaga pola makannya dan jangan lupa obatnya diminum , saya akan siapkan resepnya” Ucap Dokter Aldo sopan setelah memeriksa keaadaan Ryan dan menyerahkan resep obatnya pada Pram.
Vina mengusap kepala Ryan , ia teringat dengan keberadaan Meyra yang sedari tadi siang tidak pulang kerumah itu ataupun mengabari penghuni rumahnya.
Tut... tut...
“Halo sayang , Meyra ada dimana kenapa tidak pulang?” Tanya Vina lembut.
“Maaf mah Meyra tidak bisa pulang , tiba - tiba saja mommy ingin aku menemaninya” Jawab Meyra , jelas ia berbohong pada Vina.
“Oh baiklah sayang jaga dirimu baik - baik , sampaikan salamku pada Raisa” Ucap Vina seraya mematikan sambungan telfon itu.
Setelah itu Vina pergi dari kamar Ryan karna sudah merasa Ryan tertidur.
Sementara Ryan bermimpi tentang masalalunya bersama Cery cinta pertamanya yang berusaha ia lupakan dengan cara mencoba mencintai Meyra istri sahnya tapi hanya dengan ciuman tadi siang hatinya menjadi bimbang antara Meyra dan Cery.
“Ryan jangan menjahiliku seperti itu , aku tidak bisa mengejarmu!” Cery terus berlari mengejar Ryan disekitar tepi danau yang menenangkan
“Ayolah sayang kejar aku , aku tau kamu sangat menginginkan kotak ice cream ini” Ucap Ryan yang terus berlari.
Cery mengerucutkan bibirnya , ia berhenti berlari “Sayang aku lelah , aku tidak akan mengejarmu lagi huh”.
“Iya iya sayang aku akan berikan ice cream ini tapi dengan satu syarat!.
Cery mendongak “Apa syaratnya? aku akan melakukan apa saja asalkan kamu berikan kotak ice cream itu padaku” Cery tersenyum dan lagi - lagi itu membuat Ryan semakin gemas.
“Aku yang akan menyuapimu sayang , aku tidak memperbolehkanmu memakan ice cream ini sendiri!” Ucap Ryan seraya ikut duduk disamping Cery.
“Aaaa....” Cery membuka lebar mulutmya dan dengan telaten Ryan menyuapi sang kekasih yang ia cintai itu.
Deg
Deg
Ryan terbangun dari mimpi itu , mimpi masalalunya terbayang lagi entah kenapa setelah kejadian tadi Ryan dengan mudahnya teringat masa - masa indahnya bersama Cery sang mantan kekasih.
Oh astaga kuatkan hati Meyra!
“Cery!!! kenapa kamu kembali lagi setelah kamu buat aku terpuruk 2 tahun lalu!!!” Ryan mencengkam spreinya kuat - kuat menahan emosinya saat kenangannya berputar kembali diingatannya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Kasih Like dan Votenya dong kakak.:)