Love Story In London

Love Story In London
London 2



Sesampainya di apartemen, Meyra dan Kaisar merebahkan tubuhnya di sofa karna lelah sudah menempuh perjalanan sekitar 40 menit dari bandara.


“Kaisar, kita jalankan sekarang misinya” Ucap Meyra ditengah terpejamnya matanya


“Kakak kita jalan - jalan saja dulu, kau tak pernah mau menikmati kota London yang indah ini?” Tanya Kaisar yang langsung bangun dan menyandarkan tubuhnya disofa


“Kita tak bisa membiarkan dia berkeliaran diluar sana” Meyra kemudian menyalakan laptopnya dan mulai mengutak - atik laptop tersebut


“Pantas saja aku belum punya ponakan, gini toh nyuekin suami terus” Ejek Kaisar yang juga ikut menyalakan laptopnya


“Diam kau, misi kali ini melibatkan mommyku aku tak mau terjadi sesuatu sama mommy”


“Baiklah kakak Meyraku tersayang”


Mereka berdua sibuk dengan laptop masing - masing tak ada percakapan lagi setelahnya , tanpa mereka sadari hari sudah mulai gelap dan akhirnya mereka selesai dengan tahap yang pertama.


“Kak aku lelah , kita lanjutkan besok saja” Ucap Kaisar yang kemudian bangkit dari duduknya.


“Aku harus menerobos masuk kedalam perusahaannya dulu Kai” Meyra tetap memfokuskan matanya pada laptopnya.


“Kakak istirahtlah aku akan menyelesaikannya nanti setelah kita makan malam” Sahut Kaisar kesal karna Meyra tetap tak berkutik dari pandangannya


“Humm... sepertinya dia memulai bisnis dengan kalangan bawah”


“Ya aku tau itu sejak lama kak”


“Kenapa kau tak membicarakannya padaku”


“Kakak tak bertanya”.


Meyra berdecak kesal dengan sikap Kaisar yang terkadang menyebalkan atau terkadang bijak membuatnya pusing menghadapi sifat adik angkatnya itu,


“Lebih baik kakak istirahat , biar aku saja yang meneruskannya” Ucap Kaisar yang sudah berada di meja makan.


“Perusahaan kita di London apa pernah bekerja sama dengan ALX Group?“ Tanya Meyra disela kesibukannya.


“Mommy dulu pernah memintaku untuk menemui anak dari tuan Hendra , sepertinya perusahaan itu dibawah tekanannya karna setahuku mommy tak pernah mau bekerja sama dengan kalangan bawah karna aku sudah menyadap perusahaan itu sejak lama kak“ Jelas Kaisar yang tengah memakan makanannya.


Meyra melanjutkan aktivitasnya tanpa menghiraukan perutnya yang sedang berdemo minta diisi , sampai waktu menunjukkan jam 2 dini hari Meyra masih tak berkutik untuk mencari celah kelengahan Guan Hendrawan Alexo meskipun sedikit sulit tapi karna Meyra memiliki keahlian meretas perusahaan itu akhirnya ia selesai dengan aktivitasnya,


“Huh , melelehkan juga bekerja seperti ini pantas saja Kaisar selalu mengeluh jika aku menyuruhnya mengerjakan masalah seperti ini“ Ucap Meyra yang kemudian bangkit menuju meja makan untuk mengisi perutnya , sedangakan Kaisar sudah terlelap dari tadi.


“Ryan kamu bahkan tidak menelfonku seharian , apa aku salah hanya mengerjaimu seperti itu" Batin Meyra.


Semenjak Meyra berangkat dari Indonesia menuju London , ia tak mendapat panggilan ataupun pesan masuk dari Ryan. Entah bagaimana perasaanyaa tapi yang jelas ia tentu sangat kecewa pada suaminya karna tak berusaha menghubunginya sampai sekarang.


“Kakak , apa kakak sedang bertengkar dengan suami kakak?“ Tanya Kaisar tiba - tiba dibelakang Meyra


“Enggak , kakak tidak bertengkar“


“Tapi dari kakak sampai ke London , kakak tak pernah menyentuh hp kakak“


“Sudahlah Kai , lebih baik kamu lanjutkan saja pekerjaanmu aku mau istirahat sebentar“


Meyra memutuskan untuk tidur karna waktu hampir menjelang pagi.


Indoneisa - Perusahaan Adiguna Group


Tok... Tok... Tok...


“Masuk“


“Maaf pak diluar nona Cery sedang menunggu anda untuk pulang“ Ucap Rina yang tak lain adalah sekertarisnya.


”Suruh dia pulang!“ Sahut Ryan cepat


“Ryan sejak kemarin kamu tidak pulang dari kantor“ Cery tiba - tiba masuk dan mengkode Rina untuk pergi dari ruangan Ryan.


“Kamu masih memikirkan wanita yang meninggalkanmu itu Ryan“ Lanjut Cery sambil melangkah kekursi yang diduduki Ryan


“Meyra tidak meninggalkanku , dia tidak seperti dirimu!“ Jawab Ryan ketus


“Aku mau kita kembali seperti dulu lagi Ryan“ Ucap Cery yang kemudian membelai wajah Ryan dan duduk dipangkuannya


Tanpa menghiraukan perkataan Ryan , Cery langsung mencium bibir Ryan dengan rakus karna sudah lama ia tak mendapat ciuman dari Ryan , Ryan yang semula berontak akhirnya membalas ciuman Cery meskipun terpaksa.


Cukup lama mereka beradu bibir sampai akhirnya Ryan melepaskannya secara paksa karna sadar siapa wanita yang ada dihadapannya itu.


“Pergi dari hadapanku!“ Ucap Ryan tiba - tiba saat ciuman mereka terlepas


“Bukankah kamu tadi membalas ciumanku?“ Tanya Cery bingung


“Aku hanya membalasnya bukan berarti aku menerimamu lagi Cery! Aku sudah beristri dan kamu tau itu!“


“Ceraikan istrimu Ryan!!! Dia tidak pantas berada disamping Ryan Adiguna“


“Mana mungkin dia tidak pantas? sedangkan dia juga dari keluarga terpandang“


“Tapi Ryan akulah yang pantas berada disampingmu bukan dia!!!“


Ryan dengan cepat bangkit dari duduknya membuat Cery jatuh mengenai lantai dan dengan langkah cepat Ryan pergi dari ruangannya karna sudah sangat marah dengan kelakuan Cery.


London - Apartemen Kaisar


“Kaisar bangunlah cepat!!! aku butuh bantuanmu!!!“ Pekik Meyra dari ruang tamu


“Kau bahkan tidak membiarkanku tidur dengan nyenyak kak“ Kaisar berjalan keluar dari kamarnya dengan langkah gontai karna baru dua jam dia tidur dengan nyenyak.


“Cepat kamu harus menyadap kamera cctv diperusahaan Ryan sekarang“ Ucap Meyra yang tidak sabar melihat Kaisar berjalan lambat.


“Kakak ada - ada saja“


“Aku mendapat kabar dari Niko kalau Ryan tidak pulang dari kantor sejak aku kesini“


“Baiklah kakak tunggu sebentar , aku akan mengerjakannya dengan cepat“


Kaisar mulai melakukan apa yang harus dilakukan , sekitar 35 menit ia sudah menyadap cctv perusahaan Ryan.


“Langsung saja keruangan Ryan“.


Kaisar mengalihkan cctv itu keruangan Ryan dan benar saja Ryan tidur diperusahaan sejak Meyra pergi ke London tepatnya setelah pertengkaran tanpa sumber itu terjadi.


“Stop disitu“ Meyra menangkap kejadian disaat Ryan dan Cery sedang bercumbu.


“Wanita ******!!! berani - beraninya dia mengganggu suamiku lagi!!“ Ucap Meyra dengan nada geram


“Urus semua pekerjaan kita semalam aku akan pulang ke Indonesia hari ini juga!“ Lanjut Meyra sambil bangkit dari duduknya dan bergegas kekamarnya untuk bersiap - siap pulang


“Rumah tangga memang rumit ya , dan sekarang aku yang harus meneruskan ini semua“ Keluh Kaisar sembari memijit bagian diantara kedua alisnya.


Meyra dengan cepat merapikan barang - barangnya untuk segera pulang ke Indonesia , sedangkan Kaisar hanya menggeleng pelan dengan tingkah Meyra yang terburu - buru.


“Kau sudah menyiapkan tiket pesawatku kan?“ Tanya Meyra terburu - buru


“Yap , semuanya sudah siap kakak berangkat saja biar aku yang menyelesaikan urusan disini“ Jawab Kaisar santai


“Jangan bertindak dulu! , lakukan sesuai rencana dan jangan lupa terus pantau keaadaan sekitar tuan Hendra“ Titah Meyra yang sudah menjauh dari hadapan Kaisar


“Jangan lupa kabari aku setiap hari“ Imbuh Meyra.


“Kau crewet sekali kak“ Ucap Kaisar kesal


.


.


.


.


.


.


Bersambung