
Sesampainya Meyra dirumah ia langsung bergegas kekamar dan menelfon seseorang yang tak lain adalah tangan kanannya yang Meyra kuliahkan di London 2 tahun yang lalu, umurnya hanya 1 tahun lebih muda dari Meyra tapi IQ nya yang tinggi membuat ia bisa meretas dan menyadap media apapun.
Meyra sangat dengan orang itu bahkan dia menganggap sebagai adiknya sendiri, ia menyekolahkan sampai membiyai hidup orang itu,
Ditelfon
“Bersiaplah dengan semua komputer dan laptop canggihmu misi kita kali ini mungkin sangat berbahaya” Ucap Meyra pada seseorang disebrang telfon
“Siap kak, semuanya akan aku siapkan besok kita akan mulai menjalankannya” Sahut seorang laki - laki disebrang
“Aku percaya padamu” Meyrapun menutup sambungan telfonnya dan segera masuk kekamar mandi karna ia sangat lelah hari ini
Ryan pulang dan bergegas masuk kedalam kamarnya dan tidak menemukan Meyra hingga telinganya mendengar suara percikan air dari dalam kamar mandi, tanpa berlama - lama Ryan membuka semua pakaiannya dan membuang kesembarang arah, Ryan masuk kedalam kamar mandi hasratnya memuncak karna melihat Meyra dibawah guyuran air tanpa memakai sehelai kain, ia kemudian mendekati Meyra
Grebbpp
Ryan memeluk Meyra dari belakang sontak Meyra kaget dengan Ryan yang memeluknya secara tiba - tiba.
“Ini malam terakhir kita sayang, aku mau kamu memuaskanku sebelum kamu pergi” Bisik Ryan dengan suara terbata
“Lakukanlah” Jawab Meyra sambil membelai pipi Ryan lembut
Mereka akhirnya melakukannya didalam kamar mandi dibawah guyuran air, karna ini adalah malam terakhir bagi mereka.
_
_
Tepat jam 6 pagi Meyra sudah bersiap- siap untuk segera pergi ke London
“Aaaa Sayang!!!!” Pekik Meyra dengan suara keras dari dalam ruang ganti
“Sayang cepat bantu aku” Meyra berteriak lagi karna tidak mendapat jawaban dari Ryan
Sandiwara macam apa ini!! dia bahkan tidak bangun!!
“Sayang Aww....” Teriaknya lagi dengan nada memelas
Ryan mengerjap berkali - kali berusaha menyatukan kesadarannya hingga ia mendengar suara teriakan dari dalam ruang ganti yang membuatnya terperanjat dari tempat tidur dan langsung berlari masuk kedalam,
“Sayang dimana kamu? apa yang terjadi?” Tanya Ryan mencari sosok Meyra yang tak terlihat diruangan itu
“Bantu aku memasang ini tanganku sakit karna ulahmu jadi bantu aku” Ucap Meyra sambil memberi bra pada Ryan untuk memakaikannya
“Hmm kau mengerjaiku ya” Tebakan Ryan memang benar, apa ini kenapa Meyra terlihat agresif pikirnya
Yatuhan apa yang ada dipikirannya? mungkinkah aku terlihat agresif tapi aku hanya ingin mengerjainya karna semalaman sudah menyiksaku
Ryan dengan telaten memakaikan bra istrinya kemudian ia meraih baju dan memakaikannya seperti figur ayah dan anaknya yang manja.
“Kita sarapan dulu baru aku akan mengantarmu ke bandara” Ryan berlalu pergi dari ruang ganti tanpa menatap Meyra
“Apa aku melakukan kesalahan? bodoh!! cara ini sangat menjijikkan jelas - jelas semalam ia hanya meniduriku bukan berkelahi mana mungkin tanganku sakit!!” gerutu Meyra didalam ruang ganti
Sementara Ryan tersenyum penuh kemenangan baru kali ini ia dikerjai oleh seseorang dan itu adalah istrinya sendiri, Ryan tertawa geli mengingat tingkah laku Meyra yang tak seperti biasanya.
Meyra kemudian turun dan langsung menyambar makanan dimeja makan, ia tak menghiraukan suaminya menatapnyapun tidak karna pikirnya Ryan sedang marah dengan tingkah laku Meyra
“25 menit lagi pesawatmu akan take off cepatlah” Ucap Ryan yang langsung berdiri karna sudah menyelasaikan sarapan paginya
Tanpa menjawab ucapan Ryan, Meyra meletakkan sendoknya dengan keras sehingga menimbulkan bunyi yang melengking membuat Ryan menoleh dan menatap Meyra dengan tatapan tajam.
“No! aku tak ingin menyentuh makanan itu, kau tak perlu mengantarku ke bandara aku bisa sendiri” Jawab Meyra sambil melangkahkan kakinya keluar dari rumah
“Stop!! atau aku tidak akan memberimu izin pergi ke London” Lanjut Ryan tetap dengan suara dinginnya
Meyra tak menghiraukan perkataan Ryan ia dengan langkah santai menuju mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi karna merasa kesal dengan sikap Ryan yang dingin medkipun ia tau bahwa suaminya memang memiliki sikap seperti itu tapi baginya akhir - akhir ini Ryan begitu hangat dan penuh kasih sayang.
20 menit kemudian Meyra sudah memasuki area bandara dan dengan langkah buru - buru ia segera chek in dan masuk kedalam pesawat karna dalam 5 menit pesawat itu akan take off.
Sementara Ryan dikantor hanya merutuki kebodohannya karna ia dengan akal yang sadar sudah bersikap dingin pada istrinya meskipun ia tau bahwa ini adalah hari terakhir ia bersama Meyra di Indonesia.
“Shit!” Umpat Ryan sambil melempar vas bunga pada tembok
Tanpa disadari ternyata diruangan itu sudah ada Cery yang menatap Ryan bingung seolah ini baru pertama kalinya ia melihat Ryan yang dibakar amarah.
“Stop Ryan!! kamu sudah menghancurkan barang - barang didepanmu” Ucap Cery sambil menghampiri Ryan yang sedang duduk dikursi kebesarannya
“Tanganmu berdarah Ryan!! apa yang kamu lakukan? bodoh!!” Imbuh Cery, dengan cekatan Cery mengambil kotak P3K dan mengobati tangan Ryan hati - hati
Ryan tak bergeming ia hanya menatap kedepan dengan tatapan kosong, entah apa yang ada didalam benaknya tidak ada yang tau hanya ia dan tuhan yang tau,
“Apa yang terjadi Ryan?” Tanya Cery saat sudah mengobati tangan Ryan
“Pergi dari sini!! aku tak sudi berada dalam satu ruangan dengan wanita penghianat!!” Titah Ryan dengan suara tinggi
“Baik, aku akan pergi semoga kamu baik - baik saja” Ucap Cery sambil melangkah keluar dari ruangan Ryan.
Bandara Heathrow - London
Pesawat yang ditumpangi Meyra mendarat dengan selamat, satu persatu penumpang mulai turun dari pesawat dan kini Meyra sudah berada diluar menunggu seseorang yang menjemputnya,
“Kaisarr!!!” Pekik Meyra dengan mata berbinar - binar saat melihat orang yang ditunggu - tunggunya
“Kakak” Teriak Kaisar tak kalah tinggi
Kaisar adalah orang yang diangkat Meyra sebagai adiknya karna cerita masalalunya yang dibuang dari keluarganya akhirnya Meyra berinisiatif untuk merawat dan mengkuliahkan Kaisar di London, Meyra menyembunyikan identitas Kaisar karna takut keluarganya akan menyakiti Kaisar dan benar saja keluarga dari Kaisar mencarinya ingin membunuh anak itu karna kesalahan sepele.
“Dimana suami kakak? kalian bercerai kah?” Tanya Kaisaf celingak celinguk mencari sosok Ryan yang tak lain adalah suami Meyra
“Tak ada, tak perlu kau mencarinya” Jawab Meyra santai
“Tapi kakak sudah berjanji akan membawanya, aku sudah dengan sabar menunggu hari ini karna ingi tau seperti apa pria yang sudah jatuh cinta sama kakak yang cuek ini” Ucap Kaisar kecewa
“Baiklah baiklah kau akan bertemu dengannya tapi bukan sekarang” Mereka kemudian pergi dan menuju apartemen yang ditempati Kaisar selama di London.
.
.
.
.
.
.
bersambung
Jangan lupa like dan votenya kakak🥰