
Ryan terdiam mengingat nama keluarga Iskandar, tiba - tiba senyumnya tersungging dibibirnya
"Tapi tumben lo care banget sama cewek sampek nanyain dari keluarga mana biasanya lo paling bodoamat sama gituan?" Tanya Bara bingung dengan sikap Ryan
"E enggak si siapa yang care" Jawab Ryan tergagap
"Wah jangan - jangan lo jatuh cinta ya sama Meyra" Imbuh Satya sambil mengangkat satu alisnya
"Ngaco lo! Mana mungkin gue jatuh cinta, ah udahlah gue kekelas dulu ngomong sama kalian mah gak ada gunanya!" Ucap Ryan yang langsung pergi meninggalkan kedua sahabatnya
"What is wrong?" Lanjut Bara sambil menggaruk - garuk kepalanya yang tidak gatal
"Bersyukur kita bro kalo lo emang jatuh cinta sama Meyra" Ucap Satya lirih hampir tak terdengar
Ryan bukannya pergi kekelas tapi ia berbelok kearah perpustakaan, ia merasa kesal pada kedua sahabatnya yang membahas tentang Meyra. Ryan masuk kedalam perpustakaan dan duduk dibangku paling pojok untuk menghindari orang - orang yang ada didalam.
"Apa yang terjadi denganku kenapa aku merasa aneh saat Bara menyebut nama Meyra? Guman Ryan sambil terus mengingat keluarga Iskandar
Ryan yang merupakan kakak kelas Meyra tidak peduli dengan keadaan sekitarnya, ia hanya fokus belajar dan belajar. Ryan tidak pernah tertarik pada satu wanita manapun kecuali satu yaitu Cery cinta pertamanya yang meninggalkan Ryan karna alasan karirnya dimasa depan.
Ryan yang melamun dikejutkan dengan wanita yang ada dihadapannya , yang langsung menepuk pundaknya.
"Kak, lo gak masuk kelas? Temen - temen kakak udah pada dikelas lho" Ucap Meyra menyadarkan Ryan dari lamunannya
"Eh e iya maaf gue melamun" Jawab Ryan terbata
"Humm" Lanjut Meyra cuek menjawab Ryan
Ryan langsung bergegas kekelasnya dan tidak menyadari kalau wanita tadi adalah Meyra alhasil buku Ryan tertinggal dibangkunya tadi.
"Agamaku hidupku" Ucap Meyra membaca judul buku yang ditinggalkan Ryan, Meyra lalu membuka buku itu dan terdapat nama Ryan Adiguna
"Kok namanya gak asing ya tapi gue gak kenal sama tu orang, ah udahlah gue bawa aja buku ini siapa tau buat dia ini penting" imbuh Meyra dan melanjutkan tujuannya keperpustakaan.
Karna Meyra penasaran akhirnya ia menelpon Raya yang menunggunya dikantin,
"Ray, lo bisa keperpustakaan gak?" Tanya Meyra tanpa basa basi
"Yah lo kan tau gue paling males masuk kedalam situ" Jawab Raya ketus
"Ini tentang Ryan Adiguna" Ucap Meyra lirih hampir tak terdengar oleh Raya
"What? OK, I'll be there in 5 minutes!" Ujar Raya cepat
*Apa? Oke 5 menit lagi gue kesana
"Huehh dasar! Giliran cowok aja gercep (gerak cepat)" imbuh Meyra dan menutup telponnya
Raya masuk kedalam perpustakaan dan mencari Meyra "lo ngumpet dimana sih kalau dicariin diperpustakaan mesti susah" umpat Raya kesal
"Ray sini" Panggil Meyra dipojok perpustakaan
"Lo ngapain sama Ryan kok ada dipojokan?" Tanya Raya polos
Plakk....
Meyra menjitak jidat Raya membuat Raya kesakitan "Mesum! Gue masih waras kali" Ucap Meyra kesal dengan perkataan Raya
"Terus lo ngapain disini?" Tanya Raya bingung
"Nih gue tadi nemuin bukunya Ryan disini, dan gue mau balikin sama dia tapi gue gak tau kelas dia dimana" Jawab Meyra sambil tersenyum kecut
"Tumben lo inisiatif mau balikin buku orang?" Tanya Raya kembali
"Mungkin buku ini penting, emang salah ya" Jawab Meyra gugup karna emang kenyataannya Meyra gak pernah peduli pada barang orang
"Yaudah ikut gue, gue tau kok kelasnya Ryan" Ajak Raya sambil menarik tangan Meyra keluar dari perpustakaan
Meyra dan Raya keluar dari perpustakaan dan menuju kekelas Ryan tapi setibanya mereka didepan kelas, Meyra dan Raya dihadang oleh FBW Group (Four Beautiful Woman) itu adalah 4 cewek yang cantik tapi gak secantik Meyra tentunya.
"Lo mau kemana hah? Lo dilarang masuk kekelas ini karna ini wilayah gue!" Hardik Stella ketua grup itu
"Kampus ini bukan milik lo jadi lo gak usah sok berkuasa deh disini!" Tegas Raya melontarkan amarahnya
"Lo pikir rektor diperusahaan ini itu siapa? Papa gue!" Ucap Stella dengan nada meninggi
"Cuma rektor aja bangga" Balas Meyra yang sudah terpancing emosi
"Lo itu ya..." Stella mengangkat tangannya keudara bersiap menampar pipi mulus Meyra tapi dicegah oleh Ryan
"Jadi cewek jangan kasar!" Hardik Ryan sambil menatap Stella tajam
"Eh Ryan gue gak mau nampar dia kok cuma mau..." Jawab Stella tergagap
"Pergi sana gak usah banyak alesan!" Ucap Ryan memotong perkataan Stella
Stella dan kawan - kawan pergi meninggalkan kelas Ryan sesekali Stella mengumpat Meyra karna sudah dipermalukan didepan Ryan.
"Lo berdua siapa?" Tanya Ryan dingin pura - pura tidak tau
"Gue Raya dan ini sahabat gue Meyra" Jawab Raya cepat sambil mengulurkan tangannya kedepan Ryan
Ryan menyalami tangan Raya, seketika Raya terperanjat kaget dan melompat kegirangan karna mendapat balasan dari Ryan yang merupakan idolanya,
"Lo masih waras kan?" Bisik Meyra lirih
"Gue ke UKS dulu ya lo balikin aja bukunya, gue mau periksa otak gue masih waras apa enggak, bye" Jawab Raya yang langsung berlari meninggalkan Meyra dan Ryan berdua didepan kelas
"Gue cuma mau balikin buku lo aja" Ucap Meyra cuek tanpa menatap mata Ryan
"Oh makasih, eh tapi lo tadi yang diperpustakaan itu bukan?" Tanya Ryan dan mengambil buku ditangan Meyra
"Humm" Jawab Meyra singkat
"Aneh biasanya kalau ada cewek yang gue ajak ngomong dia bakal seneng tapi kayanya dia biasa - biasa aja, batin Ryan
"Gue balik" Lanjut Meyra dan melangkah pergi meninggalkan kelas Ryan
Pukul 2 siang Meyra dan Raya keluar dari kelasnya dan menuju parkiran untuk pulang karna setelah ini mereka tak ada kelas lagi,
"Gue duluan ya Mey lo hati - hati dijalan" Ucap Raya disamping Meyra
"Lo gak mau bareng gue aja?" Tanya Meyra sambil terus fokus kebuku yang dipegangnya
"Kali ini enggak dulu deh gue ada janji sama Bara" Jawab Raya senyam senyum mengingat kejadian tadi siang saat bertemu Bara
"What! When did you know Bara?" Pekik Meyra tak percaya dengan ucapan Raya
"Tadi siang hehe..." Jawab Raya tanpa rasa bersalah
"Hufftt! Awas aja kalo lo cuma jadi cewe simpanannya Bara, gue bakal patahin tulang rusuknya" Ucap Meyra menahan emosi
"Calm down, lo jangan khawatit gue bisa jaga diri" Sahut Raya sambil menepuk pundak sahabatnya
Setelah itu mereka akhirnya berpisah Raya menuju gerbang sedangkan Meyra menuju parkiran mobilnya yang tidak jauh dari gerbang utama.
"Bodoh! Kenapa bisa sampe lupa sih kalo aku balik lagi kekelas bisa - bisa telat aku heuhh!!" Batin Meyra menggerutu karna kebodohannya
"Lo kenapa melamun?" Tanya Ryan mengagetkan Meyra
.
.
.
.
Lanjut ya kakak jangan lupa like dan votenya😊