
"Terserah gue lah" Jawab Meyra ketus dan nelangkah pergi masuk kedalam lagi
"Udah jam pulang tapi kenapa dia masuk kelas lagi, gumam Ryan bingung, karna penasaran akhirnya Ryan membuntuti Meyra
Didalam kelasnya Meyra terdiam dibangku yang ia duduki, Meyra mencoba mengingat dimana ia terkahir kali meletakkan jam tangannya
"Hiks... Hiks... Dad maafin Meyra, Meyra lupa meletakkan jam tangan itu hiks... hiks..." Tangis Meyra pecah didalam kelas itu sendirian karna ia melupakan jam tangan pemberian daddynya yang sangat berharga baginya
"Oh jadi dia kehilangan jam tangannya, yaudalah bodoamat" Ryan pergi meninggalkan Meyra sendirian didalam kelas.
*****
Meyra pulang kerumahnya dengan langkah gontai, ia merasa bersalah karna menghilangkan jam tangan pemberian daddynya,
"Non, nyonya sudah menunggu anda diatas" Ucap Oji bodyguard pribadi Raisa
"Mommy sudah pulang?" Tanya Meyra tanpa mengalihkan pandangannya dari lantai
"Iya nona" Jawab Oji singkat
Meyra masuk kedalam rumahnya dan menuju keruangan kerja mommynya yang ada dilantai 2.
Tok.. tok... tok...
Ceklek
Meyra membuka pintunya dengan langkah malas Meyra duduk didepan mommynya,
"Kenapa mommy pulang cepat apa mommy sakit?" Tanya Meyra sambil memeriksa kening mommynya
"Mommy baik - baik aja nak" Jawab Raisa tersenyum
"Lalu? Kenapa mom?" Tanya Meyra kembali
"Nanti malam kita diundang keluarga Adiguna untuk makan malam direstoran X" Jawab Raisa sembari mengusap kepala anaknya lembut
Deg deg
Meyra membelalakkan kedua matanya mengingat nama Adiguna disebut ia teringat dengan Ryan cowok yang menurutnya itu playboy,
"Maksud mommy apa?" Tanya Meyra bingung
"Kamu lupa kalau keluarga Adiguna sama daddy kamu menjalin
persahabatan sangat lama?" Jawab Raisa santai
"Yasudah kamu mandi siap - siap pukul 7 malam kita akan pergi kesana" Lanjut Raisa yang langsung fokus pada dokumen dihadapannya
Malampun tiba Meyra yang sudah bersiap siap kini sudah ada didepan meja riasnya, ia memoles make up natural yang menambah kecantikannya, Meyra memakai dress model sabrina berwarna hitam yang menampakkan pundak mulusnya dan high heels 10 cm. Rambut panjangnya dibiarkan jatuh kebelakang membuat Meyra semakin terlihat cantik.
"Kalau bukan karna mommy aku gak bakal mau ketemu lagi sama tu cowok!" Gumam Meyra sambil menatap dirinya dicermin
Direstoran
Keluarga Adiguna sudah membooking restoran itu untuk menjadikan dinner keluarga dengan Raisa dan Meyra. Pram dan Vina sudah merencanakan perjodohan itu dengan Raisa cukup lama tapi mereka juga sedang sibuk akhirnya malam ini mereka menentukan makan malam tersebut, Ryan yang tidak tau apa - apa hanya diam mematung tanpa suara.
Raisa dan Meyra turun dari mobil mewahnya, awalnya Meyra menolaj untuk masuk tapi karna Raisa memaksa akhirnya Neyra menuruti kemauan mommynya,
"Mom kenapa tempat ini tidak ada orang?" Tanya Meyra polos
"Mungkin ini kemauan om Pram" Jawab Raisa sambil menggandeng tangan anaknya
"Om Pram siapa mom?" Tanya Meyra lagi
"Om Pram itu sahabat daddy kamu" Jawab Raisa
Mereka berdua sampai dimeja yang dipesan oleh Pram, dan duduk dikursi yang kosong
Deg Deg
"Meyra udah lama ya tante gak ketemu sama kamu" Ucap Vina sambil tersenyum
"Yasudah diminum dulu nak" imbuh Pram
"Calon mantu mama cantik ya pa" Ucap Vina lagi
"Uhukk.... Uhukk.... mantu?" Meyra tersedak minuman karna mendengar ucapan Vina
"Iya nak mommy sama tante Vina punya rencana buat nikahin kamu sama Ryan karna mommy pikir kalian itu cocok lagipula om Pram sama daddy kamu itu sahabat jadi gak masalah dong" Sahut Raisa menenangkan putrinya
"Tapi ma Ryan belum kenal sama dia!" Hardik Ryan dengan mata tak percaya
"Kalian bisa saling mengenal nanti kalau udah nikah Ryan" Jawab Vina santai
"Mom Meyra masih kuliah, Meyra mau fokus belajar buat nerusin amanah daddy. Meyra belum mau menikah mom" Rengek Meyra disertai ucapan melembutnya untuk membujuk Raisa
"Ini juga termasuk amanah daddy kamu nak" Imbuh Pram dengan mata yang berkaca - kaca
"Dulu daddy kamu dan om berjanji akan mempersatukan kalian tapi berhubung kalian masih terlalu kecil untuk menikah jadi kami menunggu kalian kuliah, tapi takdir berkata lain daddy kamu tak bisa menunggu waktu ini sehingga ia berpesan untuk tetap menikahkan kalian" Lanjut Pram dan menundukkan kepalanya
flashback on 3 tahun lalu
Bramana dan Pram menjalin persahabatan dari SMA sampai mereka menikahpun mereka masih saling berhubungan hingga perusahaan mereka sama - sama melaju pesat dikalangan orang terpandang dan akhirnya mereka juga ikut menjadi keluarga terpandang.
Pada saat Bramana dan Pram menjalin kerjasama dalam bisnis mereka berhasil membangun satu perusahaan lagi di London yang merupakan negara impian mereka sejak masih SMA, Bramana menganggap Pram seperti saudara begitu juga sebaliknya hingga akhirnya mereka mempunyai keturunan dan mereka juga berniat menikahkan mereka berdua.
"Pram gimana kalau kita nikahkan anak kita?" Tanya Bramana sambil terus fokus pada laptopnya
"Ide bagus Bram kita bisa menjadi besan" Jawab Pram
Seketikah tawa mereka tumpah diruangan itu,
"Yasudah kalau gitu kita tunggu mereka kuliah" Lanjut Bramana
"3 tahun lagi masih lama kenapa kita gak nikahkan mereka sekarang aja?" Tanya Pram
"Mereka masih kecil Pram gak boleh dulu" Jawab Bramana
"Baiklah kita tunggu mereka besar" Imbuh Pram
flashback off
"Daddy aku menyayangimu aku akan melakukan apapun amanahmu" Ucap Meyra lirih yang tak didengar oleh siapapun
"Jadi satu minggu lagi kalian akan menikah" Ujar Vina
"Baiklah tapi aku mau pernikahan ini dirahasiakan" Jawab Ryan lantang
"Kenapa harus diraha... " Suara Vina terpotong
"Aku mohon tante, aku gak mau temen - temen kuliah aku tau" Potong Meyra
"Hmm yasudah kalau gitu 2 hari lagi pernikahan kalian akan dilaksanakan, mama mau kalian cepat menikah dan karna pernikahan ini dirahasiakan maka tak perlu meriah jadi kita bisa mempercepatnya" Jelas Vina pada Ryan dan Meyra yang masih diam mematung
"Yasudah kita lanjutkan makan malam ini" Ucap Pram mencairkan suasana
.
.
.
.
.
Bersanbung