Love Story In London

Love Story In London
Fitting baju yang manis



Keesokan paginya Meyra bangun tepat pukul 8, Raisa sengaja menyuruh semua pelayannya untuk tidak membangunkan Meyra karna Raisa dan Vina berencana akan pergi ke butik untuk fitting baju,


"What! aku telat bangun tumben gak ada yang mau bangunin aku, alarm? alarmku kenapa bisa mati?" Meyra bertanya - tanya dalam pikirannya


Meyra segera bangun dan bergegas mandi karna ia mau menemui mommynya yang tak membangunkan dia. 15 menit kemudian Meyra turun kebawah dan mendapati mommynya sedang ada dimeja makan.


"Mommy kenapa gak ada yang bangunin aku sih" Gerutu Meyra kesal


"Mommy sengaja gak bangunin kamu karna kita ada temu janji sama tante Vina untuk fitting baju" Jawab Raisa santai


"Mom pernikahan ini tuh dirahasiakan kenapa harus pake acara fitting baju segala sih? Tanya Meyra bingung


"Pernikahan ini memang dirahasiakan karna kamu sama Ryan masih kuliah tapi nanti kalau kamu sudah lulus kami merencanakan resepsi pernikahan yang mewah" Jawab Raisa tersenyum


"Tapi mom..."


"Kalau sudah makan langsung kemobil mommy tunggu disana" Sahut Raisa memotong perkataan Meyra


"Yatuhan kenapa secepat ini, aku masih ingin bebas tanpa status apapun aku masih ingin menikmati masa dimana aku memegang alih perusahaan, gumam Meyra sambil menyandarkan tubuhnya pada kursi


"Meyra kita udah terlambat nih!" Teriak Raisa dari dalam mobil


"Iya mom"


Mereka akhirnya pergi kebutik terkenal yang ada di Jakarta, tak butuh waktu lama mereka akhirnya sampai diparkiran butik itu.


"Kan tante Vina pasti udah nungguin dari tadi" Ucap Raisa cemberut


Sementara itu,


"Ma kenapa sih aku juga ikut" Ucap Ryan yang kesal karna diajak fitting baju oleh Vina


"Ya kan kamu juga harus tau calon istrimu itu Ryan" Jawab Vina yang dari tadi mencoba menenangkan anaknya


Meyra dan Raisa masuk kedalam butik dan disambut ramah oleh pramuniaga dibutik itu, mereka diantar ke ruangan VVIP yang sudah disiapkan sebelumnya.


Ceklek


"Meyra sini sayang kamu cobain dulu gaunnya ini tante udah pilihin khusus buat kamu" Panggil Vina dengan suara lembut


"I iya tante" Jawab Meyra gugup


Meyra meraih gaun yang dipegang oleh Vina dan mencobanya diruangan ganti, gaun itu berselendang satu dileher bernuansa putih yang akan menampilkan pundak mulus Meyra


Meyra keluar dari ruangan ganti dan terlihat sangat cantik membuat Ryan diam mematung dengan mulut melongo membentuk huruf O,


"Cantik sekali anak mommy" Ucap Raisa menghampiri Meyra


"Ryan udah ah tutup mulutnya nanti ada lalat" Tegur Vina pada Ryan yang langsung tertawa


"Em a apa sih ma" Jawab Ryan gugup


"Kalau Meyra suka tante bakal bungkus yang ini aja gimana?" Tanya Vina yang juga menghampiri Meyra


"Iya tante Meyra suka banget gaunnya bagus" Jawab Meyra tersenyum


"Yasudah kalau gitu kamu coba kebaya ini aja, yang ini buat akad nanti" Lanjut Vina sambil menyerahkan kebaya putih


Meyra kembali keruang ganti dan mengganti gaun tadi dengan kebaya yang akan dipakainya diakad pernikahan,..


"Yatuhan apa benar akan secepat ini?" Gumam Meyra


Meyra keluar dari ruangan tadi dan kembali memakai kebayanya


"Cantik sekali calon mantu tante" Vina tak henti - hentinya memuji kecantikan Meyra ditambah tubuh Meyra yang seperti gitar spanyol itu semakin terlihat saat memakai kebaya


"Ma apa itu tidak terlalu sempit buat dia?" Tanya Ryan tiba - tiba


"Perasaan enggak tuh gak sempit malah nyaman - nyaman aja pas dipake" Jawab Meyra ketus


"Udah - udah jangan berantem ah" Imbuh Raisa mencairkan suasana


"Yasudah kita ambil ini sama gaun yang tadi ya mbak" Ucap Vina pada pramuniaga tadi


Mereka berempat keluar dari ruangan tadi dan duduk disofa ruang tunggu karna Vina dan Ryan masih membayar gaun dan kemeja tadi dimeja kasir,


"Mom apa pernikahan ini besok? Terlalu cepat mom" Rengek Meyra sambil menggoyang - goyangkan lengan mommynya


"Meyra harus dewasa, Meyra harus bisa jadi istri yang baik buat Ryan jangan sampai Meyra tidak melayani suami Meyra" Jawab Raisa lembut


"Tapi Meyra belum siap mom" Ucap Meyra dengan nada memelas


"Meyra dengerin mommy, Meyra adalah anak yang cerdas jadi jangan takut apapun yang akan terjadi kedepannya, kewajiban Meyra hanya melayani suami Meyra okay?" Ucap Raisa sambil mengusap kepala Meyra


'I'll try mom" Jawab Meyra lirih


Vina dan Ryan menghampiri ruang tunggu sambil mengajak Raisa dan Meyra untuk makan siang di restoran X karna jam makan siang sudah hampir selesai akhirnya mereka memutuskan untuk mengendarai satu mobil.


Tak butuh waktu berapa lama, mereka sampai di restoran yang sedikit berbau jepang karna Ryan suka sekali dengan makanan jepang tapi tidak untuk Meyra yang sangat tidak suka makanan berbau jepang,


"Meyra mulai sekarang kamu panggil aku mama seperti apa yang Ryan katakan padaku" Ucap Vina sambil menggemgam tangan Meyra


"Iya ma" jawab Meyra sedikit gugup


"Ryan juga panggil aku mommy okay?" Sahut Raisa tiba - tiba


"Hm iya mom" jawab Ryan cepat


Pesanan mereka datang, makanan yang berbau jepang sudah terhidang diatas meja. Ryan yang sangat suka sekali langsung melhaap makanannya sementara Meyra yang tidak suka hanya diam.


"Meyra kamu pesan makanan biasa ya?" Tanya Raisa


"Enggak mom Meyra gak mood lagi nyium baunya aja udah mau bikin muntah apalagi makan didepan makanan itu" Jawab Meyra sambil menutup mulutnya dengan tangannya


"Oh jadi Meyra gak suka makanan jepang?" Tanya Vina tersenyum


"Iya ma aku gak suka makanan jepang, kalian lanjutkan saja aku tunggu dimobil" Jawab Meyra cepat dan bangun dari duduknya


Meyra keluar dari restoran X dan menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari pintu masuk, saat Meyra masuk kedalam mobilnya Ryan mengikuti Meyra dan duduk disebelahnya,


"Lo ngapain disini bukannya tadi lo makan?" Tanya Meyra bingung


"Gue ngikutin lo kenapa emang?" Tanya balik Ryan


"Ya... Akhmmphh"


Meyra tidak dapat menyelesaikan bicaranya karna Ryan sudah ******* bibir Meyra, Meyra yang sadar mencoba untuk mendorong Ryan tapi gagal karna tubuh Ryan yang kekar dan sangat kuat jika dibandingkan dengan kekuatan Meyra.


Setelah Ryan puas, ia melepaskan ciumannya karna merasa Meyra kesulitan untuk bernafas.


"Lo gila ya!" Pekik Meyra dengan nada tinggi


"Sekarang ganti gaya bicaramu itu jadi aku kamu karna besok kita sudah menikah!" Tegas Ryan


"Ogah! Lo pikir..."


"Ganti atau aku cium lagi" Titah Ryan dengab tatapan tajam memotong perkataan Meyra


"Yes fine I will obey" Jawab Meyra lirih


Raisa dan Vina keluar dari Restoran dan mengahmpiri mobilnya, Vina yang memegang alih kendali mobil itu karna Ryan sudah duduk dibelakang bersama Meyra


"Awas kalau kamu macem - macem lagi" bisik Meyra pelan ditelinga Ryan


"Tunggu saja kamu akan tau sedang bermain dengan siapa" Jawab Ryan tak kalah pelan


.


.


.


.


Bersambung