
45 menit , Meyra sudah menginjakkan kakinya dibandara dengan langkah cepat ia berjalan dan memasuki ruang tunggu karna 15 menit lagi pesawat yang ditumpanginya akan segera take off.
“Ryan!!! kamu tidak menghubungiku 2 hari dan hari ini kamu malah seenaknya berciuman dengan wanita ******!!!!“ gumam Meyra penuh amarah , tangannya mengepal menandakan ia sangat emosi
Pesawat yang ditumpangi Meyra akan segera take off , Meyra beserta rombongan sudah mulai memasuki pesawat satu persatu. Sekitar 15 jam , Meyra landing dengan selamat di bandara Soekarna - Hatta. 21.00 WIB
Tring... Tring...
Terpampang jelas siapa orang yang menelfon Meyra ketika hpnya sudah dihidupkan kembali "Mommy".
“Halo sayang?“ Sapa Raisa disebrang telfon lembut
“Iya mom kenapa? apa mommy perlu sesuatu?“ Tanya Meyra panik
“Mommy dapat kabar kalau kamu ada di Indonesia , apa semuanya baik - baik saja? bukankah urusanmu di London belum selesai nak?“ Tanya balik Raisa
“Meyra ada urusan sebentar di Indonesia mom , Kaisar yang akan memantau urusan di London“ Jawab Meyra sembari menyetop taksi yang sedang lewat
“Meyra tutup dulu ya mom“ Ucap Meyra yang kemudian menutup telfonnya.
“Pak kita langsung ke perusahaan Adiguna Group“ Ucapnya pada sopir taksi
“Baik non“
35 menit kemudian , Meyra sampai diperusahaan Ryan dengan langkah cepat ia masuk kedalam tanpa menghiraukan sapaan dari resepsionis yang melihatnya.
“Meyra?“ Sapa Niko tiba - tiba
“Apa Ryan ada diruangannya?“ Tanya Meyra tanpa basa - basi
“Ryan sudah pulang tadi siang Meyra“ Jawab Niko bingung
“Oh baiklah terimakasih“
Tanpa menjawab kebingungan Niko , Meyra memutar arah untuk pulang kerumahnya karna ia mau meminta penjelasan dari Ryan.
“Jika kamu sedang mempermainkanku Ryann!!!!“ batin Meyra
Kediaman Adiguna
Tok... Tok... Tok...
“Tuan nona Meyra menunggu anda di bawah“ Panggil Bi Susi saat sudah sampai didepan pintu kamar Ryan
Tanpa menjawab ucapan bi Susi , Ryan berlari meraih gagang pintu dan membukanya dengan cepat.
“Dimana dia?“ Tanya Ryan dengan wajah antusias
“Nona Meyra ada dibawah tuan muda“
Ryan berlari menuruni tangga dengan wajah yang terlihat sangat bahagia , Ryan pun melihat Meyra yang sedang duduk dengan kilatan amarah.
“Sayang kamu sudah pulang kenapa gak bilang kan aku bisa jemput kamu“ Ryan menghampiri Meyra dan duduk disebelahnya
“Humm... ada yang perlu kamu jelasin ke aku“ Ucap Meyra yang tengah menatap Ryan tajam
“Apa?“ Tanya Ryan bingung
“Ryan Adiguna!!! kamu selingkuh dibelakangku dengan wanita ****** itu!!!“ Seru Meyra dengan suara meninggi dan airmata yang mulai menuruni pipinya
“Apa maksudmu sayang , aku bahkan tidak pulang setelah kamu pergi ke London“
“Hiks... hiks... kamu jahat Ryan!!!“
Meyra naik kelantai 2 dimana kamarnya berada , ia terus saja menangis mengingat kejadian tadi siang diperusahaan Ryan dan lebih tepatnya Ryan tidak mengakui itu.
Meyra membereskan pakaiannya dengan air mata yang terus mengalir , tanpa menghiraukan teriakan Ryan dari luar pintu ia fokus pada barang - barangnya.
“Lebih baik kita pisah rumah , aku tidak mau sati atap dengan pria ******** sepertimu!!“ Ucap Meyra ketika sudah membuka pintu kamarnya dan berlalu pergi meninggalkan Ryan yang mematung didepan pintu.
“Sayang dengarkan dulu penjelasanku“ Teriak Ryan sambil terus berlari mengejar Meyra.
“Dengarkan dulu penjelasanku!!!“ Bentak Ryan ketika sudah mencengkram pergelangan tangan Meyra.
“Hiks... hiks... kamu bahkan sudah membentakku sekarang“ Tangis Meyra semakin pecah dihadapan Ryan.
“Tenanglah sayang , aku bisa jelaskan semuanya kamu tidak perlu harus pergi dari rumah seperti ini sayang“ Ucap Ryan menenangkan Meyra sambil memeluk dan mengecup puncak kepalanya lembut.
“Aku mau kamu menjawabnya dengan jujur , jangan berbohong padaku lagi“ Kata Meyra yang terus memukul dada Ryan pelan.
“Kamu pasti melihatnya dari cctv kan? apa kamu lihat kalau Cery yang tiba - tiba menciumku?“ Bisik Ryan ditelinga Meyra.
“Humm.... i iya“ Jawab Meyra tergagap karna hembusan nafas Ryan yang menyapu lehernya.
“Jadi aku tidak pernah mau bersamanya lagi sayang , aku hanya mencintaimu“ Ryan menelusuri leher jenjang Meyra dengan ciuman sesekali menghisapnya dengan penuh nafsu.
“Ehmm.... Ryan kau tau ini dimana? apa kalian tidak menganggap ada orang dirumah ini?“ Tanya Vina tiba - tiba dengan senyum sumringah.
Meyra mendorong tubuh Ryan dengan sangat kuat sehingga Ryan terjatuh kelantai dan meringis kesakitan.
“Mama kapan pulang?“ Tanya Meyra salah tingkah.
“Mama sama papa baru aja pulang ya kan pa?“ Ucap Vina meminta persetujuan sama Pram.
Sementara Ryan yang ada dilantai hanya mengulur senyum nakal pada Meyra dan dengan cepat Ryan menarik tangan Meyra naik keatas,
“Ma kita mau bikin debay dulu buat mama sama papa“ Teriak Ryan yang terus menarik tangan Meyra sedangkan Meyra sendiri hanya tersipu malu sambil memukul lengan Ryan.
Sesampainya didalam kamar , Ryan langsung mendorong tubuh sexy Meyra keatas kasurnya. Dengan tidak sabar Ryan menarik baju Meyra dengan kasar dan penuh nafsu.
“Aku sangat merindukanmu sayang“ Ucap Ryan sambil menciumi tubuh Meyra secara bergantian berpindah tempat.
Ryan pun menindih tubuh Meyra dan mulai ******* bibir sexy Meyra yang membuatnya ketagihan , sesekali ia menghisapnya sambil tangannya terus meremas dua gundukan yang besar didada Meyra.
“Akhh sayang , aku sudah tidak tahan“ Erang Meyra dengan suara parau.
“Aku masuk sayang“
Merekapun menyatukan tubuh mereka dengan penuh gairah karna sudah dua hari mereka tidak menyatukannya , cukup lama mereka bergulat sampai akhirnya mereka mencapai puncak masing - masing.
“Tubuhmu membuatku ketagihan sayang“ Bisik Ryan pelan dengan nafas yang masih memburu.
“Aku mencintaimu“
.
.
.
.
.
.
Bersambung