
Dibalik kejadian tingkah kekanak - kanakan Meyra dan Raya ada 3 orang yang sedang tersenyum melihatnya dari kejauhan.
Siapa lagi kalau bukan Ryan , Satya dan Bara!
“Kakak ipar sama Raya udah kayak sodara ya” Kata Satya yang sedari tadi hanya sibuk dengan snack yang ada ditangannya.
“Siapa yang lo sebut kakak ipar?” Tanya Bara bingung dengan perkataan Satya yang tentunya mengejutkan Ryan.
“Siapa lagi kalo bukan Meyra , dia kan istrinya Ryan” Jawab Satya santai dan tidak sadar kedua sahabatnya sedang menatapnya dengan terkejut.
“What!!! lo gak bercanda kan Sat? manamungkin Ryan udah nikah dia juga gak ngundang kita , yang bener lo Sat!!” Ucap Bara dengan mata yang masih terbelalak karna kaget.
“Gue belum nikah kata siapa lo!” Elak Ryan gugup.
Satya hanya sibuk dengan snack yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi , tidak menghiraukan ucapan Bara dan Ryan ia hanya melirik kedua sahabatnya dan melanjutkan lagi memakan snacknya seperti tidak ada masalah apapun. Sementara Bara yang makin dibuat penasaran ia kemudian merebut snack Satya dan melototinya hingga mau tidak mau Satya berbicara kembali.
“Gue tau dari nyokap , lagian kan tante Vina gak mungkin kalo gak memamerkan menantunya yang sangat cantik itu” Kata Satya tenang dan langsung merebut snacknya kembali.
Bara berbalik dan menatap Ryan dengan tatapan tajamnya membuat Ryan mengangkat tangannya dan menjewer telinganya sendiri seperti anak SD yang sedang dihukum oleh gurunya.
“Maaf , gue gak bermaksud rahasiain ini semua dari kalian tapi ini kesepakatan gue sama Meyra” Ucap Ryan lemah.
Tanpa diduga Bara justru memeluk sahabatnya itu dengan sangat erat.
“Akhirnya lo berhasil keluar dari masalalu” Ucap Bara kegirangan.
“Tapi gue sesak nafas Bar!”
“Oh sorry - sorry , gue seneng banget akhirnya lo mau keluar dari masalalu yang nyaris ngebuat hidup lo hancur Ryan. Gue lega akhirnya ada perempuan yang bisa memenangkan hati lo kembali setelah sekian lama lo terpuruk” Bara melontarkan isi hatinya panjang kali lebar , ia merasa sangat senang melihat sahabatnya bahagia kembali.
Tiba - tiba Stella and the geng datang menghampiri 3 pria itu yang sedang asik mengobrol.
“Ryan nanti malam ada acara ulang tahunnya Mega anak kepala sekolah kampus kita , lo bakal dateng kan?” Tanya Stella yang bergelayut manja dilengan Ryan.
“Gue bakal dateng kenapa emang?” Tanya Ryan balik dengan nada acuh sambil melepaskan tangan Stella yang menempel dilengannya.
“Yaudah kita ketemu nanti di pestanya Mega ya Ryan” Kata Stella yang kemudian mengajak teman - temannya pergi dari hadapan ketiga pria tampan itu.
Ketiga pria itu akhirnya memutuskan untuk pergi kekelas mereka sebelum pelajaran dimulai , Ryan termasuk anak yang rajin dan disiplin ia tidak pernah melakukan kesalahan sedikitpun mengenai kegiatan pelajarannya.
Sementara disisi lain Meyra dan Raya diliputi suasana yang tegang karna mendapat ujian dadakan akhir semester dan 2 bulan lagi akan mengadakan wisuda untuk angkatan Meyra dan Ryan. Ryan terpaut 2 tahun lebih dulu daripada Meyra karna itulah mereka akan mengadakan wisuda bersama.
“Meyra ini tuh susah banget tau , gue sampe pusing mikirinnya” Kata Raya kemudian menyandarkan punggungnya dikursi dan memijit pelipisnya.
“Lo diem deh , itu dosen bakal mergokin lo kalok lo nyantai kayak gini!” Meyra tetap fokus pada kertas jawabannya.
“Kalian berdua jangan mengobrol saat sedang nengikuti pelajaran saya , atau kalian akan saya hukum!” Hardik dosen pria itu dengan tatapan tajamnya menyiratkan bahwa ia terlihat marah.
Raya terkejut dengan sigap ia menyambar kertas jawabannya dan mengerjakannya kembali , hatinya berdegup sangat kencang karna mendengar dosennya marah.
Hening sesaat...
“Segera kumpulkan tugas kalian dalam 5 menit , kalau ada yang tidak mengumpulkan Mr. tidak akan memberikan kalian nilai” Dosen itupun kembali fokus pada laptop dihadapannya tanpa disadari seluruh mahasiswa didalam kelas itu langsung menegang.
5 menit kemudian satu persatu mahasiswa mengumpulkan kertas jawaban mereka diatas meja dan kelyar dari kelasnya.
“Fiuh... hampir aja gue mati karna tegang” Keluh Raya sambil menendang botol minuman dengan sangat kencang.
“Aww...” Pekik Bara terkejut dan memegang kepalanya yang terkena botol minuman itu.
“Duh” Raya menepuk jidatnya dan mulai salah tingkah.
“Ray gue kekantin duluan ya , gue gak mau ganggu urusan kalian — bye!” Bisik Meyra yang kemudian melangkah menjauh dari Raya.
Kantin Sekolah
“Sayang kita makan bareng yuk tapi tenang aja bakal ada Satya yang makan bersama kita” Bisik Ryan pelan ketika Meyra hendak masuk kekantin.
“Tapi kan Satya belum tau kalo kita udah nikah” Kata Meyra sambil mengerucutkan bibirnya.
“Dia udah tau kok kalo kita udah nikah” Ucap Ryan yang kemudian menarik tangan Meyra dan mendudukkannya dikursi dimana mereka bertiga akan makan siang.
Tidak ada pembicaraan apapun saat makan karna Meyra selalu menekuni tradisi keluarganya yang turun menurun itu. tanpa disadari ada seseorang yang diam - diam memotret kejadian saat Ryan menggandeng tangan Meyra.
Orang itu adalah suruhan Cery yang mengawasi setiap gerak gerik Meyra dan Ryan saat dikampus , Cery berencana akan menyebar foto itu dan menjadikannya gosip yang tidak baik. Dengan menggunakan nama keluarganya , Cery bisa membuat gosip itu tersebar diseluruh penjuru kampus.
“Kenapa perasaanku seperti ada yang mengawasi kegiatanku” Batin Meyra sambil menoleh kekanan - dan kekiri melihat sekelilingnya apakah ada orang yang mencurgikan.
“Sayang kamu kenapa , apa yang kamu cari?” Tanya Ryan menelankan suaranya.
“Aku merasa ada yang mengawasi kita tapi aku tidak melihat ada orang yang mencurigakan” Jawab Meyra tak kalah pelan.
“Jangan pedulikan keadaan sekitar sayang , kamu adalah istriku tidak ada yang akan mengusikmu kecuali mereka ingin hancur” Kata Ryan sambil menggenggam tangan Meyra.
“Humm” Meyra masih merasa tidak tenang dengan persaannya yang terus saja mengatakan bahwa ada orang yang mengawasinya.
Mereka bertiga akhirnya keluar dari kantin dan memasuki kelas mereka masing - masing seperti mereka tidak pernah saling mengenal tanpa obrolan , tanpa bertatap muka mereka seperti orang asing.
Ditelfon Ryan.
“Cari tau siapa yang sudah mengawasi gerak gerikku dan istriku” Ucap Ryan , matanya terlihat sangat marah rupanya ia juga menyadari apa yang dikatakan istrinya itu.
“Baik bos , saya akan mengabari anda kurang dari 3 jam” Jawab seseorang disebrang telfon.
“Aku percayakan masalah ini kepadamu” Ryan kemudian menutup telfonnya dan melanjutkan melangkah masuk kedalam kelasnya.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Jangan lupa vote , like dan komen kalian guys.
Tanpa semua itu Author gak bakalan bisa semangat lagi.