
Jangan lupa Vote , Like , dan Komen ya guys.
Setelah mengikuti kelas yang terakhir , Meyra dan Raya keluar menuju parkiran.
“Meyra , Raya tunggu bentar ini undangan buat kalian” Panggil seorang wanita dibelakang Meyra yang tak lain itu adalah Mega.
“Nanti malem dateng ya diacara ulang tahun gue” Imbuh Mega sambil tersenyum lembut.
“Oh iya makasih ya , gue sama Raya pasti dateng kok lo tenang aja” Jawab Meyra yang hanya diangguki oleh Raya.
“Yaudah gue duluan ya masih banyak yang harus gue urus , sampai ketemu nanti malem” Mega melangkah pergi meninggalkan dua sejoli itu.
“Gue kayaknya gak bisa dateng deh , soalnya nyokap bakal mendarat jam 6 malem” Kata Raya yang terlihat kecewa.
Plakk...
Meyra menjitak kepala Raya , itu adalah kebiasaan Meyra saat Raya terlihat seperti orang bodoh.
“Lo liat dulu ini acaranya tuh jam 8 , lo masih bisa dateng udah deh gue balik dulu masih ada urusan penting daripada ngadepin lo yang kayak anak kecil!” Celetuk Meyra geram dengan tingkah konyol Raya.
Raya terkekeh , tentu saja seperti itu ia memang terlihat sangat bodoh saat berada disamping Meyra.
Meyra dan Raya berpisah , mereka kembali kekediaman mereka masing - masing karna 3 jam lagi acara ulang tahun Mega akan diadakan digedung milik keluarga Iskandar.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya Meyra sampai dirumahnya ralat , rumah mertuanya. Ia menaiki tangga tanpa memperdulikan sapaan para pelayan dirumah itu pikirannya hanya tertuju pada siapa yang sedang mengawasinya saat berada dikampus , belum lagi ia masih terbebani dengan masalah mommynya yang sedang diintai oleh Tuan Guan Hendrawan Alexo.
“Mommy! Aku tidak menghubunginya sejak terakhir kali menginjak rumah ini” Ucap Meyra panik , ia kemudian membuka ponselnya dan mencari nomor mommynya untuk segera menghubunginya.
“Mommy maafkan Meyra , Meyra lupa mengabari mommy saat Meyra sudah pulang kerumah , mommy tau tadi aku sedang ujian mendadak fikiranku terfokus pada ujian itu sampai Meyra lupa untuk mengabari mommy” Kata Meyra saat telfon mereka terhubung.
“Tidak apa - apa sayang , mommy mengerti semua kesibukan kamu tapi jangan lupa kewajiban Meyra sebagai istri dari nak Ryan” Ucap Raisa lembut , tutur katanya selalu lembut saat berbicara dengan Meyra ia tidak pernah memarahi Meyra sejak kematian sang daddy.
“Apa tuan Alexo sering menghubungi mommy? apa dia mengancam mommy lagi? atau dia ingin menyuruh mommy pergi ke London lagi?” Meyra melontarkan pertanyaan yang bertubi - tubi , ia terlihat sangat khawatir dengan keaadaan mommynya.
“Tuan Alexo tidak lagi menghubungi mommy nak , dia dikabarkan mengalami kecalakaan dan koma dirumah sakit” Kata Raisa , suaranya melemah karna tidak tega saat mengatakan itu bagaimanapun juga dia adalah teman baiknya dulu.
“Baiklah , akan aku suruh Kaisar untuk tidak melanjutkan penyusupan itu sebelum terlanjur terlalu dalam”
“Mommy sudah mengatakannya pada Kaisar , kamu tidak perlu khawatir fokuslah pada kampusmu 2 bulan lagi kamu akan wisuda dan menggantikan mommy diperusahaan , mommy sudah cukup tua untuk berurusan dengan para penjilat diluar sana sayang”
“Yasudah aku tutup telfonnya — bye mommy” Meyra kemudian menutup telfonnya dan bergegas mandi.
Disisi lain.
Ryan sedang sibuk dengan layar laptop dihadapannya , ia sedang bersama orang kepercayaannya untuk menyelidiki siapa yang mengawasinya dan Meyra saat berada dikampus.
“Bagaimana apa ada yang mencurgikan?” Tanya Ryan tiba - tiba.
“Anda pasti sudah tau tuan siapa pelaku dibalik ini semua” Niko hanya memberi jawaban teka - teki pada Ryan.
“Apa maksudmu aku tidak mengerti”.
“Nona Cery yang sudah mengawasi anda dan istri anda tuan , dan aku mendapat percakapan Nona Cery dengan orang yang menyiarkan berita diforum kampus anda tuan”.
“Apa isinya , perlihatkan padaku”.
Niko menyalakan percakapan antara Cery dengan orang yang juga bekerja dikampus Ryan.
Seketika tangan Ryan mengepal , matanya menyiratkan kemarahan membuat siapapun yang melihatnya akan ketakutan “Bereskan ini semua , aku akan pulang dan mengahadiri acara pesta jangan biarkan berita tidak baik tersebar dikampusku”.
“Tapi tuan disini sedikit ada yang mengganjal , sepertinya nona Cery tidak hanya mengawasi anda tapi juga mengetahui setiap gerak - gerik anda dan istri anda tuan” Lanjut Niko lagi.
“Selidiki lebih lanjut lagi , aku tidak mau dia mengganggu ketenanganku dan istriku dia harus menerima konskuensinya jika dia bertindak lebih jauh dari ini!!” Ryan mulai terpancing emosi saat mendengar ucapan pria itu.
“Tuan tenang saja , saya akan terus mengawasi nona Cery dan mencegah setiap kejahatannya”.
“Aku percayakan semua padamu kalau ada masalah lain hubungi aku secepatnya”.
“Saya akan melakukan yang terbaik tuan”.
Ryan melangkah pergi meninggalkan pria itu didalam ruangan rahasia diperusahaannya , itu adalah ruangan yang tidak bisa dijangkau oleh siapapun kecuali orang tertentu dan kepercayaan Ryan.
35 menit Ryan menempuh perjalanan dari perusahaan kerumahnya , ia terlihat sangat lelah dan belum lagi ia harus bergegas mandi karna akan menghadiri acara ulang tahun Mega teman kampusnya.
“Sayang kau sudah siap? kenapa tidak menungguku?” Tanya Ryan saat membuka pintu kamarnya , ia melihat Meyra sudah bersiap dengan gaun yang dikenakannya.
“Aku tidak akan berangkat bersamamu sayang , mereka akan tau kalau kita ada hubungan dan aku tidak mau harus lagi berurusan dengan para fansmu itu termasuk Stella and the geng” Celoteh Meyra kesal pada Ryan.
Melihat istrinya yang crewet ia langsung menarik pinggangnya dan mencumbu bibir mungil istrinya dengan kasih sayang tidak ada nafsu ataupun gairah dalam ciuman itu. Saat menyadari nafas mereka sudah tidak ada lagi mereka melepaskan tautan bibir itu , dengan nafas yang terengah - engah Meyra memukul dada suaminya.
“Kamu merusak lipstik dibibirku sayang” Keluh Meyra dengan nada memelas.
“Biar aku yang memakaikannya lagi untukmu” Kata Ryan lalu meraih lipstik yang ada diatas meja rias.
“Sudahlah , kamu mandi saja dulu aku tunggu kamu dibawah biar kita berangkat bersama aku tidak peduli lagi dengan para fansmu itu”.
“Baiklah aku akan turun dalam 15 menit”
Ryanpun bergegas masuk kedalam kamar mandi sedangkan Meyra ia menata riasannya lagi didepan meja riasnya , kemudian ia keluar dari kamarnya dan menunggu Ryan diruang keluarga.
“Meyra sayang udah cantik kayak gini mau kemana nak?” Sapa Vina saat melihat Meyra yang sedang duduk dengan anggunnya diruang keluarga.
“Oh ini ma , Meyra sama Ryan mau pergi keacara ulang tahunnya temen kampus mah” Jawab Meyra yang kemudian berdiri ketika sudah melihat Ryan menuruni tangga.
“Ayo sayang nanti kita terlambat acaranya akan dimulai 20 menit lagi” Ucap Ryan sambil melirik arloji ditangannya.
“Yasudah mah Meyra sama Ryan pamit dulu” Meyra menyalami tangan Vina dan melangkah kearah Ryan , merekapun keluar dari rumah itu sambil bergandengan tangan.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Menurut kalian apa yang akan terjadi pada Cery? Belum lagi kalau Meyra tau rencana licik Cery yang ingin menghancurkan rumah tangganya. Konflik akan segera dimulai guys.