Love Story In London

Love Story In London
Malam pertama?



15 menit kemudian Meyra keluar dari kamar mandi menggunakan baju tidur sedikit transparan membuat lekuk tubuhnya terlihat samar namun Meyra membiarkannya karna selama dirumahnya Meyra selalu memakai pakaian tidur seperti itu dan semenjak ia pindah kerumah Ryan, Meyra tak berani memakainya sampai akhirnya sekarang Meyra mulai memakainya.


"Humm segar juga ternyata kalau mandi malam - malam begini" Ucap Meyra sambil menggeliatkan tubuhnya


"Jangan menggodaku seperti itu!"


"Siapa yang menggodamu, aku hanya pakai baju tidur yang biasa aku pakai dirumah"


Gleedekk...


Suara petir menyambar membuat Meyra kaget dan berhambur kepelukan Ryan,


"Ryan aku takut" Ucap Meyra dengan terus memeluk Ryan sangat erat


"Tenanglah aku disini jangan takut" Jawab Ryan terbata karna tubuh Meyra sangat dekat dengan Ryan


Meyra tanpa sadar sudah membangkitkan Ryan junior karna baju tidur yang sedikit transparan itu dengan jelas memperlihatkan tubuh mulus nan putih milik Meyra membuat Ryan tak kuasa menahannya,


"Junior tahan dulu belum saatnya kamu masuk kesarangmu" Gumam Ryan sambil sesekali memegang juniornya


Meyra merasa jantungnya berdetak sangat kencang ia menyadari wajah Ryan sudah memerah akibat menahan hasratnya, Meyra tak tega melihat Ryan seperti itu akhirnya ia mendongakkan kepalanya dan mendekatkan wajahnya pada Ryan, sontak membuat Ryan kaget dengan apa yang dilakukan Meyra.


Meyra menatap Ryan lekat tanpa sekalipun berkedip, wajah mereka semakin dekat,


"Aku sudah siap melayanimu Ryan" batin Meyra


Ryan pun mulai mencium bibir mungil Meyra bukan hanya mencium tapi Ryan juga **********, Ryan mendorong Meyra untuk tertidur kemudian Meyra mengalungkan tangannya dileher Ryan, tidak mendapat penolakan dari Meyra akhirnya Ryan membuka satu persatu kancing baju tidur Meyra dan membuka tali pengait bra nya.


Ryan pun memainkan bukit kembar Meyra sesekali ia meninggalkan kissmark dibukit Meyra, Meyra yang pertama kali merasakan perlakuan seperti itu tak bisa menahan desahannya,


"Ryann akkmmpphh...." desah Meyra yang membuat Ryan semakin menggila


Ryan menurunkan celana panjang Meyra sebelum Ryan membuka celana pendek milik Meyra, ia kemudian menatap Meyra yang sedang memejamkan matanya,


"Aku mengingkannya sayang, apa aku boleh melakukannya?" Tanya Ryan dengan mata sendu


"Iya sayang tapi aku sedikit takut" Jawab Meyra terbata


"Aku akan melakukannya dengan pelan" Ucap Ryan yang kemudian melanjutkan aktivitasnya,


Ryan yang sudah tidak bisa menahan hasratnya iapun membuka pakaiannya dan mulai melakukannya dengan perlahan, mereka pun menyalurkan hasrat dan mulai memadu cinta diantara mereka. Sampai tak sadar mereka melakukannya hingga 3 kali


Ryan pun menyudahi permainannya kemudian ia ikut berbaring disamping Meyra dan memeluknya,


"Terimakasih sayang sudah mau memberikan tubuhmu padaku" Bisik Ryan ditelinga Meyra


"Aku akan selalu siap melayanimu sayang" Jawab Meyra yang kemudian memejamkan kedua matanya karna sudah merasa lelah setelah pertempurannya dengan Ryan


_


_


Saat matahari sudah memperlihatkan keberadaannya dua insan yang sudah memadu cinta belum juga terbangun, mereka tidur dengan posisi saling berpelukan tanpa menggunakan sehelai kaim ditubuh mereka.


Tok... Tok...


"Tuan muda... Nona muda..." ketukan pintu berasal dari Bi Susi


Meyra yang mendengar namanya dipanggil, iapun menggeliatkan tubuhnya dan berusaha membuka matanya,


"Nona muda...." Panggil Bi Susi lagi


"Hoamm... Iya sebentar bi" Ucap Meyra yang kemudian berdiri


"Awww..." Teriak Meyra yang kemudian mendudukkan tubuhnya kembali


Ryan yang mendengar suara teriakan Meyra akhirnya terbangun dan mendekat pada Meyra


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Ryan pelan karna Meyra mulai terisak


"Apa yang terjadi? apa ada yang sakit?" Tanya Ryan lagi


"Aku tak bisa berdiri ataupun berjalan hiks... hiks..." Ucap Meyra pelan yang kemudian menundukkan kepalanya


Ryan terdiam sesaat memikirkan apa yang terjadi pada istrinya sampai ia tersadar bahwa yang mereka lakukan semalam akan menimbulkan kesakitan pada **** ***** Meyra, dengan sigap Ryan menggendong tubuh Meyra ala bridal style masuk ke dalam kamar mandi dan menurunkan Meyra didalam bath up kemudian mengisinya dengan air hangat.


Tok... tok...


Suara ketukan pintu terdengar lagi "Tuan muda... Nona muda..." Panggil Bi Susi dari balik pintu


"Itu pasti Bi Susi tadi aku ingin membuka pintu tapi aku tak bisa berjalan" Ucap Meyra pelan


"Baiklah kamu tetap disini biar aku yang membuka pintu" Ucap Ryan yang kemudian berdiri


"Tapi apakah kamu akan keluar menemui Bi Susi dengan keaadaan tubuhmu seperti itu?" Tanya Meyra sambil menundukkan kepalanya karna malu


Ryan melihat keaadaan tubuhnya "Upss" ia kemudian meraih handuk dan melilitkan ketubuhnya,


Ceklek


"Ada apa bi?" Tanya Ryan ketika sudah membuka pintu


"Makanan sudah siap dibawah tuan" Jawab Bi Susi pelayan paruh baya


"Baiklah terimakasih" Ucap Ryan tersenyum


"Sudah kewajiban saya tuan" Sahut Bi Susi yang kemudian pergi dari hadapan Ryan


Ryan menutup pintu kamarnya dan masuk kedalam kamar mandi ia ikut mandi di dalam bath up bersama Meyra, Meyra sedikit merasa canggung karna ini baru pertama kalinya Meyra mandi dengan seorang pria,


Setelah beberapa menit Meyra dan Ryan keluar dari kamar mandi, Meyra mengeringkan rambutnya dimeja rias sedangkan Ryan langsung masuk kedalam ruang ganti,


Meyra tersadar bahwa lehernya kini sudah terdapat kissmark yang sangat merah "Aaaaa Ryannnn!!!!" Pekik Meyra dengan suara keras


"Kenapa sayang apa terasa sakit lagi?" Tanya Ryan yang buru - buru keluar dari ruang ganti hanya memakai celana pendek bertelanjang dada


"Bodoh!!! kenapa kau membuat leherku seperti ini Ryan" Teriak Meyra sambil berkacak pinggang didepan Ryan


"Oh itu adalah tanda kepemilikan sayang, sekarang kamu sudah sepenuhnya menjadi Nyonya Ryan Adiguna" Jawab Ryan tanpa rasa bersalah


Meyra yang dibuat kesal akhirnya menarik tubuh Ryan dan mendorongnya keatas kasur, Meyra kemudian menaiki tubuh Ryan mengarah pada leher dan membuat kissmark yang sama seperti miliknya,


"Sekarang kau juga sudah menjadi milikku" Bisik Meyra pelan ditelinga Ryan


"Hahaha... tenyata kau agresif juga ya" Ucap Ryan sambil terkekeh melihat tingkah laku istrinya


"Siapapun yang merebutmu dariku akan aku hancurkan dia beserta keluarganya tanpa sisa, karna sekarang aku adalah milikmu dan kamu juga milikku jadi jangan macam - macam!!" Ucap Meyra dengan penuh penekanan menandakan bahwa ia sangat serius


Ryan membalikkan posisi mereka kini mereka sudah bertukar posisi Ryan pun mulai ******* bibir mungil Meyra, Meya membalas ******* Ryan dengan penuh gairah,


Setelah beberapa saat beradu bibir akhirnya mereka menyudahi permainannya, Meyra kemudian masuk kedalam ruang ganti memakai baju model halterneck yang dikenakan dengan menggunakan tali dileher karna Meyra ingin menutupi kissmarknya, dipadukan dengan shortpants jeans dan sneakers.


"Sayang aku tunggu dibawah untuk sarapan" Teriak Meyra dari balik pintu


.


.


.


.


.


Bersambungr