Love Story In London

Love Story In London
Gosip murahan



Keesokan paginya Ryan bangun terlebih dulu , ia berniat ingin pergi keperusahaannya dan melihat sejauh apa Cery bertindak. Ryan bergegas kekamar mandi sementara Meyra yang merasakan suaminya sudah tak lagi disampingnya ia pun terbangun , merasa curiga dengan tingkah suaminya Meyra diam - diam menguping pembicaraan Ryan dengan seseorang saat sudah keluar dari kamar mandi.


“Bagaimana kelanjutan rencana Cery?” Tanya Ryan saat sambungan telfonnya terhubung.


“Cery? apalagi rencana dia?”.


“Tetap awasi dia jangan biarkan dia sampai bertindak sejauh kemarin!” Titah Ryan pada orang suruhannya.


“Jangan sampai ia mengawasi kegiatanku dan istriku lagi” Imbuhnya lagi dengan mata berapi - api.


“Oh astaga kau menyembunyikan ini dariku? baiklah kita lihat siapa yang lebih dulu akan menghancurkan keluarga Cery” Batin Meyra sambil tersenyum penuh arti.


“Sayang , apa kau tidak pergi kekampus?” Tanya Meyra , ia berpura - pura bangun tidur.


Ryan langsung mematikan sambungan telfonnya tanpa mempedulikan orang suruhannya yang sedang berbicara disebrang telfon , “Aku sudah izin tadi sayang jadi aku akan segera pergi keperusahaan karna ada rapat yang harus aku hadiri”.


“Oh yasudah , aku akan mandi lalu kita turun bersama untuk sarapan” Meyra turun dari ranjangnya dan mencium pipi Ryan.


“Kau ingin menggodaku pagi - pagi sayang?” Tanya Ryan sambil mengulur senyum menggoda pada Meyra.


“Ah kau sangat mesum sayang” Meyra langsung menutup pintu kamar mandinya , pipinya merona karna ucapan Ryan.


Sekitar 15 menit lamanya Meyra menyelesaikan ritual mandinya , ia langsung berganti baju dan ikut turun bersama suaminya.


Tidak ada percakapan apapun saat mereka sarapan , mereka sama - sama menikmati sarapannya hanya dentingan sendok dan garpu saja yang terdengar dimeja makan tersebut.


“Aku akan menghancurkan kamu dan keluargamu Cery! tunggu saja akan kubuat kau menyesal sudah berani mengganggu ketenangan rumah tanggaku dan Ryan!!” Batin Meyra , tangannya meremas sendok yang dipegangnya seolah ingin mematahkan sendok itu.


“Sayang kenapa kamu terlihat seperti orang yang sedang menahan emosi?” Tanya Ryan sambil membersihkan mulutnya dengan tisu.


Meyra menggeleng pelan “Tidak , aku hanya memikirkan skripsiku minggu depan” Elak Meyra , bibirnya langsung menyunggingkan senyuman hangat.


“Aku berangkat dulu sayang , kamu hati - hati dan jaga dirimu baik - baik. I Love You” Lanjut Meyra seraya bangkit dari duduknya dan melangkah pergi menuju kampusnya , ralat Meyra tidak pergi kekampusnya melainkan kerumah mommynya.


Ditelfon.


“Kai , secepatnya kamu suruh pemegang saham milik perusahaan Johanson untuk menariknya , buat saham mereka menurun drastis jangan ada yang tersisa ingat!” Ucap Meyra dengan nada dinginnya.


Kaisar menghela nafas “Baik kak aku akan membuat perusahan pemegang saham lain untuk menarik saham mereka secepatnya” Kata Kaisar malas , ia baru bangun dari alam mimpinya dan mendapat tugas dari Meyra sang kakak angkat.


“Aku akan menarik semua saham perusahaan mommy dan mereka akan hancur dalam satu malam , nama keluarga Johanson tidak akan lagi terdengar didunia bisnis” Batin Meyra penuh amarah.


“Lakukan sekarang Kai , jangan membuang waktuku” Meyra menahan rasa kesalnya karna mendengar ucapan Kai yang malas.


Kaisar menghembuskan nafasnya kasar “Tidak semudah itu kak--”


“Kamu lupa siapa nama keluargaku? kau buat saja mereka beralih keperusahaan cabang , kamu seperti orang bodoh Kai!” Sekali lagi Meyra dibuat kesal oleh Kaisar.


“Hehe aku lupa kak , baiklah dalam satu malam nama keluarga Johanson tidak akan terdengar lagi didunia bisnis” Kata Kaisar mantap.


Meyra menyunggingkan senyum liciknya “Berani bermain - main dibelakangku , kamu bukanlah sainganku Cery” .


Meyra kemudian menutup sambungan telfonnya , ia lalu bergegas pergi kekampusnya niatnya untuk pergi kerumah mommynya ia urungkan karna masalahnya sudah dikendalikan oleh Kaisar sang tangan kanannya sekaligus adik angkatnya.


Disisi lain


“Tuan sepertinya berita yang tidak baik itu sudah tersebar luas dikampus anda , dan terlebih lagi yang menyebarkannya bukan hanya nona Cery saja ia bersama perempuan ini” Jawab Niko dengan nada lemah ia takut tuannya marah.


“Shit! Dia sudah bertindak nekat!” Umpat Ryan kesal , ia langsung menggertak meja dihadapannya dengan keras.


Tanpa berucap lagi Ryan pergi dari ruangan itu meninggalkan Niko yang diam mematung melihat amarah tuannya.


Universitas Negri Jakarta


Saat Meyra baru turun dari mobilnya , tatapan - tatapan tajam dan jijik semua mahasiswa tertuju pada Meyra sementara orang yang ditatapnya hanya santai tidak berminat bertanya ataupun menegur.


“Astaga dia masih berani menunjukkan wajahnya dikampus ini , padahal beritanya sudah tersebar luas diseluruh penjuru kampus” Ucap salah satu mahasiswa perempuan.


“Lihat dia seperti orang yang tidak berdosa sudah menggoda Ryan dan saat pesta ulang tahun dia berdansa dengan pria asing” Imbuh mahasiswa lainnya.


“Cih! dasar wanita murahan dengan mudahnya ia melemparkan tubuhnya kepelukan pria dan beralih ke pria lain” Sahut mahasiswa yang menatap Meyra dengan tatapan jijik.


“Oh tuhan baru kali ini ada yang memfitnahku sekeji ini! aku tau ini pasti ulah Cery” Batin Meyra , ia terus menyusuri lorong kampus tanpa mempedulikan ocehan - ocehan mahasiswa yang sedang mengumpatnya dengan kata - kata kasar.


“Meyra apa lo tau berita diforum kampus kita?” Tanya Raya , nafasnya tersengal - sengal ia berusaha secepat mungkin berlari kearah Meyra saat sudah melihat Meyra dari kejauhan.


“Gue gak tau dan gue gak mau tau Ray” Jawab Meyra ketus , ia tidak mau membicarakan hal - hal yang menurutnya tidak penting.


“Oh ayolah Meyra ini tuh udah keterlaluan , lo tau kan ini juga ulah si Stella yang sok cantik itu” Raya menepuk jidatnya karna Meyra tidak menanggapi sedikitpun umpatan para mahasiswa dikampus itu.


“Ray , gue gak peduli sama apa yang mereka omongin! yang gue tau adalah gue gak pernah ngelakuin hal serendah itu apalagi sampai melempar tubuhku kepelukan pria asing seperti yang mereka katakan” Kata Meyra kesal karna terus didesak oleh Raya untuk membalas Stella and the geng.


“Lo gak mau bersihin nama lo dikampus ini? Hellow Meyra lo itu disini terkenal gara - gara paras lo yang cantik tapi dengan mudahnya mereka merendahkan lo hanya karna gosip murahan itu?” Ucap Raya yang juga kesal pada Meyra.


Meyra tak mengubris ucapan Raya , ia hanya melangkah pelan melewati satu persatu orang yang ada dikampus itu sampai ia tiba dikelasnya.


Raya hanya diam mengekori Meyra dibelakangnya sambil menghentak - hentakkan kakinya , bibirnya mengerucut seperti anak kecil yang marah pada ibunya.


“Bisa gak sih lo bongkar aja status pernikahan lo sama Ryan?” Tanya Raya tiba - tiba saat sudah duduk dibangku mereka.


“Belom waktunya Ray , gue tau ini pasti akan berat kedepannya tapi tenang aja gue bisa kok ngadepinnya” Ucap Meyra sambil menyemangati dirinya sendiri.


“Terserah lo aja deh , gue bakal dukung lo asalkan itu bisa buat lo bahagia tapi gue juga sedih denger gosip kayak itu” Kata Raya dan langsung memeluk Meyra erat.


.


.


.


.


.


.


Bersambung