Love Story In London

Love Story In London
Suprise Meyra II



Meyrapun memasuki gerbang kediamannya selama bertahun - tahun , entah kenapa hari ini saat ia akan melajukan mobilnya kedalam rumah Meyra tiba - tiba mengingat mendiang Daddynya. Tawanya , perhatiannya , khawatirnya semua itu tiba - tiba terlintas dipikirannya , sudah lama Meyra tidak mendengar semua itu dari mulut sang Daddy.


“Dad I Miss You” Ucap Meyra lirih , iapun melajukan mobilnya kembali kedepan rumahnya.


Beberapa bodyguard sudah berbaris untuk menyambut kedatangan sang nona muda Iskandar , mereka diperintah Raisa untuk menyambut Meyra karna dibelakang sudah ada kejutan yang menantikannya.


“Selamat malam nona , selamat datang kembali” Ucap kedelapan bodyguard itu bersamaan.


Meyra tersenyum “Selamat malam , apa Mommy yang memerintah kalian?” Tanya Meyra dan hanya diangguki oleh kedelapan bodyguard itu.


Meyrapun masuk kedalam rumahnya tapi didalam sangat gelap , ia berhati - hati saat melangkah dan ketika hampir sampai ditengah ruangan Meyra melihat lilin yang membentuk seperti jalan , iapun mengikuti lilin kecil itu sampai akhirnya kakinya menyentuh buket bunga mawar merah yang indah. Meyra tertegun untuk pertama kalinya ia mendapat buket bunga seperti itu , tanpa memperdulikan bunga mawarnya Meyra meraih kertas terlipat yang terselip diantara mawar itu.


Meyra membukanya “Maafkan aku sayang , mungkin hanya kata maaf yang bisa aku ucapkan untukmu tapi percayalah aku sangat mencintaimu bukan orang lain dan untuk masalah kemarin aku khilaf , aku tidak tau harus berbuat apa kumohon maafkan aku” Isi kertas itu.


Tanpa disadari air matanya mulai membasahi pipi mulusnya , Meyra mulai terisak mengingat lagi kejadian kemarin hatinya tersentuh dengan kata - kata Ryan mungkin pikirnya Ryan hanya membual tapi entah kenapa ia begitu ingin memaafkan Ryan bagaimanapun dia adalah suaminya. Ryan menghampiri Meyra dan mulai mengusap air mata yang jatuh dipipinya.


Meyra mendongak , bibirnya kelu tak bisa mengatakan apa - apa meskipun ia ingin memaki Ryan dengan ribuan umpatan yang sudah 2 hari ia pendam tapi seakan hatinya menolak untuk mengatakan kata - kata kasar itu.


“Maafkan aku , aku yang salah sudah menyakitimu” Ucap Ryan lembut , bibirnya menyunggikan senyum yang sangat manis.


“Aku tidak tau Ryan , apa aku harus memaafkanmu atau tidak” Meyra kemudian menunduk , air matanya kembali tergelincir.


“Sayang” Panggil Ryan pelan.


“Kamu -- kamu jahat Ryan!!” Meyra terisak , tangannya tanpa sadar memukul dada Ryan dan menjatuhkan satu buket bunga mawar itu.


“Aku tau sayang , aku sudah menyakitimu jadi tolong maafkan aku” Ucap Ryan kemudian menarik tubuh Meyra kedalam pelukannya dan lagi - lagi tangis Meyra pecah.


Ryan melepas pelukan itu dan menarik Meyra pelan kearah samping taman itu mengikuti lilin yang membentuk sebuah jalan , tepatnya ditepi danau Ryan berhenti dan sekali lagi Meyra tersentuh dengan pemandangan indah depannya.



“Kamu menyiapakan semua ini untukku?” Ucap Meyra dan menatap Ryan.


“Bisakah kamu memaafkanku? aku mau kita membangun hubungan ini dari nol lagi” Imbuh Ryan lagi seraya menggenggan kedua tangan Meyra.


Keduanya saling tatap membuat hati Meyra luluh akan mata indah dan teduh milik Ryan , ia membalas genggaman tangan Ryan, “Baiklah aku beri kamu satu kesempatan lagi , jangan kecewakan aku Ryan. Aku percaya padamu jika suatu hari kamu menghianatiku maka aku tidak akan memaafkanmu lagi tapi sekarang aku mencoba membangun kepercayaan padamu jangan sia - siakan kesempatan ini” Ucapnya sambil mengulur senyum manis.


Mereka berdua akhirnya meniknati dinner romantis itu , tak jauh dari mereka ada dua wanita yang sedari tadi menyaksikan Meyra dan Ryan yang saling mencurahkan isi hati mereka.


“Aku beruntung memiliki menantu seperti Meyra” Ucap Vina yang terus menatap anak dan menantunya yang saling menyuapi.


“Dia mempunyai hati yang kuat , meskipun sudah dikecewakan oleh Ryan ia tetap mau memaafkan kesalahan fatal yang dibuat Ryan” Lanjutnya lagi sambil meneteskan air mata , entah itu air mata bahagia atau air mata kesedihan.


“Hey hey... kenapa kamu menangis? bukankah anak anak kita sudah saling berbaikan jadi kita harus bahagia untuk mereka berdua , kita sebagai orangtua hanya perlu menasehati mereka dengan baik tidak perlu ikut campur masalah mereka , mereka berhak memutuskan apapun untuk rumah tangga mereka” Kata Raisa bijak.


Raisa dan Vina pun masuk kedalam rumah karna tidak mau mengganggu moment romantis Ryan dan Meyra , akhirnya kedua orangtua itu lega mendengar Meyra yang mau memaafkan Ryan dan memberinya satu kesempatan lagi.


.


.


.


.


.


Bersambung


Eitss!! tunggu dulu , masih ada konflik nanti tapi bukan sekarang biarin Meyra sama Ryan bahagia dulu jangan diganggu hehe...


Jangan lupa Like , komen dan Votemya ya.