
Faro menghampiri Daniel,ia terkejut karena Daniel datang dengan membawa dua bodyguard yang bertubuh gagah.
"Ada apa Niel?"tanya nya,Daniel menatap Faro intens.
"Aku ingin menemui Aleta"
"Tidak boleh,atas berhak apa kau mau menemui nya?"
"Kau membicarakan soal berhak,cih.."Daniel melempar sebuah kertas ke arah Faro,hal itu membuat Faro menatap tajam Daniel.
Faro mengambil kertas itu lalu membaca nya,ia meremas kertas itu sampai tidak berbentuk
"Kau bohong!"teriak nya
"Apa untungnya membohongi mu ha?aku adalah suami nya,aku lebih berhak atas diri Leta dari pada dirimu sendiri"ucap Daniel,Faro menarik kerah kemeja Daniel.
"Kau!"
"Apa ha?kau tidak terima,tapi inilah kenyataan nya Faro"ucap Daniel,Aleta tiba tiba saja sudah berdiri di samping Faro,ia meraih tangan Faro agar melepas tangannya dari kerah kemeja Daniel.
"Lepasin!"bentak Faro,Aleta tersentak dengan bentakan itu. Faro menatap Aleta penuh dengan kebencian.
"Kau membohongi ku Aleta!kau bohong padaku!"teriak nya,air mata Faro menetes, hatinya begitu sakit dengan kenyataan ini.
Aleta menunduk,ia menangis sesenggukan.
"Kau benar benar telah menikah dengan Daniel?"tanya nya,ia mendekati Aleta.
Aleta memberanikan diri menatap Faro,ia mengangguk ragu,Faro memalingkan wajah nya,ia begitu kecewa dengan Aleta yang semudah itu mengkhianati nya.
"Aleta,aku menunggu mu di luar,kau jelaskan semua hubungan kita dengan Faro"ucap Daniel,ia berlalu pergi.
Aleta menatap kepergian Daniel,ia benar benar merasakan aura mencekam disekitar nya.
"Faro aku.."
"Apa?jadi di malam aku menemukan mu dengan Daniel, ternyata disana kau telah menikah dengannya?"
"Aku terpaksa tuan, sejujurnya aku hanya mencintai mu, tapi.."
"Cukup Aleta! cukup! Aku tidak percaya lagi dengan cinta dan omong kosong mu"teriak nya,Faro berlalu pergi rasanya hatinya sangat sakit.
Aleta terdiam,ia bingung harus melakukan apa, Daniel masuk kedalam Mansion karena mendengar teriakan Faro tadi,khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi pada Aleta
"Kau baik baik aja?"
"Kak Daniel, hubungan kita tidak bisa berlanjut,aku sudah.."
"Apa maksud mu Aleta?bahkan kita baru menikah tadi malam"
"Iya kak,tapi aku sudah menyerahkan keperawanan ku untuk tuan faro"jelas leta,Daniel mencoba mencerna apa yang dikatakan Aleta.
"Kau bohong? bagaimana bisa kau lakukan itu padaku?"lirih Daniel,Aleta merasa sangat bersalah.
"Aku mencintai nya kak Daniel, tidak mencintai mu"
"Aku tahu,tapi Aleta.. bagaimana pun kau adalah istri ku"
"Maaf kak"cicitnya, Daniel tidak sepenuhnya menyalahkan Aleta, dengan menarik nafasnya dalam Daniel mengucap kan talak pada saat itu juga, bagaimana pun tidak ada yang di perlu di pertahankan dalam hubungan mereka.
Setelah mengucap kan kata talak,Daniel berlalu pergi,ia ingin melupakan Aleta dengan cara hidup di luar negeri.
Semenjak saat itu Aleta tidak pernah melihat Daniel lagi,tapi dia juga bingung bagaimana caranya merayu Faro yang masih silent padanya.
Suatu hari bella datang ke Mansion Faro
"Jadi Faro sudah tahu bukan,kalau kau sudah bercerai dengan Daniel"
"Sudah kak,tapi dia tetap mendiamkan aku"lirih Aleta,Bella mencoba membantu aleta, karna ia merasa ini tanggung jawab nya.
"Padahal soal Tante Anita dan paman Harja sudah menantikan pernikahan kalian,tapi malah Faro begitu"
"Aku rasa dia tidak mencintai ku lagi "
"Aku harus apa kak?"
"Goda dia, dengan cara kelemahan nya,masa iya kau tidak tahu apa kelemahan pria itu"
"Aku tahu kak"
"Ha bagus..aku dan Yuda sekarang telah menjadi pasangan yang sebenarnya Aleta,semoga kamu juga"
"Iya kak,aku berdoa semoga bayi mu launching dengan selamat"
Bella dan Aleta saling tersenyum.
••
Faro pulang dari kantor dengan badan yang sangat letih,ia heran melihat Aleta yang tertidur dengan lingerie.
"Sayang"sapa Aleta,ia meraih tangan Faro,pria itu tetap diam.
"Kita sudah lama ya tidak making love"
"Aku tidak mau"tolak Faro,ia masuk kedalam bathroom tapi Aleta mengikuti dirinya.
"Aleta!"
"Aku tidak peduli,aku ingin making love dengan mu"
"Aku tidak mau"
"Kalau kau tidak mau,oke aku akan bermain dengan pria lain"ancam leta, tentunya Faro tidak suka, ia menarik Leta dalam dekapannya lalu mencumbu wanita itu dengan ganas.
Aleta hanya pasrah,dan pergulatan panas itu kembali terjadi.
Keesokan pagi nya,Aleta dan Faro di kejutkan dengan kedatangan Harja dan Anita.
Mereka tidak berpakaian sedikit pun, Harja dan Anita sangat marah dengan itu.
Dan akhirnya Faro menikahi Aleta atas dasar perintah sang mama,Aleta dan Faro hidup bahagia.
Pernikahan yang telah di nantikan oleh Faro akhirnya terjadi,mereka memiliki anak yang gemes dan juga pintar.