
Yuda dan Bella sampai di Apartemen, mereka duduk di sofa ruang santai.
"Aku rasa,aku tidak akan mengejar Faro lagi" ucap Bella pelan,tapi Yuda masih mendengar nya.
"Kenapa?" Tanya Yuda,entah mengapa mendengar itu hatinya merasa senang.
"Aku muak Yuda dengan Faro,apa lagi saat aku melihat Aleta ada di Mansion pribadi nya,aku sangat yakin kalau Faro menyukai gadis kampung itu" sahut Bella,ia menopang dagu nya.
"Aku pun berpikir sama dengan mu bella,tapi yang lebih baik dibahas saat ini adalah tentang hubungan kita bukan?" Tanya Yuda lagi,seketika Bella menatap nya intens.
"Kau mau hubungan ini seperti apa?" Tanya Yuda lagi
"Aku akan mencoba mencintaimu,kalau soal kau,aku pasti yakin kau sudah jatuh cinta kepadaku" sahut Bella dengan penuh percaya diri.
"Dih"
"Yuda mengaku saja, bagaimanapun aku adalah wanita cantik,anggun dan juga pekerja keras. Pasti kau sudah jatuh cinta kepadaku kan?" Tanyanya,ia mendekatkan wajahnya ke arah Yuda, terlihat lah ketampanan Yuda yang baru disadari oleh Bella.
"Kau terlalu percaya diri, sudahlah aku mau kembali ke Perusahaan" ucap Yuda,ia bangkit dan berlalu pergi.
"Astaga dia itu terlalu bekerja keras" gumam Bella di dalam hati,Bella terbayang-bayang akan ketampanan Yuda yang baru ia sadari.
"Dari pada mengejar Faro menghabiskan waktu,lebih baik aku mencoba memahami Yuda" ucap Bella,dengan tersenyum senang ia bangkit menuju kamarnya untuk memindahkan barang barangnya ke kamar Yuda.
malam hari sekitar pukul 21:00 Faro baru pulang dari Mansion Utama, dengan langkah gontai dan rasa lelah di badan serta hatinya ia memasuki Mansion mewah miliknya yang ia bangun atas usaha nya sendiri.
Faro melihat Aleta yang tertidur pulas di sofa ruang tamu,ia tebak pasti Aleta menunggu dirinya.
"Aleta" panggil Faro,dengan sedikit menggeliat Aleta terbangun.
"Tuan kau sudah pulang" ucapnya, dengan cepat ia bangkit langsung memeluk Faro dengan erat.
"Kau begitu merindukan ku?" Tanya Faro,ia menggendong Aleta ala bridal style,untuk menuju kamar nya.
Setelah sampai di kamarnya, Faro meletakkan Aleta dengan lembut di atas kasur nya.
"Aku mandi dulu" ucapnya, Aleta mengangguk.
Faro tersenyum,ia masuk kedalam bathroom.
Faro melepas jas nya dan juga cincin pertunangan yang bahkan ia lupa untuk melepasnya.
"Astaga untung saja Aleta tidak melihat ini" gumamnya di dalam hati, Faro menyimpan cincin nya di dalam kantong jas nya.
Aleta menunggu Faro mandi sambil menonton TV,ia melihat acara kartun yang menarik.
"Sayang.." panggil Faro, Aleta menatap ke asal suara terlihatlah Faro yang sedang berjalan mendekatinya.
"Tuan ada yang ingin aku tanyakan" ucap Leta, Faro menatap intens Aleta.
"Katanya tadi nona Zenia ke Mansion utama,ada apa?" Tanya Leta, Faro hanya diam ia bingung harus berkata apa.
"Maafkan aku, seharusnya aku tidak menanyakannya" ucap Aleta,ia bangkit dari sofa dan berjalan menuju kasur.
Aleta melihat Faro sepertinya sedang banyak masalah,ia menebak mungkin itu masalah pekerjaan.
"Kau tidurlah dulu,aku mau ke ruang kerjaku" ucapnya,tanpa menatap Aleta ia pergi meninggalkan gadis kecil itu seorang diri.
Aleta menatap kepergian Faro,ia menghela nafasnya berat lalu berusaha untuk tidur.
Di ruang kerjanya,Faro membanting semua barang yang ada. Ia memaki dirinya sendiri.
"Kenapa? Kenapa ketika aku melihat wajah Aleta aku merasa sangat bersalah.. aku tidak sanggup membohongi dia.." ucap Faro,ia geram dengan semua hal yang terjadi kali ini.
Faro menelpon Yuda, kebetulan ternyata Yuda sudah berada di ruang tamu.
"Tuan ada apa ini?" Tanya Yuda heran,ia melihat barang barang serta apapun berantakan di ruang kerja Faro.
"Aku rasa yang dikatakan Bella itu benar" gumam Yuda didalam hati.
"Coba kau selidiki Zenia! Kita harus tau kelemahan gadis itu,agar dengan mudah aku membatalkan pertunangan kami" perintah Faro, dengan cekatan Yuda langsung menelpon anak buah nya untuk mencari info.
"Tuan dari info yang kita dapat,bahwa nona Zenia ini merupakan seorang model mulai dari masa kuliahnya,dan dia terkenal dengan senang berganti pasangan, seperti nya dia adalah versi Daniel dalam bentuk wanita" jelas Yuda.
"Lalu kira kira menurut mu,alasan apa yang tepat untuk merusak pertunangan sia* ini,aku yakin pasti dia akan benar benar dalam bertindak sekarang, karena tuan Dirga pasti sedang mengekang nya" ujar Faro, Yuda juga berpikir sama.
"Untuk menghadapi seorang pemain,kau butuh umpan tuan" saran Yuda, Faro mengeryit dahi bingung.
"Aku akan jadi umpan nya,untukmu aku akan melakukan apapun" timpal Yuda
"Maksud mu,kau akan menggoda Zenia, seolah olah kalian selingkuh begitu?" Tanya Faro, Yuda mengangguk cepat.
"Itu bahaya untuk pernikahan mu Yuda"
"Tuan muda tenanglah,Bella akan mengerti" seru Yuda menyakinkan.
"Kalau ini berhasil, pasti nyonya besar akan tidak Sudi menerima Zenia lagi"
"Lalu kau? Kau akan di cap apa nantinya?" Tanya Faro,ia kurang setuju akan itu karena begitu banyak resiko.
"Kita akan melakukan ini secara diam diam,hanya kau yang tahu nanti." Jelas Yuda,karena terus dipaksa dan diyakinkan oleh Yuda,maka tidak ada pilihan lain selain mengikuti rencana nya.
"Baiklah,aku percaya padamu,kalau Bella nanti salah paham katakanlah kepadaku,aku akan membantu mu" ucap Faro, Yuda mengangguk mengerti.
Pagi hari Aleta terbangun dari tidurnya,ia tidak melihat Faro ada dikamar.
"Loh apa tuan muda sudah pergi bekerja?" Tanya Aleta pada diri sendiri,ia melihat ada secarik kertas di atas nakas.
"Aleta sayang, aku berangkat kerja lebih cepat sekarang, karena aku akan pergi ke luar negeri selama tiga hari. Kau jaga diri dengan baik,dan sekolah mu tetap home schooling,jangan coba coba untuk merayu ku" kata di kertas itu, Aleta tersenyum kecil.
"Astaga,bahkan dikertas saja suara ancaman dia terdengar" ucap Leta, dengan penuh senyuman aleta membawa kertas itu menuju kamarnya.
hai para readers setia ku, terimakasih karena telah membaca novel ku yang amatir ini, semoga kalian suka yaa dengan karya cinta yang rumit ini.
oh iya aku mau memberi visual pada masing masing peran, kalau readers merasa ada yang sama dengan novel yang lain tidak papa ya.
karena ini semua sesuai dengan imajinasi kita masing masing kok.
visual Alfaro Elkeish Dewantara

visual Daniel Sanders

\*Visual Bella

itu visual menurut imajinasi saya, para readers kesayangan ku bisa bayangin sendiri kok😍😍