LOVE And DIFFERENCE

LOVE And DIFFERENCE
BAB 40



"Hai bi Imah.." sapa Bella,bi Imah menghentikan pekerjaan nya,ia menatap bingung Bella yang terkadang hangat.


"Ada apa non?"


"Bi.. izin bawa Aleta ke mall ya?"


"Emang nya udah berbaikan?" Tanya bi Imah balik,Bella tertawa


"Bibi ini,ayolah bi izinkan ya"


"Tapi non,tuan muda melarang Aleta untuk keluar dari Mansion" jelas bi Imah,Bella menatap intens bi Imah.


"Bibi tenang aja,aku akan menghadapi kemarahan Faro nanti" ucap Bella dengan penuh keyakinan.


"Baiklah non,saya percayakan semua kepada nona" akhirnya bi Imah menyetujui,Bella tersenyum senang.


Kini Bella dan Aleta berada di Mall terbesar di kota mereka tinggal,Aleta kagum karena dirinya jarang sekali pergi ketempat seperti ini. Bella mengajak Aleta ke toko barang barang branded,ia membeli satu tas dan untuk Aleta satu.


Aleta sudah menolak nya,tapi Bella memaksa adik baru nya itu untuk menerima hadiah darinya. Setelah puas berkeliling mereka menuju restoran yang ada didalam mall untuk makan siang.


"Kau mau pesan apa Aleta?" Tanya Bella,Aleta membaca menu dengan serius,tapi sial nya Aleta tidak tahu sama sekali menu yang ada.


"Samakan saja dengan mu kak,aku bingung" sahut Aleta,Bella tertawa kecil.


Bella memesan makanan western,mereka menikmati makan dengan saling bercerita dan tertawa bersama.


Tiba tiba mata Aleta melihat Yuda yang berjalan menuju ruang VVIP


"Kak.. itu suami mu bukan?" Tanya Leta,ia menunjuk kearah seorang pria yang berjalan dengan seorang wanita,Bella menatap kearah yang ditunjuk oleh Aleta.


"Iya kau benar? Dengan siapa dia?"


"Mungkin teman kerjanya" ucap Leta menenangkan Bella


"Ah iya itu sekretaris nya Faro" ujar Bella,ia menghela nafas Lega.


Handphone Bella berdering, ternyata Faro sedang menelpon dirinya


"Lihat! Majikan mu menelpon" ucap Bella,Aleta tersenyum malu.


"Hallo ada apa si?"


'kau bawa Aleta kemana ha?'


"Dih kenapa kau tidak menelpon Aleta? Kenapa menelpon ku?" Tanya Bella, Aleta tertawa kecil


'berikan handphone mu pada Leta cepat!'


Dengan kesal Bella memberikan handphone nya pada Leta


"Iya tuan ini aku Leta"


'kenapa handphone mu tidak aktif ha? Apa gunanya aku beri kau barang itu?'


"Aku lupa"


'Lupa selalu saja lupa,besok pagi aku akan sampai.. kebetulan pekerjaan ku selesai dengan cepat'


"Benarkah?"


Aleta dan Faro berbincang agak sedikit lama, setelah selesai Aleta mengembalikan handphone Bella.


"Sudah?" Tanya Bella, Aleta mengangguk.


Mata Bella menatap Yuda yang keluar dari ruangan,tanpa wanita tadi. Terlihat Yuda sedang menghampiri seorang wanita yang begitu Bella kenali. Mereka saling berpelukan satu sama lain dan cipika-cipiki.


"Kurang ajar!" Ucap Bella,Aleta kaget.


"Ada apa kak?"


"Ayo ikut aku mengikuti,Yuda dan jal*** itu!" Ajak Bella, Bella membayar makanan mereka tadi setelah itu ia menggenggam tangan Aleta untuk mengikuti Yuda.


Yuda dan Zenia masuk kedalam mobil,Bella dan Aleta juga.


"Kurang ajar kau Yuda!" Hardik Bella,ia melajukan mobilnya mengikuti mobil Yuda.


"Aku telah terjebak dalam masalah rumah tangga orang dewasa" gumam Aleta didalam hati.


Yuda menurunkan Zenia didepan butik milik wanita itu, setelah itu Yuda melajukan mobilnya lagi menuju Apartemennya.


Bella menggenggam tangan aleta sampai memasuki Apartemen milik suami nya


"Yuda!" Teriak Bella,Yuda yang sedang minum tersedak,karena ia kaget dengan teriakan Bella.


"Ada apa si bel? Kau mengejutkan ku!" Ucap Yuda ketus,ia menatap tajam sang istri yang menatap nya dengan kemarahan.


"Kau hidung belang!" Teriak Bella


"Hidung belang? Kau ini mengigau ya?"


"Leta kau pergilah ke dalam kamar yang ada disana" ucap Bella, Aleta mengangguk patuh ia berlalu pergi ke tempat yang diperintahkan oleh Bella.


"Kenapa kau bawa nona Aleta? Nanti tuan muda akan marah pada mu dan juga padaku"ucap Yuda,ia mendekati Bella mengajak nya untuk duduk di sofa tapi Bella menepis tangan Yuda.


"Jangan sentuh aku! Kau telah mengkhianati ku!" Teriak Bella,air mata nya menetes.


Yuda mengeryit dahi bingung,kenapa Bella mengatakan itu


"Kau lihat aku dengan Zenia di mall tadi?" Tanya Yuda, Bella mengangguk.


"Kau jahat Yuda kau jahat"lirih Bella,Yuda mencoba menenangkan Bella.


"Tenanglah kau salah paham Bella.."


"Salah paham apa ha? Kau jangan bersilat lidah kepada ku" seru Bella dengan intonasi tinggi


"Pelan kan suara mu Bella,malu didengar oleh nona Aleta"


"Biar! Biar dia tahu apa kelakuan mu"


"Kau tenanglah.. aku akan jelaskan kepadamu,tapi dekatlah kepada ku" ucap Yuda dengan lembut, melihat ekspresi Yuda Bella mendekati suaminya itu.


Yuda di sofa, menyuruh Bella duduk dipangkuan nya


"Aku bukan anak kecil Yuda" tolaknya


"Kemarilah! Kau sangat imut bagiku" pinta Yuda,Bella menghela nafasnya berat,ia duduk dipangkuan Yuda.


Yuda merapikan rambut Bella yang berantakan,ia mengecup kening Bella dan bibir Bella dengan penuh rasa.


"Aku ada misi dengan tuan muda,kau harus mengerti aku Bella.. tapi aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya karena aku dan tuan muda sepakat untuk merahasiakan nya" ujar Yuda,Bella menatap yuda intens.


"Yang pasti aku tidak ada maksud apa apa dengan Zenia,ini hanya tugas" jelas Yuda,ia berharap semoga Bella mengerti.


"Aku mengerti akan posisi pekerjaan mu,tapi kau jangan sampai terlena oleh rayuan jal*** itu!" Ucap Bella mengancam, Yuda mengangguk mantap.


"Yuda.. hmm aku sangat ingin.." lirih Bella,ia mengecup bibir Yuda, tangannya meraba dada bidang sang suami.


"Kau ingin itu?" Tanya Yuda,Bella mengangguk.


"Lalu bagaimana dengan nona Aleta?"


"Kamar mu kan kedap suara,dia tidak akan mendengar nya." Sahut Bella,ia bergerak diatas pangkuan Yuda, membuat Yuda sedikit keenakan.


"Baiklah ayo,aku akan tunjukkan sisi keperkasaan ku padamu" ucap Yuda,ia menggendong Bella ala bridal style membawa istrinya menuju kamarnya.


Setelah sampai dikamar, Yuda meletakkan bella dengan lembut diatas kasur,ia mengunci pintu karena ada Aleta, takut kalau gadis lugu itu memergoki mereka.


Bella merasa gugup, karena mereka akan melakukan hubungan itu.


Yuda melakukan nya dengan perlahan tapi pasti,ia begitu menikmati tubuh Bella begitu pula dengan Bella.


Mereka menikmati indahnya dunia, bahkan ******* bella keluar dengan sangat keras, membuat Yuda semakin bernafsu.


Mereka melakukan selama 2 jam lebih,kini Yuda menatap Bella yang tertidur pulas.


"Kau sangat nikmat sayang.." bisik Yuda,Bella tersenyum kecil,ia masih mendengar perkataan Yuda.


"Kau tidurlah dahulu, sampai menuju makan malam" ucap Yuda,ia mengecup kening Bella lalu bibirnya, setelah itu ia berjalan menuju bathroom untuk membersihkan diri yang penuh dengan keringat.