
Aleta menyimpan surat itu di laci meja belajar,lalu ia masuk kedalam bathroom untuk membersihkan diri karena kelas nya akan segera dimulai.
Aleta memulai kelas nya dengan begitu semangat, bahkan sampai ia merasa kelasnya berjalan begitu cepat tiba tiba sudah selesai saja.
Aleta merapikan buku buku,lalu ia menaruh nya di tas.
"Non,tadi kok gak sarapan dulu?" Tanya bi imah
"Astaga bi,aku lupa" sahut Aleta,bi Imah menggeleng kan kepalanya.
"Kalau begitu makanlah" perintah bi imah, aleta bangkit untuk menuju dapur.
"Maaf Bi imah dan nona Aleta" ucap pak Fedi penjaga pagar Mansion.
"Iya ada pak Fedi?" Tanya bi Imah,Aleta menatap pria separuh baya itu.
"Ada nona Zenia didepan,saya sudah melarang nya untuk masuk tapi wanita itu terus memaksa" ucap pak Fedi
"Katakan kepada nya,bahwa tuan Faro sudah pergi ke luar negeri, tidak ada siapapun di dalam Mansion ini" ujar bi Imah,pak Fedi mengangguk mengerti lalu ia pergi.
Sementara Aleta merasa aneh, kenapa Zenia rajin sekali menemui Faro.
"Apa tuan muda pergi dengan Yuda?" Tanya Aleta ke bi Imah.
"Tuan muda pergi dengan tuan besar nona, mereka ada masalah di perusahaan cabang" sahut bi Imah.
"Kok tumben, biasanya dimana dia maka Yuda pasti mengikuti dirinya" gumam Aleta di dalam hati,bi Imah memecahkan lamunan Aleta menyuruh nya untuk makan. Dengan sambil terus berpikir Aleta makan dengan lahap, ia merasa aneh dengan Faro.
Yuda kini sedang berada di ruangan kerja Faro untuk mengerjakan dokumen yang kini menjadi tanggung jawabnya, karena tuan muda nya sedang pergi ke perusahaan cabang yang ada di luar negri.
Zenia memasuki ruangan kerja Faro dengan angkuh,ia menatap Yuda yang begitu tampan duduk di sofa sambil membaca dokumen.
"Kau siapa?" Tanya Zenia,Yuda menatap Zenia dengan intens.
"Aku Yuda, Asisten pribadi tuan Faro" sahut Yuda,ia menatap Zenia yang duduk disampingnya.
"Kenapa kau tidak ikut dengan tuan mu?" Tanya Zenia lagi
"Aku harus mengurus disini,lalu kenapa nona disini?" Tanya Yuda
"Terserah aku dong,aku kan.."
"Apa?"
"Aku adalah teman nya,jadi aku berhak kesini kapanpun" ucap Zenia,ingin sekali rasanya ia berkata bahwa ia tunangan Faro,tapi ia urungkan karena mereka sepakat untuk merahasiakan nya.
"Oh begitu" sahut Yuda singkat,ia kembali fokus dengan dokumen yang ada di atas meja.
Zenia merasa bahwa Yuda sangatlah tampan dan juga sangat manly,dengan lengan kemeja yang digulung sedikit,rahang tegas,dan hidung yang sangat mancung dan mata yang indah, membuat zenia terhipnotis.
"Astaga dia tidak kalah tampan dengan Faro" puji zenia didalam hati,ia menatap Yuda terus menerus.
"Maaf nona Zenia,apa kau akan terus disini? Aku akan ada meeting di ruangan ini sebentar lagi" ucap Yuda memecahkan lamunan Zenia
"Ah iya maafkan aku, baiklah aku akan pergi sekarang" sahut Zenia dengan gugup,ia bergegas pergi sambil sesekali menatap Yuda yang sedang merapikan lengan kemejanya.
Saat ia berjalan menuju lobby, Zenia melihat Bella yang sedang keluar dari mobil.
"Wanita itu sedang apa?" Tanya Zenia, dengan sedikit berlari ia menghampiri Bella.
"Hei kau sedang apa disini?" Tanya Zenia,ia menatap jijik Bella, karna ia tahu bahwa wanita dihadapannya ini adalah sahabat kecil tunangannya.
"Kau bertanya kepadaku?"
"Iya! Lalu dengan siapa lagi ha?!" Seru Zenia dengan intonasi tinggi, seketika ia merasa kesal dengan bella.
"Aku tidak merasa harus menjawab pertanyaan dari wanita yang hampir mirip dengan jal***" ucap Bella ketus,ia memukul mulut nya pelan.
"Astaga Bella,itu perkataan yang sangat tidak sopan" ucap Bella,ia menatap Zenia yang kini sedang menampilkan wajah kesal.
"Aku akan membunuhmu jika kau terus mengatakan aku seperti itu Bella!" Teriak Zenia
"Hust,jangan teriak teriak Zenia,kau lihat semua orang sedang menatap kita" ujar Bella, Zenia menatap sekeliling nya.
"Dasar kau gadis sia***!" Umpat nya,tapi Bella malah mengejek Zenia sambil berlalu pergi.
"Ihhh gadis gila! Hari ini begitu menyebalkan" gerutu Zenia, dengan kesal ia masuk kedalam mobilnya.
Bella datang ke perusahaan Dewantara corps, karena ingin menemui suaminya yang dari tadi malam tidak pulang.
"Apakah lama?" Tanya Bella
"Sekitar dua jam dari sekarang, setelah itu tuan Yuda juga ada meeting lagi, hari ini jadwalnya begitu padat" jelas karyawan itu
"Baiklah, terimakasih"ucap Bella, dengan langkah gontai Bella kembali ke mobilnya ia akan menuju Apartemen untuk beristirahat saja seharian ini.
Sementara Aleta ia berada di dalam kamarnya,ia begitu jenuh harus melakukan apa. Aleta teringat akan kejadian kemarin yang begitu mengejutkan dirinya.
"Ibu.. sekarang Leta tahu kenapa ibu selalu mengatakan jangan jatuh cinta dengan orang kaya,Leta sangat tahu.. rasanya seperti.." gumam Leta didalam hati, tiba tiba air mata nya menetes di pipi chubby nya.
Aleta menyeka air matanya
"Aku tidak tahu ibu kalau ternyata nyonya Anita yang menyelakai mu dengan ayah,tapi Leta bingung ibu harus berbuat apa.." lirih Leta,ia menangis sesenggukan.
Tiba tiba Aleta dipanggil oleh bi Imah
"Non Leta.."
Aleta menyeka air matanya, menarik nafas agar lebih tenang. Lalu ia keluar dari kamarnya
"Iya ada apa bi?" Tanya Leta
"Ada nona Bella dibawah non, katanya ingin bertemu dengan mu" sahut bi Imah,Leta sebenarnya malas kalau bertemu dengan Bella, karena pasti wanita itu akan mempermalukan dirinya.
"Kata nona Bella, kalau nona tidak mau menemuinya maka dia akan menunggu sampai besok" ucap bi Imah,Leta menghela nafasnya berat,lalu ia turun ke lantai bawah untuk menemui Bella.
Bella sedang duduk di sofa ruang tengah,ia merasa kalau seharian di Apartemen milik Yuda ia akan bosan,jadi dirinya memilih untuk pergi ke Mansion Faro.
"Ada apa nona Bella?" Tanya Leta, Bella menatap Aleta yang kini duduk di hadapannya.
"Faro ada dimana?"
"Tuan lagi ada urusan di luar negeri" sahut Leta, Bella menghela nafasnya berat.
"Pantas saja Yuda sangat sibuk, ternyata ia lagi mengganti posisi Faro hari ini" gumam bella didalam hati.
"Hmm Leta.. soal kelakuan ku selama ini kepadamu,aku minta maaf ya" ucap Bella, Leta tercengang mendengar nya.
"Kau tidak perlu berekspresi seperti itu,kau mau tidak memaafkan aku?"
"A-ak-aku memaafkan mu nona Bella" sahut Leta gugup,ia seperti mimpi. Nona Bella yang angkuh dan arogan kenapa sekarang seperti nya sudah berubah?
"Bagus, kalau begitu kau jangan panggil aku nona,tapi panggil aku kakak" ucapnya,ia bangkit dan duduk di sebelah Aleta.
"Kenapa?" Tanya Leta,Bella menggenggam tangan Leta erat.
"Karena aku ingin menganggap mu sebagai adikku,aku tidak memiliki teman disini selain Faro. Jadi kau mau kan berteman dengan ku?" Tanya Bella dengan penuh harap, Aleta tersenyum manis lalu ia mengangguk pelan.
Bella senang,ia memeluk Aleta dengan erat.
"Terimakasih,kau adalah teman ku setelah Faro" ucapnya, mereka saling pandang dan tersenyum satu sama lain.
"Aku sudah menyerah untuk mengait Faro,jadi aku ingin fokus saja dengan pernikahan ku dengan Yuda" ucap Bella
"Kau benar kak,Yuda adalah takdirmu" ujar Aleta, Bella mengangguk setuju.
"Lalu sekarang kenapa kau tidak sekolah?" Tanya Bella
"Aku home schooling"
"Astaga, Faro itu benar benar mengekang dirimu"
"Tidak papa kak,aku merasa tidak terlalu diperlakukan seperti itu"
"Faro benar benar mencintai Aleta,tapi kenapa dia bertunangan dengan Zenia?" Gumamnya didalam hati.
"Baiklah kalau kau merasa begitu, ayo kita keluar jalan jalan ke Mall" ajak Bella, Leta merasa senang,tapi Aleta baru ingat bahwa Faro melarangnya untuk pergi kemanapun.
"Aku mau kak,tapi tuan tidak mengizinkan aku keluar dari Mansion ini tanpa seizin darinya" ucap Leta sedih
"Astaga Leta, peraturan itu dibuat untuk dilanggar" seru Bella
"Sudah cepat kau ganti pakaian mu,aku yang akan melindungi mu nanti jika kau dimarahin oleh Faro,aku tahu kelemahan nya jadi kau tidak perlu panik" lanjut Bella
"Tapi sebelum itu,kau harus minta izin kepada bi Imah kak" ucap Aleta,astaga Bella lupa akan itu.
"Ha iya kau benar, sekarang pergilah ganti pakaian mu,aku akan minta izin kepada bi Imah" ucapnya, Aleta bergegas naik ke lantai atas menuju kamarnya, sementara Bella menemui bi imah yang berada di dapur.