LOVE And DIFFERENCE

LOVE And DIFFERENCE
BAB 41



Aleta duduk di meja makan menatap seorang maid yang sedang memasak tidak jauh dari pandangannya.


"Kak bella kemana ya? Tadi dia bertengkar hebat dengan Yuda" ucap Leta pelan, seketika ia tersenyum senang saat melihat Bella dan Yuda sedang turun bersama menuju kearah nya.


"Aleta,kau tidak bosan kan?" Tanya Bella,ia duduk disamping Leta sementara Yuda duduk di depan mereka.


"Tidak kak,wah kau keramas malam malam kak?" Tanya Leta, sontak Bella menatap kearah Yuda yang sama terkejut nya dengan dirinya.


"Ah itu.. iya Leta, gerah.." ucap Bella,ia menetralkan rasa gugupnya


"Apa suara ******* ku terdengar oleh Leta?"Gumam Bella didalam hati,ia panik sendiri. Semetara Yuda tertawa kecil melihat sang isteri yang kebingungan menanggapi pertanyaan Aleta.


"Kalian lucu sekali,habis bertengkar lalu keramas" ucap Leta,ia tertawa.


"Kau ini.." Bella mengusap rambut Leta gemas.


Makanan telah tersaji di meja, Aleta makan dalam diam, sementara Yuda dan Bella saling menatap satu sama lain.


Setelah selesai makan,Bella mengajak Aleta untuk duduk di ruang tamu


"Bella, sepertinya Aleta harus menginap disini" ucap Yuda, Bella menatap kearah luar jendela terlihat hujan sangat deras.


"Kau benar,dia akan tidur di kamar bawah nanti"


"Tapi sebelum itu, aku harus mengabari tuan Faro" lanjut Yuda,ia menelpon sang tuan muda,tapi sayangnya handphone Faro tidak bisa dihubungi.


"Mungkin dia lagi sibuk" ucap Bella,Aleta tertidur dengan berbantal kan paha Bella.


"Kau lihat,dia seperti anak anak saja" ucap Bella,ia mengelus lembut rambut Aleta.


"Kau begitu menyayangi nya? Sejak kapan?" Tanya Yuda,Bella hanya senyum saja.


"Aku bertanya istri ku"


"Istrimu ini tidak mau menjawab pertanyaan mu" timpal Bella, Yuda tertawa kecil.


Bella membangunkan Aleta untuk menuju kamar, setelah Aleta sudah tertidur pulas lagi didalam kamar Yuda mengajak Bella mengulang hal yang mereka lakukan tadi siang.


Pagi hari,Yuda buru buru untuk mengantar Aleta kembali ke Mansion sebelum Faro sampai.


Kini Aleta sudah berada di Mansion sedang home schooling,ia sangat senang hari ini karena akan bertemu dengan Faro.


Setelah selesai belajar,Aleta menatap seorang pria yang begitu ia rindukan.


Faro sedang berdiri dengan tangan di kantong celana


"Satu kata untukmu,kau tampan tuan" gumam Leta didalam hati,ia memeluk Faro erat.


"Aku sangat rindu padamu" ucap Leta pelan,tapi Faro masih mendengar nya,ia membalas memeluk Aleta dengan erat.


Setelah puas saling berpelukan,Faro mengajak Aleta untuk duduk di Sofa


"Aku sangat merindukan mu" ucap Faro,ia mengecup kening dan bibir Leta dengan lembut.


"Apa yang kau lakukan semalam dengan Bella?" Tanya Faro,ia merapikan rambut Aleta yang berantakan.


"Kak bella mengajak ku ke mall,dan ke Apartemen nya" sahut Aleta, Faro senang karena Bella mulai menyayangi Aleta.


"Baguslah.." Ucap Faro,ia mengecup bibir Leta lagi.


"Kau pasti lelah kan tuan,ayo istirahat dulu"


"Iya kau benar,aku akan istirahat terlebih dahulu" ucap Faro,ia bangkit menuju kamarnya. Aleta mengikuti Faro,ia sangat bahagia dengan perlakuan Faro sekarang.


Faro membersihkan diri terlebih dahulu, setelah itu ia mengajak Aleta untuk tidur. Awalnya Aleta menolak tapi Faro terus memaksa,ia pun tidak ada pilihan lain selain menuruti keinginan tuan nya.


"Tadi malam kata yuda kau menginap di Apartemen nya?" Tanya Faro,ia mendekap Aleta dengan erat.


"Iya,mereka bertengkar kemarin" sahut Leta,Faro tidak merespon tapi Leta merasakan deru nafas Faro.


"Astaga dia sudah tidur,pasti lelah sekali" ucap Leta pelan,Leta mengecup bibir Faro lalu memeluk pria besar itu dengan erat. Mereka saling tidur dengan berpelukan seolah olah takut terpisah kan satu sama lain.


Sementara itu, Bella sedang berada di Mansion Utama keluarga Dewantara.


"Tante." Panggil Bella


"Ada apa Bella? Sini duduk bersama Tante" ucap anita,Bella duduk disebelah Anita.


"Aku ga nyangka, Tante menjodohkan Faro dengan Zenia"


"Kenapa?"


"Zenia itu.. ah aku ragu mengatakan nya" ucap Bella,ia pura pura sedih agar Anita percaya.


"Kenapa dengan Zenia? Apa dia tidak baik untuk putra ku?" Tanya Anita, wajahnya panik.


"Yes! Berhasil!" Gumam Bella didalam hati.


"Sebenarnya aku ragu mengatakan nya Tante,tapi aku tidak mau Faro menikah dengan wanita yang seperti itu" ucap Bella


"Kau katakan saja,Tante akan marah jika kau tidak jujur" sahut Anita,ia memaksa Bella untuk mengucapkan segalanya.


Dengan menarik nafas dalam Bella menceritakan Zenia, sedikit di tambah lebih buruk olehnya agar semakin pas.


Anita terkejut mendengar nya,ia jadi merasa bersalah dengan putranya


"Bella terima kasih, Faro sangat beruntung memiliki teman seperti mu" ucap Anita


"Kau salah tante,aku melakukan ini demi Yuda bukan demi Faro" gumam Bella didalam hati,ia begitu dendam dengan sahabat kecilnya itu.


"Bella kau datang?" Sapa Harja


"Iya paman" sahut Bella, Anita bergegas menceritakan semua kepada suaminya.


"Ayo ayah,kita harus membatalkan pertunangan ini" ajak Anita,Harja mengangguk setuju.


Harja dan Anita bergegas pergi menuju Mansion keluarga Dirgantara. Bella tersenyum puas


"Satu gerakan,berhasil semua" ucap Bella,dengan rasa senang yang teramat di hati,Bella berniat untuk menemui papa dan mama nya.


Aleta merasa terusik oleh handphone Faro yang berdering dinakas,ia menatap kearah Faro yang masih tertidur lelap.


"Tuan bangun.. handphone mu berdering" ucap Leta,ia menepuk pelan bahu Faro yang sedang memeluk pinggang nya, Faro menggeliat.


"Biarkan saja" ucapnya,ia membalikkan badannya membelakangi Aleta.


"Astaga tuan.." ucap Leta,tapi Faro malah tidur pulas.


Handphone Faro terus berdering membuat Leta merasa risih, dengan penuh keberanian Aleta mengambil handphone Faro dinakas,ia melihat bahwa Anita yang sedang menelpon Faro.


"Nyonya Anita? Pasti ini hal penting" gumam Aleta didalam hati,ia mengangkat panggilan itu.


'faro! Kau ini bagaimana si? Mama menelpon mu sedari tadi,tapi kenapa baru kau angkat hmm?' Tanya Anita, Aleta menjauhkan handphone itu dari telinga nya.


Aleta ingin menjawab tapi..


'Mama dan ayah mu sudah membatalkan pertunangan mu dengan Zenia'


DEG


Jantung Aleta bagaikan tersambar petir,ia menatap kearah Faro yang sedang tertidur pulas


'ayah mu yang mengurus semua nya,kau tenang saja nak,mama akan mencarikan mu wanita lain, bagaimana dengan Viola?' tanya Anita,Aleta menetaskan air mata,ia merasa ditipu habis habisan oleh Faro.


'hei kenapa kau diam saja, apa kau tidur? Astaga pasti kau lelah ya? Sudahlah nanti mama akan menelpon lagi'


Panggilan itu berakhir,Aleta menaruh handphone Faro di nakas.


"Ternyata kau sudah bertunangan dengan nona Zenia, pantas saja wanita itu berusaha menemui mu kemarin" ucap Aleta pelan.


Aleta menyeka air matanya,ia bangkit dari kasur, berjalan menuju kamarnya untuk menumpahkan rasa kesedihan yang ada di hatinya.


Aleta menangis dibawah guyuran shower,ia merasa sangat sakit dan kecewa kepada Faro yang telah membohongi dirinya.


"Seharusnya aku sadar diri, seharusnya aku tidak menyukai nya" lirih Aleta,ia menangis kencang menumpahkan segala kesedihan dihatinya.