LOVE And DIFFERENCE

LOVE And DIFFERENCE
BAB 43



"aku akan mencari mu nanti gadis kecil,kau telah membuat ku khawatir sekaligus marah,kau ahli sekali dalam mempermainkan emosi ku" ucap Faro,ia berjalan menuju garasi mobil untuk menuju perusahaan.


Di malam hari,Aleta makan malam bersama dengan Chika dan Tiara. Mereka makan sambil bercerita dan kadang tertawa bersama.


Tawa mereka terhenti, karena melihat Daniel berjalan dengan wajah yang ditekuk, seperti tidak biasanya.


"Ada apa kak daniel?" Tanya Chika, Daniel duduk disebelah sepupunya itu, kebetulan hanya bangku itu yang kosong.


"Mama ku semakin parah,dia terus meminta ku untuk menikah sekarang juga" ucap Daniel,Chika merasa sedih.


"Itu mudah kak Daniel,kau tinggal menikah saja" celetuk Aleta, Daniel menatap nya tiba tiba ide brilian nya muncul.


"Bagaimana kalau kau yang aku nikahi?" Tanya Daniel,Aleta seketika terbatuk-batuk.


"Kak Daniel jangan ngawur!" Bentak Chika,Tiara memukul badan Daniel karena geram akan perkataan pria besar itu.


"Hei aku serius" sahut Daniel


"Aleta masih sekolah kak,kau jangan gila" ucap Chika dengan tegas


"Aku tidak bertanya kepada kalian" ucap Daniel,ia menatap Aleta dengan tatapan memohon.


"Aku mohon bantu aku Aleta,agar mama ku bertahan hidup" ucap Daniel, Aleta merasa kasihan tapi apa ini satu satu nya cara?.


"Kita akan menikah kontrak,aku tidak akan menyentuh mu atau meminta hak sebagai suami kepada mu leta,aku janji!" Ucap Daniel dengan tegas,Chika dan Tiara menatap Aleta dengan tatapan bingung.


"Lalu bagaimana dengan tuan Faro?" Tanya Leta,Daniel merasa sedikit sakit dihatinya, karena Aleta begitu memikirkan perasaan tuan nya.


"Dia itu majikan mu aleta bukan pacarmu" celetuk Chika, seketika aleta tersadar.


"Ini hanya sementara Aleta,aku janji"ucap Daniel, dengan ragu ragu Aleta menyetujui itu, bagaimana pun Daniel selalu baik kepadanya,ia pun tahu bagaimana rasa nya kehilangan ibu,itu sebabnya ia menerima tawaran Daniel.


Daniel tersenyum senang,ia mengajak Aleta beserta Tiara dan Chika untuk menuju rumah Sakit. Diperjalanan Daniel sudah memerintahkan Dito untuk mempersiapkan berkas berkas pernikahan, mereka menikah secara sah dan agama.


Sesampai di rumah sakit diruangan VVIP,pak penghulu sudah menunggu mereka.


Didepan Amira, Daniel mengucap kan ijab Qabul.


"SAH" seru orang orang yang berada diruangan VVIP, Amira tersenyum lega,ia menatap sang mantu yang sedari tadi menunduk.


"Daniel,bawa istri mu untuk dekat dengan Mama" perintah Wiliam,papa Daniel.


"Aleta ayo" ajak Daniel,ia menggenggam tangan Aleta erat, mereka mendekati Amira.


"Mama sangat senang nak,kamu gadis yang pernah datang ke Mansion kami kan?" Tanya Amira, Aleta mengangguk pelan.


"Anak ku beruntung memiliki wanita seperti mu"puji Amira,William dan Daniel saling tersenyum.


Chika dan Tiara merasa bingung mau berekspresi apa dengan kejadian yang menimpa Aleta.


Setelah berbincang masalah pernikahan, Daniel disuruh William untuk membawa Aleta pulang.


Kini mereka berada di parkiran rumah sakit


"Selamat ya aleta, sekarang kamu sudah menjadi istri" ucap Chika,Aleta tersenyum kecil.


"Chika,jangan menganggu Aleta!" Ucap Daniel tegas.


"Upss suaminya marah Tiara,ayo kita pergi!" Ucap Chika,ia menarik tangan Tiara untuk masuk kedalam mobil,karena supir Chika sudah menunggu sedari tadi.


Daniel dan Aleta canggung, mereka bingung harus berkata apa


"Hmm Leta?"


"Iya kak"


"Kamu mau pulang kemana?" Tanya Daniel


"Aku.."


Tiba tiba tangan Aleta ditarik oleh seseorang, yaitu Faro.


"Tu--tu-tuan" ucap Leta,ia benar benar terkejut. Faro menatap Daniel dengan tajam,ia menarik Aleta untuk berdiri dibelakang nya.


Faro datang ke perusahaan atas dasar perintah sang ayah,ia dengan gerakan cepat Faro bisa membereskan masalah yang ada.


"Kenapa tiba tiba dibatalkan ayah?" Tanya Faro


"Tadi pagi Bella datang kerumah,dia menceritakan semua tentang Zenia,jadi mama mu tiba tiba mengajak ayah untuk membatalkan pertunangan mu" jelas Harja, Faro menghela nafas lega karena ia telah keluar dari hubungan yang tidak ia inginkan itu


"Kalau begitu, cepat cepatlah kau Menikahi Aleta nak.. agar ayah cepat menimang cucu " ucap Harja,ia tersenyum manis ke arah Faro,lalu berlalu pergi untuk pulang ke Mansion karena sudah malam.


Faro baru ingat akan Leta,tiba tiba handphone nya yang berdering membuatnya sedikit terkejut


"Bagaimana Yuda?" Tanya Faro


"Nona Aleta sedang berada di rumah sakit internasional tuan, dia ada diparkiran bersama 2 orang wanita dan Daniel" jelas Yuda,Faro geram mendengar bahwa Aleta sedang bersama dengan Daniel.


"Aku akan kesana" ucap nya dengan suara berat,Faro mematikan panggilan nya,lalu ia pergi menuju lokasi yang dikatakan oleh Yuda.


~flashback off~


Faro dan Daniel saling menatap dengan tajam


"Lepaskan Aleta,karena aleta sekarang.."


"Kak Daniel" ucap Leta memotong pembicaraan Daniel,ia menggeleng tidak memperbolehkan Daniel mengatakan yang sebenarnya.


"Apa? Karna Aleta apa? Cukup daniel,aku tidak mau berdebat dengan mu" ucap Faro,ia menarik tangan Aleta membawa nya masuk kedalam mobil.


"Aleta.." lirih Daniel,ia menatap wajah Aleta yang seperti mengatakan kepada Daniel untuk tenang.


Faro melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Daniel geram dengan situasi ini


"****! Besok aku akan membawa Aleta, bagaimanapun juga dia istriku!" Ucap Daniel tegas,Daniel merasa bahwa Aleta pasti akan menjelaskan semua nya kepada Faro malam ini.


Sementara Aleta,ia gemetar ketakutan karena Faro membawa mobil seperti kesetanan. Setelah sampai di Mansion Faro menarik tangan Aleta untuk menuju kamar nya.


Setelah sampai,ia menghempaskan Aleta kasar diatas kasur.


"Kau tahu apa kesalahan mu?" Tanya Faro,Aleta menunduk takut.


"Kau telah menipu ku Aleta!" Teriak Faro,Aleta tersentak kaget dengan suara lantang Faro.


"Kau tiba tiba pergi tanpa pamit,dan kau malah bertemu dengan Daniel?" Tanya Faro,


"Aku tidak sengaja bertemu dengan nya tuan,kau jangan mendominasi aku begitu" ucap Leta,air mata nya jatuh sudah.


"Cih"


Faro duduk disofa,ia meredakan emosi yang memuncak dihatinya


"Apa kau tidak bertanya,kenapa aku kabur?" Tanya Leta,ia menatap sendu Faro yang begitu ia cintai.


"Kenapa?" Tanya Faro,ia merasa tidak sanggup terus terusan emosi kepada aleta, hatinya terasa sakit melihat Aleta menangis.


"kenapa kau tidak jujur kepadaku,kalau kau bertunangan dengan Zenia tuan" ucap Leta lirih


DEG


Faro terkejut Leta mengetahui itu, seketika ia bangkit dan duduk disamping Aleta


"Kau tahu dari mana?"


"Itu benar? Kau membohongi ku tuan" ucap Leta,ia memukul dada bidang Faro,rasa pukulan itu tidak sakit sama sekali bagi Faro.


"Aku tidak membohongi mu Leta" ucap Faro,ia menggenggam tangan Aleta.


"Hei tenanglah"


"Tenang? Bagaimana aku bisa tenang melihat mu bersama dengan wanita lain!" Teriak Aleta, Faro tersenyum kecil.


"Ternyata gadis kecil ku sedang cemburu"goda Faro,ia mencubit hidung mancung Aleta dengan gemas.