LOVE And DIFFERENCE

LOVE And DIFFERENCE
BAB 26



"aku tanya sekali lagi,apa yang kau lakukan kemarin di sekolah mu?" Tanya Faro dengan tatapan tajam, Aleta sangat takut dengan tatapan itu hingga ia tidak berani menatap tuannya.


"Jawab!!" Bentak Faro, Aleta tersentak kaget.


"Aku bersekolah seperti biasa" jawab Leta cepat,bahkan ia menjawab pertanyaan Faro tanpa menatap tuan nya.


"Bersekolah di ruangan Daniel begitu?" Tanya Faro lagi dengan menyeringai, Aleta seketika menatap Faro ia bingung kenapa Faro bisa mengetahui itu.


"Aku tidak menyangka kau bisa membohongi ku demi Daniel" ucap Faro pelan, Aleta merasa bersalah ia bangkit dari duduk nya


"Tuan aku tidak bermaksud membohongi dirimu" sahut Leta, Faro membelakangi Aleta.


Ketika menatap Aleta seakan akan Faro akan hilang kendali,ia tidak mau menyakiti Aleta karna itu akan melukai harga dirinya.


"Tapi kau sudah bohong padaku Leta!" Teriak Faro, Aleta mencoba menggenggam tangan Faro tapi sang empu menghempaskan tangan Aleta kasar. Aleta terkejut dengan respon Faro yang seperti itu


"Kemarin aku sudah pergi ke sekolah,lalu kak Daniel datang menemui ku jadi kami bercerita tanpa aku sadari kalau bel masuk sudah berbunyi. Pak satpam tidak sama sekali mengizinkan aku untuk masuk tuan.." jelas Leta, Faro hanya diam. Karna Faro diam Leta melanjutkan penjelasannya lagi


"Lalu aku bingung harus kemana,kalau aku pulang ke Mansion aku takut kau akan memarahi ku,jadi kak Daniel mengajak aku ke perusahaan nya" lanjut Leta menjelaskannya, Faro berbalik menatap Leta yang sedari tadi berdiri dibelakang nya


"Lalu menurut mu aku akan percaya akan hal konyol seperti itu?" Tanya Faro dengan wajah datarnya


"Aku jujur tuan,itulah yang sebenarnya" ucap Leta dengan penuh keyakinan.


"Kau jangan marah lagi kepadaku ya tuan.." ucap Leta lembut,ia menatap Faro dengan sendu


"Cih kenapa dia menatap ku seperti itu? Membuat ku jadi tidak tega kepadanya.."gumam Faro di dalam hati.


"Tapi Leta aku tidak terima kau seperti itu,aku datang ke ruangan kerja Daniel dan kau malah bersantai di ruangan pribadinya. Apa kau tidak tahu siapa itu Daniel? Daniel itu seorang cassanova" ucap Faro, Leta mengangguk


"Kau harus waspada sedikit kepada pria dewasa" lanjut Faro, Leta menatap Faro yang sepertinya masih marah kepadanya


"Sebagai hukumannya kau sekolah home schooling,aku akan memanggil guru dari sekolah mu,dan juga kau tidak boleh keluar dari Mansion ini tanpa seizin ku" ucap Faro, seketika Aleta kaget


"Tuan aku mohon jangan seperti itu.. aku janji aku tidak akan bolos,atau bahkan ketemu kak Daniel lagi"ujar Leta memohon,tapi Faro malah pergi meninggalkan nya.


"Tuan.." panggil Leta,tapi sang empu terus berjalan tidak mempedulikan dirinya.


"Astaga Leta,kau membuat dirimu semakin susah saja" lirih Leta sedih,ia menatap nanar kepergian Faro yang semakin lama jauh dari pandangannya.


Faro kembali ke Perusahaan nya karna ada Rapat penting yang tidak bisa di undur olehnya. Yuda melihat tuan muda nya yang sedang fokus membaca dokumen yang akan dibahas saat rapat nanti.


"Tuan kau tidak bosan membaca terus menerus dokumen itu?" Tanya Yuda, Faro hanya diam tetap fokus membaca dokumen dihadapannya. Yuda menghela nafasnya berat melihat tuan muda nya dalam mode tidak mood seperti itu.


Saat Yuda ingin melangkah keluar dari ruangan Faro


"Kau mau kemana?" Tanya Faro,Yuda menghentikan langkah nya


"Saya mau ke ruangan saya tuan.." jawab Yuda, Faro menatap datar Yuda


"Aku mau kau urus agar Aleta bisa home schooling di Mansion, aku mau mulai besok" perintah Faro, Yuda menatap bingung sang tuan muda nya


"Kenapa nona Leta home schooling tuan?" Tanya Yuda


"Sudahlah cepat lakukan jangan banyak tanya!" Perintah Faro lagi,Yuda mengangguk mengerti.


"Baiklah tuan,sebaiknya persiapkan dirimu karna 15 menit lagi Tuan Mark akan sampai di ruangan rapat" ucap Yuda, Faro mengangguk mengerti.


Yuda pamit pergi untuk menjalankan perintah tuan muda nya yang agak aneh itu.


"Aneh sekali,masa ada seorang majikan yang peduli akan pendidikan maid nya" gumam Yuda di dalam hati,saat Yuda sudah sampai di lobby ia melihat Bella yang berjalan dengan anggun ke arahnya.


"Gawat nona Bella kenapa kesini? Bisa bisa mood tuan muda semakin kacau bertemu dengan wanita ini" gumam Yuda,ia menghentikan langkah Bella.


"Yuda apa apaan ini? Jangan menghalangi jalan ku!" Ucap Bella ketus, Yuda sekarang berdiri tepat di hadapannya.


"Maaf nona Bella,tuan muda sedang tidak ingin di ganggu" ujar Yuda


"Siapa yang mau mengganggu dirinya? Aku hanya ingin menemui calon suamiku" ucap Bella dengan bangga, seketika Yuda ingin tertawa mendengar nya.


"Kenapa wajahmu? Jangan bilang kau sedang mengejek aku?" Tanya Bella dengan tatapan tajam, Yuda menaikan bahunya lalu berlalu pergi mengabaikan Bella.


Seketika Bella terkejut akan perlakuan Yuda yang notabene nya bawahan Faro saat ini sedang mengejek dirinya bahkan mengabaikan nya juga.


Bella mengejar Yuda yang berjalan menuju parkiran


"Hei Asisten sombong! Kau tadi mengejekku ha?!" Teriak Bella, Yuda menghentikan langkah nya,lalu ia berbalik menatap Bella yang saat ini sedang menatapnya kesal


"Iya! Kenapa ga suka?!" Teriak Yuda balik, Bella seketika geram ia berniat mengejar Yuda tapi sayang nya ia tersandung sehingga terjatuh


"Haha belajar lah berjalan dengan baik Nona" ucap Yuda yang masih terdengar oleh Bella,Bella menatap tajam Yuda yang berjalan masuk ke mobil lalu berlalu pergi membiarkan nya terduduk di tanah seperti orang gila.


"Kau lihat saja Yuda,aku akan membalas mu nanti" ucap Bella,ia bangkit. Bella menatap dirinya yang kotor tidak mungkin menemui Faro dengan penampilan yang seperti ini.


"Tidak mungkin aku menemui Faro dengan penampilan begini,yang ada Faro semakin ilfil dengan ku.." lirih Bella,ia pun berlalu pergi menuju mobilnya.


Sementara itu Aleta sedang duduk dimeja belajarnya,ia bingung harus berekspresi apa atas kejadian yang menimpa dirinya.


"Kalau aku nangis,yang salah juga aku.. wajar saja tuan memarahi aku karna aku pun sudah keterlaluan kepadanya.. hingga aku harus home schooling hingga tidak bisa keluar dari Mansion sedikit pun." Ucap Leta berbicara pada diri sendiri,ia berjalan menuju balkon.


Leta menatap banyak para bodyguard yang menjaga seluruh pintu keluar Mansion.


"Huh sekarang aku harus apa?" Gumam Leta sedih,ia menatap langit yang sangat indah.


"Aku ini anak seperti apa? Bahkan orang tua ku meninggal aku tidak tahu, mereka sakit aku tidak tahu. Aku sungguh anak tidak berguna" lirih Leta,air matanya tanpa sadar menetes. Tangis Aleta pecah,dia sesenggukan.


Bi Imah melihat Aleta yang sedang menangis,ia menghampiri Aleta yang sedang terduduk di balkon kamarnya


"Non Leta,jangan menangis" ucap bi Imah,Leta menatap bi Imah lalu memeluk wanita yang dianggap nya seperti ibu nya


"Leta rindu ibu bi, sangat rindu.. kenapa mereka meninggalkan Aleta sendiri di dunia ini bi kenapa?" Tangis Leta pecah,bi Imah mencoba menenangkan Aleta,ia menepuk lembut bahu Leta agar sang empu merasa lebih tenang.


"Di dunia ini tidak ada yang abadi non.. semuanya bersifat sementara, cinta, kasih sayang bahkan umur"ucap bi Imah,Leta menatap bi Imah sendu,lalu ia tersenyum mendengar perkataan bi Imah.


"Kau benar bi, Aleta harus menunjukan kepada ayah dan ibu di atas sana bahwa Aleta bisa mandiri! Kau tau bi mereka tidak percaya kalau Aleta akan bisa mandiri, mereka mengatakan kepadaku bahwa Aleta masih sama dengan Aleta yang berumur 5 tahun" ucap Leta mengingat kenangan itu,bi Imah tersenyum manis ke Leta,ia mengangguk mengiyakan semua ucapan Leta.


"Non Leta belum makan kan? Sebaiknya kita makan dulu yaa" ajak bi Imah, Leta mengangguk. Lalu mereka berjalan beriringan menuju dapur untuk makan bersama.


Hampir malam akhirnya Faro selesai dengan urusan kantor nya,ia menatap jam yang menunjukan jam makan malam.


Faro merapikan dokumen nya untuk ia bawa ke Mansion,agar bisa ia kerjakan nanti.


Setelah itu ia berlalu keluar,ia menatap Yuda yang sedang menunggu nya di pintu ruangannya.


"Ayo kita pulang" ucap Faro, mereka berjalan beriringan.


"Tuan segala urusan home schooling nona Aleta sudah saya bereskan,besok nona Aleta akan mulai belajar di Mansion" ucap Yuda, Faro mengangguk.


Mereka memasuki mobil dengan Yuda yang mengemudikan mobil nya.


"Langsung pulang ke Mansion saja,aku lapar" perintah Faro, Yuda mengangguk mengerti. Lalu ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Setelah sampai di Mansion Faro menyuruh Yuda untuk langsung pulang saja,kini ia memasuki Mansion dengan wajah datarnya.


Faro menatap keseluruh ruangan mencari gadis yang telah membuat nya kesal seharian ini. Faro berjalan menuju dapur disana ia melihat Aleta yang sedang menggoreng donat.


Aleta merasa ada kehadiran seseorang di belakang nya,ia berbalik ternyata itu tuan nya.


"Tuan sudah pulang?" Tanya Aleta


"Pertanyaan yang tidak penting!" Ucap Faro ketus,Aleta menghela nafasnya berat. Leta tahu bahwa Faro masih marah kepadanya.


Faro duduk di kursi makan,ia melihat apa yang dimasak oleh Leta


"Kau mau makan? Biar aku sajikan ya?" Tanya Leta lagi, Faro hanya diam.


Karna Faro diam Aleta tetap menyajikan masakannya untuk Faro di piring,lalu memberikan nya kepada Faro.


Faro menerima piring itu tanpa melihat ke arah Aleta,ia memakan makananya tanpa menatap Aleta sedikit pun.


"Setelah makan nasi,nanti makan donat nya ya" ucap Leta sambil tersenyum manis ke Faro


"Bawa ke ruang kerja ku!" Perintah Faro, Aleta mengangguk mengerti.


Setelah Faro selesai makan Faro berjalan menuju kamar nya, Aleta melihat itu ia mematikan kompornya karna sudah selesai menggoreng donat.


Lalu Aleta menyusul Faro di kamarnya, Faro membuka kemeja nya dan melempar pakaian nya asal.


Aleta hanya menggeleng saja melihat kelakuan tuannya,ia berjalan Menuju bathroom untuk mengisi air di bathtub. Faro hanya menatap datar Leta.


"Sudah tuan, sekarang berendam lah" ucap Aleta, Faro membuka celana panjang nya sehingga hanya tersisa celana pendeknya.


Ia berendam di bathtub, Leta memijat kepala Faro dengan lembut.


Walaupun Faro tidak ada bicara sedikit pun kepadanya tapi Aleta tetap melakukan pekerjaan nya dengan baik.


Setelah Faro puas dengan berendam,dia berjalan menuju shower untuk mengguyur sisa sisa sabun ditubuhnya. Aleta berjalan keluar dari bathroom.


Aleta memilih pakaian santai untuk tuan nya,setelah itu ia berjalan keluar dari kamar pribadi Faro untuk menuju dapur.


Aleta menghias donat memberikan topping lucu agar donat itu semakin cantik,Aleta sangat senang dengan donat buatannnya yang begitu cantik.


"Bi Imah buatkan aku kopi!" Teriak Faro dari lantai atas, Leta mendengar itu.


Bi imah berjalan terburu-buru menuju dapur


"Sudah bi biar Aleta aja yang buatkan kopi untuk tuan Faro" ucap Leta,bi imah mengangguk lalu berlalu pergi menuju kamarnya.


Aleta membuat secangkir kopi pahit untuk Faro,ia akan mengantarkan nya ke ruang kerja Faro sambil membawa donat yang ia tata di piring.


Kini Aleta sedang berdiri di depan pintu ruang kerja Faro,ia merasa sedikit gugup.


Tok..tok..tok


"Masuk" ucap orang dari dalam,yang pastinya itu Faro.


Aleta masuk kedalam,ia melihat Faro yang sangat serius mengerjakan sesuatu di laptop nya. Hingga tidak menyadari bahwa Leta yang sedang mengantarkan kopinya.


"Tuan ini kopi dan donat nya" ucap Leta, mendengar suara Aleta Faro seketika menatap kearah gadis kecil itu,lalu ia memalingkan wajahnya kembali ke laptop nya.


"Letakan saja disana" perintah Faro, Leta meletakan nya di meja Faro.


Leta merasa sakit dihatinya karna Faro mengabaikan nya seperti ini.bahkan Faro tidak mau menatap nya sekali pun, hanya diam tidak mau bicara dengannya. Aleta sangat menyesal telah membohongi Alfaro.


Aleta berjalan gontai meninggal kan Faro di ruangan kerjanya,ia menghela nafasnya dengan berat.