
"Aleta kau benar benar tidak tahu diri,tuan Faro baik kepadamu,dia sudah mau mengurus mu menurutku itu hal yang pantas ia lakukan! coba kau pikirkan bagaimana kalau tidak ada dirinya,apa yang akan terjadi dengan hidup kita? Bahkan itu tidak bisa aku bayangkan" ucap Leta,ia telah mengucapkan itu lebih dari 10 kali untuk menyadarkan hatinya.
Aleta menghela nafasnya berat,ia telah menyadari suatu hal bahwa ia telah mencintai tuan nya.
Aleta menaruh kopi yang ia buat di meja yang berada di ruangan santai.
"Tuan,kak Daniel sudah pulang?" Tanya Leta, Faro mengangguk saja.
"Kenapa tuan? Kemana sayangnya?" Tanya Faro dengan nada sedikit kesal.
"Kan ketika kita berdua, sekarang kita lagi bertiga" sahut Aleta asal, Faro mengeryit dahi bingung.
"Bertiga?"
"Iya, disebelah tuan kan ada orang"ucap Leta,ia menakuti Faro sekarang.
"Tidak ada siapapun disamping ku Leta!" Ujar Faro,ia berusaha menepis rasa ketakutan nya.
"Ada,aku melihatnya dengan jelas tuan"
"Kau jangan menipu ku!" Ucap Faro kesal
"Loh aku serius tuan,dia memakai baju putih,sepertinya dia itu selalu mengikuti dirimu" sahut Leta,ia menampilkan wajah serius membuat Faro merasa yakin.
Faro merasa merinding,apa lagi tiba tiba ada Angin berhembus membuat keadaan nya semakin menyeramkan.
Faro bangkit dari duduknya dan berjalan cepat menuju kamarnya, Aleta menatap kepergian Faro dengan menahan tawanya.
"CEO kok takut hantu" ucap Leta pelan,ia tertawa kecil melihat tuan nya yang mudah sekali di takuti olehnya.
"Eh tadi kak Daniel pulang lewat mana? Kok aku bisa ga liat yaa?" Tanya Leta pada diri sendiri.
Karena merasa bosan hanya menonton tv sendiri, Aleta berniat akan tidur saja karena besok ia akan home schooling.
Pagi yang cerah mengiringi hari ini, hangat nya mentari mulai muncul,menembus jendela. Membuat seorang gadis kecil yang tertidur di atas kasur perlahan duduk dan terbangun.
Aleta turun dari kasur berjalan menuju bathroom dengan gontai,rasanya saat ini ia sedang malas melakukan apapun.
Setelah selesai mandi dan berpakaian Aleta turun menuju dapur untuk sarapan pagi, bahkan ia melupakan tugas nya yaitu membangun kan sang tuan.
Aleta melihat Faro yang sudah duduk di meja makan menghabiskan sarapannya sambil membaca sesuatu di Tabloid nya.
"Loh tuan tumben kau cepat bangun?" Tanya Leta, membuat Faro menatap ke arah Leta yang kini sedang duduk disampingnya.
"Kau yang lama bangun sayang,lihat jam nya"sahut Faro sambil menunjuk ke arah jam yang ada didinding,Leta melihat kearah sana.
"Astaga maafkan aku.." ucap Leta lirih, Faro tersenyum manis saja.
"Tidak papa,tak perlu merasa bersalah gitu" ucap Faro,ia mengelus pucuk kepala Leta lembut.
"Bi imah sedang pergi belanja ke pasar, jadi nanti kau akan di Mansion seorang diri" ucap Faro, Leta mengangguk mengerti.
"Pagi ini aku home schooling kan?" Tanya Leta kepada Faro,tapi Faro malah menampilkan wajah kesal.
"Maafkan aku, sayang hari ini aku home schooling kah?" Tanya Leta dengan nada sedikit manja, Faro tersenyum mendengar nya
"Apa kau lupa sayang ku? Hari ini hari Sabtu,itu berarti kau tidak akan belajar hari ini dan besok" jelas Faro, Leta baru ingat.
"Astaga kenapa sekarang aku semakin pikun"
"Sejak aku mengenal mu,sayang ku ini emang pikun" ucap Faro sambil mengacak-acak rambut Leta gemas.
"Sudah ya sarapan dengan baik,aku mau pergi ke kantor" ucap nya sambil mengecup kening dan bibir Leta. Setelah itu ia pergi menuju keluar Mansion dengan Yuda yang sudah menunggu nya di luar.
"Astaga dia memperlakukan aku seperti aku istrinya sajaa, bagaimana aku bisa tidak menyukai nya coba? Lama lama kesadaran diriku akan hilang kalau dia sering melakukan itu? Aku harus banyak banyak sadar diri" gumam Leta di dalam hati.
Saat Leta mengambil piring,ia melihat ada handphone yang tergeletak di meja.
"Wah ini handphone ku" ucap Leta senang, Dengan rasa bahagia di hati Aleta cepat cepat sarapan. Setelah selesai ia mencuci piring bekas makan dirinya dan Faro lalu ia meletakan nya ditempat penyimpanan piring.
Setelah itu Aleta berjalan menuju sofa ruang santai untuk bermain handphone, melihat hal hal yang menarik di sosmed.
Saat Aleta membuka handphone nya, Chika dan Tiara menelepon nya terus menerus.
"Pasti mereka sedang khawatir dengan ku" lirih Leta, dengan perasaan bersalah Aleta melakukan panggilan Video dengan 2 sahabatnya.
Panggilan video tersebut tersambung, terlihat lah Wajah kedua sahabat nya yang begitu sangat gembira melihat Aleta.
"Astaga Leta kau dari mana saja?" Tanya Tiara, ketika akan menjawab panggilan itu mati.
"Astaga aku lupa isi kuota" ucap Leta,ia menepuk dahinya.
Lalu masuk SMS dari Tiara
"Sebaiknya kita bertemu,agar lebih senang bicara nya" isi pesan itu.
Tiba tiba Yuda memasuki Mansion, Leta heran bukankah tadi sudah pergi
"Loh Tuan Yuda kenapa kembali lagi?" Tanya Leta,ia bangkit dari duduknya menghampiri Yuda yang berjalan menuju tangga.
"Ada berkas yang ketinggalan di ruangan kerja tuan muda" sahut Yuda
"Ada yang ingin kau katakan nona?" Tanya Yuda, karena melihat eskpresi wajah Leta yang seperti nya sedang ingin mengatakan sesuatu kepadanya.
"Aku ingin pergi keluar dengan teman teman ku tuan, teman ku cewek kok. Aku janji akan pulang sebelum sore" ucap Leta,ia menunduk takut.
Yuda berpikir dengan keras
"Menurut ku sebaiknya ku biarkan nona Leta pergi, karena juga akan ada pengawal yang mengikuti nya. Tuan Faro juga tidak akan khawatir" gumam Yuda didalam hati,dengan penuh keyakinan akhirnya Yuda mengizinkan Aleta untuk keluar dengan para sahabatnya.
Aleta sudah sampai,ia menunggu para sahabatnya dengan perasaan gelisah.
Karena dirinya begitu merindukan Tiara dan Chika, hingga Aleta melihat wajah yang begitu ia rindukan.
"Leta" teriak Tiara dan Chika bersamaan, mereka saling berpelukan dengan erat.
"Leta! Kamu itu dari mana aja si?" Tanya Chika kesal, Tiara juga sama kesalnya.
Sebelum menjawab Aleta mengajak kedua sahabat nya untuk duduk di bangku taman. Dengan Leta berada ditengah-tengah.
"Alden mengatakan kepada kami,kalau kau sedang home schooling" ucap Chika
"Aneh tau Taa,kenapa kamu tiba tiba home schooling?" Tanya Tiara
"Tuan aku marah jadi aku tidak diizinkan untuk keluar Mansion,jadi aku hanya mengikuti aturan nya untuk home schooling yang terpenting aku masih sekolah" jelas Leta
"Tuan kamu itu kayaknya sudah bersikap berlebihan,melebihi seorang majikan ke maidnya" ujar Chika, Tiara setuju dengan perkataan nya.
"Maksud kalian apa?" Tanya Leta,ia tidak mengerti dengan arah pembicaraan sahabat nya.
"Sekarang kami tanya kepada mu sekali lagi,apa kau memiliki hubungan yang istimewa dengan tuan mu?" Tanya Tiara, Leta menggeleng cepat.
"Astaga Leta jujurlah kepada kami,apa kau meragukan kami sebagai sahabat mu? Hingga kau memendam segalanya begitu,kau tahu kami seperti gagal jadi sahabat mu jika kau terus merahasiakan nya begitu" ucap Chika Dengan wajah nya yang sedikit kecewa.
Leta merasa tidak enak
"Aku dan majikan ku, benar benar tidak ada hubungan apapun yang istimewa. Tapi dia sangat baik kepadaku,dia selalu memenuhi segala fasilitas ku,aku bahkan bisa menikmati hidup yang tidak pernah aku bayangkan." Jelas Leta,ia menghela nafasnya berat untuk melanjutkan perkataannya.
"Dia selalu berbuat sesukanya kepadaku, seperti mencium ku dan juga kadang kami melakukan ciuman yang begitu menuntut. Dia emang tidak meminta hal lebih kepadaku,aku mau marah kepadanya tapi tubuh sial** ini tidak pernah menolaknya" lanjut Leta,ia menunduk sedih. Kalau saat ini Tiara dan Chika membencinya ia tidak akan marah, mungkin itu hal yang pantas ia dapatkan.
"Apa kau melakukan nya masih terpaksa sampai sekarang?" Tanya Tiara, Chika menggenggam erat tangan Leta.
Leta mencoba mengingat tapi ia tidak pernah merasa terpaksa atau bahkan menyesali nya.
"Tidak,aku terkadang.."
"Itu namanya kau cinta" potong Chika,Leta menatap mata Chika ia membenarkan itu.
"Iyakan? Kau mencintai tuan mu?" Tanya Tiara, mereka saling tersenyum lain dengan Leta yang menunduk malu.
"Itu tidak papa Aleta,tapi sebaiknya berhati-hati lah karena kan dia seorang lajang, pasti memiliki nafsu. Kita kan tidak tahu kapan nafsu nya itu tidak terbendung lagi,jadi kau harus tetap berhati-hati" ucap Chika memperingati Leta.
"Soal begitu si Chika sudah berpengalaman Leta,jadi kamu nanya aja ke dia soal begitu" timpal Tiara, mendengar itu Leta dan Chika saling tersenyum.
"Aku rasa aku sudah cinta bahkan menyukai dirinya,tapi aku tidak berani untuk itu" ucap Leta,Tiara dan Chika mengerti.
"Sudahlah yang terpenting sekarang,kami sudah tahu tentang keadaanmu" imbuh Tiara,ia merasa semakin dibahas akan semakin membuat Aleta sedih.
"Bagaimana kalau kita jalan jalan saja" ucap Chika memberikan sebuah ide.
"Bagaimana taa,kamu bisa?" Tanya Tiara
"Bisa,tapi kita jangan pulang sore ya, karena aku takut tuan ku marah" jawab Leta,Tiara dan Chika mengiyakan.
Mereka bertiga pergi menuju cafe untuk meminum kopi, untuk bercerita satu sama lain.
Alfaro kini sedang berkutik dengan segala dokumen,ia bahkan sampai melupakan makan siangnya yang dibawa oleh Yuda tadi.
Faro memijat pelipisnya,ia begitu bosan dengan segala pekerjaan nya. Faro berniat untuk pulang ke Mansion nya,agar mengerjakan dokumen disana.
Setidaknya dengan adanya Aleta,rasa jenuh nya akan berkurang.
Faro menghubungi Yuda agar masuk kedalam ruangan nya. Tak lama Yuda masuk
"Ada apa tuan?" Tanya Yuda,ia melihat makanan yang ia bawa tadi tidak disentuh sama sekali oleh tuan muda nya.
"Aku ingin pulang ke Mansion" sahut Faro,ia merapikan dokumen yang akan ia kerjakan di Mansion nya, Yuda kaget
"Sekarang?" Tanyanya, Faro mengangguk.
"Astaga,apa nona Aleta sudah kembali? Kalau belum bisa habis aku" gumam Yuda didalam hati,ia melihat Faro yang berjalan keluar melewati dirinya.
"Tuan aku.."
"Cepat antar aku!" Ucap Faro memotong pembicaraan Yuda, dengan perasaan Tidak enak Yuda mengikuti Faro menuju lift.
Sepanjang perjalanan Yuda melihat Faro yang sedang melihat ke arah luar jendela hingga matanya melihat sesuatu yang begitu ia kenali.
"Yuda berhenti" perintah nya, Yuda seketika mengerem mendadak.
"Ada apa tuan? Apa yang kau lihat?" Tanya Yuda,bukan menjawab pertanyaan Yuda,Faro malah keluar dari mobil.
Yuda panik ia juga mengikuti tuan nya keluar dari mobil,dan damn Yuda melihat Aleta yang sedang makan dipinggir jalan bersama teman temannya.
"Astaga nona Leta.. habislah riwayat hidup kita berdua"gumam Yuda di dalam hati.
"Aleta!" Panggil Faro dengan nada berat.
Aleta melihat ke asal suara,ia melihat pria jangkung yang sedang berdiri dengan tangan yang berada di saku celananya. Tubuh tinggi dan atletis, rambut hitam legam,hidung yang tinggi nyaris berbentuk segitiga siku siku, garis mata yang gelap serta tajam. Aleta benar benar baru menyadari,bahwa Alfaro sangatlah tampan.
"Leta,itu majikan mu" ucap Tiara,ia merasa takut saat melihat pria besar berdiri tidak jauh darinya.
Chika dan Tiara gemetar ketakutan, sementara Aleta malah terbengong melihat Faro, bahkan bakso yang ia makan sampai terjatuh dari mulutnya.
"Aleta Queenby Azrella! Apa kau mendengar ku?!!!" Suara Faro lantang, Aleta baru sadar dengan terburu buru ia mengambil tas nya lalu mendekati Faro yang berdiri tidak jauh darinya.
"Maafkan aku tuan.." ucap Leta sambil tersenyum manis ke arah tuannya.