LOVE And DIFFERENCE

LOVE And DIFFERENCE
BAB 34



Aleta terbangun dari tidurnya,ia melihat ke seluruh ruangan,seketika ia terkejut dan langsung duduk di kasur.


"Astaga, bagaimana bisa aku berada di kamar tuan Faro" gumam Leta di dalam hati,ia melihat ke seluruh ruangan tapi tidak melihat dimana Faro berada.


Hingga langkah kaki seseorang membuka pintu kamar,ternyata itu Faro.


"Sudah bangun?" Tanyanya, Faro berjalan ke arah nakas untuk memakai jam tangannya. Aleta menatap Faro yang sudah rapi seperti akan pergi


"Kau mau bekerja tuan?" Tanya Leta, Faro menatap tajam Leta karena lagi-lagi lupa untuk memanggil nya sayang.


"Astaga maafkan aku, diriku belum terbiasa sayang" ucap Leta, Faro menggeleng saja melihat Aleta yang sedang duduk diatas ranjang king size nya.


"Mandilah,lalu sarapan" ucap Faro,ia berjalan menuju cermin untuk berkaca sambil memakai dasi.


Aleta bangkit dari kasur,ia berjalan mendekati Faro


"Sini biar aku bantu" ucap Leta,dengan berjinjit ia bisa memasang dasi Faro, Faro melihat Aleta dengan sedikit menundukkan kepalanya.


"Oke selesai" ucap Leta dengan tersenyum manis.


"Terimakasih sayang ku" ujar Faro,ia mengusap rambut Leta dengan gemas,sang empu tersipu malu.


"Ini kan hari Minggu, kenapa sayang ku ini pergi ke kantor?" Tanya Aleta, dengan wajah sedikit menampilkan kecurigaan.


"Aku.."


"Iya aku tahu,kau pasti mau menemui wanita yang kemarin kan?" Ucap Leta,ia bahkan tidak membiarkan Faro menjawab pertanyaan nya tadi, Faro tertawa kecil melihat wajah Aleta yang kesal.


"Apakah sayang ku ini cemburu?" Tanya Faro, Aleta menggeleng kepalanya cepat.


"Kalau tidak berarti tidak masalah kan kalau aku mengatakan sebenarnya aku akan menemui Zenia, wanita yang kemarin" ucap Faro,ia ingin menggoda Aleta.


Aleta menatap tajam Faro,ia membuang wajah nya kesal,api kemarahan sudah membara dihatinya.


"Hahaha, sayang ku ini benar benar cemburu ternyata"


"Tidak,aku tidak cemburu!" Ujar Leta dengan penuh keyakinan di wajahnya.


Faro mengangguk saja,ia berjalan keluar kamar


"Aku katakan sekali lagi,aku tidak cemburu dengan mu!" Ucap Leta,ia mengejar Faro yang berjalan dihadapan nya.


"Kau cemburu" sahut Faro,ia terus berjalan hingga kini ia sampai di ruang tamu dengan Aleta yang masih mengikuti dibelakang nya.


Faro duduk di sofa untuk menunggu Yuda,ia melihat Aleta yang cemberut.


"Maafkan aku, percayalah kepadaku,aku tidak menemui Zenia tapi aku akan bekerja. Ayah dan mama baru pulang dari Singapura,jadi aku akan berkunjung kesana nanti" jelas Faro, mendengar itu Aleta merasa sedikit lega dihatinya,ia menatap Faro mencari kebohongan di mata pria itu,tapi ia tidak sanggup terus terusan menatap mata tajam Faro. Seakan akan ia terhipnotis dengan mata elang milik Faro.


Leta duduk disamping Faro,ia bersandar di bahu pria itu


"Kenapa? Kok tumben manja begini?" Tanya Faro,ia mengelus pucuk kepala Leta lembut.


Leta hanya diam,ia memainkan jari jemari Faro.


"Nona Zenia itu siapa tuan?" Tanya Leta


"Dia mantan pacar Daniel" jawab Faro


"Nona Zenia itu sangat cantik,aku rasa dia sangat cocok dengan tuan Daniel,kenapa mereka putus?" Tanya Leta lagi, Faro menggeleng tidak tahu.


"Sudahlah itu masalah orang, tidak perlu kau pikirkan" ucap Faro, Aleta mengangguk mengerti.


Tiba tiba Yuda datang memasuki Mansion menghampiri tuan muda nya yang sedang duduk di sofa dengan Aleta yang duduk disampingnya.


"Maafkan saya tuan,tadi saya kejebak macet dijalan" ucap Yuda


"Hmm ayo kita berangkat sekarang" ujar Faro.


Faro mengecup kening dan bibir Aleta lalu ia pamit pergi untuk menuju Perusahaan nya.


Aleta melihat kepergian Faro dan Yuda, setelah itu ia berjalan menuju dapur untuk sarapan pagi yang telah disiapkan oleh bi Imah.


Yuda menatap heran sang tuan muda yang sedari tadi terus menghentakkan jari jemarinya di meja dengan wajah yang senyum terus menerus.


"Tuan kau ini kenapa? Sedari tadi senyum senyum terus, bahkan kau tau,disaat kita meeting tadi kau berekspresi seperti ini, membuat para kolega kita bingung" ucap Yuda, Faro menatap Yuda lalu memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Kau kepo sekali"


"Saya tahu,kau sedang memikirkan nona Aleta kan?" Tanya Yuda gamblang, tanpa beban. Dengan seketika Faro melempar asbak rokok yang ada di meja nya kearah Yuda, untungnya Yuda sempat mengelak.


"Sekarang kau kembali keruangan mu, nanti aku akan memanggil mu!" Ucap Faro memerintah, dengan rasa sedikit takut Yuda berlalu pergi meninggalkan tuan nya.


"Huh dia galak sekali,gengsi nya itu sangat tinggi" gumam Yuda di dalam hati.


Dan benar saja tidak ada 15 menit Faro sudah memanggil Yuda,dengan wajah kesal Yuda datang ke ruangan tuannya.


"Yuda.. ayo kita ke Mansion Utama" ucap Faro, Yuda mengangguk.


Mereka pergi menuju ke Mansion Utama, karena ayah dan mama nya yang sedari tadi sudah menghubungi dirinya.


Sesampainya di Mansion Utama,ia melihat ayah dan mama nya yang sedang saling bercerita di ruang tengah.


"Ayah.. mama.." sapa Faro,Harja dan Anita melihat putra nya yang tampan sedang berjalan mendekati mereka dengan Yuda yang selalu saja mengikuti dirinya.


"Eh anak mama,sini duduk dekat mama nak" pinta Anita, Faro duduk disamping mama nya, sementara Yuda ikut duduk di sofa yang kosong.


"Apa yang ingin kalian bicarakan?" Tanya Faro,ia tahu betul sepertinya orang tua nya ini sedang ingin bicarakan hal yang sangat serius.


"Ayah ingin mengatakan sesuatu kepadamu.."


"Eh ayah,mama dulu" potong Anita, dengan berat hati Harja mengalah saja.


"Nak.. mama sudah merencanakan perjodohan mu dengan.."


"Dengan siapa? Mama ini bagaimana si? Ayah kan sudah bilang,soal jodoh Faro kali ini biar ayah yang atur" potong Harja, seketika Faro tahu kemana arah pembahasan orang tua nya.


"Ayah.. mama sudah menjodohkan Faro dengan anak pak Dirgantara" jelas Anita, Faro kaget begitu pula Yuda dan Harja.


"Zenia Dirgantara maksud mama?" Tanya Faro, Anita mengangguk mantap.


"Iya sayang, pertunangan nya batal dengan keluarga Sanders,teman kamu itu kan? Jadi untuk menahan rasa malu ia ingin anak nya menikah dengan kamu" jelas Anita


"Tidak maa.. Faro tidak mau. Mama tahu kenapa Daniel memutuskannya?" Tanya Faro kepada mamanya


"Karena Zenia itu selingkuh darinya.. apa bedanya dia dengan Viola ma" sambung Faro.


"Itu benar ma, pokoknya ayah tidak setuju kalau putraku akan menikah dengan anak pak Dirgantara itu" timpal Harja,Anita menatap tajam melihat suaminya yang tidak sejalan dengan nya.


"Ayah ini apaan si? Mama sudah terlanjur janji dengan Nyonya Dirgantara" lirih Anita, Faro memijit Pelipisnya.


"Coba ayah bayangin,kalau mama batalin ini,keluarga kita bisa malu dong" lanjut Anita,ia menatap sang putra nya yang hanya diam menunduk tidak peduli.


"Aku tidak peduli! Aku tidak akan setuju dengan perjodohan itu!" Ucap Harja dengan tegas, Faro menatap Yuda yang sedang bingung.


"Hanya berselingkuh saja kan Faro? Menurut mama itu pantas dalam pacaran nak" ucap Anita,ia tidak memperdulikan ucapan sang suami.


"Anita!" Bentak Harja, seketika Faro terkejut karena ini pertama kalinya ia melihat sang ayah membentak mama nya.


"Apa? Kenapa kau membentak ku seperti ini ha?" Tanya Anita,ia bangkit. Dengan perasaan amarah dihatinya,Harja bangkit menghampiri sang istri.


"Apa kau sudah tidak bisa menahan rasa pura pura mu untuk sayang kepadaku didepan anak mu ha?!" Teriak Anita,Faro ikut bangkit.


Ia berdiri di antara kedua orang tuanya.


"Kau!!" Ucap Harja lantang


PLAAAK, Harja menampar Anita


"Ayah,apa apaan ini? Kenapa ayah kasar dengan mama?" Tanya Faro,ia memeluk mama nya dalam dekapannya.