LOVE And DIFFERENCE

LOVE And DIFFERENCE
BAB 25



"Aleta!" Teriak Faro,ia melihat lihat keseluruh ruangan di Mansion tapi dirinya tidak melihat Aleta sama sekali.


"Aleta!" Teriaknya lagi


"Nona Aleta berada di halaman depan tuan" ucap bi Imah


"Malam begini? Sedang apa dia disana?" Tanya Faro ke bi Imah


"Ada apa tuan? Kok teriak teriak begitu?" Tanya Leta, Faro bernafas lega saat melihat Leta


"Kau dari mana ha?! Ayo kita tidur" ajak Faro, Aleta menghela nafasnya berat


"Tuan kau tinggal tidur saja kenapa harus memanggil ku begitu" ucap Aleta kesal,ia merasa semakin hari sifat tuan nya ini semakin aneh. Tidur harus bersama dengannya padahal dulu nya disentuh sedikit saja Leta habis di caci maki oleh nya.


"Sudah lah jangan banyak omong! Ayo tidur!" Ajak Faro,ia menarik tangan Aleta untuk menuju kamarnya. Bi imah tersenyum menatap tuan dan nona nya itu.


"Katanya ga pacar tapi kok gitu?" Gumam bi imah di dalam hati.


Kini Aleta berada di kamar Faro,ia berbaring dan tentu saja berada dalam dekapan tuannya.


"Aleta besok aku yang akan mengantar mu ke sekolah" ucap Faro, Leta seketika menatap tuannya yang kini sedang menatap Leta juga,mereka saling berhadapan sekarang


"Kenapa begitu tuan?" Tanya Leta


"Karna besok aku akan menemui kepala sekolah mu,untuk mengatakan bahwa aku lah sekarang wali mu" jelas Faro, Leta mengangguk mengerti.


"Aku rasa kau tidak perlu menemui kepala sekolah,aku bisa mengatakan kepada wali kelasku nanti" ucap Leta, Faro menggeleng tidak mau


"Aku mau melihat sendiri dimana tempat kau belajar,aku akan menanyai guru mu disana apakah kau nakal atau tidak" ucap Faro


"Gawat yang ada pasti tuan Faro akan tau kalau nilai ku sangat rendah.." gumam Leta di dalam hati


"Sudah sekarang tidurlah" perintah Faro,ia memeluk Aleta erat, sebenarnya di perlakukan seperti ini membuat Aleta merasa sangat nyaman, Aleta takut akan terbiasa karna Faro merupakan orang yang memiliki ke pribadian ganda. Kadang baik kadang pula ketus kepadanya.


Pagi hari seperti biasa Aleta akan selalu membangun kan tuan nya yang begitu susah dibangunin, kadang Aleta sampai kehabisan akal untuk membangunkan tuannya itu.


Aleta sudah rapi sekarang,ia sedang memilih kemeja Faro yang tertata rapi di lemari dan juga celana kerja untuk tuannya.


Aleta mendengar suara gemiricik air,ia heran kenapa tuannya itu kalau mandi lama sekali seperti anak gadis saja gumam Leta.


"Tuan kau mandi apa meditasi? Lama banget.. ayo cepetan dong tuan nanti aku bisa telat" teriak Aleta, Faro keluar dari bathroom dengan rambut yang masih basah dan pinggang nya yang dililit handuk.


"Kau cerewet sekali" ucap Faro kesal,ia mengambil kemeja yang dipilih Leta lalu memakai nya.


"Aku cerewet begini karna kau sangat susah untuk dibangunin!" Ucap Leta kesal,ia keluar dari kamar Faro untuk menyajikan sarapan untuk dirinya dan untuk tuan nya.


Sementara Faro menatap kepergian Aleta sambil menggelengkan kepalanya melihat Aleta yang seenaknya marah marah begitu kepadanya


"Dasar gadis kecil cerewet" gumam Faro.


Aleta menatap kagum akan Faro yang turun dari tangga dengan menggunakan pakaian kerjanya berjalan dengan gagah.


"Waw dia sangat tampan" puji Leta, karna asik menatap ketampanan tuan nya Aleta tak sadar kalau Faro sekarang sudah berada tepat di hadapannya.


"Aku sangat tampan bukan?" Tanya Faro, Aleta seketika tersentak kaget. Dipergoki seperti itu oleh tuan nya membuat Leta tersipu malu.


Faro duduk bersebelahan dengan Leta, mereka makan dalam diam. Leta merasa canggung karna Faro memergoki dirinya menatap kagum dirinya.


"Uang jajanmu sudah habis?" Tanya Faro,ia memecah keheningan yang ada di meja makan itu.


"Masih kok tuan,sebaiknya jangan kau beri aku uang jajan dulu.. kepala ku sangat pusing melihat uang banyak" ucap Leta asal, Faro tertawa kecil


"Bukannya wanita sangat suka dengan uang?" Tanya Faro


"Iya tapi itu bukan aku,ya walaupun aku sangat butuh uang tapi aku suka bingung itu untuk apa? Apa lagi selama tinggal di Mansion mu uang ku lebih sering utuh" jelas Leta, Faro menatap Aleta lalu ia tersenyum kecil.


"Kalau begitu saat uang mu habis nanti mintalah kepada ku" ucap Faro, Leta mengangguk paham.


Setelah selesai makan Faro dan Leta pergi menuju sekolah dengan Yuda yang mengemudikan mobil mewah itu.


Aleta menatap heran Faro yang tidak henti henti bekerja, bahkan di jalan saja Faro masih bisa bekerja mengerjakan dokumen penting nya.


"Tuan pantas kau kaya, karna kau sangat pekerja keras" puji Leta,Yuda tertawa mendengar nya.


"Apa kau tidak tau Dewantara itu keluarga apa nona?" Sambung Yuda, Leta menggeleng cepat.


"Kau itu hidup di negara ini mulai kapan? Kenapa kau bisa tidak tahu keluarga Dewantara?" Tanya Faro


"Dari orok dong tuan,aku selalu diajarkan oleh ibu ku untuk tidak ikut campur atau berurusan dengan orang kaya" jelas Leta


"Kenapa begitu?" Tanya Faro lagi,ia sekarang menutup tabloid nya karna ia merasa pembicaraan Aleta menarik


"Aku tidak tau,kalau kata ayah ku ibu pernah trauma akan orang kaya" jawab Aleta asal, Faro ber oh saja.


"Sudah sampai tuan" ucap Yuda, Faro mengajak Aleta untuk turun.


Saat mereka turun dari mobil, Faro melihat Daniel yang sedang duduk di kursi depan pagar sekolah


"Itukan Daniel sedang apa dia?" Tanya Faro ke Yuda,Yuda menatap ke arah yang dilihat oleh tuan mudanya.


"Loh kak Daniel kenapa kesini lagi?" Gumam Leta di dalam hati,ia takut kalau Daniel akan menyapa dirinya didepan Faro.


"Aku rasa tuan Daniel sedang mengantar sepupu nya tuan, karna yang aku tau tuan Daniel memiliki sepupu yang bersekolah disini" ucap Yuda asal menebak, Faro mengiyakan,Lalu mereka bertiga berjalan untuk memasuki sekolah Aleta.


Sementara Daniel ia sudah menunggu Aleta sedari tadi karna ada yang mau dibicarakan oleh nya tapi seketika Daniel merasa sedih karna Aleta pergi bersama dengan Faro.


"Niel sedang apa disini?" Tanya Faro heran, Aleta pamit terlebih dahulu untuk masuk kekelas nya.


"Aku tadi habis mengantar sepupu ku Faro" jawab Daniel berbohong,padahal ia hanya ingin menemui Aleta.


"Kalau kau sedang apa kemari?" Tanya Daniel balik


"Aku mau menemui kepala sekolah disini" jawab Faro, Daniel mengangguk saja.


"Kalau begitu aku pergi dulu ya bro,ada rapat penting pagi ini" ucap Daniel pamit lalu ia berlalu pergi


"Tuan aku rasa tuan Daniel sedang menunggu seseorang" ucap Yuda, Faro tidak peduli akan itu.


Faro dan Yuda berjalan memasuki sekolah,ia sudah mengatur jadwal pertemuan nya dengan kepala sekolah SMA Pelita Jaya.


Kini Faro sudah duduk di ruangan kepala sekolah dengan Yuda yang berdiri disamping tuannya.


"Ada perlu apa pak Dewantara sampai ingin bertemu dengan saya?" Tanya pak kepala sekolah itu


Tak lama guru itu datang,namanya Bu Tania


"Ini pak Dewantara ibu wali kelas dari kelas Aleta" ucap pak kepala sekolah


"Ada yang bisa saya bantu pak?" Tanya Bu Tania


"Saya mau mengkonfirmasi bahwa saya adalah pengganti orang tua Aleta yang sudah meninggal,saya adalah wali baru nya" jelas Faro,ibu guru Tania mengambil berkas untuk tanda tangan Faro.


"Selama ini kami sudah menunggu siapa wali Aleta sekarang,karna Aleta sering sekali bolos pak" ucap ibu guru Tania, Faro terkejut mendengar nya.


"Kapan itu terjadi?" Tanya Faro,ibu guru memberi tahu waktunya.


Faro lebih terkejut ternyata baru kemarin Aleta bolos


"Pantas saja kemarin aku tanya tentang sekolah dia bingung untuk menjawab nya" gumam Faro didalam hati.


Setelah bicara ini itu, Faro pamit pergi dari sekolah itu. Faro merasa geram karna Aleta berani nya menipu dirinya.


Yuda melihat mood tuan nya yang sedang tidak baik,ia bahkan tidak berani berkata apapun,Yuda hanya fokus menyetir untuk menuju Perusahaan.


Sesampai di perusahaan Faro memasuki ruangan nya dengan wajah nya yang datar dan juga aura dingin yang sangat mencekam.


Faro duduk di kursi kebesarannya dengan


Menghentakan jari jemarinya di atas meja sambil berpikir dengan keras.


"Dia berbohong kepadaku? Tapi kenapa dia bohong kepadaku? Lalu kenapa dia bolos?" Pertanyaan itu berkeliling di otak Faro membuat nya memijit pelipisnya.


Yuda melihat tuan nya seperti itu hanya menghela nafas dengan berat,tiba tiba ia teringat akan sesuatu.


"Tuan aku baru ingat,kemarin waktu kita di ruangan tuan Daniel tanpa sengaja aku melihat sepatu sekolah di dekat pintu ruangan kerja tuan Daniel" ucap Yuda, seketika Faro menatap tajam Yuda


"Lalu? Apa kaitan nya itu dengan Aleta? Kau jangan menambah beban pikiran ku! Lagian itu pasti wanita nya Daniel,kaya kau tidak tahu saja siapa itu Daniel" sahut Faro kesal, Yuda menepuk jidatnya karna tuan nya tidak mengerti apa maksud ucapannya.


"Sepatu itu mirip sekali dengan sepatu nona Aleta tuan" ucap Yuda, Faro seketika bangkit dari duduknya


"Kau yakin?" Tanya Faro dengan suara nya yang sedikit meninggi, Yuda mengangguk mantap.


"Awalnya aku tidak yakin kalau itu nona Aleta,tapi tadi aku melihat sepatu yang dipakai nona Leta mirip sekali dengan yang aku lihat di ruangan tuan Daniel,dan juga aku semakin yakin saat guru itu mengatakan kalau Nona Aleta bolos kemarin" jelas Yuda, Faro geram,ia sudah ditipu habis habisan oleh Leta.


"Yuda sekarang kau jemput Aleta disekolah nya sekarang juga! Lalu bawa dia pulang ke Mansion,aku akan rapat dulu dengan para kolega penting" perintah Faro, Yuda terkejut tapi saat ia melihat api kemarahan di mata tuan mudanya,ia tidak berani menolak.


Yuda bergegas pergi menjalankan perintah tuan nya.


"Berani sekali kau menipu ku! Aku akan beri pelajaran untukmu!" Gumam Faro,ia merasa sangat marah telah ditipu oleh Aleta.


Sementara itu di sekolah nya Aleta sedang berbincang-bincang dengan sahabatnya dan juga Alden. Karna sudah bel istirahat jadi mereka bercerita di dalam kelas sambil memakan Snack yang dibeli Alden tadi.


"Aku heran deh kenapa kamu sering banget bolos taa?" Tanya Alden ke Leta


"Kamu ga perlu heran Alden,kamu sendiri aja sering pulang sekolah terlebih dahulu padahal belum waktunya pulang sekolah" Celetuk Chika, Alden menatap tajam Chika yang selalu saja memojokkan dirinya.


"Kau itu Kitakan sedang bahas Aleta.." sahut Alden kesal


"Iya juga itu Al, kenapa taa kok kamu sering banget bolos?" Tiara bertanya juga, menurut nya itu hal yang pantas ditanyakan bukan?


Saat Leta ingin menjawab tiba tiba Yuda menghampiri nya


"Nona Leta sekarang ikutlah pulang bersama saya" ucap Yuda, Leta kaget kenapa tiba tiba begitu


"Ada apa tuan Yuda? Aku kan masih sekolah" sahut Aleta heran, Yuda berbisik


"Ini perintah tuan muda,saya tidak berani membantah" bisiknya, Aleta menelan ludah nya kasar.


"Lalu sekolah ku?" Tanya Leta lagi


"Saya sudah minta izin kepada wali kelas Nona" sahut Yuda dengan wajah seriusnya, Aleta tak ada pilihan lain ia pun menata buku bukunya dimeja memasukan dalam tas nya lalu pamit dengan para sahabatnya dan juga Alden.


Chika menatap kepergian Aleta dengan seorang pria tampan, Tiara paham dengan tatapan sahabat nya itu


"Kau melihat kepergian Aleta atau Om itu?" Tanya Tiara, Chika tersadar ia menatap sahabatnya yang sedang menyeringai ke arahnya.


"Sulit sekali menyembunyikan sesuatu darimu" sahut Chika, Alden terdiam menatap kepergian Aleta.


"Aku rasa bos Aleta itu terlalu mengekang maidnya, memang ada bos yang memperlakukan maid nya seperti itu"gumam Alden didalam hati.


"Heh Alden kok melamun?" Tegur Tiara


"Ah kalian tidak asik" ucap Alden dan berlalu pergi


"Bilang aja karna ga ada Leta" teriak Chika walaupun Alden sudah tidak mendengar nya


"Sudahlah Chik, Alden ga akan dengar" ucap Tiara, mereka menghela nafas berat. Mengingat Alden yang seperti itu dan juga Aleta yang tiba tiba saja pulang padahal jam pelajaran belum usai.


Yuda mengantar Aleta sampai Mansion, Leta bingung kenapa dirinya tiba tiba di perintah kan pulang sekolah secepat ini.


"Tuan Yuda,kenapa aku disuruh pulang padahal masih jam sekolah kan?" Tanya Leta,bahkan pertanyaan itu sudah ditanyakan nya lebih dari sepuluh kali kepada Yuda tapi sang empu tetap diam.


"Yang tahu jawabannya hanya tuan muda Nona,saya pamit kembali ke kantor" ucap Yuda pamit,ia meninggalkan Aleta.


Aleta menatap kepergian Yuda,tiba tiba bi Imah muncul dari halaman depan. Dirinya kaget saat melihat Aleta yang sedang duduk di sofa ruang tengah.


"Loh kok non Leta sudah pulang?" Tanya bi Imah, Leta menatap bi Imah yang berjalan mendekatinya


"Leta ga tau bi, tuan Faro menyuruh saya untuk pulang. Tapi lihat lah sekarang bahkan dia tidak ada disini" jelas Leta, bi Imah menatap Aleta yang sedang bingung sama seperti dirinya.


Tiba tiba mereka mendengar suara mobil berhenti


"Pasti itu tuan muda non,bibi pamit kebelakang dulu yaa" ucap bi Imah,ntah kenapa bi Imah perasaan nya tidak enak sekarang dengan Aleta.


"Baik bi" sahut Leta,Leta menatap pintu masuk tapi Faro belum juga terlihat.


"Aleta!" Teriak Faro dengan suara lantang, seketika Aleta kaget.


"Aleta dimana kau?!!" Teriak nya lagi


"Tuan ada apa? Kenapa berteriak seperti itu?" sahut nya seketika Aleta bangkit dari duduk nya, Faro berjalan mendekati Aleta dengan api kemarahan yang dapat dilihat oleh leta. Leta menelan Saliva nya kasar.


"Kau sudah berani membohongi ku ha!" Bentaknya,suara Faro menggema di seluruh mansion. Aleta memejamkan kan matanya ia sangat takut dengan kemarahan Faro yang sudah sangat lama tidak ia dengar


"Bohong? Apa maksud mu tuan?" Tanya Leta dengan takut takut, Faro mendorong Aleta, sehingga Leta terduduk di sofa dengan kasar.