
Di ruang kerjanya Faro menata dokumen penting yang akan dibawa oleh Yuda nanti nya.
"Tuan.."Panggil Yuda, Faro menatap kearah suara sekilas,lalu kembali fokus ke meja yang bertumpuk dokumen.
"Aku ingin mengatakan sesuatu"
"Apa?katakan saja,kenapa kau jadi sungkan begitu?"tanya Faro,ia duduk di kursi kerjanya sambil menatap Yuda intens.
"Daniel sudah menikah"kata Yuda
"Lalu? penting nya itu dari mana?"tanya Faro,Yuda seakan mati kata untuk mengatakan nya.
"Itu bagus bukan jika dia sudah menikah, setidaknya dia tidak akan menganggu Aleta lagi"
"Masalah nya.."
"Sudah lah yuda, jangan kau pikirkan! sekarang urus semua masalah di kantor hari ini,aku ingin beristirahat"ucap nya,Yuda menghela nafas panjang.
"Aku yakin pasti nona Aleta akan menjelaskan semua nya pada tuan muda"gumam nya didalam hati,ia mengambil berkas yang ditata Faro tadi,lalu pergi.
Faro menatap kepergian Yuda dengan tatapan datar
"Aku kalah dengan Daniel,aku harus cepat cepat menikahi Aleta"ucap nya,tiba tiba ia merindukan wanita kecil itu.
Dengan perasaan penuh cinta di hatinya, Faro memasuki kamarnya,ia melihat Aleta yang sedang tertidur lelap.
"Aleta.."panggil nya,ia menggoyangkan tubuh Leta pelan.
"Hmm"
"Aku ingin.."
"Aku cape Faro.."tolak nya halus,Aleta menatap Faro yang terlihat murung karena penolakan nya,Aleta jadi tidak tega.
"Aku yang akan bekerja,kau tetap diam dan nikmati aja"
"Tetap aja aku capek, kamu juga goyang nya cepat banget,buat aku jadi makin capek"gerutu Leta, Faro tertawa kecil mendengar ucapan Leta yang asal keluar.
"Aku akan melakukan nya secara perlahan"
Akhirnya Leta dan Faro melakukan pergulatan panas lagi,awalnya Faro bergerak secara perlahan,tapi ia tersiksa dengan cara itu,dan pada akhirnya Faro menggempur Aleta dengan gerakan yang sangat cepat,membuat Aleta kewalahan.
Faro dan Aleta keluar kamar setelah malam hari,itu pun karena Aleta menangis, dirinya benar benar lelah digempur oleh Faro seharian.
Faro mengajak Aleta untuk makan malam
"Jangan marah dong..aku tidak bisa menahan gairah ku saat dekat dengan mu sayang.."ucap Faro,Leta terkejut mendengar nya,apa lagi ada bi Imah yang sedang menyajikan makan malam.
"Faro!kamu ini apa apaan si?"
"Kenapa?bi Imah juga ga dengar itu? Iya kan bi?"tanya Faro,bi Imah mengangguk cepat lalu ia pergi ke dapur.
"Udah jangan malu,suara ******* kamu kuat banget loh,aku rasa bi Imah yang ga mau denger juga bakal denger"
"Ha?ga kedap suara?"tanya Leta, Faro menggeleng cepat.
"Aku malu.."lirih Leta,Faro tertawa kecil.
Mereka makan sambil bercerita satu sama lain,Leta begitu menikmati waktu nya dengan Faro, sehingga ia melupakan status nya saat ini.
Setelah selesai makan,Faro dan Aleta duduk santai di ruang tengah sambil menonton tv.
"Tuan muda,ada tuan Daniel sudah menunggu mu di ruang tamu"ucap bi Imah, seketika Aleta tersentak kaget,ia yang sedang bermanja-manja di lengan Faro seketika melepas nya.
Faro menatap Aleta bingung
"Kenapa?Daniel juga diruang tamu bukan disini,kenapa kau panik begitu?"
"Tidak papa,aku pikir kak Daniel disini tadi"sahut Aleta, Faro menatap Aleta intens.
"Baik bi,aku akan menemui nya"ucap Faro,bi Imah berlalu pergi.
"Sayang,kau masuklah kedalam kamar,aku tidak mau Daniel melihat mu"perintah nya, Leta mengangguk, dengan wajah sedih ia naik menuju kamar Faro.
"Aku sudah membohongi orang sebaik dirinya, Wanita seperti apa aku ini?"gumam Aleta didalam hati,ia merasa sangat bersalah kepada Faro.