
Faro memasuki ruangan kerja nya dengan Yuda yang selalu mengikuti dibelakang nya.
Saat membuka pintu Faro terkejut karena Harja dan Anita berada didalam, Anita duduk di kursi kerja anaknya sementara Harja duduk di sofa sembari membaca majalah.
"Loh ayah,mama ada apa ini?" Tanya Faro,ia duduk di sofa berhadapan dengan ayahnya
"Kau sanggup menanyakan ada apa? Kau ini anak nakal" ucap Anita,ia melempar pena yang ada di meja Faro, untungnya Faro bisa menghindari lemparan mama nya.
"Eitss hampir saja" lirih nya, Anita dan Harja menghela nafas berat melihat kelakuan putra mereka.
"Kau tau, tadi malam Yuda yang menikahi Bella,apa kau tau keadaan paman Arya sungguh memprihatinkan" ucap Harja, Faro terdiam ia hanya mendengarkan pembicaraan ayahnya.
"Kami malu kepada keluarga Bella Faro, bisa bisanya kau benar benar tidak mau menikah dengan Bella ha?!" Suara Anita semakin meninggi
"Sudahlah ma buat apa hal itu dibahas lagi, sekarang Yuda sudah menikahi Bella. Itu berarti Faro tidak berjodoh dengan Bella ma,kau harus menerima itu" sahut Harja dengan suara beratnya
"Jadi sekarang putra kita menikah dengan siapa ayah? Bella bahkan sudah menikah padahal dulu harapan mama ya Bella"
"Ma wanita didunia ini ga cuman Bella" sambung Faro, sementara Yuda hanya menghela nafasnya berat melihat keluarga dihadapannya yang sedang meributkan soal Bella.
"Hargai Yuda sebagai suami Bella ma.." ucap Faro, Anita membenarkan itu.
"Jadi kapan kau akan menikah seperti Yuda Faro?" Tanya Anita,ia duduk disamping anak nya.
"Mama jangan bahas nikah nikah mulu, Faro belum mikir ke arah sana" jawab Faro singkat, Harja memijit pelipisnya melihat putra nya yang selalu saja menghindar jika di suruh menikah.
"Faro,ayah dan mama akan ke Singapore untuk menemui orang tua Yuda" ucap Harja, Faro mengangguk mengerti.
"Dan kau Yuda,nanti sore kau jemput lah Bella untuk tinggal bersama mu. Bagaimana pun dia sudah menjadi tanggung jawabmu" perintah Harja
"Baik tuan" sahut Yuda
"Ayah pergi pagi ini Faro,kau jaga diri dengan baik" ucap Harja pamit,Anita memeluk putra kesayangannya lalu berlalu pergi.
"Wah Yuda kau sekarang sudah memiliki istri" goda Faro,Yuda menatap datar tuan muda nya.
"Kau mau apa? Apa pun yang kau mau akan ku turuti,anggap saja sebagai hadiah pernikahan" ujar Faro,ia sangat antusias dengan omongan nya kali ini.
"Tidak ada tuan,aku hanya merasa hidupku akan menderita memiliki istri seperti Bella" lirih Yuda, Faro tertawa kecil mendengar nya.
"Kau tau Bella itu tidak menyebalkan seperti yang kau lihat, dulu Bella anak yang penurut dan juga penyayang,gara gara dia ingin memiliki ku dia berubah seperti sekarang. Tapi aku yakin, Bella akan kembali dengan sifat nya dulu" jelas Faro, Yuda menghela nafasnya berat.
Faro menepuk bahu Yuda dengan lembut,ia sangat senang karna sahabatnya sekaligus asisten pribadi nya sudah melepas masa lajang nya sekarang.
Faro kini bersiap siap untuk rapat dengan para kolega pentingnya.
Sementara Aleta,ia mencari handphone nya keseluruh kamarnya.
"Seingat ku, handphone nya aku taruh di meja belajar ini deh.. kok tiba tiba ga ada yaa" gumam Leta di dalam hati,bahkan kamar nya sekarang sudah berantakan.
"Aduh ga mungkin jatuh,kalau jatuh pasti sekitar kamar sini aja"
Aleta mencari disegala lemari dan bawah kolong meja atau bahkan kasur tapi benda pipih itu tidak juga ia temukan.
Bi imah yang sedang membawa pakaian yang habis ia setrika terkejut melihat keadaan kamar Leta.
"Astaga nona,kenapa kamarnya berantakan sekali"
"Bi lihat handphone Leta ga? Kaya nya tadi malam Leta taruh di meja ini tapi kok sekarang ga ada yaa" ucap Leta bertanya kepada bi Imah
"Tadi malam bibi lihat masih ada tu dimeja,bahkan tadi pagi bibi masih nampak kok non" sahut bi Imah
"Selain bibi, ada orang lain ga yang masuk ke kamar ku?" Tanya Leta,bi Imah mencoba mengingat nya.
"Pasti hanya tuan muda dong non,mana ada yang berani masuk kamar nona selain tuan muda" jawab bi Imah asal, seketika Leta baru tersadar.
"Astaga bibi kau benar, pasti tuan Faro yang mengambil handphone ku" lirih Leta,ia menghela nafasnya berat.
Leta turun dari kamarnya ia berjalan menuju halaman depan untuk menghirup udara segar. Ia duduk di bangku taman sambil bersenandung Kecil,ia melihat burung burung yang beterbangan di atas langit biru.
"Aku sangat rindu dengan suasana sekolah, kapan aku bisa belajar seperti biasa" lirih Leta,ia menghela nafasnya.
Aleta merasa mengantuk,ia berbaring dibangku yang ia duduki,lama kelamaan Aleta tertidur pulas.
Bella memasuki ruangan Faro dengan wajah sebal,ia bersiap siap untuk protes kepada sahabat nya yaitu Faro.
Yuda melihat Bella yang sekarang telah sah menjadi istrinya,ia menghela nafas berat melihat wanita itu.
"Hei mengapa kau disini?" Tanya Yuda, Bella menatap tak peduli ia malah duduk di kursi kerja Faro.
"Kau tidak pantas duduk disana Bella! Sekarang kau bangkit dari kursi itu!" Perintah Yuda dengan penuh penekanan,Bella tidak peduli ia malah semakin bersantai.
"Bella aku ini suamimu,kau sebagai istriku wajib mendengar kan ku!" Ancam Yuda, Bella seketika bangkit dari duduknya
"Aku istri sementara mu,ga perlu anggap pernikahan ini nyata bagimu tau! Aku tak sudi memiliki suami seorang bawahan seperti mu!" Ucap Bella ketus, Yuda geram ia ingin sekali rasanya mencekik leher Bella tapi ia sadar tak mungkin ia melakukan hal seperti itu.
"Siapa yang kau anggap bawahan Bella?" Tanya Faro,kini ia telah selesai dengan rapat penting nya.
"Yuda" jawab Bella cepat, melihat Faro yang memakai jas membuat Bella terpesona.
"Faro kau sangat tampan" pujinya,ia berjalan mendekati Faro lalu bergelayut manja ditangan kekar sahabat nya itu.
Yuda hanya menatap datar kelakuan Bella.
"Lepaskan Bella! Apa kau tidak malu dengan suamimu ha?! Kau tidak tahu sopan santun" ucap Faro ketus,ia melepas kasar tangan Bella yang merangkul di lengannya.
"Aku menikah dengannya karna kau sendiri tidak datang faro,andai kau datang pasti aku tidak akan menikah dengannya" ucap Bella kesal,Yuda pamit pergi karna ia tidak tahan mendengar perkataan Bella. Hanya membuat mood baiknya hilang, lebih baik ia bekerja saja.
"Apa kau belum mengerti juga Bella? Itu artinya kita tidak berjodoh"
"Berjodoh kau bilang? Jadi maksud mu Yuda itu jodoh ku?" Tanya nya dengan raut wajah jijik
"Itu kenyataan nya,kau tidak boleh menghina Yuda begitu"ucap Faro,ia membuka laptop nya untuk memeriksa email yang masuk.
"Faro tapi aku.."
"Sudahlah Bella" ucap Faro memotong pembicaraan Bella," aku tidak mau kau kesini lagi, walaupun kalian menikah tanpa rasa tapi seharusnya kau pantas menghargai Yuda suami mu,Yuda sudah begitu baik mau menikahimu dan menyelamatkan papa mu. Seharusnya kau berterimakasih dengan baik kepadanya" jelas Faro, Bella kesal dengan perkataan Faro,ia menghentakkan kakinya lalu berlalu pergi meninggalkan Faro diruangan nya.
"Dasar gadis tidak tahu sopan santun" ucap Faro,ia merasa Bella dari dulu tidak pernah berubah.
Bella keluar dari ruangan kerja Faro dengan wajah cemberut
"Dasar manusia dingin,apa ga bisa hangat dikit kepada ku" ucap Bella kesal,ia mengumpat Faro habis habisan.
"Dia memang benar benar gadis liar" gumam Yuda didalam hati,ia mendekati Bella
"Hei kau itu kenapa?" Tanya nya, Bella melihat ke arah Yuda dengan raut wajah kesal.
"Aku benci lihat tuan muda mu itu,kenapa dia tidak bisa hangat kepadaku walaupun itu sebentar" sahut Bella
"Itu hanya membuat waktu nya terbuang secara percuma" ucap Yuda asal, Bella melotot mendengarnya,ia memukul Yuda dengan sekuat tenaga nya.
"Aw apaan si"
"Kamu yang apaan,udah deh malas ngomong sama Asisten gila!" Ucap Bella,ia berjalan meninggalkan Yuda
"Hei jangan pergi dulu" teriak Yuda,Bella menghentikan langkah kakinya.
"Ada apa lagi si?" Tanyanya, Yuda menghela nafasnya berat
"Mulai sekarang kamu tinggal di Apartemen aku" ucap Yuda, Bella tertawa mendengar nya
"Dih ga mau,kamu yang harus tinggal di Mansion aku"
Yuda geram akan wanita yang dihadapannya ini, ingin rasanya mencekik leher Bella tapi ia urungkan niat itu.
"Dimana suamimu berada maka disitulah kau tinggal,aku mau kita tinggal di Apartemen. Agar hati papa mu merasa senang" jelas Yuda,Bella diam tidak menanggapi ucapan Yuda.
"Kau pikir aku senang tinggal bersama mu ha? Aku terpaksa agar papa mu segera sehat lalu kita bercerai" lanjut Yuda,Bella menatap ke arah Yuda dengan tatapan intens.
"Baiklah dimana alamat Apartemen mu,nanti aku akan pergi sendiri kesana" ucap Bella mengalah,apa yang dikatakan Yuda ada benar nya bagi nya.
"Tidak perlu,nanti aku akan menjemputmu di Mansion"sahut Yuda, Bella mengangguk saja lalu ia melanjutkan langkah kaki nya untuk pulang ke Mansion nya.
Yuda menatap kepergian Bella dengan tatapan datar,ia sungguh tidak bisa membayangkan tinggal satu atap dengan gadis liar seperti Bella.
Faro merasa tidak fokus bekerja,ia melempar kasar dokumen di atas meja kerjanya.
Yuda menatap heran karna tuan muda nya tidak pernah seperti itu,ia selalu giat dalam bekerja.
"Apa ada masalah tuan?" Tanya Yuda, Faro menghela nafasnya berat.
"Bagaimana handphone Aleta sudah kau sadap?" Tanya Faro balik, Yuda memberikan handphone Aleta yang berada di saku jas nya.
"Sudah tuan,nona Aleta memang sering berkomunikasi lewat SMS dengan tuan Daniel" ucap Yuda, Faro tidak suka mendengar nya.
"Yuda hari ini sampai disini saja pekerjaan kita,aku ingin beristirahat dan kau pulang lah karna kau kan pengantin baru" ucap Faro
"Kau tau sekali bagaimana pernikahan ku tuan,kau saja yang pulang aku lebih baik mengerjakan dokumen yang banyak dari pada harus berhadapan dengan Bella" ucap Yuda, Faro tertawa kecil mendengar nya.
"Baiklah,nanti kalau kau sudah bosan kau boleh pulang"
Yuda mengangguk mengerti, Faro bergegas pergi menuju Mansion.
Yuda menatap kepergian Faro dengan tersenyum geli
"Bilang saja kau ingin bermesraan dengan nona Leta tuan,atau bahkan mereka Berdebat soal tuan Daniel?" Gumam Yuda,ia menerka nerka sendiri.
Faro keluar dari mobil mewahnya,ia berjalan menuju pintu masuk tapi tidak sengaja mata elang nya melihat seorang wanita tidur di bangku taman halaman depan.
"Siapa? Apa Aleta?" Tanyanya,ia berjalan menuju bangku taman,dan benar saja Aleta tertidur sangat lelap bahkan ia tidak peduli dimana dirinya sekarang tertidur.
"Astaga dia itu benar benar,bisa bisanya tidur di tempat seperti ini"ucap Faro,Leta menggeliat lalu ia bergerak ke kanan dan akhirnya ia terjatuh.
"Awww sakit, astaga kenapa aku tertidur disini.. aku pikir tadi dikasur,aduh sakit sekali pinggangku" lirih Leta,tanpa ia sadari ada Faro berdiri dibelakang nya.
Faro menahan tawanya,ia ingin melihat apa yang akan dilakukan gadis kecil dihadapannya ini.
"Untung ga ada yang lihat,tapi sumpah ya enak banget tidur disini" ucap Leta,ia berbicara sendiri. " Om tua itu kenapa si ngambil handphone aku? Jadi nya aku bingung mau melakukan apa sekarang" ucap Leta sebal, Faro melotot saat dikatain om tua oleh Leta.
"Siapa yang om tua hmm?" Tanya Faro dengan suara berat,Aleta menelan Saliva nya kasar.
"Apa dia ada dibelakang ku?"
"Iya aku berada dibelakang mu,dan aku lihat kau jatuh tadi dan aku juga dengar kau mengatai aku om tua" ucap Faro menjelaskan, Aleta seketika bangkit dari duduknya ia menatap Faro dengan senyum manisnya.
"Astaga tuan itu tidak benar,aku tidak ada mengatai mu om tua" ucap Leta ia berusaha membujuk Faro.
"Lalu siapa yang kau katai tadi ha?handphone mu aku yang ambil" ucap Faro,ia berjalan masuk ke dalam Mansion. Faro sebal dengan Aleta.
"Maafkan aku tuan.." ucap Leta,ia mengikuti Faro berjalan dibelakang nya.
"Maaf mu tidak aku terima,aku tidak suka dikatai tua oleh gadis ingusan seperti mu!" Ucap Faro ketus
"Astaga dia sangat mudah marah" gumam Leta didalam hati. "Baiklah tuan aku tidak akan mengatakan itu lagi" ucap Leta,ia ikut duduk di sofa disebelah Faro.
Faro membaca majalah dimeja ruang santai itu,ia tidak memperdulikan Aleta sama sekali.
"Mau ku buatkan kopi?" Tanya Leta, Faro menggeleng tidak mau.
"Lalu tuan mau apa?" Tanya Leta lagi dengan wajah lugunya, Faro berpura pura berpikir
"Apa pun yang aku mau akan kau lakukan bukan?" Tanya Faro, Leta mengangguk mantap.
"Aku ingin kau memijat bahu ku,aku sangat pegal pegal sekarang"
Aleta menatap tuan nya bingung
"Astaga kenapa dari sekian banyak hal dia meminta itu" gumam Leta didalam hati
"Kenapa kau diam saja? Kau tidak mau memijat ku?" Tanya Faro, wajahnya semakin kesal sekarang.
"Bukan aku tidak mau tuan,tapi aku.."
"Apa? Ah sudahlah lebih baik aku tidur" ucap Faro memotong pembicaraan Aleta,ia bangkit dari duduk nya berjalan menuju kamar nya.
"Astaga kenapa dia sangat mudah sekali marah" lirih Leta,ia menatap heran Faro yang berjalan jauh dari pandangannya.
"mood nya seperti wanita sedang mens" ucap Leta pelan.
kalian butuh visual dari semua tokoh ga bestie? koment yaaa