
Setelah selesai mandi,Aleta berpakaian rapi,ia berniat akan keluar dari Mansion untuk menghindari Faro.
Aleta mengintip sedikit di pintu kamar Faro, ternyata pria itu masih tertidur pulas. Aleta menghela nafas lega,ia bergegas turun kelantai bawah untuk pergi sebelum Faro bangun dari tidurnya.
"Mau kemana non?" Suara itu menghentikan langkah Aleta.
"Eh bi Imah,aku mau keluar sebentar bi.." sahut Aleta,ia merasa gugup karna Bi Imah terkenal dengan kepatuhan nya terhadap majikan nya.
"Kemana? Apa sudah pamit kepada tuan muda?" Tanya bi Imah
"Sudah kok bi,dia mengizinkan" jawab Aleta asal,bi Imah tersenyum manis.
"Oh begitu,baiklah non hati hati hati ya" ucap bi Imah,Leta tersenyum kecil ia bergegas pergi.
Kini Leta berada di taman dekat mansion,ia merasa curiga dengan 2 pria yang selalu saja mengikuti dirinya Sedari tadi.
"Siapa ya om itu? Apa dia mau melakukan hal jahat padaku?" Gumam Aleta didalam hati,ia menelan Saliva nya kasar.
Aleta memikirkan cara agar pria itu tidak mengikuti nya lagi,Aleta melihat keramaian ibu ibu senam di Taman, ide brilian nya muncul.
Dengan gerakan cepat Aleta berjalan diantara kerumunan ibu ibu,dan benar saja 2 pria itu mengikuti dirinya. Karena badan Aleta kecil dengan mudah dia bisa melewati ibu ibu itu,lain dengan dua pria itu, ibu ibu itu memukul mereka karena telah menganggu aktivitas mereka.
Aleta merasa senang,ia berlari mencari taxi sebelum dua pria itu mengikuti nya.
Tiba tiba Aleta melihat Daniel yang membuka pintu mobilnya, tanpa berpikir panjang Aleta berlari masuk kedalam.
Dan dua pria itu tidak mengetahui nya sama sekali
"Terimakasih kak Daniel" ucap Aleta,ia ngos-ngosan. Daniel tertawa kecil
"Apa kau kabur dari Faro?" Tanya Daniel,ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Tidak,aku lari dari pencuri" sahut Aleta,Daniel mengangguk saja.
"Kak, tolong antar aku kerumah Chika" pinta Aleta,Daniel menatap kearah Aleta sebentar,lalu ia kembali fokus ke jalan.
"Baiklah tuan putri" ucap Daniel,Aleta tersenyum kecil. Lalu mereka tertawa bersama.
Akhirnya Leta sampai di kediaman Chika,Daniel mengantar nya sampai ke dalam kamar Chika kebetulan sepupunya itu berada disana.
"Chika!" Panggil Daniel, Chika yang sedang menonton drama Korea menatap kearah suara yang begitu ia kenali.
"Eh kak Daniel,eh Aleta.." Chika bergegas bangkit dari kasur,ia memeluk Aleta erat.
"Aleta aku sangat merindukan mu" ucap Chika,Aleta membalas pelukan sahabat nya.
"Aku juga Chika.."
"Baiklah,kakak mau pergi dulu ya gadis kecil" ucap Daniel,Chika dan Aleta melepas pelukan nya.
"Kak Daniel terima kasih ya.." ucap Aleta, Daniel tersenyum manis,ia mengusap kepala Aleta lembut lalu pergi.
Aleta tersipu,ia merasa seperti dianggap adik oleh pria besar itu.
"Cieee" ejek Chika,Aleta menatap tajam sahabatnya itu.
"Kau mau menginap disini Leta?" Tanya Chika,leta berpikir sebentar.
"Rasanya aku malas kalau harus pulang bertemu dengan tuan Faro,aku takut rasa cemburu dihatiku akan meledak nantinya" gumam Leta didalam hati.
"Hei Leta,kok melamun si?" Tanya Chika,ia menarik Leta untuk duduk diatas kasur.
"Aku akan menginap,apa orang tua mu mengizinkan?" Tanya Leta
"Pastinya dong Leta,mami ku sedang berada di rumah sakit menemani mama nya kak Daniel,papa ku sedang berada di luar negeri" sahut Chika,Aleta menghela nafas lega.
"Sedang apa mama nya kak Daniel dirumah sakit?" Tanya Leta lagi,ia penasaran akan itu.
"Berkebun" jawab Chika, seketika Leta memukul bahu sahabatnya itu.
"Hahah ya sakit dong Leta,Tante Amira sedang sakit parah.." jelas Chika,Leta merasa kasihan dengan Daniel,pantas saja tadi ia melihat Daniel sepertinya sedang dalam keadaan gusar.
"Eh iya,aku akan memanggil Tiara untuk menginap disini juga" ucap Chika,Leta mengangguk setuju.
Tak lama tiara muncul dengan membawa banyak Snack,untuk mereka makan selama bercerita nanti.
"Wah lihat,Tiara sungguh pandai" puji Chika,Tiara memeluk Aleta erat.
"Kapan kau masuk sekolah seperti biasa,kelas rasanya sangat sepi tanpa mu" ucap Tiara,Aleta terharu melihat kasih sayang sahabat nya terhadap dirinya.
"Aku akan usahakan untuk bersekolah seperti biasanya" ucap Leta,Tiara dan Chika saling berpelukan.
Meraka makan snack sambil menonton drama Korea di lapto Chika,tak lupa pula mereka berkaraoke bersama sama.
Disisi lain, Faro terbangun dari tidurnya,perlahan ia bangkit dari kasur berjalan dengan mata tertutup menuju bathroom.
Setelah selesai mandi,Faro melihat seluruh penjuru kamar mencari Aleta tapi ia tidak menemukan nya.
"Kemana dia? Mungkin di lantai bawah" ucap Faro,ia memakai baju santai lalu berjalan menuju lantai bawah untuk makan malam.
"Bi Imah" panggil Faro,kini ia sudah duduk di meja makan sambil melahap makannya.
"Iya ada apa tuan muda?" Tanya bi imah
"Dimana Aleta? Kenapa dia tidak ada dikamarnya? Bahkan tidak ada disini juga?" Tanya Faro,ia merasa sangat merindukan gadis kecil itu.
"loh nona Aleta bukannya sudah minta izin kepada tuan?" Tanya bi Imah, seketika Faro menghentikan makannya.
"Maksud bibi apa?" Tanya nya dengan suara berat.
"Siang tadi nona Aleta mengatakan,ia mau keluar sebentar tuan,lalu ia juga mengatakan bahwa kau telah mengizinkan nya,jadi bibi membiarkan nona Aleta pergi" jelas bi imah, Faro menggebrak meja dengan kuat.
"Maafkan saya tuan.." ucap bi Imah
"Sudah berapa jam dia pergi?" tanya Faro
"Sudah 2 jam tuan"
Faro mengambil handphone nya di kantong celana, sembari menelpon seseorang ia berjalan menuju ruang tengah,nafsu makan nya hilang seketika.
"Hallo Yuda, tanyakan kepada bodyguard itu dimana Aleta sekarang!" Perintah Faro
"Baik tuan"
Faro mematikan panggilan nya,ia menunggu panggilan dari Yuda sembari menghentakkan jari jemari nya di Sofa.
Tak lama handphone nya berdering,dan itu dari Yuda
"Bagaimana?"
'Maaf tuan,para bodyguard kehilangan nona Aleta, karena nona Aleta melabui mereka hingga mereka kehilangan jejak sampai sekarang'
"Dasar tidak becus! Sekarang cari Aleta sampai ketemu!" Perintah Faro,ia mematikan panggilan nya.
"Leta,kau telah berani membantah ku?" Ucap Faro,ia membanting semua barang barang yang berada di ruang tengah.
Handphone Faro berdering lagi
"Ayah?" Lirih Faro,ia menarik nafas dalam lalu mengangkat panggilan itu.
"Ada apa ayah?" Tanya Faro
'faro, pergilah menuju perusahaan nak.. karena pertunangan mu sudah dibatalkan oleh mama mu sendiri,jadi pak Dirgantara menarik kerja sama nya,ayah sangat membutuhkan mu disini' ucap Harja, Faro menghela nafas nya berat.
"Baiklah ayah, Faro akan kesana" ucap Faro,ia mematikan panggilan itu, dengan terburu-buru Faro berganti pakaian kerja, padahal suasana hatinya sedang tidak baik.