
~
~
~
~
~
~
~
"Kau menyebalkan tuan" gerutu Aleta,ia membelakangi Faro, karena pipi nya bersemu merah sekarang.
"Hahaha tenanglah sayang, pertunangan itu sudah batal.." ucap Faro.
Leta hanya diam, Faro memeluk Leta dengan erat.
"Kau jangan kabur lagi ya sayang,aku sungguh khawatir" bisik Faro ditelinga Leta.
"Hatiku sakit saat melihat mu bersama dengan Daniel tadi" ucap Faro lagi,Leta menatap sendu Faro.
Tiba tiba bi Imah memasuki kamar Faro yang kebetulan tidak terkunci
"Maaf tuan.."
Seketika Faro melepas pelukannya,Aleta merasa malu dipergoki bi imah seperti ini
"Ada apa bi?"
"Ada tamu di bawah,dia ingin bertemu dengan tuan sekarang juga" ucap bi Imah, Faro mengangguk paham.
Bi Imah berlalu pergi, sejujurnya ia merasa canggung karena telah memergoki sang majikan yang sedang berpelukan mesra dengan Leta.
Faro menatap Leta
"Sayang,kau tetap lah disini.. tunggu aku" ucap Faro,Leta mengangguk paham.
Leta menatap kepergian Faro
"Bagaimana aku akan mengatakan kepadanya, bahwa aku sudah menikah dengan kak Daniel" gumam Leta didalam hati,ia akan mencoba menjelaskan pada Faro nanti,Leta merasa yakin kalau Faro pasti akan mengerti.
Faro turun kelantai bawah untuk melihat siapa orang yang datang malam begini
"Viola itu kau?" Tanya Faro, Viola mengangguk mantap.
"Kenapa kau ada disini?" Tanya Faro dengan suara beratnya.
"Mama mu yang memberi tahu ku bahwa kau sedang ada disini sayang" jawab Viola, Faro duduk sofa.
"Apa maumu?" Tanya Faro,ia tahu sekali pasti Viola ada Niat yah terselubung.
"Tidak ada,hanya ingin melihat mu" sahut Viola.
"Kalau begitu,sebaiknya kau pergi saja!" Perintah Faro.
"Sebelum itu temani aku minum Faro"
"Tidak" tolak Faro
"Kenapa? Kau takut aku beri racun?" Tanya Viola, Faro hanya diam menatap nya dengan tatapan membunuh. Viola mengambil segelas minum itu,ia menenggak habis minum nya.
"Lihatlah, tidak terjadi apa apa kan? Kalau kau tidak minum,aku tidak akan pergi Faro" ucap Viola,Faro merasa Viola tidak akan berani melakukan hal aneh, karena ini berada tepat dikediaman nya,lagian yang membuat minum ini adalah bi Imah.
Dengan sekali tenggak, Faro menghabiskan semua minum nya. Viola tersenyum sinis.
"Berhasil! Obat itu pasti akan beraksi sebentar lagi,kau akan menjadi milikku Faro"gumam Viola didalam hati.
"Pergilah!" Perintah Faro
"Ta-ta-tapi.."
"Pergi!" Teriak Faro, Viola tetap kekeh duduk tidak mau pergi, karna ia menunggu reaksi obat perangsang itu.
Tapi Faro memanggil bodyguard untuk membawa Viola, membuat wanita itu tidak bisa memberontak.
Kini Viola berada di mobilnya
Faro merasa gerah,ia merasa benar benar kepanasan.
Faro bergegas naik ke kamarnya,Aleta terkejut saat melihat Faro membuka baju nya dan membuang nya asal.
"Loh kenapa tuan?" Tanya Leta
"Panas,aku benar benar gerah" sahut Faro,ia menaikkan level suhu AC.
Faro duduk disamping aleta,ia menatap bibir Aleta
"Kau sangat sexy" puji Faro, aleta menatap Faro dengan tatapan bingung.
Aleta menyentuh kening Faro, membuat pria itu meringis.
"Ada apa dengan ku? Apa jangan jangan Viola memberi ku obat perangsang?" Gumam Faro didalam hati, Faro menepis tangan Leta yang mendarat ditangannya.
"Jangan sentuh aku aleta!" Ucap nya dengan suara tegas,Leta menatapnya bingung.
"Kenapa?" Tanya Leta lugu
"Aku bilang jangan sentuh aku!" Teriak nya,Aleta tersentak kaget.
"Aduh panas sekali,ini akan menyiksa ku" ucap Faro pelan,Aleta mendengar nya.
"Kau kenapa tuan?" Tanya Leta,dengan gerakan cepat Aleta duduk dipangkuan Faro membuat pria itu memejamkan matanya.
"Aleta turun! Aku benar benar tidak bisa menahan nya"
"Menahan apa?"
Faro geram,ia ******* bibir Leta dengan ganas hingga Aleta kewalahan membalasnya.
"Ahhh" desah Aleta, Faro membaringkan Aleta dikasur,ia meraba seluruh tubuh Aleta,ketika ia sampai di digunung kembar,ia meremas nya dengan penuh nafsu membuat Aleta mendesah keenakan.
"Ahhh tuan.. hentikan.." desah Aleta, Faro mencium bibir Aleta lagi dengan ganas.
Faro menjamah semua tubuh Leta,hingga kini Aleta naked,Faro menatap kagum tubuh mulus Aleta.
"Kau sangat indah sayang" puji Faro, Aleta tersipu malu. Wajah Faro turun sampai menuju milik Aleta,ia menjilat nya hingga membuat Aleta mendesah keenakan.
Setelah Aleta mendapat pelepasan nya, Faro mengarahkan tangan aleta ke senjata milik nya
"Aleta aku sangat menginginkan mu,apakah kau siap?" Tanya Faro,dengan penuh nafsu Faro berusaha menanyakan itu.
Aleta menatap Faro,ia meremas senjata itu lalu mengangguk kecil. Dengan pelan pelan Faro memasukkan senjatanya kedalam lubang kenikmatan milik Aleta.
"Aahh sakit tuan" teriak Aleta,ia meneteskan air mata, Faro ******* bibir Leta dengan lembut agar wanita itu melupakan rasa sakitnya.
Lama kelamaan Aleta mulai terbiasa dengan milik Faro,awalnya sakit tapi kelamaan ia merasakan kenikmatan nya.Awalnya perlahan tapi lama kelamaan Faro melakukan gerakan cepat, membuat Leta mendesah keenakan.
Selama 4 jam mereka melakukan itu,tapi Faro belum merasakan pelepasan sementara Aleta sudah keluar berulang kali.
Aleta merasa Faro benar benar gagah,bahkan ia sampai benar benar kelelahan.
Kini Aleta berada diatas tubuh Faro dengan bokongnya yang bergoyang,ia melihat wajah Faro yang keenakan. Aleta merasa milik Faro mulai membesar, dengan cepat Faro mengganti posisi hingga Aleta berada dibawahnya. Dengan gerakan cepat Faro menghentak kan Aleta,hingga pelepasan mereka datang secara bersamaan.
"Ahhhh" desah Faro dan Leta,Faro menyembur kan semua benih nya didalam rahim Aleta,Aleta yang lemas tidak memperhatikan itu.
Faro berbaring disamping Aleta,dengan penyatuan yang masih bersatu.
"Tuan.. lepasin dulu" ucap Leta, Faro tersenyum kecil ia melepaskan milikinya membuat Aleta mendesah kecil.
"Tidurlah" ucap Faro,ia memeluk Leta dengan erat,ia juga mengecup kening Aleta dengan lembut.
Aleta menatap Faro yang telah memejamkan mata,ia merasa bersalah dengan Daniel
"Maafkan aku kak Daniel,aku tidak bisa lari dari hatiku" ucap Leta,ia memeluk Faro erat.
"Kenapa tubuh ku seperti ini? Tadi aku ingin menolak,tapi tubuh sia*** ini malah menikmati" gumam Leta didalam hati,ia bingung harus mengatakan apa kepada Faro.
"Seharusnya aku tidak usah mau menikah dengan kak Daniel,aku harus membicarakan ini dengannya" gumam Leta,ia menatap langit langit kamar.
"Leta tidurlah" ucap Faro dengan suara sedikit serak,aleta mengangguk,ia memeluk Faro erat,ia sangat nyaman dengan posisi seperti ini.
Tinggalkan komen kalian ya para readers,para readers setia akuπ Thank you uda baca sampai sejauh iniπ₯°ππ kiss jauh dari author π€ͺππ