
"ini anak saya Zenia,dan ini putra saya Alden" ucap pak Dirgantara,ia mengenalkan putra dan putri nya kepada keluarga Dewantara.
"Soal perjodohan itu, sepertinya perlu kita bahas ulang pak Dirga" seru Harja dengan suara berat,Anita menatap suaminya.
"Kenapa begitu pak Harja? Kami sudah membahas nya dengan istrimu" sahut dirgantara
"Soal itu ayah,aku rasa tidak perlu dibahas lagi" timpal Faro,Harja menatap putranya.
Harja bangkit dari duduknya dan menarik tangan putranya untuk mengikuti dirinya pergi dari ruang tamu
"Apa apaan kau Faro? Ayah sedang menyelamatkan dirimu dari pertunangan yang tidak kau ingin kan" ucap Harja, Faro menatap ayah nya dengan tatapan datar.
"Apa menurut ayah kita harus membiarkan mama bunuh diri?" Tanyanya dengan suara berat
"Aku tidak mau kehilangan mama ayah,tapi juga tidak berarti aku bertunangan dengan Zenia" lanjut Faro.
"Itu bisa kita pikirkan nak,mama mu tidak akan melakukan itu, percayalah kepada ayah mu ini" ucap Harja dengan penuh keyakinan.
"Menurut ku ayah,kita ikuti mama hari ini,nanti aku akan memikirkan cara agar pertunangan ku dengan Zenia batal" ujar Faro
"Lalu Aleta?" Tanya Harja
"Aleta akan mengerti ayah.." sahut Faro, dengan berat hati akhirnya Harja menyetujui saran anak nya.
Zenia panik saat melihat Harja dan Faro yang pergi begitu saja,ia takut pertunangan yang kedua kali ini akan gagal.
"Kak, pria besar itu yang akan kau nikahi?" Bisik Alden,Zenia menatap tajam sang adik yang terlalu kepo.
"Kalau sudah tahu kenapa masih nanya" sahut Zenia,ia begitu gugup sekarang.
"Aku rasa pria itu adalah majikan Aleta, ternyata dia CEO kaya raya" gumam Alden didalam hati,ia menelan Saliva nya kasar saat melihat Faro dan Harja yang kembali duduk.
"Bagaimana pak Harja?" Tanya Dirga
"Masalah pernikahan ini akan menguntungkan kedua Perusahaan kita" timpal Desi istri Dirga.
"Kau benar nyonya Desi, putra ku sudah setuju. Cuman tadi dia belum mengatakan kepada ayah nya jadi mereka perlu membahas nya sedikit" ucap Anita, dirgantara dan Desi menghela nafas lega.
Faro menatap datar Zenia yang kini duduk berhadapan dengannya,ia merasa jengah melihat nya.
"Tapi aku mau pertunangan ini di rahasiakan, tidak ada satupun orang yang tau" ucap Faro
"Kenapa begitu Faro?" Tanya Zenia
"Kalau kau tidak setuju,maka lebih baik pertunangan ini tidak kita laksanakan" sahut Faro,Anita mengangguk setuju.
Dengan berat hati kelurga Dirga mengikuti saja saran Faro,yang terpenting anak mereka sudah bertunangan dengan seorang CEO yang begitu di idamkan oleh banyak orang.
Pertunangan berjalan dengan lancar,Harja hanya mengikuti alur acara, menanggapi ucapan Dirga seadanya.
Faro duduk di kursi yang ada dihalaman samping, pandangan nya lurus kedepan.
Ia melihat cincin yang melingkar di jarinya.
"Faro dari tadi aku mencari mu" ucap Zenia,ia ikut duduk disamping Faro.
"Hmm" hanya itu tanggapan Faro.
"Aku tidak menyangka, akhirnya kita bersama ya.. padahal dulu nya aku pacaran dengan Daniel bukan dengan mu"
"Ingatlah Zenia,andai kau tidak menyelingkuhi Daniel maka pasti hari ini kau bertunangan dengannya bukan dengan ku" ucap Faro ketus,Zenia menatap Faro yang masih memandang lurus ke depan melihat bunga bunga di taman Mansion Utama.
"Aku tidak peduli kau mau bicara apa dengan ku Faro,yang terpenting sekarang kita sudah menjalin sebuah hubungan" ucap Zenia,ia pergi berlalu meninggalkan Faro.
"Ini sudah hampir malam Yuda, kenapa tuan belum kembali?" Tanya Aleta, perasaan nya sangat tidak enak sekarang.
Saat Yuda ingin menjawab pertanyaan Aleta,tiba tiba Bella memasuki Mansion
"Faro!" Teriaknya,seketika Yuda bangkit dan menghampiri Bella yang kini telah menjadi istrinya.
"Bella,kenapa kau teriak teriak begitu?" Tanya Yuda
"Dimana Faro?" Tanya nya lagi,ia melihat Aleta yang duduk di sofa sambil menatap nya bingung.
"Kok kamu ada disini?" Tanya Bella
"Aku.."
"Bella,ada apa ini? Kenapa kau bisa tahu kalau tuan muda berada disini" tanya Yuda, ia memotong omongan Aleta,Bella duduk di sofa berhadapan dengan Aleta.
"Aku tau dari Daniel" jawabnya cepat,ia menatap Aleta heran.
"Faro itu benar benar tergila gila pada gadis kampung ini" gumam Bella di dalam hati
"Aku ingin bicara kepada Faro,masa iya bisa bisanya menolak aku lalu ia.."
"Nona Aleta, sebaiknya kau masuk kedalam kamar tuan muda,aku rasa tuan muda akan pulang sebentar lagi" ucap Yuda,Bella membelalakkan matanya mendengar perkataan Yuda.
"Aku ingin tahu apa yang dikatakan nona Bella" sahut Aleta menolak
"Bella hanya ingin bicara tentang ku dengan tuan muda,apa kau lupa nona,kalau sekarang aku suaminya" ucap Yuda,ia memeluk Bella dengan erat. Bella berusaha memberontak tapi yuda menahan pinggangnya untuk menurut.
"Astaga aku lupa, baiklah aku akan naik ke atas" ucap Leta, dengan tersenyum geli ia pergi meninggalkan sepasang pengantin baru itu.
Bella mencubit tangan Yuda, membuat sang empu kesakitan
"Aww sakit tahu"
"Rasain" seru Bella ketus
"Tadi kau ingin mengatakan apa Bella?" Tanya Yuda,ia mengelus tangannya yang dicubit oleh sang istri.
"Faro bertunangan dengan Zenia Dirgantara, astaga kenapa dia memilih wanita itu? Padahal dari segi perawan aku unggul" ucap Bella, Yuda terkejut.
"Kau tahu dari mana?"
"Dari Daniel,tadi aku bertemu dengannya di cafe,jadi kami bercerita sedikit. Zenia sendiri yang mengatakan kepadanya bahwa ia akan menikah dengan Faro" jelas Bella,Yuda menghela nafas berat,ia bingung sekarang harus apa.
"Aku benci sekali dengan Faro" ucap Bella kesal,ia memukul tas nya dianggap barang itu adalah Faro.
"Ayo kita pulang ke apartemen" ajak Yuda, karena Bella hanya bengong,Yuda menarik tangannya untuk masuk kedalam mobil Yuda.
"Ada apa si Yuda? Aku ingin bicara dengan Faro" ucapnya dengan intonasi tinggi,Yuda mengunci pintu mobil hingga Bella tidak akan bisa keluar.
"Kenapa kau marah padanya ha? Kau kan sekarang istriku" ucap Yuda, Bella menatap Yuda yang sedang melajukan mobilnya menuju keluar dari Mansion.
"Istrimu? Kita hanya sementara"
"Tidak,kau pikir aku suka menikah berulang ulang" sanggah Yuda
"Kalau kau menganggap pernikahan kita ini benar benar,kenapa kau memisahkan kamar kita? Padahal kan aku ingin sekamar dengan mu" ucap Bella,ia menutup mulutnya yang keceplosan.
"Astaga ternyata kau itu sangat lugu, dibalik ke anggunan mu ada mulut yang bocor" ucap Yuda,ia menahan tawanya karena melihat Bella yang pipinya bersemu merah.
"Kau fokuslah menyetir! Aku tidak mau mati bersama mu" celetuk Bella,ia menatap kearah luar jendela dengan perasaan malu dan kesal yang bersatu padu.