
••
Di Apartemen kota X,Yuda mondar-mandir menunggu kepulangan Bella.
"Kemana si dia?di telpon ga di angkat.."ucap nya, tiba tiba orang yang ditunggu nya sedari tadi muncul.
"Bella!kau itu dari mana?aku menunggu mu sedari tadi"omel Yuda,Bella menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Maafkan aku Yuda..tadi aku dari rumah mama dan papa,ingin tahu kabar mereka"jawab nya
"Tapi jika kau mau marah itu nanti saja,ada yang ingin aku katakan padamu"
"Apa? penting tidak? Aku menginginkanmu malam ini..besok aja deh ceritanya"ucap nya,ia meraih tangan Bella agar duduk disampingnya.
"Tapi ini sangat penting, menyangkut tentang kehidupan tuan muda mu"jelasnya,Yuda mengeryit dahi bingung.
"Ada apa si?"
"Daniel sudah menikah malam ini"
"Terus? seperti nya tidak ada hubungan nya dengan tuan muda"
"Ihh ada,wanita yang dinikahi Daniel itu Aleta"lanjutnya,Yuda terdiam,ia mencoba mencerna semua omongan Bella.
"Kau bercanda? Kau tahu darimana? Itu tidak mungkin Bella"
"Papa Daniel kan berteman akrab dengan papa ku,jadi beliau mengirim kan foto anak nya yang menikah,dan aku terkejut saat melihat nya tadi, ternyata itu Aleta wanita yang dinikahi oleh Daniel"jelas bella,Yuda semakin yakin.
"Ah iya, pantas saja tadi nona Aleta bersama dengan Daniel"
"Tu kan..aku ga bohong"
"Lalu bagaimana dengan nasib tuan muda?"
"Mana aku tahu,rasain akhirnya dia merasakan apa yang aku rasakan"umpat Bella,Yuda memijit pelipisnya,ia benar benar terkejut dengan berita yang ia dengar.
"Sudah jangan di pikir kan, katanya mau itu lagi..ayo lah"ajak Bella,Yuda tersenyum tipis. Dan akhirnya hubungan panas terjadi lagi diruang tamu,sofa menjadi saksi bagaimana keganasan Yuda dalam menyentuh Bella.
••
Pagi hari Aleta terbangun dari tidurnya kala sinar matahari yang memancar di matanya.
Aleta berusaha menyadarkan dirinya dari tidurnya,ia menatap Faro yang sedang memeluk nya dengan erat.
Aleta berusaha bangkit,ia melepas pelukan Faro perlahan agar pria besar itu tidak terbangun.
"Aku ingin ke bathroom"sahut nya,Aleta berusaha bangun tapi intinya sangat sakit.
"Awww"rintih nya, Faro ikut bangkit kala mendengar keluhan sakit Aleta.
"Masih sakit?"
"Iya! milik mu kebesaran tau!"sahut Aleta,bibirnya cemberut membuat Faro gemas.
"Bukan kebesaran,tapi milik mu ini belum terbiasa dengan milik ku"jelas nya,Aleta tersenyum malu, mereka seperti pengantin baru yang habis melaksanakan malam pertama.
"Ah iya,aku akan mengurus pernikahan kita secepatnya Aleta..aku akan menjadikan mu sebagai milik ku secepat nya agar aku bisa puas merasakan tubuh mu setiap harinya"ucap Faro,Aleta terdiam mendengar perkataan itu.
"Kau tidak mau menikah dengan ku?"
"Aku tidak ada bicara begitu Faro.."
"Lalu kenapa kau tidak bahagia?"
"Aku bahagia,hanya saja.."Aleta terdiam,ingin sekali ia berkata jujur,tapi bibir nya keluh untuk mengatakan bahwa dirinya telah menikah dengan Daniel.
"Ah sudahlah, walaupun kau tidak mau menikah dengan ku,aku tetap akan memaksa mu,hanya aku yang berhak menikahi mu didunia ini"ucap nya,Aleta tersenyum kecil,ia mengangguk pelan.
"Ayo,kita mandi bersama"ajak nya,Faro menggendong aleta membawa nya ke bathroom lalu mereka mandi bersama tak hanya mandi,tapi juga terjadi pergulatan panas disana.
Dua jam berlalu,Aleta merasa tubuh nya remuk karna Faro tidak berhenti menggagahi dirinya.
"Aku sangat lelah"lirihnya,Faro tersenyum tipis.
"Kau akan bekerja?"tanya Aleta, Faro menggeleng kan kepalanya.
"Tidak,aku mau seharian ini berada dikamar bersama mu"
"Ha?"
"Iya,nanti bi Imah akan datang membawa makanan,cepat habiskan agar kita bisa lanjut lagi"
"Kau memang mesum!"
"Aku hanya mesum kepada mu, tidak dengan yang lain Aleta"
"Aku tidak percaya itu"sahut Aleta, Faro tertawa kecil.
"Aku mau ke ruang kerja ku dulu,nanti aku akan kembali"ucap nya,Aleta mengangguk,ia tergeletak lemas di atas kasur.