
Aleta kini telah pulang sekolah tapi,ia dan sahabat nya sedang duduk di kantin karna pelajaran terakhir tadi jam kosong.
Jadi mereka menunggu bel sekolah sambil makan jajanan disana.
"Hari ini jadwal nya aku tidak berkerja gays.." ucap Leta sembari memakan jajanan,Tiara dan Chika girang saat mendengar ucapan Leta
"Wah bagus.. itu selalu kami tunggu taaa.." sahut Chika
"Terus kita kemana ya biar asik dan ga ngebosenin gitu" timpal Tiara bertanya dengan dua sahabat nya, Chika dan Leta menaikan bahu mereka tanda mereka tidak tahu akan melakukan apa.
"Aku punya ide! Kita main dirumah ku aja.. karna mami dan papi ku baru aja pergi ke luar negeri,jadi kita akan bebas melakukan apa pun.." ujar Chika, Tiara dan Leta mengangguk setuju
"Kita nanti beli jajanan yang banyak.." timpal Leta
"Kamu yang traktir kan Taa?" Gurau Tiara
"Aman" sahut Leta,Tiara dan Chika tertawa bersama begitu pula Aleta.
"Terus kita akan makan aja gitu ga ngelakuin apapun?" Tanya Tiara
"Kita berenang juga bisa,dan kita bisa party dirumah aku.." ucap Chika semakin semangat membayangkannya.
"Tadi uda bel kan ya?" Tanya Leta
"Astaga iya,ayo sekarang kita berangkat ke rumah kamu Chik.." ajak Tiara, mereka pun pergi bersama sama menuju rumah Chika.
Aleta tadi pagi sudah mengatakan kepada pak supir bahwa ia akan pergi bermain dengan teman temanya maka ia tidak perlu dijemput.
Kini mereka sudah sampai di kediaman rumah Chika,rumah itu begitu mewah.
Tiara dan Chika terlahir dari keluarga kaya,lain dengan Leta. Tapi mereka berteman dengan Aleta tidak memandang sama sekali apa kedudukannya. Sehingga hal itu yang membuat Aleta merasa nyaman bersahabat dengan dua temannya ini.
"Ayo masuk.." ajak Chika, mereka memasuki rumah Chika yang begitu mewah. Tiba tiba seorang wanita paruh baya menyapa mereka
"Eh nona Chika bawa siapa?" Tanya bi Ratih
"Eh bi kenalin ini Aleta sahabat ku,kalau dia masa bibi lupa siapa dia?" Gurau Chika, sambil menunjuk kearah Tiara
"Haha iya tau non, cuma bibi heran kok ada wajah asing.." sahut bi Ratih, Leta tersenyum manis kearah bi Ratih, sementara Tiara menatap jengah akan Chika yang begitu menyebalkan baginya.
"Bi buatin makan siang ya, nanti bawa ke kamar aku" ucap Chika,bi Imah mengangguk mengerti lalu berlalu pergi ke dapur.
"Ayo gays, kamar aku ada di atas" ajak Chika, mereka pun berlalu menaiki tangga untuk menuju kamar pribadi Chika.
Aleta sangat menyukai gaya kamar Chika yang bernuansa pink,benar benar seperti kamar impiannya yang tak pernah terwujud.
"Kalian kalau mau tidur tiduran juga ga papa kok gays, anggap saja sebagai kamar kalian sendiri.." ucap Chika
"Iya Chik.. hmm aku mau ke toilet boleh?" Tanya Leta dengan wajahnya yang lugu, Chika dan Tiara tertawa kecil
"Ya ampun taaa ya boleh laaa" sahut Chika, Leta cengengesan ia pun berlalu pergi menuju bathroom.
Sementara itu Chika mengambil laptopnya,dan Tiara ia menata bantal bantal yang ada di kasur Chika karna mereka akan menonton di atas kasur.
"Kita nonton film genre apa?" Tanya Chika sembari melihat lihat koleksi film filmnya
"Genre romansa dong.." sahut Leta,yang kini sudah menghampiri sahabatnya di atas kasur.
"Aku mah terserah" timpal Tiara
Akhirnya mereka menonton film romansa dengan wajah seriusnya,tiba tiba bi Ratih datang dengan membawa nampan berisi 3 piring nasi.
"Non makan siang dulu.. ayo turun dari kasur dan makanlah" ujar bi Imah, Chika mengangguk lalu bi Imah meletakan nampan itu di meja yang ada dikamar Chika,lalu berlalu pergi.
"Kita makan dulu yaa.. film nya kita pause dulu.." ucap Chika,lalu mereka turun bersama dari kasur.
Tiara memberi masing masing piring nya dan tak lupa pula minum nya agar tidak seret. Mereka makan dalam diam tapi kadang juga Chika membuat lelucon sehingga mereka tertawa bersama.
Setelah selesai makan mereka kembali naik ke kasur untuk melanjutkan film mereka tadi.
Tiba tiba adegan ciuman terjadi,Tiara dan Chika menutup wajah mereka. Lain dengan Leta yang menatap serius cara berciuman sepasang kekasih di film itu.
"Loh Taa kamu ga tutup muka? Apa pernah ngelakuin?" Tanya Tiara dengan wajah seriusnya, Leta gelagapan
"Ih engga,aku cuma ya lihat saja.. hmm kalian kenapa tutup muka? Kalian kan pernah kan ciuman begitu?" Tanya Leta balik mengalihkan pembicaraan,Tiara dan Chika saling pandang
"Iya kami pernah lakuin itu, cuma tadi spontan aja gitu tutup muka" jawab Chika, Tiara mengangguk mengiyakan.
"Taa kami boleh bertanya sesuatu ga sama kamu? Tapi kamu jangan tersinggung yaa.." ucap Tiara dengan wajah nya sedikit agak serius, Aleta menatap bingung kedua sahabatnya
"Boleh.. kalian mau nanya apa?" Jawab Leta,ia merasa sahabat nya pasti menanyakan tentang pekerjaan nya.
"Kamu jadi sugar baby?" Tanya Chika
"Chika jangan langsung ke kata itu dong,kamu ini bagaimana si?" Ucap Tiara sebal akan Chika yang ceplas-ceplos
"Sugar baby itu apa?" Tanya Leta dengan muka bingung nya,sontak Tiara dan Chika menepuk jidat mereka bersamaan.
Tiara mematikan film nya lalu menutup laptop Chika karna mereka akan bicara serius.
"Kamu beneran ga tau sugarbaby?" Tanya Chika ke Leta, Leta menggeleng cepat
"Apa kita jelasin saja ke dia raa?" Tanya Chika ke Tiara
"Hmm biar aku saja yang jelasin, sugar baby itu kamu dihidupin mewah sama seorang laki laki berumur atau seperti majikan kamu itu.. apa yang kamu inginkan pasti dituruti oleh pria itu.." jelas Tiara, Leta mencerna penjelasan Tiara
"Tapi ia memberi tidak gratis,ada bayarannya seperti tubuh kamu jadi milik pria itu" timpal Chika
"Kenapa kalian bisa berpikir aku begitu?" Tanya Leta dengan wajahnya yang sedikit agak sedih
"Karna kamu beberapa hari ini agak beda gitu taa,kamu memiliki barang mewah dan diantar jemput oleh supir yang menaiki mobil mewah.. untuk seorang maid hal seperti itu kan aneh" ucap Tiara
"Aku ga merasa aku menjadi sugar baby seperti yang kalian katakan.. memang tuan ku baik sekali kepadaku,dia memenuhi segala kebutuhan ku tapi dia juga tidak pernah mengatakan kalau aku sugarbaby nya.." jelas Leta,Tiara dan Chika saling memandang.
Mereka merasa tidak enak dengan Leta,apa lagi mereka melihat wajah Leta yang sedih
"Maaf taa.. kami tidak maksud begitu,kami hanya merasa aneh sedikit saja" ucap Chika,ia menggenggam erat tangan Leta,Tiara juga melakukan hal yang sama.
Leta tersenyum kepada kedua sahabatnya
"Tidak perlu minta maaf kok gays,aku tau kalian sangat mengkhawatirkan aku.. aku yang salah tidak pernah bercerita sama kalian jadi kalian berpikir sendiri begitu" ujar Leta, mereka saling berpelukan.
Kini antara Tiara dan Chika tidak akan saling penasaran lagi akan Aleta, mereka sudah tenang karena Aleta sudah jujur kepada mereka.
Chika mengajak sahabat nya untuk berenang karna hari begitu panas.
Mereka berenang dengan begitu ceria,tidak memikirkan masalah apapun.
Daniel yang baru sampai dari Perusahaan nya menuju rumah Chika,mama nya menyuruh Daniel untuk melihat Chika karna anak itu ditinggal sendiri dirumah nya.
Daniel masuk dengan wajah sebalnya,lagi lagi ia bertemu dengan sepupunya yang menyebalkan.
Daniel mendengar suara wanita tertawa di kolam renang,ia pergi menuju kesana.
Daniel tersenyum senang saat melihat Aleta yang sedang duduk dipinggir kolam renang sambil tertawa karna melihat Chika dan Tiara yang saling serang air.
"Hai Aleta" sapa Daniel, Aleta tersentak kaget. Begitu pula Chika dan Tiara
"Kak Daniel ngapain kesini?" Tanya Chika, Daniel tidak menghiraukan pertanyaan Chika,ia malah mendekati Aleta yang sedang duduk di pinggir kolam.
"Kaki kamu udah sembuh?" Tanya Daniel, Aleta begitu gugup melihat Daniel yang begitu tampan.
"Sudah kak.." jawabnya, Leta sangat malu apa lagi sekarang ia memakai pakaian renang.
"Baguslah" ucap Daniel, Daniel berjalan menuju kursi yang ada di dekat kolam lalu mengambil jubah handuk milik Chika lalu memakai kannya ke Aleta.
Tiara dan Chika saling menatap bingung
"Eh sejak kapan bisa begitu?" Tanya Chika lagi,ia keluar dari kolam renang menuju kursi. Chika juga mengambil jubah handuk nya untuk nya dan untuk Tiara.
"Apa si kamu cerewet sekali!" Ketus Daniel, Chika menatap tajam Daniel
"Kakak jangan ganjen ya sama sahabat ku!" Ucap Chika dengan wajah mengancam, Daniel tertawa
"Hei gadis kecil! Kamu itu siapa Aleta ha?! Sok ngatur ngatur gitu.." sahut Daniel,ia melihat ke arah Leta yang menatapnya bingung
"Kamu itu cassanova!!" Teriak Chika, Daniel melotot ke arah sepupu kecilnya,ia menjewer telinga Chika sehingga sang empu berteriak kesakitan.
"Rasain suruh siapa kamu ga sopan begitu sama aku ha?! Nanti aku akan adukan ke mami kamu kalau kamu itu ga sopan sama kakak sepupu kamu,biar uang jajan kamu di potong!" Ancam Daniel,seketika Chika memasang wajah imut kepada Daniel
"Kak Daniel jangan gitu dong..oke aku minta maaf ya.. kalau mau dekatin Aleta boleh kok,aku dan Tiara tidak akan ganggu.." ucap Chika, Leta tercengang mendengar perkataan Chika.
Chika mengajak Tiara pergi meninggalkan Daniel dan Aleta.
"Huh dasar!" Caci Daniel,ia menatap ke arah Leta yang masih menatap bingung sahabat nya yang tega meninggalkan nya bersama dengan Daniel di kolam renang begini.
"Leta kamu sebaiknya ganti baju dulu,nanti kita bicara lagi" ucap Daniel, Leta mengangguk,ia berjalan meninggalkan Daniel menuju kamar Chika.
Daniel menatap kepergian Aleta dengan senyum yang tersungging di bibirnya.
"Kau tau Aleta,karna dirimu aku tidak bisa tidur, bahkan aku tidak berselera menyentuh wanita manapun karna mu.." gumam Daniel,ia berjalan menuju ruang tamu untuk menunggu Aleta berganti pakaian.
Sementara di kamar Chika, Aleta menatap tajam sahabatnya yang kini sudah berpakaian santai begitu pula Tiara.
"Chika kamu tega ninggalin aku sama kak Daniel begitu,aku canggung sama kak Daniel.." ucap Leta sebal, Chika tertawa kecil begitupula Tiara
"Sama cowo ganteng kenapa canggung Taa.." goda Tiara, seketika pipi Aleta bersemu merah
"Ih kalian nyebelin tau.." ucap Leta sebal,ia berjalan menuju bathroom dengan wajah bete nya
"Taa baju mu ketinggalan,masa iya kamu nyuruh kak Daniel untuk mengambil kannya" goda Chika,Tiara tertawa.
Aleta berbalik,ia mengambil baju seragam sekolahnya,tak lupa ia menatap tajam sahabatnya lalu berlalu pergi menuju bathroom.
"Hahaha dia salting raaa" ucap Chika
" Aku rasa kak Daniel suka sama Aleta,kamu setuju ga Chik?" Tanya Tiara
"Jelas setuju dong.. mana tau Aleta bisa mengubah kak Daniel menjadi lelaki yang lebih benar" sahut Chika.
Tak lama Aleta keluar ia sudah memakai seragam sekolah nya kembali
"Chik,raaa aku mau pulang deh.. aku takut nanti Tuan ku marah.." ucap Leta pamit, Chika dan Tiara mengangguk.
Mereka turun dari kamar Chika,mereka melihat Daniel yang sedang duduk di sofa ruang tamu sambil membaca majalah
"Eh letaa sudah mau pulang?" Tanya Daniel
"Iya kak,sudah sore.." jawab Aleta, Daniel tersenyum kecil
"Aku antar yaa?"
"Tidak usah kak,aku sudah pindah tidak di Mansion Utama lagi.." Leta mencoba menolak, Daniel menatap bingung Aleta. Daniel merasa kenapa Faro selalu mengajak Aleta pindah sana pindah sini.
"Kau tinggal tunjukan saja jalannya Leta,kak Daniel sangat tahu jalan sekitar Kota ini" sela Chika,ia akan mencoba untuk merayu Aleta agar mau di antar kak Daniel.
"Leta kamu juga pulang mau naik apa? Bus disekitar sini juga tidak ada.." sambung Tiara, Leta mencoba membuka handphone nya untuk menelpon pak supir sayangnya handphone nya habis baterai.
"Udah deh taaa biar aman pulang sama kak Daniel saja.." ucap Chika, Aleta merasa tidak enak kalau menolak,ia segan akan Chika dan juga dengan kak Daniel dengan terpaksa ia mengangguk mau. Daniel dan yang lain tersenyum senang.
"Ya sudah ayo kita berangkat" ajak Daniel, Leta didorong oleh Chika agar lebih dekat dengan Daniel.
"Hati hati yaaa" ucap Chika dan Tiara secara bersamaan. Aleta melotot ke arah sahabatnya tapi dua makhluk dihadapannya itu malah mengejek nya.
"Kenapa aku memiliki teman seperti kalian" gerutu Aleta di dalam hati.
Kini Aleta sudah berada di dalam mobil Daniel, Daniel sudah melajukan mobilnya.
"Kak Daniel emang ga kerja?" Tanya Leta, Daniel menatap Aleta sebentar lalu kembali melihat jalannya.
"Akhir ini aku tidak sibuk, jadi banyak waktu santai Leta.. tadi aku disuruh mama aku untuk melihat bagaimana keadaan Chika,eh kebetulan ada kamu" jawab Daniel, Leta menatap Daniel yang sedang fokus menyetir lalu ia tersenyum kecil.
"Kak Daniel sangat tampan.." puji Aleta, seketika Aleta menutup mulutnya karna sudah keceplosan. Daniel tertawa kecil mendengar nya
"Aleta kau itu sangat lucu.." puji Daniel gemas ,ia mengusap rambut Leta sehingga rambut nya berantakan.
"Kak Daniel ih jangan gitu.." ucap Aleta sebal, Daniel hanya tersenyum melihat Aleta yang kesal kepadanya.
Aleta menunjukan jalan menuju Mansion yang ia tinggali kepada Daniel,tak lama mereka sampai tepat di depan pagar.
"Kak Daniel,kakak jangan keluar yaa.. aku takut nanti pak penjaga akan mengadukan nya kepada tuan Faro.." ucap Leta, Daniel mengangguk mengerti. Ia melihat lihat sekitarnya.
"Kenapa Faro begitu memperdulikan maid nya,bahkan ia mengajak Aleta pindah ke Mansion yang dibangunnya untuk rumah nya bersama istrinya nanti,apa Faro?" Gumam Daniel didalam hati,ia bertanya tanya pada diri sendiri.
"Kak Daniel kok melamun?" Tanya Leta, seketika Daniel membuyarkan pikirannya,ia tersenyum kearah Leta.
"Tidak ada.." jawab Daniel
"Terimakasih ya kak,kau sangat baik.." puji Leta, Daniel mengambil sesuatu dari dashboard mobilnya, ternyata itu sebungkus cokelat
"Ini untukmu,saat kau sedang kesal makanlah maka kau akan merasa akan tenang nantinya.." ucap Daniel, Leta menerima cokelat itu
"Wah terimakasih kak,kakak sangat baik kepadaku.. tapi sampai sekarang aku belum bisa balas kebaikan kak Daniel.." ujar Leta sedih, Daniel menatap Aleta penuh arti
"Kau hanya perlu tidak mengabaikan pesan pesan ku untuk membalas semuanya" ucap Daniel asal
"Oh begitu,baiklah kak.. eh aku keluar dulu yaa.. maaf aku tidak bisa membawa mu masuk" ucap Leta dengan wajah sedihnya
"Iya Leta tidak papa.. keluarlah" sahut Daniel, Aleta merasa tenang saat melihat senyum Daniel. Ia bergegas keluar dari mobil Daniel lalu berjalan menuju pagar.
Daniel memperhatikan Aleta yang perlahan menjauh darinya,ia kembali berperang dengan pikiran nya sendiri.
"Kalau benar Faro menyukai Aleta akan bagaimana nasib Aleta nanti? Aku harap Faro ingat akan peraturan keluarga Dewantara yang tidak pernah bisa dibantah" lirih Daniel,ia menghela nafasnya berat karna ia selalu menyukai wanita yang berkaitan dengan Alfaro. Daniel melajukan mobilnya meninggalkan Perumahan sekitar Mansion mantan temannya itu.
Aleta masuk ke dalam Mansion,ia terduduk di sofa ruang tamu. Setiap ia habis bertemu dengan kak Daniel pasti hatinya merasa berdegup kencang karna ketampanan pria itu.
Bi imah terheran melihat Aleta yang sedang menetralkan nafasnya
"Kenapa non? " Tanya bi Imah
"Eh bi ga papa kok,cuman main nafas nafasan sajaa.." sahut Aleta asal,bi Imah tersenyum.
"Sudah sore waktunya mandi non.." ujar bi Imah
"Nanti deh bi yaa.. lagi males"
"Ga ada nanti nantian, sekarang ayo mandi!" Perintah bi Imah, Leta seketika bangkit dari duduknya dan berlari menuju kamarnya.
Bi Imah menggeleng kan kepalanya melihat kelakuan Aleta yang terkadang membuat nya rindu akan mendiang anaknya.
Aleta sampai di kamarnya
"Astaga bi imah itu galaknya sama seperti ibu.." lirih Leta,ia duduk di meja riasnya sambil mengisi baterai handphone nya.
Tiba tiba masuk panggilan dari Daniel
"Iya kak ada apa?" Tanya Leta
'Tidak ada,aku hanya ingin bicara kepadamu'
"Baru juga tadi kita ketemu kak"
'iya tapi tiba tiba aku merindukan dirimu" ucap Daniel, Leta seketika kaget. Ia menatap handphone nya dengan wajah yang bersemu merah.
"Kak Daniel!" Teriak nya,ia mematikan panggilan Daniel,lalu ia berjalan menuju bathroom tapi handphone nya berdering lagi.
Leta mengabaikannya,ia merasa kesal dengan pria besar itu
"Sudah tau aku suka gugup karna ketampanannya,eh malah di gombalin aku begitu.." gerutu Leta. Leta menatap cokelat pemberian daniel tadi,ia menyimpan nya di lemari meja riasnya.
"Sayang kalau dimakan.." lirih Leta,ia melihat handphone nya ada notif pesan masuk. Itu dari Daniel.
"Leta aku minta maaf, jangan marah yaa.. besok aku akan memberikan cokelat yang banyak untukmu" isi pesan itu, Leta tersenyum kecil
"Ternyata seorang cassanova itu sangat romantis hihi"
Aleta berjalan menuju bathroom,ia bernyanyi kecil karna hatinya sangat bahagia hari ini.
visual Aleta Queenby Azrella