LOVE And DIFFERENCE

LOVE And DIFFERENCE
BAB 36



"ada apa ini? Apa mereka akan memarahi ku karena mendekati putranya?" Gumam Leta di dalam hati.


"Anita, katakanlah kepada Aleta yang sebenarnya" perintah Harja, " kalau kau masih menganggap diriku sebagai suamimu,maka katakanlah kepada dia" sambung Harja.


Anita menghela nafas berat,ia menatap benci Aleta yang sedang menunduk itu.


"Aku telah membunuh orang tuamu" ucap Anita,seketika Aleta menatap Anita.


"Maksud nyonya?" Tanya Aleta,ia tidak mengerti.


"Aku telah menyuruh orang untuk menyelakai orang tua mu, lebih tepatnya aku yang membuat orang tua mu meninggal" jelas Anita,ia menatap Aleta tanpa merasa bersalah sedikitpun.


Air mata Aleta jatuh,ia menatap Anita dengan tatapan yang begitu rapuh.


"Kenapa? Apa salah ibu ku dan ayah ku? Kenapa kau tega melakukan nya?!" Teriak Aleta, Faro meraih tangan Aleta agar gadis itu tenang.


"Lepaskan! Kau jangan menyentuh ku!" Ucap Aleta,ia menatap tajam Faro. Faro mengalah ia melepas nya, hatinya begitu sakit dengan penolakan Aleta


"Kau jangan berkata seperti itu kepada anakku! Ibu mu telah merebut kebahagiaan ku!" Teriak Anita,Aleta bangkit dari duduknya begitu pula Anita.


Harja dan Faro ikut bangkit,Harja menyuruh Faro untuk tidak ikut campur.


"Kau jangan bicara kasar tentang ibuku!" Ucap Aleta dengan nada tinggi,ia tidak peduli walaupun yang sedang ia hadapi adalah nyonya besar bahkan ibu dari pria yang begitu ia cintai.


"Kenapa kau membunuh ibuku? Dia salah apa kepadamu nyonya? Apa kau tau,aku hanya memiliki mereka dihidupku ini.." lirih Leta,ia terduduk dilantai, Faro merasa sedikit nyeri dihatinya melihat Aleta yang begitu rapuh.


"Karena ibumu adalah orang yang dicintai oleh suamiku, bahkan sampai ibumu mati dia masih mencintai nya" jawab Anita,Aleta menatap Harja yang meneteskan air matanya


"Kau tau,apa kau tidak sakit hati saat melihat suami mu hanya memandang wanita lain disetiap malamnya,bahkan setiap ******* dia menyentuh diriku hanya menyebut nama mitra tidak menyebut nama ku"


"Cukup anita!" Ucap Harja,ia tidak mau istrinya mengatakan hal yang lebih jauh.


Aleta menangis,ia bahkan bingung dengan semua ini


"Lalu apa salah ku nyonya? Ibu ku mengatakan kepadaku,bahwa hal yang paling ia sesali dalam hidupnya adalah menjalin hubungan dengan orang kaya" ucap Leta, "ibuku dan ayah ku adalah pasangan yang saling mencintai, mereka bahkan saling menerima satu sama lain. Aku tahu tentang masa lalu ibu ku,tapi aku tidak tahu bahwa pria itu adalah suami mu" lanjut Aleta.


"Kau terlalu berpikir negatif kepada ibu ku nyonya,walaupun suami mu mencintai wanita lain tapi suami mu tetap lah suamimu" ucap Leta,ia menyeka air matanya.


"Lalu kenapa kau membunuh ibuku dan ayah ku? Hanya karena rasa cemburu dihatimu" tanya Leta,ia bersujud di kaki Anita. Faro memaksa Aleta untuk bangkit,tapi Aleta tetap bersikukuh untuk bersujud.


"Maafkan ibu ku,maafkan dia.. tolong jangan membenci ibu ku terus Nyonya.. biarkan dia tenang di alamnya" ucap Aleta dengan badan bergetar,Anita tidak peduli ia malah pergi meninggalkan Aleta yang sedang memohon kepadanya.


"Anita! Kembali" teriak Harja,Anita tetap melanjutkan langkahnya tidak memperdulikan panggilan sang suami.


"Aleta bangkit lah" ucap Faro, Aleta menangkis tangan Faro yang mencoba ingin menyentuhnya.


"Jangan tolak aku begitu Aleta,hatiku sangat sakit jika kau berbuat begitu" ucap Faro,Aleta menatap mata Faro,air matanya mengalir dengan deras.


"Maafkan mama ku,aku akan menebus kesalahannya walaupun itu harus dengan nyawaku Aleta" lirih Faro, Aleta menangis kencang.


Harja menatap kedua orang itu dengan tatapan datar,ia ingat akan mitra.


"Aku yang membuat semua nya jadi begini,kau benar hidupku penuh dengan masa lalu" lanjut Harja.


Aleta menyeka air matanya,ia bangkit lalu berdiri. Aleta menatap Faro yang telah baik kepadanya,ia menghela nafasnya berat mencoba berpikir dengan kepala dingin


"Aku memaafkan Nyonya tuan,aku tidak akan melaporkan nya ke pihak berwajib,aku benar benar memaafkan semua nya" ucap Leta, Harja menatap Faro yang sedang menatap Aleta dengan intens.


"Kau yakin?" Tanya Faro,Aleta mengangguk mantap.


"Aku tahu betul bagaimana perasaan nyonya Anita,aku yakin ibu ku juga pasti tahu itu. Lagian kau sudah sangat baik kepadaku tuan,aku memandang kebaikan mu kepadaku" jelas Leta, Faro memeluk Leta dengan erat.


Aleta menangis dalam dekapan Faro,ia membalas pelukan Faro dengan erat.


"Aku begitu mencintaimu tuan,aku tidak mau kau merasakan kehilangan ibu seperti diriku. Yang terjadi biarlah terjadi, aku ikhlas dengan kematian ibu ku dan ayahku" gumam Leta didalam hati,harja menatap mereka dengan senyum manisnya.


"Kau benar benar seperti ibu mu nak, mitra mengatakan kepadaku,kita harus hidup dengan menatap kedepan,ia selalu mengingat kan aku untuk tidak dendam dengan hal yang telah terjadi. Kau benar benar seperti ibu mu" ucap Harja,Aleta menatap Harja dengan air mata yang deras.


"Aku tau tuan,aku harap kau bersikap baiklah kepada nyonya.. bagaimana pun dia adalah istrimu,ibu ku juga pasti akan senang jika kau melakukan itu" ucap Leta,Harja mengangguk, ia bergegas naik ke kamarnya, untuk menemui istrinya.


Faro mengajak Aleta untuk duduk di sofa,ia menyeka air mata Aleta dengan lembut.


Tiba tiba Yuda datang menghampiri Faro


"Maaf tuan,pak Dirgantara dan keluarga nya ada di ruang tamu" ucap Yuda,Faro menatap bingung.


"Ada apa? Kenapa mereka tiba tiba datang?" Tanya Faro


Tiba tiba Anita berjalan turun menuju tangga, dengan Harja yang berusaha mengejar nya.


"Anita,apa yang kau lakukan itu benar benar tidak masuk akal" ucap Harja, Anita menghampiri Faro.


"Faro,jika kau sayang kepada mama mu ini,maka hari ini kau harus menuruti mama mu." Ucap Anita dengan wajah serius,ia menancapkan pisau di lehernya, membuat Yuda, Faro, aleta dan Harja terkejut.


"Jika kau tidak menuruti maka mama akan bunuh diri" ancamnya, Faro seketika bangkit dari duduknya.


"Mama jangan lakukan itu" pinta Faro, Anita melempar pisau asal,lalu ia menarik tangan Faro untuk mengikuti nya keruang tamu.


"Ada apa ini yuda?" Tanya Aleta,Yuda menatap intens Aleta.


"Yuda, bawalah Aleta pulang" perintah Harja, Yuda membawa Aleta pulang lewat halaman samping.


Harja menatap kepergian Aleta,ia mencoba mengikuti istrinya yang telah berbuat sesukanya.


Faro duduk di samping mama nya,ia sedikit kaget saat melihat ayahnya yang ikut duduk di sebelahnya.


"Maafkan kami ya pak Dirgantara" ucap Anita, Dirgantara dan sang istri mengangguk saja.


"Anakku sudah tidak sabar untuk bertunangan dengan Zenia" lanjut Anita,Faro menatap mama nya.


"Kau diam dan turutilah mama mu ini,atau kau akan melihat mayat mama terbujur kaku dihadapan mu sekarang" ancam Anita, Faro terpaksa diam mengikuti alur mama nya.