Liona Cassandra

Liona Cassandra
eps 8



Sudah satu minggu sejak kejadian Dio dihukum oleh Liona. Dan sekarang Dio akan lebih hati-hati bersikap pada Nonanya. Jika bagi Dio itu adalah hal sepele tapi tidak bagi Liona, dia akan menganggapnya serius.


Kini Liona dan Dio sedang menuju ke markas, Liona ingin melihat bagaimana keadaan Robert.


Ia ingin memastikan apakah hari ini Robert akan mau mengatakan siapa yang membantunya atau tidak.


Liona dan Dio berjalan memasuki markas, dan Galang yang setia mengekor pada keduanya. Setelah sampai didepan sel, Galang segera membuka pintu sel. Nampak Robert sedang duduk dipojokan, dengan keadaan yang lebih memprihatinkan dari sebelumnya. Ada luka dibeberapa bagian tubuhnya. Karena setelah kedatangan Liona waktu itu, ia menyuruh Galang untuk lebih menyiksanya. Agar dia mau mengatakan semuanya, namun hasilnya tetap nihil. Robert tetap tidak mau mengatakan siapa yang membantunya.


Robert yang merasakan kedatangan seseorang, mengangkat kepalanya yang sejak tadi menunduk. Ia menatap tiga orang yang berdiri dihadapannya. Lalu tersenyum sinis," Ada apa nona Liona, sampai anda menyempatkan waktunya untuk menemui saya kesini ?" Tanya Robert tertawa mengejek.


Liona mencekram erat leher Robert," Cepat katakan siapa yang membantu Anda." Ucap Liona penuh penekanan.


 Liona semakin mempererat cengkramannya, sampai membuat wajah Robert memerah. Robert berusaha melepas cengkraman Liona, tapi ia tak mampu melakukannya karena tubuhnya yang lemah.


Uhuk..uhuk..


Robert terbatuk saat Liona melepas cengkramannya. Ia tertawa," Walaupun Anda membunuh saya sekalipun, saya tidak akan pernah mengatakan siapa dia. Dia akan menghancurkan Anda nona Liona." Ucap Robert.


Liona yang mulai tersulut emosi pun meminta diambilkan pecut oleh Galang. Ia mempecut tubuh Robert dengan sadis, tanpa memperdulikan terikan dang ringisannya.


" Jika dalam waktu satu minggu ini Anda tidak mau mengatakannya, maka usaha istri Anda akan saya hancurkan. Dan membuat hidup istri Anda menderita." Ancam Liona.


Sshh.


Robert meringis merasakan sakit di seluruh kulit tubuhnya, " Saya tidak akan mengatakannya, dia akan menghancurkan Anda. Sebentar lagi, tinggal sebentar lagi dia akan memebebaskan saya dan menghancurkan Anda." Gumam Robert setelah kepergian Liona.


" Apa kamu mendapatkan petunjuk baru Dio?" Tanya Liona saat keduanya sampai di kantor.


" Apa kau mencurigai seseorang Dio?" Tanya Liona lagi.


Bukan tanpa alasan Liona bertanya seperti itu pada Dio. Karena dia hafal betul sikap Dio, ia terlihat seperti mengetahui sesuatu tapi enggan mengatakannya.


" Anda benar Nona, saya mencurigai seseorang." Sahut Dio, memberikan sebuah amplop coklat pasa Liona.


Liona membuka amplop itu, ia mengeluarkan tiga buah foto. Foto seseorang yang sedang berbincang dengan orang yang menjadi tahanannya sekarang. Mereka terlihat seperti membicarakan sesuatu yang penting. Tapi Liona tak dapat melihat wajahnya, karena orang itu menggenakan topi dan masker. Tapi Liona langsung tersadar dengan gelang uang dikenakan orang itu.


" Kapan kau menemukannya." Tanya Liona menaruh foto itu dimeja.


" Dua hari yang lalu, dan foto itu diambil saat sehari sebelum kejadian penembakan itu Nona." Sahut Dio.


" Apa kau mencurigai Bagas?"


" Iya Nona, bentuk tubuh, gerak-gerik dan cara duduk orang itu sama seperti tuan Bagas." Sahut Dio tanpa ragu.


" Awasi bagas." Titah Liona


" Baik Nona,"


Bagas adalah Omnya Liona, adik kandung Papa Liona. Suami dari Sarah, dan ternyata kecurigaan Liona selama ini benar. Sangat jelas terlihat dari gelang yang dikenakan orang yang ada difoto itu. Gelang yang sama yang dimiliki oleh Papanya dulu, dan tidak sembarang orang yang memeilikinya. Karena gelang itu adalah buatan almarhum Neneknya sendiri.


" Semoga ini cepat terungkap." Gumam Liona penuh harap.