
Hari ditentukan pun tiba. Sekitar arena pun ramai sudah, untuk melihat pertarungan job dari Locta dengan Gren. Wasit dari pertandingan ini adalah pak guru yang dulu mengawasi pertandingan Locta dan Gren.
“Untuk peserta Gren, dipersilahkan masuk ke arena.”
Gren masuk dan teman-teman kelas Pemeran Pembantu menyorainya penuh semangat.
“Untuk peserta Locta, dipersilahkan masuk ke arena.”
Locta masuk dan murid kelas Pemeran Pembantu menyorainya dengan rasa merendahkan Locta. Setelah sorak-sorai dari murid-murid itu.
"Semangat Locta!!!!” suara Loop dengan lantangnya.
Semua orang melihat ke arah Loop dan ternyata loop tidak sendirian. Ia bersama Jean Circlemoon, Salah satu anggota Dewan Mahasiswa seperti Loop.
“Kau sangat beruntung, Locta. Karena bisa melihat salah satu anggota Dewan Mahasiswa sebelum kamu pergi dari
perguruan ini,” ucap Gren.
“Ehm... Aku sangat bersyukur sekali,” ucap Locta dengan santai.
Pak Guru yang menjadi wasit melanjutkan instruksinya,
“Kedua peserta sudah di arena. Pertandingan dimulai!!!!!”
Sebelum instruksi untuk memulai pertandingan. Ada sebuah percakapan Loop dengan Jean.
“Jean, Apakah bisa mengeluarkan mantramu sekarang,” ucap Loop.
“Baiklah, VOID : RULER : AREA : HYPERSENSITIVITY,” Mantra dari Jean.
Mantra yang digunakan Jean adalah kemampuan dari job Ruler dan berfungsi untuk mendeteksi segala status di tempat yang dipilihnya. Keefektifannya terhitung dari jarak radius dari medan itu.
Kembali ke waktu pertandingan....
“Kurasa aku bisa mengalahkanmu dengan muda, Locta,” ucap Gren dengan meremehkan Locta.
“Ehm... Baiklah,,,”
Tiba-tiba Locta di depan hadapan Gren, kemudian Gren menghindari karena reflek.
‘Bagaimana bisa dia dihadapanku?’ ucap Gren dalam hatinya.
Gren pun mulai kuda-kuda untuk menyerang Locta. Locta mengeluarkan busur dan anak panah yang cukup unik dan membuat penonton bertanya-tanya.
“Busur dan anak panah apa itu, aku tidak pernah tahu,” salah satu dari penonton.
Gren pun langsung menyerang Locta, tetapi Locta dapat menghindari serangan Gren dengan cara melompat ke
belakang dengan gesitnya. Saat kondisi melompat, Locta melancarkan serangan.
“***EXPLOSION ARROW!!!***”
Panah tersebut menuju ke Gren, tetapi tidak mengenainya. Gren pun melancarkan serangan ke Locta.
“***AIR SLASH!!!***”
Serangan tersebut mudah dihindari oleh Locta dengan gesitnya. Kemudian Locta pun melancarkan serangan
kembali.
“***SHARP SHOOTING!!!***”
Serangan Locta pun tidak mengenai Gren. Dari lamanya pertandingan ini, Locta secara segaja tidak mengenai Gren dan serangan Gren tidak satupun mengenai Locta. Penonton mulai ribut...
“Gren, segera kalahkan Locta!!!!”
“Gren, Tunjukan kekuatan Pemeran Pembantu pada Pemeran Utama yang tidak berguna itu.” Ucap dari beberapa murid Pemeran Pembantu.
“Locta, menunjukkan kualitasnya,” Ungkap Loop.
“Menurutmu bagaimana, Jean?”
“Adik kelasmu ini cukup menarik, bisa melakukan jobnya dengan baik dan secara sengaja tidak melakukan serangan tidak tepat pada sasaran. Dan Ia tidak menggunakan kekuatan void sama sekali. Sedangkan musuhnya, Gren....” ucap Jean.
“Apakah boleh melihat status mereka berdua?” tanya Loop.
“Tentu!!!”
Jean pun menunjukkan status Locta dan Gren kepada Loop.
“Locta G. Wishom
HP : OOOOOOOOOO
MP : OOOOOOOO
STM : OOOOOOOOO
STS : -
+++++++++++++++++++++++
Gren Lesbuy
HP : OOOOOOOOOO
MP : OOOOO
STM : OOO
STS :VOID PASSIVE : STR++, AGI++, DEX++
+++++++++++++++++++++++
“*status bar karakter seperti pada game.
“Oh, menurutmu guru itu tahu apa yang terjadi, atas kecurangan ini?” tanya Loop pada Jean.
“Menurutku dia tahu kok, cuma ingin tahu kualitas mahasiswa Pemeran Pembantu seperti apa. Dan tahu mengajari
mereka seperti apa,” ungkap dari Jean.
“Pola pikir yang baik, memang Jean, Ruler yang hebat...” ucap Loop yang memuji Jean.
“Sudahlah... hentikan... Loop...” dengan malunya Jean.
Kembali ke dalam pertarungan....
‘Kenapa aku tidak bisa menyerang si Locta, Sial ini!!!’ dalam hatinya.
“Kenapa kau bermuka seperti itu, tampaknya dirimu kelelahan, Gren,” ucap Locta.
Tanpa disadari Gren mulai kelelahan....
‘Bagaimana mungkin Aku bisa kelelahan, menggunakan void pasif untuk menambah statusku agar kondisi
terbaikku. Tentu secara bertahan...’ ucap dalam hati.
“mungkin saran dariku lebih baik kita akhiri pertarungan ini dengan satu serangan terkuat saja, Bagaimana,” ucap
Locta dengan mudahnya.
Gren mempertimbangakan kondisinya yang kurang baik untuk pertarungan jangka panjang, dan...
“Aku setuju dengan saran, Locta. Aku buktikan bahwa aku layak menjadi Pemeran Utama!!!!” ucap Gren dengan
semangat.
Penonton pun bersorak-sorai atas ucapan Gren.
“OK...”
Kedua orang tersebut sudah diposisi masing-masing. Dan persiapan untuk serangan pamungkas. Gren dahulu
mengeluarkan serangan pamungkas...
“***MAXIMUM SLASH!!!***”
Serang pamungkas sangat besar dan pantas disebut serangan terakhir. Serangan itu pun menuju ke Locta. Dan
serangan tersebut sudah di depan Locta dan terjadi Ledakan.
“HAHAHAHA, Akhirnya aku menang!!!!” Gren sudah mengumumkan kemenangan secara sepihak...
Penonton bersorak-sorai melihat itu...
“Maaf, Merusak momenmu ya,” Ucap Locta.
“***ARCHER COMBO VARIATION!!!***”
Gren dibuat melayang dan Locta melakukan serangan bertubi-tubi, segala jurus panah yang dia miliki. Locta menunjukkan sebuah keindahan combinasi yang membuat orang-orang tercengang....
“Aku tidak pernah melihat kombinasi serangan sebanyak itu, Archer kita pun tidak mengeluarkan segitu,” ungkap Jean dengan terpukau.
*Archer dimaksud adalah Archer dari Dewan Mahasiswa. Untuk nama belum bisa disebut sekarang.
“hahahaha caranya sudah beda lah, Jean. Pengalaman berbicara. Archer kita bermain secara efektif, sedangkan si
Locta, baru mempelajari Jobnya baru masuk perguruan ini,” balas Loop.
“Apa katamu, dia baru mempelajari jobnya baru masuk perguruan ini. kurasa sangat sulit melakukan combinasi
“Itu karena Ia berlatih dengan John Time...” ucap Loop.
“John Time... Gurumu itu?”
“Iya” balas Loop.
“Pantas dia bisa melakukan itu. Kurasa dia bisa mengakhiri pertandingan ini dengan cepat.”
“Tentu. Cuma Locta ingin menunjukkan pesan untuk orang lain,”ucap Loop.
Serangan Pamungkas Locta telah selesai, Gren tidak bisa bangkit dan hanya bisa berbicara.
“Bagaimana bisa terjadi seperti ini?” ungkap Gren dengan kecewanya.
“Tentu saja bisalah karena kau terlalu menggunakan status terlalu banyak dan itu membuatmu kelelahan. Tubuhmu
tidak bisa menerima status itu. Latihlah tubuhmu agar siap menerima status itu,” ungkap Locta.
Gren pun terdiam.
‘Bagaimana dia bisa tahu aku menggunakan Void Pasif, wasit saja tidak tahu aku menggunakannya’ dalam hati.
“Pertandingan ini dimenangkan oleh LOCTA G. WISHOM!!!”
Penonton memberikan tepuk tangan atas Locta yang memberikan pertarungan luarbiasa.
“Jean, aku pergi ke toilet dulu, ya,” ungkap Loop.
“Baiklah. Aku pergi dulu dari tempat ini,” Balas Jean.
“Oklah. Jangan lupa untuk melakukan itu,” ucap Loop.
“tentunya tidak...”
Akhirnya Loop dan Jean keluar dari Arena pertandingan.
Kemudian arena pertandingan tiba-tiba ada sebuah summon monster Anonous, kalajengking raksasa dan burung raksasa. Dengan bentuk yang menyeramkan. Semua orang pun mulai ribut dan kacau balau. Karena muncul sebuah monster-monster tersebut. tiba-tiba ada sebuah mantra dari Jean.
“***VOID : RULER : AREA : UNLIMITED ROOM!!!!***”
Mantra ini untuk menciptakan ruangan tak terbatas, yang mana seseorang bisa melakukan jurus super dahsyat yang bisa menghancurkan 1 kota. Dalam mantra ini, tidak ada terjadi kerusakan. Mantra ini berlaku hanya beberapa menit saja dan tidak lama.
“Terimakasih, Loop-senpai, Circlemoon-senpai. Aku bisa mengila disini,” ungkap Locta dengan percaya diri.
“Hey, Locta. Sebaiknya kau membawaku pergi dari sini. Sangat sulit mengalahkan monster ukuran segitu.,” ungkap Gren yang lemah dan ketakutan dengan kondisi sekarang ini.
“Kau tetap dibelakangku saja, Gren,” balas Locta.
Locta pun berjalan menuju kedua monster itu dan monster-monster itu menyerang Locta.
“***VOID : ENERGY BURST!!!!***” mantra Locta dan menjentikkan jarinya.
Monster-monster tersebut musnah seketika. Dan terjadi ledakan yang luarbiasa...
“Ehm... ternyata monster anonous ini sangat lemah...” ucap Locta dengan kecewanya.
Gren pun terpukau dengan kekuatan yang dimiliki oleh Locta.
“Locta... Kau memang pantas menjadi Pemeran Uta-“ Kemudian Ia pingsan.
“Jean-senpai, Bagaimana?” ucap Locta.
“Sudah aman, Locta,” ucap Jean yang telah menghajar 2 Orang yang provokator.
Kemudian Loop bertemu dengan pak Guru yang sebagai wasit pertandingan antara Locta dengan Gren. Ditempat yang sudah jauh dari arena pertandingan dan sepi.
“Maaf Pak. Bapak mau kemana ya?” tanya Loop.
“Saya mau melaporkan informasi ada 2 monster ananous yang menyerang,” balas pak guru itu.
“Oh... begitu.... baiklah....”
Pak Guru itu melewati Loop dan kemudian mengelurkan senjata untuk menyerang pak guru itu. Serangan itu ditahan.
“KENAPA!!! KAU MENYERANG BAPAK!!!” dengan emosinya pak guru itu.
“Bagaimana bapak tahu ada monster di arena, sedangkan setelah pertandingan bapak keluar
duluan,” ucap Loop dengan muka serius.
“Dan kau memberi mantra kebencian pada murid pemeran pembantu’kan?”
Pak guru pun menangkis serangan Loop dan menghindar.
“Oh... bagaimana tahu akan hal itu, tentang mantra kebencian,” Balasnya.
“Karena aku menggunakannya benar-benar sulit dideteksi oleh siapapun, walaupun Jobnya Ruler
sekalipun...”
“Aku tahu karena dari Locta...”
Beberapa hari sebelum pertandingan...
“Kenapa kau memintaku datang malam-malam ke kamarmu, Locta,” Ucap Loop yang sedikit jengkel.
“Loop-senpai, kumerasakan ada mantra kebencian saat aku lawan tanding dengan Gren,” ucap
Locta.
Muka Loop pun mulai serius.
“Apakah kau yakin dengan itu, Locta?” tanyanya.
“Tentu. Karena aku merasakan walaupun tipis. Mantra ini diperkuat per orangan tidak secara menyeluruh,” Locta menjelaskan.
“Aku tidak bisa bercerita lengkap untuk siapa yang menggunakan, mungkin Loop-senpai bisa membantu untuk menyelesaikan masalah ini?”
“Ehm... Aku bisa minta tolong ke temanku, “ ungkapnya.
“Baiklah kalo gitu.”
Kesokan harinya, di atap sekolah.... Locta menunggu disana dan Loop-senpai bersama wanita cantik.
“Perkenalkan ini adalah temanku, Jean Circlemoon,” ucap Loop.
“Namaku Jean Circlemoon, panggil saja Jean.”
“Namaku Locta G. Wishom, panggil saja Locta.”
“Ok. Mari kita bahas permasalahnya...”
Locta pun menjelaskan seperti Ia ceritakan pada Loop kemarin malam.
“Mantra kebencian per orangan ya? Menarik,” ucap Jean.
“Apakah itu bisa, Circlemoon-senpai?” tanya Locta.
“Jangan terlalu formal lah. Panggil Jean saja,” ucap Jean sedikit kesal yang imut.
“Maaf, Circlemoon-senpai.. eh... Jean-senpai?” Locta yang terbata-bata.
“Tentunya bisa, membutuhkan satu orang benar-benar fokus ke orang yang dituju untuk melancarkan mantra kebenciannya,” Jean yang menjelaskan.
“Dalam bentuk apa?” tanya Locta.
“Bentuknya seperti ucapan provokasi.”
“Ehm... seperti aku mengerti. Ada 2 Provokasi yang dominan pada saat itu,” ucap Locta.
“Berarti 1 orang itu melakukan mantra kebencian dan 1 orang lagi memperkuatnya.”
“Oh... untuk apa mereka melakukan itu?” tanya Locta.
Kembali ke waktu pertarungan Loop dengan pak guru gadungan...
“Ho..oh.. begitu. Bagaimana kau tahu kalo aku adalah pemimpin mereka,” balas pak guru.
“Aku tahu karena Locta sudah memperingatkanku bahwa anda yang memperkuat mantra kebencian itu siswa pemeran pembantu. Dan anda juga menyiapkan mantra untuk memunculkan 2 monster anonous itu,” penjelas Loop.
“Cukup menarik... sepertinya aku tidak bisa melarikan diri kalo berlama-lama denganmu, cukup ingat saja, kami dari CURSE WINGS, Organisasi Anti Pemeran Utama, seperti kalian...”
Pak Guru gadungan itu pun menghilang dan 2 siswa yang ditangkap Jean ikut menghilang....
Locta dan Jean menghampiri Loop.
“Bagaimana, Loop-senpai?” tanya Locta.
“Dia langsung menhilang dan Ia mengatakan Dia dari Organisasi Curse Wings.”
“Organisasi apa itu?” tanya Jean.
“Aku juga tidak mengerti,” balas Loop.
“Setidaknya kita mendapatkan informasi.”
Setelah kejadian itu, Penguruan Harapan Manusia memperketat keamanan agat tidak terjadi lagi.
“Oh... Ini’kah Perguruan Harapan Manusia,” Ucap dari sesosok wanita yang di depan Gerbang sekolah.