
Dalam Dimensi Paralel di wilayah Generasi 17, Kota Fran, ada seorang anak kecil yang bernama Locta G. Wishom. Generasi 17 adalah wilayah yang identik dengan mesin yang bertenaga uap dan ukuran mesin yang besar-besar. Di kota itu, Locta kecil hidup dengan kakeknya yang bernama Franky G. Wishom. Kakek Franky dulunya adalah seorang penjelajah dan Arkeolog, tidak aneh di dalam rumahnya memiliki barang yang unik. Mereka
berdua hidup dengan damai.
Kegiatan kakek pun membenarkan alat-alat mesin bekas. Dan Locta kecil pun melihat
kakeknya sedang bekerja.
“Kakek Franky, sedang apa?” tanya Locta dengan Polos.
Jawab Kakek Franky,
“Kakek sedang membetulkan mesin-mesin rusak ini, agar bisa berfungsi dan bermanfaat kita lagi”.
Locta kecil pun tertarik...
“Kakek Franky, Bolehkah aku ikut membantu membetulkan mesin-mesin rusak ini?” dengan polosnya.
Kakek Franky melihat mata Locta kecil dengan penuh rasa penasaran...
“Tentunya boleh, kenapa tidak untuk cucu kesayangan, kakek”
Locta kecil pun senang, ikut membetulkan mesin-mesin rusak dengan kakek Franky.
Kakek Franky dan Locta kecil sering membetulkan mesin-mesin rusak, sampai-sampai membetulkan mesin milik orang-orang di sekitar lingkungannya. Dan Locta kecil mulai menjadi anak remaja dan mencoba mesin-mesin kendaraan.
Kakek Franky dan Locta Remaja ke tempat rongsokan kendaraan, dan Locta mencari kendaraan bekas.
“Kendaraan apa yang kau cari, nak?” tanya pemilik tempat rongsokan tersebut.
“Ehm.... aku memilih itu” jawab Locta dengan semangat.
Pemilik tempat rongsokan pun kaget karena pilihan Locta ini adalah kendaraan yang kerusakan yang parah, peluang untuk dibenarkannya benar-benar kecil.
“Apa kau yakin dengan pilihanmu, nak?” tanya pemilik tempat rongsokan tersebut.
“Tentu saja, kendaraan ini bagus kok” balas Locta dengan semangat.
Pemilik tempat rongsokan pun binggung dengan pilihan Locta.
“Baiklah kalo seperti itu, kuberi harga 10 koin perak saja”
Balas Locta dengan senang...
Kakek Franky tidak binggung dengan pilihan Locta, hanya ingin memastikan.
“Locta, Kamu yakin dengan pilihanmu ini’kan?”
“Tentunya, Kakek” balas Locta dengan semangat mengebuh-gebuh.
Locta remaja mengerjakan mobil rongsokan tersebut di garasi rumah. Melakukan pengkerjaan
yang sangat lama. Kakek Franky terkadang melihat Locta mengerjakan mobil rongsokan tersebut, dan melihat Locta mengerjakan dengan semangat dan gigih, Kakek Franky pun senang.
Kemudian, Kakek Franky bangun tidur, dan mengunjungi kamar Locta untuk sarapan pagi, ternyata Locta tidak ada dirumah dan Kakek Franky memeriksa garasi rumah, juga tidak ada dan mobilnya tidak ada. Kakek Franky khawatir dan mencoba percaya bahwa Locta akan kembali sebelum matahari terbenam. Sudah menjelang matahari terbenam, Kakek Franky melihat keluar rumah tidak melihat batang hidung Locta. Ia pun masuk menunggu di meja makan dengan perasaan khawatir. Tiba-tiba dari luar rumah terdengan suara kendaraan.
“Kakek, bisa kau keluar dari rumah!!!” suara Locta yang lantang.
Kakek Franky mendengar suara Locta, langsung buru-buru keluar untuk memarahi Locta. Membuka pintu....
“DUARRR!!!!” *bunyi party popper yang sederhana.
“SELAMAT ULANG TAHUN, KAKEK FRANKY!!!” ucap Locta dengan senang.
Kakek Franky pun kaget akan surprise yang diberikan oleh Locta. Kakek Franky pun menangis karena cucunya ingat akan ulang tahunnya. Kakek Franky pun meniup lilin di kue ulang tahun yang dipegang oleh Locta. Kakek Franky binggung atas kendaraan yang dibelakang Locta.
“Locta, itu mobil siapa?” tanya kakek Franky.
“Tentunya ini adalah hadiah ulang tahun kakek” balas Locta.
Kakek Franky pun heran...
“Bagaimana kamu mendapatkan mobil sebagus ini?”
“Ini Mobil rongsokan itu, kek. Aku otak-atik sana-sini dan memberikan sentuh sendiri menjadi seperti ini...”
balas Locta.
Kakek Franky terheran-heran dan binggung. Ia tidak berekspektasi kendaraan rongsokan tersebut menjadi sebagus ini.
“Terimakasih, Locta, cucu kesayangan kakek memang hebat...” dengan merangkul Locta yang membawa kue ulang tahun.
Mereka masuk ke rumah dan merayakannya hanya berdua saja. Benar-benar sederhana dan
momen yang mengharukan....