Limit'S

Limit'S
Sang Kuda Hitam



    Setelah wasit memulai pertandingan, keadaan menjadi hening dan 3 tim tersebut tidak ada pergerakan sama sekali. Suasananya benar-benar tegang. Dan tiba-tiba...


““CYBER GEAR : ON!!!””


    Ucap dari 3 anggota dari tim MDD, yang menyerang tim Locta.


    Hary pun melihat tim Dazui menyerang tim Locta, dia berpikir...


‘Ini kesempatan ya baik untuk menyerang tim Dazui, hanya saja...’ sambil melihat daerah dari tim Dazui.


    Dazui pun hanya duduk santai saja...


‘Ehm... aku tidak melihat Touka?!!’ sambil sedikit kaget.


    Mengetahui itu, Hary pun memutuskan dan memberikan kode pada rekannya. Azuto pun mengerti apa yang dimaksud Hary. Mereka pun menyerang... Tim Locta.


“Tim MDD dan Tim AMK pun menyerang Tim HM!!! Apakah mereka bekerjasama?!!” ucap MC.


“Bagaimana ini Locta, kita diserangan dari 2 sisi langsung!!!” seru Gren yang binggung dengan kondisi sekarang.


    Locta pun melihat situasi yang terjadi dan memutuskan.


“Kita melakukan sesuai rencana!!!” seru Locta.


“”BAIK!!” ucap anggota tim Locta.


“MEGA SLASH!!!” “SHARP SPEAR!!!” “THUNDER PUNCH!!!” jurus dari tim Dazui.


“WOW VARIASI SERANGAN YANG MENGERIKAN!!! Bagaimana pendapat anda, Tuan Wagler?” ucap MC.


“Murid dari MDD memiliki teknologi yang luarbiasa. Dan 3 orang tersebut memiliki kemampuan yang baik di kompetisi ini dan lagi mereka dibantu oleh Dazui,” ucap Wagler.


“Kenapa begitu, Tuan Wagler. Aku tidak melihat Dazui membantu mereka...” seru MC yang binggung dengan opini Wagler.


“hahaha. Seperti Aku berbicara tidak lengkap. Ya, itu karena GEAR yang digunakan mereka bertiga adalah kekuatan Dazui. Keluarga Edons adalah Keluarga yang dapat memanipulasi teknologi dan terbaik di Generasi Maju. Kemampuan Dazui adalah membuat teknologi untuk kebutuhan perang, seperti pedang, pistol, baju perang seperti yang digunakan oleh 3 rekannya itu,” penjelasan Wagler.


“Seperti itu, Benar-benar hebat, Mahasiswa dari MDD!!!” ucap MC.


    Penonton pun bersorak-sorai atas kehebatan tim Dazui.


“Kenapa mereka heboh sendiri...” ucap Dazui yang binggung akan respon  penonton.


    Azuto pun juga mengeluarkan kekuatannya....


“SHINING SLASH!!!”


“TEBASAN YANG BESAR SEKALI!!!” seru MC.


“BENAR-BENAR TERDESAK, TIM dari HM!!!”


    Dari kursi penonton, Dave dan Loop melihat pertandingan.


“Kurasa adik kelasmu akan kesulitan dengan kondisi ini, Loop...” ucap Dave.


“Ehm... Kurasa perkataanmu tidak tepat, Dave...” ucap Loop sambil menunjuk tangan untuk menyuruh Dave untuk melihat pertandingan dengan seksama.


    Kemudian Locta pun...


“SEKARANG!!!” dengan serunya.


“BOTANI PRISON!!!”


    Skill yang dikeluarkan Claudia itu, membuat sebuah kurungan besar yang menutupi satu timnya. Dan serangan dari tim Dazui dan Azuto digagalkan dengan pertahanan tersebut.


Semua penonton pun ramai akan pertahanan yang dimiliki tim Locta.


“WOW... BOTANI PRISON... skill ini di tingkat A, Bagaimana dia menggunakannya!!!” seru Wagler yang kagum.


“Kenapa dengan kekuatan itu, Tuan Wagler???” tanya MC yang penasaran dengan skill yang dikeluarkan tim Locta.


“BOTANI PRISON adalah skill pertahanan dari tumbuhan hidup. Tumbuhan ini diberi void secara terus-menerus, maka bisa dibilang pertahanan benar-benar absolut, tidak dapat ditembus,” penjelasan Wagler.


“Ehmm.... kalo begitu, penggunanya yang memberikan energi void, lama-lama akan habis dan ini masalah waktu saja, untuk menembus pertahanan itu’kan, Tuan Wagler?”


“Pendapatmu benar. Hanya menunggu waktu saja untukpertahanan tersebut. Tetapi ada hal yang menarik dalam penggunaan skill ini...”


“Apa itu, tuan Wagler?”


    Dengan tim Locta menggunakan pertahanan kuat dan sulit ditembus. Anggota tim Dazui pun mengganti halau serang ke tim Hary dan tim Hary pun menyerang balik. Kemudian saat mereka mau menyerang, pertahanan tumbuhan miliki tim Locta, diatas tiga kuncup bunga matahari yang arahnya berbeda-beda. Melihat itu, mereka yang mau menyerang terdiam. Dazui dan Hary menyadari sesuatu...


Mahkota bunga tersebut, mengisi butir-butir cahaya dengan cepat. Anggota Dazui dan Hary pun kembali secepatnya, hanya saja...


“DUARR!!!”


    Cahaya dari bunga tersebut menjadi Sinar Laser yang besar dan menyerang Tim Dazui dan Hary...


“PERFECT DEFENSE!!!”


    Dazui mengeluarkan Medan Pertahanan yang dapat menahan serangan tersebut.


“*EARTH** SHIELD!!!*”


    Caster dari tim Hary menahan serangan tersebut dengan tambahan...


“WILD AURA!!!”


    Anggota Dazui dan Hary sudah telat untuk kembali ke tim mereka dan mereka bertahan semampunya. Setelah serangan laser cahaya itu, 3 anggota Dazui luka ringan dan CYPER GEAR pun hancur lebur, dan Shielder dari tim Hary terkena serangan tersebut, tidak dapat melanjutkan pertandingan.


‘emmm... ternyata perguruan HM, memiliki kemampuan seperti ini, membuatku lebih serius dalam pertandingan ini!!!’ ucap Dazui dalam hati.


“Sialll!!! Lihat saja kalian, tim dari perguruan HM, kuhajar habis-habisan!!!” seru Hary yang marah.


    Di dalam pertahanan,


“Apakah kamu baik-baik saja, Claudia?” tanya Leona.


“Aku baik-baik saja,” ucap Claudia yang fokus memberikan


energi void pada pertahanan tumbuhan tersebut.


    Raut muka Claudia benar-benar menunjukkan dia kelelahan. Locta pun melihat itu.


    Sebelum pertandingan, Locta dan teman-teman berdiskusi...


“Tim dari MDD dan AMK, akan menyerang kita,” ucap Locta.


“Kenapa bisa begitu, Locta??” ucap Gren.


“Karena kita tidak dikenal oleh mereka...” ucap Arberg.


“Apa maksudnya itu??” tanya Gren yang binggung dengan opini Arberg.


“Ya, benar, Arberg. Kita tidak dikenal karena tim kita tidak ada orang terkenal atas kemampuannya. Di AMK, ada Hary Ephineia dan Azuto Sagamana, mereka terkenal atas kemampuan yang kuat di Generasi Awal dan Pertengahan. Untuk Dazui Edons, itu lebih kuat lagi dan dia dikenal di semua Generasi. Bisa dikatakan, kita dibandingkan dengan mereka, tidak ada apa-apanya...” penjelasan Locta.


“Seperti itu ya... kita tidak ada kesempatan menang...” ucap Gren yang putus asa.


“Gren, aku tidak pernah bilang kita tidak bisa menang ya. Hanya mereka adalah orang kuat dan kita menghadapi mereka...” ucap Locta.


    Gren pun binggung.


“Gren... Gren... kenapa binggung begitu. Malah untung buat kita, karena kita bisa mengetahui kekuatan dari musuh dan bisa mengantisipasi serang dari mereka. Sedangkan mereka tidak mengetahui infomasi tentang kita lebih banyak lagi...” ucap Arberg.


“Bener juga, ucapanmu Arberg!!!” seru Gren dengan semangat.


“Cuman bagaimana ya cara mengantisipasi ke dua tim tersebut...” ucap Locta.


    Semuanya berpikir dan...


“Seperti aku memiliki rencana tapi kurasa cukup berbahaya untuk kita...” ucap Claudia.


“Baiklah... mari kita dengan rencanamu itu, Claudia...” ucap Locta.


    Kembali ke waktu sekarang....


‘Ini rencana yang bagus, hanya saja aku mengorbankan Claudia, aku gagal dalam memimpin tim ini...’ ucap Locta dalam hati dan marah pada dirinya.


    Saat Locta terdiam dengan amarahnya, tiba-tiba Arberg menyentuh Locta...


“Locta... Ini bukan kesalahanmu... ini keputusan tim...” ucapnya yang didengar hanya Locta saja.


‘Aku tidak boleh larut dalam keadaan ini...’


“BAIK... LANJUTKAN SESUAI RENCANA!!!” seru Locta.


“”BAIK!!!” seru semua anggota tim Locta.