Limit'S

Limit'S
Kekesalan Seorang yang Diremehkan



“Bagaimana bisa dia mengalahkan 3 anggota dari tim MDD dengan mudahnya???” ucap Gren yang kaget.


“Ini bisa menjadi ancaman untuk tim kita...” ucap Locta yang sedikit tegang.


“Hohoho... Azuto memiliki skill seperti itu ya... menarik dan membuatku semakin serius dalam pertandingan ini!!!” ucap Dazui yang benar-benar serius dan semangat.


“Azuto, kau benar-benar mengeluarkan wujudmu sebenarnya!!!” ucap Hary.


    Kembali ke masa lalu, Hary dan Azuto berumur lebih muda dari sekarang...


“Kenapa kau tidak mengalahkan orang-orang sialan itu?? Kenapa kau mengikuti perintah mereka??” ucap Hary dengan kesal pada Azuto.


“Aku merasa tidak apa-apa mereka bersikap demikian kepadaku, selama mereka tidak mengganggu orang lain dan tidak meremehkanku yang sangat rendah, aku tidak apa-apa,” ucap Azuto.


    Dan ada momen, orang-orang yang membully Azuto itu menbully orang lain dan merendahkannya sampai serendah-rendah, membuat Azuto benar-benar menghabisi mereka sendiri dan membuat mereka trauma untuk tidak membully orang lain, dan Azuto berkata..


“Sepertinya Aku terlalu lembek untuk orang seperti ini...” ucapnya dengan amarah yang ditahan dan membuat merinding.


“Setelah kejadian itu, Kau merendahkan ketoleransianmu sampai membuatmu benar-benar harus serius dalam pertandingan ini....” ucap Hary yang mulai tenang dan aura yang mengerikan yang dikeluarkannya pun mulai menurun.Tetapi...


“Kenapa kau menurunkan mode bertarungmu, Ketua Hary?” ucap Arberg dengan tenang dan sambil tersenyum.


    Secara reflek, Hary pun menjauhi area serang Arberg.


‘Bagaimana bisa, dia ada dekat denganku dalam Aura yang kumiliki. Seharusnya Aku bisa merasakan seseorang dalam radius serangku. Bagaimana bisa??’ ucapnya dalam hati.


“Bagaimana bisa!!! Anggota dari tim HM, Arberg, bisa mendekat di depan Hary??? Bagaimana bisa???” ucap MC yang cukup kaget.


“Sepertinya Arberg ini memanfaatkan momen Azuto yang menyerang 3 anggota tim MDD untuk mendekati ketua tim AMK, Hary...” ucap Wagler.


“Bagaimana caranya, Tuan Wagler???” ucap MC.


“Sepertinya Arberg ini menekan energi voidnya setipis mungkin sampai tidak dapat merasakan hawa keberadaannya...”


“Bila itu seperti dikatakan Tuan Wagler, berarti dia mampu melakukan kemampuan yang dimiliki class Assassin???”


“Melihat apa yang terjadi, dan bisa kesimpulan seperti itu...” ucap Wagler.


‘tetapi bagaimana dia bisa mengendalikan besar kecil energi void dengan baik. Terlebih lagi dia berasal dari perguruan Generasi Pertengahan. Yang dapat melakukan pengendalian void hanya dilakukan di Generasi Awal. Murid dari HM benar-benar penuh hal yang belum diketahui oleh kita semua dan itu secara tidak langsung membuat mereka benar-benar mengerikan,’ ucap Wagler dalam hati.


“Hary, serius kamu tidak mengeluarkan auramu seperti tadi lagi??” ucap Arberg dengan tenang.


“Kurasa aku tidak perlu mengeluarkan kekuatan kupunya untuk menghadapimu...” ucap Hary.


‘Kenapa instingku berkata aku harus melawan dia dengan segala yang kumiliki??? Kenapa begitu? Karena pergerakan misterius ‘kah?? Atau ada faktor yang lain??’ ucap Hary dalam hati.


“Ok... kalo itu mau, aku juga akan menghadapimu dengan seperempat kekuatanku...” ucap Arberg dengan tenang...


    Mendengarkan Arberg berkata demikian, penonton pun tertawa...


“HAHAHA, Bisa saja melawak saat pertandingan seperti ini...”


“menghadapi ketua tim AMK dengan setengah... eh seperempat??? Yang benar saja... benar-benar meremehkan, Hary si Mahasiswa terkuat tingkat satu di Generasi Awal...”


    Ucapan-ucapan penonton tersebut, tentunya didengar oleh Arberg dan Hary.


“Ehm... apa aku salah ya berkata seperti itu, Ketua tim AMK, Hary Ephineia???” ucap Arberg dengan tenangnya.


“Itu hakmu berbicara...” ucap Hary.


‘Benar-benar meremehkanku.... jangan-jangan terbawa suasana yang provokasi semacam itu... tetapi kenapa aku merasa tidak tenang di hadap dia???’ ucap Hary.


    Setelah mengalahkan 3 Anggota dari tim Dazui, Azuto pun melihat Hary menghadapi Arberg.


“Yang benar saja... baru saja aku mengalahkan 3 Anggota Dazui, Sekarang ada 1 anggota dari HM yang menghadapi Hary, benar-benar tim HM meremehkan timku... 1 anggota dari HM akan kalah di tangan Hary tanpa harus mengeluarkan kekuatan sebenarnya. Aku urus tim dari HM, biar tahu rasa direndahkan orang lain...”


    Azuto pun berjalan menuju ke tempat tim Locta.


“Setelah mengalahkan 3 Anggota tim MDD, sekarang Azuto bergerak menuju tempat tim HM. Apakah mereka, tim HM, akan habis di tangan Azuto yang datang seorang diri???” ucap MC dengan semangat.


    Locta dan teman-temanya melihat Azuto menuju tempatnya mereka...


“SIAPKAN DIRI KALIAN!!! KITA LAKUKAN SESUAI RENCANA!!!” seru Locta.


“”BAIK!!!””


    Azuto yang berjalan dan sedang berpikir.


    Kemudian, Azuto mengeluarkan aura energi yang berwarna-warni seperti pelangi dan bercahaya terang, sampai-sampai tidak ada orang yang bisa melihat tubuh Azuto.


“Apa yang terjadi, Locta!!!” seru Gren.


“Yang penting, siapkan diri kalian saja. Kita harus mampu menghadapinya...”


    Di kursi penonton...


“Algurd, apakah kau tahu kekuatan yang dikeluarkan oleh Azuto ini???” ucap Seri yang penasaran.


    Seri tidak mendapat respon dan Ia menoleh ke Algurd. Dan raut muka Algurd pun kaget dan senang...


“Tidak bisa kupercaya... dia mengeluarkan ini di pertandingan ini, benar-benar berterimakasih siapapun membuat Azuto mengeluarkan ini...” ucap Algurd dengan bersyukur dan senang.


    Cahaya itu menjadi besar dan menjadi...


“ELEMENTAL MEGAZORD!!!”


    Muncullah sebuah robot yang berbentuk manusia berukuran sangat besar di area pertandingan...


“Yang benar saja... bagaimana bisa ada robot sebesar ini di pertandingan!!!” ucap MC.


“GILA!!! Bagaimana kita menghadapinya, Locta!!!” ucap Gren dengan ketakutan.


“MEMANG DILUAR DUGA!!! Tapi kita harus menghadapi ini...” ucap Locta.


“WOW... Azuto sampai menggunakan itu dalam pertandingan ini, benar-benar beruntung kalian yang membuat Azuto sampai seperti ini. kalian sangat beruntung!!!” seru Hary.


“Memang besar sekali...” ucap Arberg yang sedikit kagum...


    Di satu sisi...


    Muncul Touka di samping Dazui.


“Ini yang kau inginkan, Dazui. Robot sepert ini’kan??” ucap Touka dengan santai.


    Dazui melihat Touka, dan berkata...


“INI BUKAN ROBOT YANG KUINGINKAN, TOUKA!!!” ucap keras Dazui yang kesal pada Touka.


“Menurutku, sama saja. Robot ini dengan robot yang kau ingin miliki, tidak ada bedanya...”


“BEDA TOUKA... BER-BE-DA!!!” ucap kesal Dazui kepada Touka.


    Kemudian Touka, kembali menghilang dan Dazui pun berkata...


“Lumayan juga, Generasi Awal memiliki Robot seperti ini...”


ucapnya dengan mata berbinar-binar serasa ingin memiliki robot tersebut.


“Berterimakasihlah kepadaku, Tim Perguruan HM karena aku membalas


perbuatan kalian ke tim tadi, kubalas 10x lipat... eh tidak 100x lipat!!!” ucap


Azuto...


“BERSIAPLAH KALIAN!!! IRON PUNCH!!!”


    Robot itu pun memukul ke daerah tim miliki Locta.


    Locta dan teman-teman pun berusaha menghindari pukulan robot itu. Dan setelah pukulan itu sampai memukul tanah...


“Kurasa kalian tidak bisa lari dari efek pukulanku ke tanah...” ucap Azuto dengan sombongnya.


    Ada angin kencang dan cepat bertekanan tinggi yang mengejar Locta dan teman-teman. Akhirnya...


    Semua tempat tim Locta pun hancur dan sekitar dipenuhi debu-debu tanah yang membuat Azuto tidak bisa melihat Locta dan teman-temannya.


‘Apakah benar-benar mereka sudah kalah dengan serangan seperti itu?? Kurasa tidak karena aku belum puas untuk mengalahkan mereka dengan kekuatan terbaikku...’ ucap Azuto dalam hati.


    Debu-debu tanah pun mulai menghilang dan...


    Locta dan teman-temannya selamat dari serangan Azuto itu.


    Penonton pun mulai ramai karena kondisi semakin seru...