Limit'S

Limit'S
Leona, Wanita Cantik Generasi 15 : Bagian 1



    Hari Perguruan kembali normal kembali dan melakukan aktifitasi seperti biasa. Locta masih mengikuti pelajaran latihan Job dengan kelas Pemeran Pembantu, kelas Gren.


“Pelajaran telah selesai!!!,” ucap guru pengajar.


“Locta, terimakasih sudah mau melawan kami dan mengajari juga,” ucap Gren.


“Tentu, kalian juga memiliki peran penting untuk menjaga keamanan Generasi ini,” ucap Locta.


    Setelah kejadian kemarin, semua siswa kelas Pemeran Pembantu menghormati Locta karena Locta menunjukkan kualitasnya sebagai Pemeran Utama. Gren pada saat itu dipengaruhi mantra kebencian yang dilakukan oleh orang Cursed Wings, membuat karakternya seperti itu.


    Locta sedangan berjalan menuju ruang kelasnya. Dan Ia melihat sosok wanita yang cantik yang binggung. Locta pun menghampirinya...


“Maaf, nona sedang mencari apa?” tanya Locta.


“Oh... syukurlah... ada orang,” ucap wanita cantik misterius.


“Aku mencari sebuah kelas, apakah kamu bisa mengantarkannya?”


“Bisa, kalo boleh tahu, nona mau kemana ya?”


“Aku lupa nama kelasnya, Cuma aku harus mengikuti orang yang menemukanku disini dan orang itu akan menunjuk kelasnya. Apakah kau menunjuk ruang kelasmu?” ucap wanita cantik misterius itu.


    Locta pun kaget.


“eh... iya. Aku menunjuk ruang kelasku,” ucapnya sedikit ragu.


“Antarkan aku kesana saja... tolong ya..” dengan ucapan anggun...


“Baik,” balas Locta.


    Locta dan wanita itupun berjalan, dan murid-murid yang lain melihat wanita ini benar-benar cantik. Semua orang pun terpukau dengan kecantikkannya. Locta pun binggung dengan respon sekitarnya karena Locta tahu wanita disampingnya cantik, tapi tidak membuatnya tertarik melihatnya terus-menerus. Mereka pun sampai di kelas Locta, kelas Pemeran Utama.


“Ini kelas yang kucari!!!!!” ucap wanita misterius itu.


“kelas ini yang kamu cari? Ada keperluan apa dengan kelas ini? menemui seseorang’kah?”


ucap Locta sedikit penasaran.


    Locta ada murid Pemeran Utama tingkat 1 dan di kelas itu sendirian. Dan wanita ini mencari kelas ini pasti ada keperluan tetapi kalo ada keperluan pastinya dengan seseorang, orangnya hanya Locta.


“Oh tidak.... Aku disini sebagai murid kelas ini,” ucap wanita misterius.


    Semua siswa yang disekitar situ kaget... berarti murid Pemeran Utama bertambah lagi.


“Berarti kamu murid Pemeran Utama???” tanya Locta.


“Iya, bisa dibilang seperti itu,” jawabnya.


“Oh. Perkenalkan namaku Locta G. Wishom. Namamu?”


“Aku lupa memperkenalkan diri ya. Perkenalkan namaku Leona Taficia. Salam kenal, Locta. Mohon kerjasamanya ya~ “ ucapnya dengan manisnya.


“”Klan Taficia”” ucap banyak orang...


    Pembelajaran pun dimulai. Kemudian jam latihan Job dengan kelas Pemeran Pembantu. Semua siswa pun melihat Leona terus menerus, Locta pun latihan dengan Gren.


“Gren, apa kau tahu klan Taficia?” tanya Locta.


“Itu klan yang berpengaruh di Generasi 15, apa kau tidak pernah mendengarnya?”


“Aku tidak pernah mengetahui hal-hal seperti itu.”


“Bagaimana kita tahu kalo itu keturuan asli atau tidak?” tanya Locta.


“Dari namanya saja. Kalo ada “V” itu adalah keturunan asli. Kalo tidak berarti ada percampuran. Untuk Leona itu keturunan tidak asli.”


“Oh... begitu...”


Locta dan Gren meneruskan latihan mereka, dan Leona pun...


“Nona Leona, Job apa yang kau miliki?” tanya salah satu murid dengan nada mengoda.


“Job Caster.”


“Oh... Caster... sini-sini saya ajari aja,” ucap salah satu murid.


“Aku saja, aku bisa melakukan mantra yang lebih kuat kok.”


“Aku saja, karena aku lebih kuat dari mereka”


    Siswa-siswa itu pada berebutan untuk mengajari Leona. Beberapa siswi di kelas itu sedikit risih ada kehadiran Leona. Berita tentang Leona terdengar ke seluruh perguruan. Jam Istirahat...


“Locta, dimana teman sekelasmu, Leona,” ucap Loop yang bersemangat dan penasaran.


“Aku tidak tahu, Loop-senpai. Mungkin dia di kelas sendiri...”


“Kenapa kamu membiarkannya sendirian!!!” ungkap Loop sedikit marah.


“Kenapa Loop-senpai marah seperti ini?” tanya Locta yang binggung dengan respon Loop yang demikian.


“Ya... Kamu meninggalkan wanita cantik sendirian di jam makan siang,” ucapnya.


“ehmmmm” balas Locta dengan muka yang datar.


“Aku sudah mengajaknya untuk makan ke kantin, tapi dia ingin makan sendiri di ruangan kelas.


“Kan kamu sudah selesai makan nih, Locta. Aku mengantarkan’mu ke kelas ya, ya...” ucap Loop dengan menyenggol badan dengan semangat.


“Oh... terserah... Loop-senpai saja,” ucap Locta dengan muka datar dan meninggalkan Loop.


    Mau sesampainya ke ruangan kelas.


“Locta, itu depan kelasmu banyak orang seperti itu ya?” tanya Loop.


“Aku juga begitu binggung juga, Loop-senpai.”


    Kemudian mereka ke sana. Ternyata orang-orang itu melihat Leona yang makan siang. Tetapi entah mengapa, sekitarnya menjadi terlihat indah. Semua orang itu terpukau karena keindahan itu.


“Loop-senpai ini...” ucap Locta yang kaget.


“Iya, ini seperti yang kamu pikirkan, Locta. Ini adalah VOID AURA.”


*VOID AURA adalah kekuatan yang dimiliki oleh seorang Pemeran Utama, dimana berpengaruh untuk semua orang yang dalam jangkauan aura tersebut. kekuatan secara umum aktif dengan sadar.


“Kekuatannya ternyata belum terkendali dengan baik seperti, Loop-senpai,” ucap Locta.


“Sepertinya begitu, Locta,” balasan Loop yang tersenyum melihat Leona.


    Bel sekolah pun berbunyi...