Limit'S

Limit'S
Selanjutnya, Locta VS Arberg !!!



    Serang tersebut menghilang dan tidak turun untuk mengenai Claudia, dan saat itu juga Leona pun jatuh dan tersungkur di tanah.


“Kenapa saat seperti ini, aku harus kehabisan voidku. Sialll!!!” ucap Leona dengan penyesalan.


    Disatu sisi.


‘Aku ingin melihat seberapa kuat daya rusak dari serang itu, sangat sayang sekali,’ ucap Claudia dalam hati.


    Dari percakapan Loop dan lainnya.


“Itu bukannya... varian... Evoker, ya-a-a!?” tanya Gren yang kaget.


“Iya, Gren. Itu varian Evoker. Leona adalah Evoker,” ungkap Locta.


“Bagaimana kamu bisa tahu, Locta?” tanya Gren.


“Iya. Itu karena aku diberitahu oleh Merlin-senpai, bahwa Leona memiliki potensi menjadi Evoker. Hanya saja dia belum bisa mengendalikan dan mengembangkan voidnya dengan baik, jadi dia setengah-tengah seperti ini.”


“Oh begitu. Berarti saat Leona melakukan eksekusi massal tersebut, Dia menunjukkan potensinya,” ucap Gren.


    Arberg pun mendengar dan ikut berbicara.


“Eksekusi massal?”


“Oh, Arberg tidak tahu kejadian itu ya. Leona ada sebuah kesalahan dan Dia di hukum untuk melakukan eksekusi massal, dalam arti latihan tanding dengan komite keamanan. Dan saat itu, Dia mengeluarkan kekuatan yang luarbiasa, mungkin lebih kuat dari serangan yang dia lakukan pada hari ini. Cuman pada saat itu, tidak terkendali,” penjelasan Gren.


“Oh...,” ucap Arberg.


‘Benar-benar potensi yang luarbiasa,’ Arberg sambil tersenyum sedikit.


    Loop mengumumkan pertandingan hari ini...


“Karena Leona sudah kehabisan void, maka pertandingan ini dimenangkan oleh nona Claudia Spellspeare!!!” serunya.


    Locta membantu Leona yang lemah.


“Maaf, aku telah mengecewakan kamu, Locta. Aku tidak bisa memenangkan pertandingan ini untuk membuktikan kualitas seorang Pemeran Utama dari Perguruan ini,” ucap Leona yang sedih.


“Sudahlah Leona. Tidak apa-apa. Dengan pertandinganmu tadi, kamu telah menunjukkan kamu adalah seorang Pemeran Utama. Semuanya mengerti kok, tenang saja, Leona. Kamu tidak perlu membuktikannya lagi...” ucap Locta yang menyemangati Leona.


    Leona pun mengeluarkan air mata.


    Pertandingan Leona dan Claudia telah selesai. Kedua beristirahat di ruangan kesehatan perguruan. Dan sekarang adalah pertandingan Locta dan


Arberg.


“Untuk Locta dan Arberg, dipersilahkan menuju tempat masing-masing,” seru Loop.


    Locta dan Arberg sudah ditempat masing-masing. Loop melihat posisi dari Locta dan Arberg.


“Baik. Pertandingan kedua, pertandingan Locta G. Wishom melawan Arberg Leistein. Pertandingan... dimulai!!!”


    Locta dan Arberg tidak bergerak sama sekali dari posisinya. Lingkungan sekitar sangat tenang dan menciptakan suasana yang berat. Ada daun yangt terbawa angin terbang, angin sudah tidak berhembus, daun pun lama ke lamaan turun menuju ke bawah tanah karena gravitasi bumi. Daun pun sudah menyentuh tanah dan...


“QUICK SLASH!!!”


    Arberg sudah didepan Locta. Locta pun merespon dengan baik.


“HIGH JUMP!!!”


    Dengan menghindari seperti itu, Locta pun selamat dari serangan Arberg. Arberg pun sulit menyerang karena jobnya adalah Saber bisa dikatakan dia hanya bisa menyerang dengan jarak dekat. Tetapi untuk Locta baik karena jobnya Archer, bisa menyerang dari jarak jauh dan segala angle.


“TRICKSHOOT!!!”


    Arah panah pun menuju ke arah Arberg. Arberg pun menghalau serangan Locta dengan baik. Arberg di hujani serangan anak panah dari Locta yang masih ada diatas.


    Arberg pun menyiapkan kuda-kuda menyerang, yang mana Locta masih ada diatasnya.


“AURA SLASH!!!”


    Serangan Arberg yang jarak jauh, mau mengenai Locta, tetapi dengan mudahnya dihindari oleh Locta. Locta berhasil, tetapi...


“SONICBOOM!!!”


    Serangan cepat dari Arberg tersebut dan posisi Locta yang sulit, membuat Locta tidak bisa bergerak disana. Terjadilah sebuah ledakan. Arberg tetap berlari menuju ledakan tersebut.


“EXPLOSION ARROW!!!”


    Membuat Locta berhasil tidak terkena serangan dari Arberg. Arberg pun tetap berlari


menuju tempat nantinya Locta turun, sambil menyerang.


“SONICBOOM!!! SONICBOOM!!! SONICBOOM!!!”


    Locta mau turun pun sulit menghindari serangan bertubi-tubi dari Arberg. Tapi Ia berhasil menghindari dengan baik.


    Loop mengamati serangan dari Arberg.


“Bagaimana bisa dia bisa menyerang dengan daya hancur yang kuat dengan serangan yang bisa dikatakan levelnya adalah level B??”


“Aku setuju denganmu Arsteel-senpai. Aku job Saber seperti dia, bisa menyerang seperti demikian, hanya saja daya hancurnya tidak sekuat dia,” ucap Gren.


    Kedua orang tersebut pun bertanya-tanya.


Locta mulai mengamati kondisi yang terjadi sekarang.


‘Bagaimana Ia bisa mengeluarkan serangan seperti itu dengan daya hancur yang luarbiasa..’ sambil melihat Arberg.


    Locta pun berusaha mendeteksi void yang dimiliki dengan merasakan, Locta memiliki bakat merasakan void seseorang dengan baik dan mengetahui bagaimana kondisi yang dimiliki orang tersebut.


‘Dia... benar-benar mengeluarkan void yang minim sekali. Ehm... mengingatkanku saat latihan bersama tuan John...’


    Locta mengingat masa lalu, saat latihan bersama John Time.


“HA-A-HA-A...” ucap Locta yang tergeletak di tanah.


“Segini saja sudah lelah dirimu, Locta?” ucap John dengan sarkasnya.


“Aku tidak kuat lagi, Guru. Bagaimana bisa aku kalah??? Padahal kekuatan voidku setidaknya hampir sama denganmu, Guru...” ucap Locta dengan lelah dan bertanya-tanya.


“Yang membedakan dirimu dengan ku adalah pengalaman dan petualangan, ada saatnya kamu akan melihat seseorang yang memiliki kemampuan sepert ini....”


    Kilas balik masa lalu, kembali pada Locta yang sekarang.


‘Tuan John, pada akhirnya aku diajari konsep dari kemampuan itu. Dengan begini aku tahu orang seperti apa, Arberg,’ ucap dalam hati Locta.


“Apa kamu sudah kelelahan, Locta??” seru Arberg.


“hahahaha... Rounde ke 2’kah kita??” balas Locta.


“hahahaha... OK..” ucap Arberg, dengan cepatnya mendekati Locta.


    Locta mengetahui, menyiapkan serangannya.


“MULTISHOT!!!”


“Aku tidak tahu trik apa yang kau miliki, Arberg. Tapi sepertinya aku akan sungguh-sungguh sekarang..” ucap Locta.


“Daritadi kamu tidak sungguh-sungguh ya... keluarkan kemampuan terbaikmu, Locta!!!” balas Arberg.


    Locta pun mulai fokus dan...


“~ ZERO MISTAKE ~”


    Locta benar-benar fokus, dan Arberg mulai menyerang dengan serang jarak jauhnya. Tetapi Locta bisa menghindari dengan mudah dan Locta menyerang Arberg.


“LONGSHOT!!! MISSILESHOT!!!”


    Serangan Locta pun menyerang Arberg. Arberg pun berusaha menghindari serangan Locta, tetapi serangan selalu mengarah ke Arberg.


‘Kemampuan yang dimiliki Locta, bukan main-main...’ucap  Arberg dalam hati yang melihat serangan bertubi-tubi Locta.


    Gren dan Loop yang melihat dari kejauhan.


“Kemampuan yang dimiliki Locta, aku tidak pernah mendengarnya,” ucap Gren.


“Itu bukan sebuah jurus, Gren,” balas Loop.


“Terus itu apa, Arsteel-senpai?” tanya Gren.


“Itu hanya sebuah kata-kata saja, lebih tepatnya sebuah sugesti...”


“Hanya sebuah sugesti!!??”


“Iya.”


“tapi dengan sugesti itu, mengubah kondisi pertarungan sekarang,” ucap Gren yang tidak menerima opini Loop.


“Ehm... sulit ya. Begini secara teori, orang yang kuat bisa mengalahkan orang yang lemah. Hanya saja, secara kenyataan, terkadangan orang lemah bisa mengalahkan orang yang lebih kuat darinya. Kamu tahu apa yang membuatnya sepert itu?” ucap Loop.


“Ehm.. aku tidak tahu, Arsteel-senpai...” ucap Gren.


    Loop pun mengangkat tangannya dan


“Itu adalah di dirimu,” sambil menunjuk Gren.


    Gren pun kagum dengan Loop karena kata-kata bijak yang diucapkannya.


“Itu yang dilakukan Locta. Dengan modal itu, Dia sampai sekarang dan membuatnya tidak terbatas!!!” ucap Loop yang kagum dengan Locta.


    Kembali ke pertarungan.


‘Bagaimana bisa terus menerus seperti ini!!! apakah dia tidak kelelahan?? Kulihat dia semakin fokus, siall!!! Aku terlalu meremehkannya...’ ucap Arberg dalam hati.


“AURA SLASH!!!”


‘Aku akan mendekati dia agar seranganku lebih efektif...’ ucap Arberg dalam hati.


    Arberg dengan cepat mendekati Locta, tetapi...


“WEAPON CHANGE : REVOLVER!!!”


    Busur panah Locta berubah menjadi pistol. Dengan perubahan itu, Locta mendekati Arberg.


“Apakah Locta tidak apa-apa mendekati Arberg yang jobnya Saber!?” Ucap Gren.


“Lihat saja, Gren. Kamu akan tahu sendiri...” ucap Loop dengan tenangnya.


    Arberg dan Locta saling mendekat dengan agresif.


‘Kurasa ini adalah keputusanmu yang salah, Locta!!” seru Arberg.


    Arberg pun melancarkan serangan...


“FIRST FORM : SHIRANUI!!!”


“itu salah satu jurus terkuat untuk job saber, untuk jarak dekat, tidak ada yang bisa menghindarinya!!!” seru Gren.


‘Aku tahu serangan Arberg adalah serangan yang terbaik di job Saber, hanya saja dia menghadapi Locta...’ ucap Loop dalam hati.


“Z-MOVE!!!”


    Locta menghindari serangan Arberg dengan baik.


‘Bagaimana dia bisa menghindari serangan dekat terbaikku!!!’ ucap Arberg dalam hati.


    Dan tiba-tiba, Locta sudah  mendekati Arberg di depan mukanya.


“Sepertinya kamu kehilangan konsentrasi...”


    Arberg pun kaget.


“GUN ATTACK COMBINATION!!!”


    Arberg diterbangkan oleh serangan Locta dan terus-menerus tidak mendapatkan celah.


Gren pun kagum dengan pergerakan Locta.


“Si Locta bisa menggunakan jurus dari job Assassin. Akantetapi dengan jurus tadi pun, seharusnya 99% serangan Arberg mengenai Locta.”


“Pernyataanmu benar Gren. Hanya saja, kesempatan untuk menghindari serangan Arberg tidak nol, dan Locta pun membuktikanya,” Balas Loop.


‘Kau selalu membuatku kagum dengan perkembanganmu, Locta,” ucap Loop dalam hati.


    Arberg yang diatas langit karena serangan Locta.


‘Kuakui Locta, kamu memang memiliki kemampuan yang pantas sebagai Pemeran Utama. Dan kurasa aku tidak bisa membatasi kemampuanku lagi...Kikos!!’ ucap Arberg dalam hati.


‘Baik Tuan Arberg,’ ucap sebuah roh yang ada di dalam Arberg.


    Locta yang di arena yang melihat Arberg di langit.


“Kurasa ini cukup untuk dia,”


‘Tuan Locta, Aku merasakan kekuatan Anonous!!!’ seru GrimGrim dalam diri Locta.


‘Sialll!!! Kenapa harus sekarang... Dimana Anonous itu??? Yang lainya tidak merasakan sama sekali’kah?’ sambil melihat sekitar.


‘kekuatan Anonous ini seperti diriku, Tuan Locta!’ seru GrimGrim.


‘Berarti dia adalah makhluk segel yang seperti yang kulakukan pada Grim Reaper dahulu. Yang bisa merasakan kekuatan makhluk ini adalah makhluk yang sama-sama tersegel saja. Siapa orang yang menggunakannya kekuatan itu, GrimGrim?’


    Ada sebuah cahaya yang terang di langit, dan Locta melihat keatas.


‘Orang itu ada diatas langit, Tuan!!!’ seru GrimGrim.


“DRAGONBREATH!!!”


    Serangan Arberg memiliki daya hancur yang kuat sampai-sampai menghancurkan tanah arena tanding sangat parah.