
Locta pun melanjutkan perjalanan menuju kelasnya dan bertemu dengan Leona, yang duduk manis di kursinya.
“Pagi, Leona!!!” seru Locta dengan semangat paginya.
“Pagi, Locta!!” balasnya.
“Sedang apa kamu disini, Leona?” tanya Locta.
“Aku disini menunggu Icerain-senpai, Dia menyuruhku ikut pertemuan. Kamu sendiri, ngapain Locta?” ucap Leona.
“Aku juga ikut pertemuan tersebut, ikut dalam pengawasan Loop-senpai,” balasnya.
“Seperti itu... baiklah kalo gitu...” ucap Leona.
Locta pun mengingat pertemuannya dengan Orelia Ariste.
“Leona, perkuatan segelmu kepada Medusa karena dalam pertemuan ini, ada beberapa orang yang bisa merasakan makhluk sakral, seperti Grim ataupun Medusa.”
“Apakah benar?” tanya Leona yang kebinggungan.
‘Baiklah, anak muda. Aku mengikuti ucapanmu,’ balas Medusa yang berbicara secara telepati.
“Kenapa kamu, keluar tiba-tiba, Medusa!!!” seru Leona dengan sedikit kesal imutnya.
“Baiklah... kalo gitu,” balas Locta.
“Dan... aku merasa atmosfer sekolah ini mulai aneh. Aku merasa sedikit terancam tapi tidak membahayakan nyawa orang-orang sekitar. Untuk monster-monster anonous level rendah dan menengah, mereka langsung tak sadarkan diri ataupun mati,” penjelasan Medusa.
“Sepertinya sekolah ini dipasangan segel yang kuat ya. Melihat tindakan ini, berarti pertemuan 3 perguruan ini sangat penting dan privasi,” ucap Locta.
Tiba-tiba muncullah Loop...
“HAIII!!!” ucap Loop yang merusak tenangan.
Locta dan Leona pun kaget.
“Loop-senpai!!!” seru Locta.
“Senpai!!!” ucap Leona dengan kesalnya.
“Maaf-maaf. Aku memang berencana membuat kaget kalian. Hahahaha. Karena aku melihat kalian benar-benar serius begitu,” ucap Loop.
“Kami cuma memikirkan pertemuan 3 perguruan ini sangat penting gitu, Loop-senpai,” balas Locta.
“Tenang saja, pertemuan ini terjadi 3 tahun sekali kok. Menurutku pribadi, tidak terlalu penting juga pertemuan ini, cuma mengetahui saja. Sejauh mana kemampuan dari 3 perguruan dari 3 generasi berbeda. Itu saja sih,” penjelasan sederhana Loop.
“Seperti itu ya, Loop-senpai,” balas Locta.
“Iya... Oh ya kenapa kita mengobrol. Aku disini menjemput kalian untuk menuju ruangan pertemuan 3 perguruan. Aku takutnya kalian bertemu salah satu dari mereka. Apa kalian menuju kelas kalian, bertemu dengan seseorang yang bukan dari perguruan kita?” ucap Loop.
Locta pun menjawab.
“Aku tadi bertemu dengan seorang mahasiswi dari Perguruan “Asal Mula Kehidupan” yang bernama, Orelia Ariste.”
Loop kaget....
“kamu bertemu dengan Orelia??” tanya Loop yang memegang pundak Locta.
“Iya, Loop-senpai.”
“Kamu sangat beruntung, Locta. Karena kamu bertemu salah satu Archer yang terbaik di generasi awal dan semua generasi,” ucap Locta dengan hormat pada Orelia.
Locta pun menyetujui kekaguman Loop pada Orelia karena Locta melihat bagaimana Orelia berperilaku.
“Ya sudah, ayolah kita menuju ke ruangan pertemuan,” ucap Loop.
Mereka pun berjalan menuju ruangan pertemuan tersebut dan sampailah mereka ke ruangan tersebut. mereka melihat sebuah meja yang berbentuk segi enam. Dan di belakang meja tersebut, ada 3 tempat duduk yang tempatnya terpisah.
Didalam ruangan itu, ada Merlin.
“Pagi, Icerain-senpai,” ucap Leona.
Merlin pun menghampiri mereka dan...
“Sudah, masuk saja. Jangan berhenti di depan pintu. Duduk tenang disana. Aku akan menyusul kalian disana, aku menyiapkan beberapa dokumen untuk pertemuan ini,” ucapnya.
“Baiklah, Icerain-senpai,” balas Leona.
“Semangat, Merlin~” ucap Loop dengan santai.
“Loop, kamu harus membantu aku disini,” ucap Merlin sedikit kesal pada Loop.
“Apakah Aku perlu membantumu, Merlin-senpai?” ucap Locta.
“Tidak usah, Locta. Ini pekerjaan Dewan Mahasiswa. Kamu tidak perlu membantu, cukup orang ini saja membantuku. Ya’kan Loop?” ucap Merlin yang mengancam Loop.
“Baiklah... aku akan membantumu, Merlin,” ucap Loop dengan pasrahnya.
Locta dan Leona duduk di tempat duduk yang terletak diantara kursi anggota dewan dari Perguruan “Asal Mula Kehidupan” dan Peguruan “Harapan Manusia”.
Beberapa saat kemudian, Pekerjaan Loop dan Merlin sudah selesai. Mereka pun menuju ke tempat Locta dan Leona.
“Kenapa begitu, Icerain-senpai?” ucap Leona.
“Karena pertemuan ini, mempertemukan 3 orang yang mengikuti R3E Project,” ucap Merlin.
“R3E Project!!! Project yang menelusuri Unknown Territory dengan gabungan 25 Generasi, apa itu Icerain-senpai??” ucap Leona dengan bersemangat-mangat.
“Benar, itu Leona,” Balas Merlin.
“Memang siapa saja 3 orang itu, Merlin-senpai?” tanya Locta.
“3 orang itu adalah dari generasi awal, Orelia Ariste yang berada di Resource Squad. Generasi pertengahan, Lorance Lotus-senpai yang berada di Raid Squad. Dan generasi akhir, Marsha Edons yang berada di Research Squad,” penjelasan Merlin.
“Oh... menarik...” ucap Locta.
‘Ternyata si Ariste, bukan orang sembarangan,’ ucap Locta dalam hati.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk melihat orang-orang hebat seperti mereka, tentunya jangan meremehkan anggota dewan mahasiswa lainya,” ucap Loop yang mengingatkan.
Kemudian, datanglah Dewan Mahasiswa “Asal Mula Kehidupan” menuju tempat duduk mereka. Intimidasi yang mencekam.
Tiba-tiba...
“Hai, pemuda. Seperti tadi kamu tidak menyebutkan namamu padaku,” ucap Ariste yang tiba-tiba disebelah Locta.
Locta dan yang lainya pun kaget.
“Maaf, Aku tidak memperkenalkan diriku juga, Namaku Locta G. Wishom,” balas Locta.
“Ok, Locta. Salam kenal ya, dah~” ucap Ariste dengan santai dan meninggalkan mereka.
‘Bagaimana aku tidak merasakan hawa kehadirannya samasekali,’ ucap Locta dalam hati.
“kamu mengenal Orelia Ariste, Locta?” tanya Merlin.
“Tadi aku bertemunya saat aku mau menuju ruang kelasku,” balas Locta.
“Oh... baiklah. Kamu lihat’kan?” ucap Merlin yang membicarakan kualitas seorang Orelia Ariste.
Locta hanya bisa terdiam dan mengangguk setuju dengan Merlin.
“Disebelah Orelia Ariste, itu siapa, Merlin-senpai?” tanya Leona yang penasaran.
“Itu-“ ucap Merlin yang terpotong oleh Loop.
“adalah Euro Cecilia, Mahasiswi yang berumur 20 tahun. Kelas Rider. Yang memiliki 3 sizenya 96-58-“ ucap Loop yang terputus yang dipukul oleh Merlin karena kemesuman Loop.
“Oh...” balas Locta.
Locta pun tahu siapa selama ini yang menjadi bahan khayalan Loop, yang melihat secara tidak sengaja.
“Maaf-maaf, aku terlalu bersemangat untuk menjelaskan tentang Euro-chan,” ucap Loop dengan kesenangan sendiri.
Leona dan Merlin, membuang muka mereka dari Loop.
Kemudian, datanglah Dewan Mahasiswa “Masa Depan yang Dijanjikan”. Dengan ketenangan biasa, hanya saja udara di ruang tersebut terasa berat. Dari kumpulan itu, ada sosok wanita cantik yang menghampiri Locta dan lainnya.
“Hai, Merlin. Sepertinya kamu tambah cantik saja,” ucap wanita cantik itu.
“Aku tidak perlu pujianmu... Eliza...” balas Merlin dengan sewotnya.
“Jangan begitulah... oh siapa, wanita cantik ini, Merlin?” tanya Eliza dengan manisnya.
“Perkenalkan nama Saya Leona Taficia,” ucap Leona.
“Salam kenal ya, Leona-chan. Perkenalkan namaku Elizabeth Bathorn, salam kenal. Kapan-kapan kita bisa minum tea bersama, tentunya Merlin ikut juga ya~” ucap Eliza yang meninggalkan mereka.
“Kamu harus hati-hati dengan Eliza, Leona. Kalo tidak, kamu dalam bahaya...” ucap Merlin dengan serius.
“Kenapa begitu, Merlin-senpai?” tanya Leona dengan polosnya.
“Setahuku Eliza tertarik pada wanita cantik bisa dibilang....” ucap Merlin.
Leona dan Locta pun mengerti apa yang dimaksud oleh Merlin.
“Dan kalo tidak salah, dia mengincar wanita canitk untuk kecantikannya. Entah bagaimana Ia melakukannya, Cuma hati-hati saja, Leona,” ucap Loop yang memperingatkan.
“Sayang sekali, Padahal bagiku, Ia cantik...” ucap Locta dengan entengnya.
“OH... wanita seperti Eliza adalah seleramu toh... OH...” ucap Merlin yang sedikit kesal.
“Hanya kagum saja sih...” ucap Locta.
“Menarik!!!” ucap Loop dengan senyum sedikit senangnya.
Kemudian, datanglah Dewan Mahasiswa “Harapan Manusia”. Kemudian...
“Terimakasih sudah datang dalam pertemuan ini. tidak menunggu lama, mari kita mulai pertemuan 3 perguruan terbaik dari 25 generasi. DIMULAIII!!!” ucap Lorance dengan mengetuk palu kayu.
Tuk.. tuk... tuk...