Limit'S

Limit'S
Pertemuan 3 Perguruan Terbaik : Bagian 1



    Malam sebelum adanya Pertemuan 3 Perguruan, Loop pun mendatangi kamar Locta.


“Locta, apakah kau ada di kamar?” tanya Loop yang sambil mengetuk pintu.


“Kenapa Loop-senpai?? Kau datang malam-malam seperti ini?” tanya Locta dengan suara pelannya.


“Kamu tahu besok ada pertemuan 3 perguruan’kan?” tanyanya.


    Mata Locta yang mengantuk menjadi melek kembali.


“Aku tahu, Loop-senpai. Emang ada apa?” balas Locta.


“Aku ingin menawarkanmu menjadi wakilku di saat pertemuan tersebut?” tanya Loop.


“Ehm... apakah perlu wakil-wakil seperti itu agar bisa ikut pertemuan tersebut?” balas Locta dengan pertanyaan juga.


“Pertemuan 3 Penguruan ini adalah Pertemuan yang benar-benar spesial dan privasi. Disini kita bisa tahu bagaimana orang-orang dari perguruan-perguruan tersebut. Dan yang mengikuti itu hanya Anggota Komite Mahasiswa, dan tiap anggotanya bisa mengajak wakilnya juga. Untuk kesempatan ini, Ketua, mengajak Mahasiswa Pemeran Utama tingkat 1 ikut dalam Pertemuan itu.”


“Baiklah... Ketua Komite Mahasiswa Perguruan ini siapa memangnya?” tanya Locta.


“Oh.. Kamu tidak tahu ya, Ketua Komite Mahasiswa Perguruan Harapan Manusia ini adalah Lorance Lotus,” ucap Loop.


“Lorance Lotus ya... menarik... Seberapa kuat orang itu, Loop-senpai?” tanya Locta yang penasaran.


“Bisa dibilang... Kamu dapat dikalahkan dengan mudah olehnya, Locta,” ucapnya dengan menyinggung Locta.


“Aku ingin menemui orang itu...” ucap Locta dengan semangat.


“Bagaimana Locta, kamu menerima tawaranku?” tanya Loop.


“Aku menerimanya, Loop-senpai. Aku tidak ingin melewatkan kesempatan ini dan ingin melihat orang kuat lainnya,” balas Locta.


“Baiklah, Locta. Apa ada yang kamu tanyakan lagi?”


“Emmm... Leona bagaimana?” tanya Locta.


“Oh... Iya... Leona, Dia ikut juga. Dia menjadi wakilnya Merlin. Leona ikut karena di juga murid Pemeran Utama, tentu dari keputusan Lorance juga.”


“Oh.. baiklah. Kalo boleh tahu 2 Perguruan yang ikut siapa saja, Loop-senpai?. Aku bertanya pada Merlin-senpai tidak dijawab....” ucap Locta.


“Oh... “Merlin-senpai” ya... Oh...” ucap Loop dengan nada sedikit tinggi dan menyindir.


“Kenapa, Loop-senpai?” tanya Loop dengan polosnya.


“Lebih baik, kamu tahu besok saja atau tanya Merlin saja...” ucap Loop yang meninggalkan Locta.


“Loop-senpai!!! Jangan membuatku penasaran!!!” ucap Locta dengan sedikit marah...


“Sepertinya aku tidak bisa tidur nyenyak untuk memikirkan ini...” ucap Locta sendiri.


    Hari Pertemuan 3 Perguruan pun tiba. Locta pun berjalan menuju ke perguruan.


‘Sial... Aku tidak bisa tidur tenang... gara-gara tidak tahu 2 Perguruan apa yang ikut dalam pertemuan ini,’ ucapnya dalam hati.


    Dalam perjalanannya, Dia merasa aneh karena saat dia berangkat sekolah tidak ada murid-murid lainnya yang berangkat sekolah. Kemudian Locta menghubungi Gren dengan komunikasi internal sekolah.


“Locta, apa kau tidak tahu?” balas Gren.


“Tahu tentang apa, Gren?”


“Perguruan ada sebuah pertemuan 3 Perguruan.”


“Terus? Apa yang membuat siswa lain tidak masuk?” tanya Locta.


“Pertemuan itu sangat penting dan cukup privasi, keberadaan 2 Dewan Mahasiswa dari 2 Perguruan itu tidak ingin terlalu diketahui oleh banyak orang. Karena mereka dari luar Generasi 15 atau lebih tepatnya Generasi Pertengahan. Akan terjadi, suatu hal yang tidak menyenang satu sama lain pihak, Locta,” jelas Gren.


“Seperti itu ya,” balas Locta.


“Terlebih lagi, perwakilan dari 2 Perguruan itu adalah Pemeran Utama yang terhebat dari Generasi yang mereka bahwa. Diantara mereka, Pemeran Utama, Sering terjadi keributan yang tidak diinginkan. Dan bisa merusak properti perguruan yang menjadi tempat pertemuan tersebut. Itu salah satu menajdi alasan siswa yang lain tidak diperbolehkan ikut, Locta.”


“Baiklah, Gren. Terimakasih infonya.”


“Tentu, Locta. Dan semangat juga ya, Locta untuk pertemuan 3 Perguruan ini.”


“Baik-k- Bagaimana Kamu bisa tahu Aku ikut juga?” tanya Locta.


“Tentunya Kamu, mahasiswa Pemeran Utama dari Perguruan terbaik di Generasi Pertengahan, harus ikut karena biar mengerti seberapa kekuatan Pemeran Utama dari 2 Perguruan itu.”


“Ok. Terimakasih, Gren.”


“Sama-sama, Locta.”


    Locta pun menutup komunikasinya.


“Benar-benar pertemuan ini sangat penting sekali ya...” ucapnya dengan omong sendiri.


Locta berjalan menuju kelasnya, tiba-tiba dia melihat wanita yang melihat papan pengumuman. Wanita tersebut tidak menggunakan seragam samadengannya, Locta pun menyimpulkan wanita ini dari salah satu dari 2 perguruan yang diundang untuk pertemuan 3 Perguruan. Locta pun langsung menghampiri wanita tersebut.


“Mohon maaf kalo boleh tahu, nona dari perguruan mana ya?” tanya Locta dengan sopannya.


Wanita itupun menoleh ke Locta dan Locta melihat ada tulisan, “ Perguruan Asal Mula Kehidupan”. Rasa penasaran Locta sedikit terobati karena mengetahui salah satu nama Perguruan tersebut. Wanita itupun berbicara.


“Menarik juga kamu ya, bisa menangkap makhluk sakral seperti itu. Tapi sayang belum dimanfaatkan, sangat sayang sekali.”


Locta pun kaget dengan ucapan wanita ini. Locta bertanya kepada wanita itu.


“maksud, nona, apa ya? Saya tidak mengerti samasekali.”


“Ehm seperti itu ya, mungkin orang-orang generasi pertengahan ini tidak menyadarinya. Sayang kamu menemui orang yang mengerti perihal ini,” balas wanita ini.


‘dia benar-benar tahu aku memiliki makhluk sakral, Grim Reaper, aku menyembunyikan sebisa mungkin’ ucapnya dalam hati.


“Aku tidak papa, atas perkataan nona,” balas Locta yang berpura-pura tidak tahu atas makhluk sakral.


“Baiklah kalo bersikap demikian, Perkenalkan namaku Orelia Ariste, dari Perguruan Asal Mula Kehidupan. Ya menarik sekali ada siswa Generasi Pertengahan memiliki itu, sampai jumpa lagi..” ucap wanita itu dengan menghilang tiba-tiba dengan melewati sebuah kabut. Tidak ada jejak samasekali.


“Sepertinya pertemuan ini memberikan banyak hal untukku” ucap Locta.