
2 Tahun telah berlalu, Locta remaja menjadi orang yang cukup dewasa dan tetap memiliki rasa penasaran yang tinggi terhadap apa yang dia kerjakan sekarang. Dan kakek Franky tambah menua.
Locta dan kakek Franky sedang membersihkan rumah karena rumahnya benar-benar tidak ada ruang untuk bebas bergerak.
“Locta, tolong bersihkan ini. kakek tidak sampai untuk membersihkan bagian ini”
“Baik kakek. Aku bersihkan” dengan serunya.
“Locta, kakek sepertinya harus pergi ke kota untuk membeli lampu baru”
“Baik kakek” jawab Locta.
Kakek pun pergi dengan menggunakan Mobil....
Locta sudah selesai membersihkan ruang tamu, hanya mengganti lampu saja. Kemudian Locta melihat ruang kerja kakek dari pintu yang sedikit terbuka, terlihat ruang tersebut kotor. Dan masuklah Locta ke ruang kerja kakek Franky. Locta membersihkan ruangan tersebut dan melihat sebuah foto, Locta pun mengambilnya....
“Foto ini...” ucap Locta sambil memegang foto.
Locta pun melihat foto kakek Franky dan Orang banyak yang merayakan Kota Fran. Locta pun merasa binggung dan melihat tempat foto itu berada, ada dokumen lama-lama, dan Locta pun melihat. Locta melihat di dokumen itu, kakek Franky adalah orang penting di kota ini dan menyadari bahwa nama kota “Fran” itu berasal dari nama kakek Franky sendiri.
“Tapi ada yang aneh....” ucap Locta.
Locta menyadari bagaimana bisa kakeknya yang orang penting di kota ini, tidak ada yang mengenal kakek Franky sebagai pendiri kota ini. Orang-orang lain mengenal kakek Franky hanya Orang tua yang baik, tetangga yang baik dan tidak memiliki teman dekat di kota ini. Locta benar-benar sulit menerima informasi dari
dokumen itu, Dan Locta melihat sebuah surat yang berisi :
“Untuk kakek Franky
Bagaimana kabar kakek? Semoga baik-baik saja. Disini aku baik-baik saja, kakek. Jangan khawatir.Kemungkinan aku sulit menemui kakek sekarang. Maaf juga, tidak bisa
bersama kakek dan Locta.
Dari Sarus”
Setelah membaca, Locta benar-benar kaget dan tidak bisa berkata apa-apa. Dan...
“Sarus, ini siapa” ucap Locta.
Locta mengembalikan dokumen-dokumen di tempat semula dan membersihkan ruang tersebut, tentunya dengan perasaan dan pikiran yang penuh pertanyaan yang harus di tanyakan pada kakek Franky.
Terdengar suara mobil kakek Franky dari luar rumah. Memasukan mobil ke garasi dan masuk ke rumah.
“Maaf Locta, menunggu lama. Kakek sekalian membeli bahan makanan untuk malam...” kata kakek Franky.
“Baik kakek” balas Locta dengan muka tanpa ekspresi.
Kakek Franky merasa ada yang terjadi pada Locta karena sebelum kakek Franky, Locta tidak berekspresi seperti ini. Dan bertanyalah kakek Franky....
“Apa yang terjadi padamu, Locta”
Locta menatap ke mata kakek Franky dan bertanya...
“Sarus, itu siapa, kek?” dengan nada datar....
Kakek Franky pun kaget akan pertanyaan Locta.
“Kamu tahu darimana nama itu, Locta” tanya kakek dengan gugup.
“Kenapa kamu membersihkan ruang kerja, kakek!!!!” ucapan kakek Franky yang emonsional.
“Kakek pernah bilang, jangan pernah masuk ke ruang itu tanpa ijin....” lanjut ucapan kakek Franky.
“KENAPA KAKEK SEMARAH ITU!!!! APAKAH ADALAH HAL YANG TIDAK BOLEH KUTAU” Balas Locta dengan emosi dengan nada tinggi.
Suasana benar-benar panas, keduanya saling diam seribu kata dan tetap di ruang utama. Dan kakek Franky membuka pembicaraan....
“Locta, maafkan kakek ya. karena marah ke Locta. Hanya kakek kaget kamu mengetahui sesuatu hal yang kakek jaga selama ini”
“Locta, juga minta maaf kek. Karena aku memasuki ruang kerja kakek tanpa ijin kakek” balas Locta.
“Itu tidak masalah, pada akhirnya kakek akan menceritakan ke kamu tapi ini terlalu cepat. Yang mungkin ini momen yang tepat, Di ruangan kerja kakek, kamu melihat apa saja?” ucap Kakek Franky.
“Aku hanya melihat dokumen tentang kakek Franky sebagai pendiri kota Fran dan surat dari Sarus” ucap Locta
“Baiklah. Mungkin kakek akan menceritakan tentang Sarus saja, perihal kakek menjadi pendiri kota Fran akan
kakek ceritakan nanti” ucap Kakek Fran.
“Sarus ini adalah cucu kakek juga sekaligus kakakmu...”
Locta kaget dengan ucapan kakek Franky....
“Sarus adalah kakakku, itu tidak mungkin. Bagaimana aku tidak tahu, kakek!!!” ucap Locta sedikit emosional.
“Iya, kamu tidak tahu itu, Locta karena kamu-“ ucap kakek terputus
“DUAAAARRRRR!!!”*suara ledakan yang banyak di udara. Kota Fran.
“Pelindung saat ini melemah” sebuah notif yang muncul di samping kakek Franky.
“Itu apa kek?” tanya Locta.
“Maaf Locta. Kamu diam di rumah saja!!!. Diluar sangat berbahaya. Kakek harus pergi keluar sekarang” ucap kakek Franky yang terburu-buru...
“Tapi kek...” ucap Locta yang ditinggal kakek yang keluar rumah.
Kakek Franky keluar rumah dengan berkata,
“LIMIT WORLD”
Kakek Franky hilang secara seketika. Locta melihat itu dan membuatnya bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya. Karena Ia keluar rumah melihat suasana lingkungan sunyi tapi Locta mendengar suara dentungan di langit. Locta melihat langit, dan tidak ada apa-apa di langit kota. Benar-benar Locta pun binggung apa yang terjadi dalam kondisi ini dan terjadi padanya. Tiba-tiba ada sebuah suara yang membisiki di telinga Locta.
“Cobalah berkata seperti kakekmu tadi, setelah berhasil kamu tahu apa yang terjadi pada saat ini...”
“Siapa kau...” ucap Locta.
Locta benar-benar binggung dan ia mencoba mengikuti perkataan dari suara yang didengarnya....
“LIMIT WORLD”
Locta di teleport ke sebuah tempat yang sama seperti lingkungan rumah Locta, lebih tempatnya ke Kota Fran yang mana tidak ada tanda-tanda kehidupan. Locta pun melihat langit-langit kota terjadi pertempuran yang hebat. Tengah kota pun juga rusak parah. Melihat kondisi seperti ini, Ia khawatir dengan kakek Franky dan pergi mencarinya di Kota.