
Kembali ke arena,
Intuisi Hary berkata untuk mengalahkan Arberg harus dengan serangan penuh.
‘Harus kuakui, Arberg ini memiliki kemampuan diluar perkiraanku. Aku harus keselesaikan dengan satu serangan yang terkuat...’
Suasana arena tiba-tiba hening dan aliran angin menjadi kencang.
Melihat situasi tersebut...
“Oi ketua dari HM, kusarankan kau siapkan pertahanan terbaik yang kau miliki!!! Karena kau nanti terkena dampak dari serangan Hary!!!” seru Dazui.
Tanpa mendengarkan perkataan Dazui, Locta tahu kondisi sekarang bagaimana...
“Gren, siapkan dirimu!!!” ucap Locta dengan tegas.
“Baiklah, Locta!!! Kita melakukan sesuai rencana...” balas Gren.
“Tentu!!! Kita balaskan kekalahan rekan kita...” ucap Locta.
Kembali ke pertarungan Arberg dan Hary.
Arberg mengetahui bahwa Hary ingin mengakhiri pertarungan ini dengan satu serangan...
“Hary, kau akhirnya serius bertarung denganku... menjadi kehormatan bagiku!!!” ucapnya.
“Kuakui kau memang kuat, Arberg. Aku tidak perlu rasa hormatmu, yang aku perlukan adalah TUNJUKKAN SEGALA KEMAMPUANMU!!!” seru Hary.
Mendengar itu, Arberg pun merespon...
“Baiklah, Hary. Aku akan tunjukkan kemampuan yang kumiliki...” seru Arberg yang menyiapkan kuda-kuda menyerang...
Melihat kedua orang tersebut ingin mengakhir pertarungan berdua dengan 1 serangan...
“Benar-benar Hary mengeluarkan kekuatan yang mengerikan!!! Kurasa dia mencurahkan segala yang dia punya!!!” ucap MC.
“Bisa dikatakan Arberg adalah musuh yang berat untuk Hary, sampai-sampai dia menggunakan kekuatan penuh...” ucap Wagler.
“Menurut Tuan Wagler, Siapa yang akan menang dalam duel ini...” ucap MC.
“Sepertinya... dengan keadaan ini, sulit ditebak... Kita tahu kemampuan Hary seperti apa, hanya saja yang tidak kita tahu adalah kemampuan yang dimiliki Arberg karena selama pertarungan berlangsung, Arberg selalu memberikan kejutan...” ucap Wagler.
Hary pun sudah mempersiapkan serangan pamungkasnya...
“Apa kau siap, Arberg??” serunya.
Arberg tentu dengan kuda-kuda yang kuat, Ia melihat Hary dengan intimidasi... Hary pun tahu bahwa Arberg sudah siap...”
“Terima serangan pamungkasku, ARBERG!!!”
“AERO BLAST!!!”
“HIYAAAHH!!!” serunya.
Serangan tersebut menuju ke Arberg dengan cepat, kemudian Arberg mengeluarkan jurusnya...
“ENKO!!!”
Dan terjadi tabrakan kekuatan yang luarbiasa...
“PERFECT DEFENSE!!!”
‘Kuharap kau bisa mengambil kesempatan ini untuk menyerang, tim HM, Touka...’ ucap Dazui dalam hati.
Dazui percaya bahwa Touka bisa bertahan dari efek tabrakan kekuatan ini.
Tabrakan kekuatan ini sampai ke kursi penonton dan penonton tidak bisa melihat para murid ya ada di arena.
“BENAR-BENAR TABRAKAN KEKUATAN YANG LUARBIASA!!!” seru MC.
Wagler pun berpikir...
‘jurus yang dikeluarkan murid HM, Arberg, itu kalo tidak salah...’ ucap dalam hatinya yang terputus.
“Jurus yang digunakan murid HM itu’kan...” ucap Seri.
“Ya... itu salah satu jurus favoritku...” ucap Algurd.
Setelah tabarakan kekuatan itu sudah mulai menghilang, para penonton dapat kembali melihat murid-murid yang ada di arena. Kemudian para penonton binggung dan kaget melihat yang di arena.
“BAGAIMANA BISA TERJADI!!!” ucap MC.
“Apa yang terjadi selama tabrakan kekuatan tadi!!!” seru Wagler.
Mereka melihat Hary dan Arberg terjatuh. Dan yang membuat kaget lagi karena ada Touka dan Gren yang tergeletak dan tidak sadarkan diri.
‘Bagaimana Touka bisa dikalahkan...’ ucap Dazui dalam hati.
Percakapan Dave dan Loop.
“Ehm... Menurutmu apa yang terjadi, Loop?” tanya Dave.
“Menurutku terjadi sesuatu...” ucap Loop yang mulai menjelaskan.
“Saat terjadi tabrakan kekuatan Arberg dan Hary, Touka mengambil kesempatan untuk menyerang Locta, Serangan tersebut ditahan oleh Gren dan membuat Gren tidak bisa bangkit lagi...” penjelasan Loop.
“Terus apa yang terjadi dengan Touka??? Tidak mungkin dijatuh karena tabrakan 2 kekuatan tersebut. Touka adalah salah satu murid pemeran utama MDD yang terbaik, tidaklah wajar hanya karena itu...” ucap Dave.
“Sulit mengetahui apa yang terjadi kalo dilihat dari sini, Dave.”
Kembali ke arena...
Dazui pun melihat kondisi Touka yang tergeletak...
“Tidak kusangka... kau bisa memanfaat kondisi seperti ini ya, Locta...” ucapnya sambil melihat Locta.
Mendengar ucapan Dazui, semua orang di arena pun binggung.
“Apa yang dimaksud oleh Dazui?? Locta yang mengalahkan Touka?? Bagaimana caranya!!??” ucap MC.
Di arena...
“Kenapa kau bicara seperti itu, Dazui??” ucap Locta.
“Menarik sekali responmu, Locta. Kau kira aku tidak melihat apa yang kamu lakukan...
Pada saat melawan Azuto yang menggunakan ELEMENTAL MEGAZORD, dalam asap2 tersebut melakukan sesuatu. Aku masih ragu tetapi melihat sekarang, Touka telah jatuh, kusimpulkan kau mengeluarkan INVISIBLE TARGET... Kemampuan tingkat A... pada Touka.”
Mendengar itu...
“INVISIBLE TARGET!!! Itu skill yang sulit dipelajari!!!” ucap Wagler.
“Kemampuan apa itu, tuan Wagler?” tanya MC.
“Kemampuan tingkat A, ya dimiliki oleh kelas Archer. Hanya saja tingkat keberhasilannya kecil, karena Archer harus menembak kepada seseorang dan tanpa harus disadari oleh orang tersebut. sebenarnya itu hanya seperti tembakan biasa, hanya saja itu memberikan jejak pemilik. Bila terkena, Serangan seorang Archer akan terkena 100% Akurat. Menembak tanpa ada menyadari, itu sangat sulit. Dan kemampuan tersebut, digunakan oleh kelas Assassin karena mereka pergerakan mereka yang cepat dan mematikan, dengan skill tersebut, sangat cocok...” penjelesan Wagler.
“Dan saat terjadi tabrakan serangan Hary dan Arberg, Touka pun juga mengambil kesempatan untuk menyerangmu, hanya saja Gren yang terkena, dan disitu melakukan serangan yang cukup mengalahkan Touka...” penjelasan Dazui.
“Pengamatan yang baik, Dazui... “ ucap Locta.
Keadaan sekarang, yang bertahan di arena hanya ada Locta dan Dazui.
“Apakah kita bisa mulai...” ucap Locta sambil berjalan menuju Dazui.
“Hm.. Baiklah... mari kita akhir ini... dengan...” ucap Dazui
“KEMENANGANKU!!!” ucap Locta dan Dazui secara bersama-sama....