Limit'S

Limit'S
Pemeran Utama : Bagian 1



    Pada tahun 20 Hertzear, Perguruan Harapan Manusia mulai hari awal masuk sekolah. Yang berada


pada daerah istimewah generasi 15. Perguruan ini memberikan kontribusi yang


besar untuk bibit-bibit penerus generasi yang lain.


“Aku sangat bersyukur bisa masuk


ke Perguruan Harapan Manusia. Namaku Anton, Aku adalah murid baru tingkat 1


kelas C”


    Anton pun masuk dan binggung


dimana kelasnya berada, dan Ia bertemu dengan murid yang penampilannya cukup


aneh, seperti seorang detektif. Dia pun memberanikan diri untuk bertanya ke


pada murid aneh tersebut.


“Permisi, Saya ingin bertanya...”,


tanya Anton dengan takutnya.


“Ehmmm, kelas murid tingkat 1C


ada di petigaan didepan, belok kiri dan dekat dengan air mancur sekolah ini.”,  jawab murid yang berpenampilan aneh ini.


    Anton pun kaget dan binggung, bagaimana orang ini tahu kalo ia mencari kelas 1C. Benar-benar


dibuat terheran-heran karena Anton tidak menggunakan artibut yang menunjukkan


kalo ia murid kelas 1C.


“Terimakasih informasinya, boleh


saya tahu nama kamu? Namaku Anton.” dengan takutnya untuk memberikan jabatan


tangan


“Ehmmm, Namaku Locta. Salam kenal,


Anton.” Locta menerima jabatan tangan Anton.


    Anton pun meninggalkan Locta, dan menuju kelasnya. Sampai dikelas, ia mendapatkan nomer


duduk 50 dari jumlah total kelasnya 50 orang.


    Bell Sekolah pun berbunyi. Guru wali pun masuk.


“Selamat pagi semua. Saya akan menjelaskan peraturan yang berlaku di Perguruan Harapan Manusia ini...


Perguruan Harapan Manusia ada 4 kelas tiap tingkat, dengan totalnya 3 tingkat.


kelas itu adalah kelas C,B,A dan S.


Perguruan ini bisa melakukan latihan tanding dengan teman sekelas dan kelas lainnya, hanya


1 kelas diatas atau dibawahnya. Kalo itu dilanggar, murid yang bersangkutan


terkena hukuman dari sekolah.


Untuk urutan duduk menunjukkan status kalian, tentunya dapat berubah selama kalian berusaha.”


    Penjelasan selesai, pelajaran pun dimulai. Pelajaran kemampuan diri, Pelajaran dimana potensi murid berada. Pelajaran dimulai.


“Untuk para siswa, silahkan memegang bola kristal ini untuk mengetahui status kalian sekarang”


“Ceron Soiler, Tingkat 1 kelas C :


STR : A


AGI : A


VIT : B


INT : C


DEX : B


LUK : C


ANT : - “ * tampilan seperti


status game.


    Teman-teman sekelasnya kaget dengan status yang dimiliki oleh Ceron sekaligua takut karena


Ceron memiliki sifat yang buruk. Kemudian Anton pun memeriksa statusnya....


“Anton, Tingkat 1 kelas C :


STR : D


AGI : D


VIT : C


INT : C


DEX : C


LUK : C


ANT : Optimis“ * tampilan seperti status game.


    Ceron pun mengtertawakannya status dari Anton.


“HAHAHAHA, STATUS MACAM APA ITUU!!!! Bagaimana bisa statusnya lebih


rendah dari kelasnya sendiri. HAHAHAHAHA.” Dengan puasnya Ceron mentertawakan.


    Anton pun tidak terima atas candaan Ceron.


“CUKUP!!! STATUS INI HANYALAH STATUS, KALO BERANI LATIHAN TANDING DENGANKU!!!!” dengan marahnya.


“Oklah kalo itu maumu, bisa dilihat dari hasilnya. KAMU KALAH, PENCUNDANG!!!!” Balas Ceron dengan tawanya.


    Latihan tanding antara Anton dengan Ceron dimulai. Berakhir sesuai perkiraan, yang


menang adalah Ceron.


“KAU TIDAK MELIHAT STATUSMU SENDIRI, MASIH SAJA BERANI MELAWANKU, DASAR BODOH!!!!” dengan tawa kejam.


“KAU TIDAK SADAR URUTAN TEMPAT DUDUKMU ITU 50, KAMU BERADA DIBAWAH DARI AKU. HAHAHAHAHA, jangan berjadi pemeran utama”


    Anton sadar posisi dia seperti apa, terlebih lagi menjadi “Pemeran Utama” sepertinya


tidak mungkin. “Pemeran Utama” adalah  orang spesial yang berpengaruh dari sebuah


generasi dan memiliki kemampuan khusus. Kemudian Anton menjadi bahan bullyian


Ceron.