
Walaupun bel bunyi orang tersebut masih di depan kelas Pemeran Utama untuk melihat Leona. Mendengar bunyi bel sekolah.
“Bel sekolah sudah berbunyi,” ucap Leona dengan polos.
Leona pun melihat sekitarnya, ramai banyak orang melihat dia.
“Kenapa banyak orang seperti ini,” dengan sedikit panik.
Semua orang tersebut merasa lemah melihat respon Leona seperti itu.
“KENAPA KALIAN ADA DISINI, APA TIDAK MENDENGAR BUNYI BEL!!!” ucap dari seseorang kumpulan wanita.
Semua orang melihat kesana, ternyata sekumpulan wanita ada komite pengawas.
“Apakah kalian tidak bisa kembali ke kelas kalian masing-masing’kah,” ucap dari sosok wanita yang bernada elegan.
Ternyata sosok wanita itu adalah Merlin Icerain, salah satu anggota Dewan Mahasiswa. Orang tersebut pun mendengarkan ucapan Merlin, dan kembali. Merlin bisa dikatakan salah satu wanita tercantik di perguruan ini.
“Oh, Merlin. Tetap berkeliling di setiap kelas ya,” ucap Loop dengan santai.
“Tentunya Loop, sedang apa kau disini, Loop?” balas Merlin.
“Aku ingin melihat adik kelas baruku,” jawabnya.
“Oh... wanita ini, ya? Dia belum bisa mengendalikan sepenuhnya kekuatan,” ucap Merlin dan meninggalkan kelas tersebut.
“Ya sudah, Locta. Aku pergi dulu ya. Dadah, Leona~ “ ucap Loop dengan jenakanya.
Locta pun masuk kelas.
“Maaf ya sikap dari kakak kelas tadi,” ucapnya.
“Oh tidak apa-apa, Locta.” Balas Leona.
“Aku ingin bertanya, apakah kamu belum bisa sepenuhnya mengendalikan kekuatan voidmu, Leona?”
“Iya Locta, aku belum bisa mengendalikan sepenuhnya. Dan aku masuk ke perguruan ini agar bisa mengendalikannya dan bisa menjaga diriku dengan kekuatan Jobku juga.”
“Seperti itu ya, memang berbahaya bila kondisimu seperti ini, Leona. Aku bisa membantumu untuk mengendalikan kekuatan voidmu,” ucap Locta yang menawarkan bantuan untuk Leona.
“Baiklah Locta, Aku menerima tawaranmu.”
Locta pun mengajari Leona tentang kekuatan void. Dan mereka juga latihan job mereka. Chemistry mereka pun terbangun dengan baik sebagai sesama murid Pemeran Utama.
Locta mengajak Leona untuk makan di kantin utama.
“Hey, Locta. Kemana saja kau selama ini,” ucap Loop yang menghampiri Locta.
Kemudian Loop menoleh...
“Ada Leona juga!!!” dengan kagetnya.
“Hai~,” ucap Leona dengan manis.
Loop pun serasa meleleh mendengarkan ucapan Leona.
“Hai juga!!!” ucapnya sedikit gemeteran.
“Enggak biasa melihat Leona bersama Locta di kantin,” ucap Loop dengan halus.
“Iya, senpai. Karena ingin mencari suasana baru. Kami sering berlatih bersama dan makan siang di tempat latihan,” ucap Leona.
“OHHH....” ucap Loop dengan menyenggol Locta.
“Kenapa kau, Loop-senpai..” ucap Locta.
“Tidak ada apa-apa...”
Kemudian datang sekumpulan wanita yang menuju tempat Locta dan Leona.
“Maaf mengganggu waktu makan kalian. Apakah kamu bernama Leona Taficia?” tanya dari salah satu wanita dari kumpulan wanita tersebut.
“Iya benar, Saya Leona.”
“Apakah kamu bisa ikut dengan kami?”
“Maaf sebelumnya, ada keperluan apa ya?”
“ada keperluan yang tidak bisa diucapkan disini,” ungkap wanita tersebut.
“Baiklah, aku ikut dengan kalian.”
Leona pun pergi bersama perkumpulan wanita tersebut.
“Leona. Apakah memiliki masalah dengan perkumpulan tersebut’kah?” ucap Loop sedikit khawatir.
“Seharusnya tidak sih, Loop-senpai.”
“Ehm... tunggu sebentar, Kalian latihan di mana ya?” tanya Loop.
“Kami latihan di lahan yang luas dan sepi. Kami bebas menggunakan kekuatan sesuka kami.”
“Ehmm.... sepertinya ada, Loop-senpai.”
“Locta, Leona dalam bahaya!!!” ucap Loop dengan nada tinggi.
“Emangnya kenapa, Loop-senpai?”
“Itu tempat latihan khusus komite pengawas, milik Merlin!!!!”
Leona pun sampai di ruangan.
“Silahkan masuk.” Ucap wanita dari kumpulan wanita tersebut.
Leona pun masuk dan melihat sosok wanita yang membelakanginya.
“Terimakasih sudah datang kesini, Leona.” Ucap sosok wanita itu.
“Iya, tidak masalah. Ada keperluan apa memanggil saya?” tanya Leona.
Wanita itu berbalik...
“Perkenalkan, namaku Kater Feeling. Disini aku ingin menanyakan sesuatu padamu.”
“Tentu. Apa yang ingin ditanyakan padaku.” Balas Leona.
“Apakah benar beberapa kau berlatih kekuatanmu di lapangan kososng yang ada lambang
bunga es.”
"Ya. Disana aku melatih kekuatanku. Tempatnya benar-benar luas dan sepi. Disana bisa melakukan sebebasnya,” Ungkap Leona dengan senang.
“Kamu tahu, kenapa tempat seluas itu sepi?” tanya Kater.
“Aku tidak tahu. Aku juga binggung bagaimana bisa tempat itu bisa sepi,” ungkap Leona.
“Karena tempat itu ada tempat khusus untuk tempat latihan komite pengawas dan kumpulan wanita “Winter Flower”.”
“Yang boleh latihan disana mendapatkan ijin dari kepala komite pengawas, Merlin Icerain. Apakah kamu memiliki ijin dari nona Merlin?”
“Ah... aku tidak memiliki ijin dari kepala komite pengawas,” ucap Leona.
“Ok. Terimakasih atas jawabmu, Leona. Untuk itu kamu harus menerima sanksi dari kami.”
“Sanksi apa yang kudapatkan?”
“Sanksimu adalah Eksekusi Massal.”
“Apa maksudnya dari Eksekusi Massal?” tanya Leona.
“Eksekusi Massal adalah seperti Latihan Tanding dengan anggota komite pegawas dan dilihat oleh semua orang. Kalo kamu menang, kamu bebas dari masalah ini.”
“Kalo kalah?” tanya Leona.
“Kalo kalah, kamu menjadi bawahan nona Merlin. Dan kamu tidak bisa menolak ini, kalo kamu menolak, bisa melihat sekitarmu saja,” ucap Kater yang tegas dan dingin.
Sekelilingnya memberikan tatap intimidasi pada Leona.
“Baiklah aku menerima sanksi tersebut, kalo boleh tahu siapa yang kulawan?”
“lawanmu adalah aku, Leona. Pertandingan kita 7 hari lagi di Lapangan Latihan yang kamu gunakan.” ucap Kater.
“Baiklah.”
Leona pun keluar dari ruangan tersebut. Kemudian datanglah Locta dan Loop.
“Apakah kamu baik-baik saja, Leona?” ucap Locta.
“Aku baik-baik saja,” balas Leona dengan tersenyum.
“Syukurlah kalo begitu,” ucap Locta yang tahu kondisi Leona seperti apa dengan melihat mimik mukanya.
“Kamu disuruh apa, Leona?” tanya Loop.
“Latihan tanding dengan Kater di lapang latihan mereka,” ucap Leona.
“Bertanding dengan Kater.... Ini akan sulit,” ucap Loop.
“Kater itu siapa, Loop-senpai?” tanya Locta.
“Kater Feeling itu bawahan dari Merlin. Dia dari kelas Pemeran Pembantu. Dan kekuatannya diatas rata-rata dari kelas Pemeran Pembantu dan terlebih lagi bawah Merlin memiliki kekuatan sulit dikalahkan. Untuk keadaan sekarang, Leona akan sulit menghadapinya. Kapan pertandingan kalian?” ungkap Loop.
“Pertandingan akan dilakukan 7 hari dari sekarang.”
“Baiklah, Leona. Kita bisa melakukan persiapan untuk pertandingan itu. Loop-senpai bisa membantu?” ungkap Locta.
“Aku ingin membantu Leona. Tapi maaf, Aku tidak bisa. Karena ini adalah murni kesalahan dari kalian dan Merlin adalah Rekan Dewan Mahasiswa. Maaf ya,” ungkap Loop.
“Tidak apa-apa, senpai. Aku mengerti kondisi, senpai. Terimakasih perhatiannya.”
Locta membantu Leona untuk pertandingan dengan Kater Feeling....