
“Sebelum kita memulai memasuki pembahasan kita, mari kita memperkenalkan diri karena beberapa dari antara kita ada muka-muka baru. Untuk perkenalan, silahkan Dewan Mahasiswa “Asal Mula Kehidupan”, memperkenalkan diri,” ucap Lorance.
Perwakilan Dewan Mahasiswa “Asal Mula Kehidupan” pun berdiri.
“Perkenalkan nama Saya, Asteri Seri. Sebagai Ketua Dewan Mahasiswa “Asal Mula Kehidupan”,”
ucapnya dengan tegas dan mengintimidasi.
“Perkenalkan, Saya Sigmord Algurd. Sebagai Wakil Ketua Dewan Mahasiswa “Asal Mula Kehidupan”,” ucapnya dengan tegas dan tenang.
“Perkenalkan, Aku, Murasaki Shitsuki. Sebagai Sekretaris. Sekian,” ucapnya dengan santai dan sedikit gugup.
“Terimakasih atas perkenalannya, Dewan Mahasiswa “ Asal Mula Kehidupan”. Silahkan duduk kembali,” ucap Lorance.
“Selanjutnya, silahkan Dewan Mahasiswa “Masa Depan yang Dijanjikan” untuk memperkenalkan diri,” ucapan lanjut Lorance.
Perwakilan Dewan Mahasiswa “ Masa Depan yang Dijanjikan” berdiri.
“Nama Saya, Graham Eincoln. Kebetulan di Dewan Mahasiswa ini, Saya menjadi Ketua. Sekian dan Terimakasih,” ucapnya yang santai dan arogan.
“Nama Saya, Vete Works. Di Dewan Mahasiswa ini, sebagai Wakil Ketua. Terima kasih,” ucapan yang singkat.
“Saya, Kotori Danzou. Sebagai bendahara di Dewan Mahasiswa “Masa Depan yang Dijanjikan”. Sekian dan terimakasih.” Ucapan yang lembut dan enak untuk didengar.
“Terimakasih Dewan Mahasiswa “Masa Depan yang Dijanjikan”. Silahkan duduk kembali. 2 Dewan Mahasiswa sudah perkenalan. Sekarang Dewan Mahasiswa yang menyelengara Pertemuan ini, Dewan Mahasiswa “Harapan Manusia” untuk perkenalan diri,” ucap Lorance.
“Saya, Lorance Lotus. Ketua dari Dewan Mahasiswa “Harapan Manusia”,” ucapan yang singkat.
“Aku, Michelle Verdolf. Wakil dari Lorance Lotus,” ucapan yang cukup singkat.
“Perkenalkan. Saya, Richard Lone. Di Dewan Mahasiswa “Harapan Manusia” sebagai bendahara. Sekian dan terimakasih,” ucapnya dengan formal.
“Baiklah, Perkenalan kita sudah selesai. Alangkah baiknya, kita lanjut ke sesi berikutnya, yaitu isu-isu yang terjadi di tiap-tiap perguruan masing-masing,” ucap Lorance.
untuk mempermudah penulisan nama perguruan disingkat sepert ini :
Harapan Manusia = HM.
Asal Mula Kehidupan = AMK.
Masa Depan yang Dijanjikan = MDD.
Berbicaralah Graham Eincoln.
“Seperti biasa. Pertemuan kita dimulai dengan sesi yang membosankan seperti ini. menurutmu bagaimana, Vete?” ucapnya.
“Iya, Graham. Seperti ucapanmu,” balas Vete.
Berucaplah, Aster Seri.
“Bila ini membosankan. Kenapa masalah itu bisa terjadi, di Perguruan HM??” tanyanya yang menyinggung permasalah yang dahulu, penyusupan Curse Wings.
Tiba-tiba, dari pintu utama, masuklah...
“Apa maksudmu itu!!!!” ucap Pria itu benar-benar marah atas ucapan tersebut.
Leona pun kaget juga.
“Pria itu siapa?” tanyanya
“Pria itu adalah Leon Flamegun, Anggota Dewan perguruan kita, Leona. Dia memang pria yang mudah marah. Tapi untuk saat ini, aku setuju dengan ucapannya sekarang,” ucap Merlin yang serius.
“Berani sekali, kamu. Bicara seperti itu pada pada ketua kami,” ucap Algurd yang mengeluarkan aura mengancam.
“Kau kira, aku tidak berani dengan kalian!!!! orang primitif!!!!” ucapan dengan kasarnya.
“Pria itu siapa?” tanya Locta.
“Pria itu adalah Yano Kirio dari Dewan Mahasiswa MDD. Dia memiliki job Assasin seperti Aku,” ucap Loop dengan serius.
‘Yano Kirio, benar-benar bisa membunuh Flamegun-senpai secara langsung. Sepertinya Dia menahan, hanya mengancam,’ ucap Locta dalam hatinya yang kagum dengan kemampuan Kirio.
“Kau, mengancamku?” tanya Leon yang mengeluarkan kemampuannya.
‘Sepertinya terlalu memandang remeh Flamegun-senpai,’ ucapnya dalam hati.
“Ehem, bisa kalian berhenti membuat suasana seperti ini?” ucap Graham dengan santainya.
Semua orang tadinya ribut. Tiba-tiba mulai tenang kembali.
“Bagaimana caranya dia bisa menenangkan keadaan seperti ini?” tanya Locta yang penasaran.
“Semua orang yang dalam ruangan tahu kekuatan dari Graham Eincoln. Hanya kalian berdua yang tidak tahu, Locta, Leona. Dalam Radius segini, bisa dikatakan, nyawa kita semua bisa hilang seketika,” ucap Merlin.
“Bagaimana bisa?” tanya Locta yang penasaran.
“Kemampuan yang dimiliki Graham Eincoln. Dengan Job yang dimiliki adalah Ruler, membuat Dia menjadi Master of Close Combat. Dan itu membuat dia layang menjadi Ketua Dewan Mahasiswa MDD.
“Oh... seperti itu. Berarti tidak ada yang bisa melawanya?” ucap Locta.
“Tidak juga, ya Ketua-Ketua Dewan Mahasiswa dan beberapa siswa mungkin bisa menghadapinya, tapi Garam Eincoln tidak berani pada ketua kita, Lorance,” ucap Merlin.
“Oh... kenapa bisa begitu?” ucap Locta.
“Aku tidak tahu apa yang terjadi diantara 2 orang tersebut,” ucap Merlin.
Lorance pun berbicara...
“Baiklah. Terimakasih untuk Eincoln sudah menghentikan keributan. Dan Saya tahu juga Perguruan kami kecolongan oleh Curse Wings yang menyelinap di perguruan kami. Tentu Saya ingin menjelaskan masalah yang terjadi di Perguruan kami, dari kami sendiri. Tidak dari ucapan orang luar, apakah dapat dimengerti, Tuan Aster Seri...” ucap Lorance yang sedikit kesal.
“Baik,” balas Aster yang sedikit takut karena Ia tahu kekuatan Lorance.
‘Kenapa Aku menanggapi provokasi Graham, sialan. Pasti Dia, tahu keadaanya seperti ini. Graham, sialan,’ ucap Seri dalam hatinya sambil menatap Graham.
Graham Eincoln pun tersenyum sedikit karena keadaan yang terjadi sekarang.
“Baiklah. Mari kita membahas permasalahan yang terjadi di perguruan masing-masing,” ucap Lorance.
Percakapan tersebut berjalan cukup lama dan menyelesaikan sesi ini.
“Baik. Kita sudah saling membahas permasalahan yang terjadi di Perguruan kita masing-masing. Dan saling memberikan solusi satu sama lainnya. Baiklah, mari kita tutup sesi ini, melanjutkan sesi selanjutnya. Apakah bisa ditutup?” ucap Lorance.
Semua orang dalam ruang pertemuan berbicara.
“”BISA!!!”” ucap mereka dengan semangat.
Locta dan Leona pun binggung apa yang membuat mereka bersemangat seperti itu.
“Kenapa keadaan dalam ruang ini, mulai bersemangat, Icerain-senpai?” tanya Leona yang penasaran.
“Kamu akan tahu setelah ini...” balas Merlin yang juga semangat.
Lorance berbicara kembali.
“Baik, mari kita lanjut. Sesi selanjutnya. Yaitu pembahasan Pertandingan 3 Perguruan Terbaik di 25 Generasi,” ucap Lorance dengan tegasnya.
Locta dan Leona mulai tahu apa yang membuat semua orang dalam ruang tersebut bersemangat.