
Seminggu kemudian, Hari yang ditentukan pun tiba. Leona dan Locta pun berjalan menuju ke tempat pertandingan.
“Locta, aku gugup sekali,” ucap Leona yan sedikit panik.
Kemudian Locta menggenggam tangan Leona.
“Aku yakin kamu bisa kok, Leona. Selama seminggu, Kamu sudah berkembang pesat kok. Percaya pada dirimu saja, pasti kamu bisa menghadapi ini,” ucap Locta dengan halus.
“Ok, Locta. Aku percaya dengan perkataanmu, Doakan aku bisa menang dalam pertandingan.”
“Tentunya,” Balas Locta dengan tegas.
Leona pun pergi menuju ke ruang persiapan pertandingan. Locta pun berjalan menuju ke tempat duduk penonton, tiba-tiba diperjalanan bertemu dengan Loop.
“Sedang apa kamu disini, Loop-senpai?” tanya Locta.
“Oh... Aku menunggumu. Bagaimana perkembangan Leona?”
“Leona sudah berkembang pesat. Setidaknya untuk saat ini dia bisa mengendalikan kekuatan voidnya.”
“Seperti itu ya, seandainya dia kehilangan kendali dalam pertandingan ini, apa yang terjadi?”
“Pertanyaan menarik, kurasa Loop-senpai. Tentunya dia menang pertandingan, hanya saja nyawa Kater Feeling dalam bahaya. Aku bisa menghentikannya, tapi...”
“tapi apa?” tanya Loop.
“tidak jadi, semoga itu tidak terjadi. Aku harus mencari tempat duduk.”
“Oklah. Aku harus pergi menemui seseorang. Sampai jumpa, Locta.”
Arena pertandingan mulai ramai untuk melihat Eksekusi Massal, yang dilakukan oleh Kater dan Leona. Wasit pun masuk ke arena pertandingan.
“Eksekusi Massal akan dimulai!!! Disini Saya Anne dari Komite Pengawas, dalam pertandingan ini menjadi Wasit untuk Eksekusi Massal. Yang dieksekusi adalah Leona Taficia, Silahkan masuk!!!”
Leona pun masuk ke arena. Tidak ada suara yang menyorakinya jelek, banyak penonton melihat keindahan yang terjadi saat Leona berjalan.
“Kemudian eksekutor dalam pertandingan ini adalah Kater Freeling, Silahkan masuk!!!”
Kater pun masuk dengan elegan, dan penonton terpukau dengan atmosfer yang terjadi ketika Kater masuk.
“Baik, kedua peserta sudah masuk kedalam arena. Eksekusi Massal ini terjadi karena Leona menggunakan fasilitas Komite Pengawas dan kumpulan wanita, “Winter Flower”. Tanpa ijin dan tidak menjaga kondisi fasilitas dengan baik. Maka dari itu, Eksekusi Massal ini menjadi sanksi Leona.”
“Untuk memulai pertandingan ini, dari perintah Kepala Komite Pengawas dan Kumpulan Wanita, “ Winter Flower”, Merlin Icerain. Nona Merlin, dipersilahkan.”
Merlin masuk ke tempat khusus untuk melihat eksekusi massal ini, keadaan arena benar-benar berubah dan semua menyorot ke Merlin. Banyak yang terpukau dengan kecantikan Merlin dan aura yang dikeluarkannya benar-benar terasa di tempat duduk penonton.
“Baik. Saya, Merlin Icerain, dengan ini Eksekusi Massal dimulai!!!!” ucapnya dengan lantang.
Kater langsung menyerang Leona. Leona pun menahan pergerakan maju Kater.
“Water Bullet!!!”
serang itu bertubih-tubih menyerang Kater maju dengan cepatnya. Kemudian Kater melompat tinggi dan menyerang dari sana.
“Air Spear!!!”
Serang kater sangat cepat melesat ke Leona.
“Water Shield!!!”
Kembali waktu sebelum pertandingan dan masa-masa latihan. Yang mana Locta menemai latihan Leona.
“Leona, Jobmu Caster’kan, berapa banyak variasi serangan jarak jauhmu?” tanya Locta.
“Kurasa hanya sedikit dan daya hancurnya sedikit,” jawab Leona.
“Sepertinya sulit,” ungkap Locta.
“Karena Kater ini walaupun dari Kelas Pemeran Pembantu tapi dia kuat untuk pertarungan jarak dekat. Karena kelas dia, Lancer. Aku mencari informasi tentang Kater Feeling. Benar-benar orang yang merepotkan.”
“terus aku harus bagaimana melawan Kater?” tanya Leona.
“Dengan cara, menggunakan serangan jarak jauh. Tetap menjaga jarak dari Kater. Maka dari itu, mari kembangkan kemampuan serang jarak jauh yang mampu menghadapi Kater.”
“Baiklah, aku akan melakukannya.”
Kembali ke waktu pertandingan. Ledakan terjadi karena serangan Kater mengenai pertahanan Leona.
“Leona bisa menghadapi serangan Kater, ya,” ungkap Loop yang menghampiri Merlin.
“Kurasa masih belum. Kater belum mengeluarkan kemampuannya yang pantas menjadi orang kupercaya di perkumpulan wanita, “Winter Flower”,” balas Merlin.
Pertarungan berjalan sudah cukup lama. Leona tetap menjaga jarak dari Kater.
“Seginikah kemampuanmu, Leona?” tanya Kater.
“ini belum seberapa,” jawab Leona yang kelelahan.
“Acceleration Step!!!” Kater sudah ada di belakang Leona.
“A-pa-a-“ ucap Leona yang terputus sudah diserang Kater.
“Lancer Combo!!!” serang bertubi-tubi dari Kater.
Penonton pun terpukau karena Kater menunjukkan kualitas sebenarnya.
“Apakah segini saja kekuatanmu, Leona?” tanya Kater.
‘Apa segini saja kekuatanku?? Locta sudah mengajarkan banyak hal. Apakah bener segini kekuatanku,’ kata Leona dalam hati.
‘Memang ini batasanmu, Leona. Apakah kau membutuhkan kekuatan, aku akan membantumu’ ucapan suara seorang wanita yang berbicara di dalam hati Leona.
‘Kau siapa?’
‘Aku ada didalam dirimu dan ingin membantu, Leona’ ucap manis suara itu.
‘Aku tidak mempercayai dirimu, aku bisa menghadapi ini sendiri.’
‘Apa kau yakin dengan itu, apa kau ingin mengecewakan orang.... lain?’ ucap sosok ini dengan liciknya.
‘.....’ Leona terdiam.
‘Sudah terima bantuanku saja, aku akan menunjukkan potensi dirimu, Leona.’
‘baiklah. Aku terima, tawaranmu itu,’ balas Leona dengan berpasrah diri.
Leona bangkit dari serangan combo dari Kater. Kemudian Leona mengeluarkan mantra.
“Imagination Dimensi!!!”
“Water Waves!!!”
Leona mengeluarkan gelombang air tinggi dan Kater menghindarinya.
“High Jump!!!”
Serang itu tidak mengenai Kater, Arena pertandingan dipenuh air.
“Ultimate : Water Dragons!!!”
Keluarlah Naga dari air tersebut dan menyerang Kater. Dan Kater bisa menghindari tapi ada banyak naga yang menyerangnya dan Kater tidak berkutik.