LILY

LILY
anarkis ye!!



"dasar hantu gila, pagi-pagi gini sudah ganggu orang," gumam Linga.


Shafa mengambil air dan memberikannya pada Lily, gadis itu masih nampak lelah dan sedang di tahan oleh Anand agar tak jatuh.


"ada apa Linga? apa ada yang mengganggu Lily?" tanya Anand khawatir.


"ada kak, tapi dia sudah pergi, beruntung tadi Shafa sempat melihat ke arah kelas kalian," kata Linga.


"tunggu dulu, terus nih kaca semua tiba-tiba pecah?" bingung Erland yang memang tak memahami hal seperti ini.


"sudah tak masalah, nanti biar di perbaiki tapi sekarang ayo di bersihkan dulu, dan Lily tolong jangan bengong," kata Anand.


"maaf, aku selalu seperti ini saat aku sedang kotor," kata Lily merasa sedih.


"mbak setidaknya jangan batalkan wudhu mu, karena di sini tak ada kak Adit," kata Linga keceplosan.


"apa maksudmu?" tanya Lily.


"tak ada, ayo Shafa aku antar kembali ke kelas ya," ajak Linga yang menarik saudaranya itu.


Lily selalu merasa aneh saat semua orang menghindar saat dia bertanya tentang Adit.


"sebenarnya ada apa sih Anand?" tanya Lily bingung.


"sudah dari pada kalian cuma diam begitu, bantu kami kek, ini pecahan kaca berserakan seperti ini," kata Dimas.


pria itu tau jika Anand tidak nyaman saat Lily bertanya tentang pria yang bernama Adit itu.


wali kelas yang di beritahu oleh seorang siswi kaget melihat kondisi kelas yang begitu berantakan.


tapi beruntung tak ada yang terluka, "pasti ini karena gadis pembawa dial itu, benar tidak Lily," kata salah satu siswi


"tutup mulut mu ya Mak lampir, atau ingin aku acak-acak nih Java di muka busuk mu itu," marah Uci.


"sudah Uci, jangan pernah menganggunya, atau kamu bisa celaka dengan khodam hitam yang melindunginya," bisik Lily.


Uci yang mendengar pun langsing mundur, kong datang dan menarik khodam itu, "jangan berani ingin melukai gadis itu, atau aku akan membinasakan mu beserta pemilik mu," ancam mahluk itu.


makhluk itu pun mengangguk, dia tau jika kong bukan tandingannya, dan entah kenapa Lily selalu merasa aman saat kong berada di sekitarnya.


"terima kasih..." suara yang di dengar oleh Kong.


"apapun perintah mu tuan," jawab kong yang menjawab suara di kepalanya itu.


Adit masih belum bisa menggerakkan tubuhnya dengan normal, dia masih berusaha untuk sembuh.


akhirnya guru memutuskan memindahkan semua kegiatan kelas itu di teras masjid sekolah.


pembelajaran pun terasa begitu adem, terlebih angin yang bertiup beberapa kali.


sedang setan berseragam sekolah itu merasa marah, pasalnya satu-satunya orang yang bisa melihatnya kini jauh.


terlebih dia tak bisa mendekat ke area suci itu, saat jam istirahat semua pun bubar.


Linga mencari Shafa karena ingin mengajaknya ke kantin sekolah, tapi saat sampai di kelas itu gadis itu.


Linga berlari ke area pojokan kelas, dan mengambil botol air mineral yang di pegang Marwah.


"kamu ingin apa, kenapa kamu begitu jahat pada Shafa!" marah Linga pada gadis itu.


"kenapa kamu begitu membelanya, gara-gara dia aku di hukum karena buku pr ku ketinggalan," kata Marwah.


"kamu bodoh ya, buku mu ketinggalan itu karena kamu ceroboh, bukan karena salah Shafa, dasar gadis aneh," marah Linga


dia langsung membantu Shafa berdiri, "dan kalian semua hanya diam, lihat aku akan melaporkan ini ke guru, cukup kalian terus menyiksa Shafa," marah Linga.


keduanya pun pergi, "kenapa kamu terus membelanya, aku juga menyukaimu dan ingin dekat dengan mu, kenapa hanya Shafa, Shafa, dan Shafa terus," teriak Marwah.


Marwah pun menangis mendengar ucapan dari Linga, Shafa yang ingin membantu pun di tahan oleh Linga.


"tidak usah Shafa, dia harus belajar jika semua yang dia inginkan tidak bisa dia dapatkan, dan untuk mu, kamu seharusnya bisa membela diri, tak peduli jika itu saudaramu, tapi saat dia jahat pada dirimu, kamu harus melawan," kata Linga.


"baiklah mas Linga aku mengerti, terima kasih..." lirih Shafa.


Lily di temani oleh kedua temannya ke toilet sekolah untuk berganti pemb*l**.


tapi saat dia sudah selesai dan sedang cuci tangan, tak sengaja dia menyentuh wastafel.


dia pun di Tasik ke sebuah masa yang asing baginya. dia bisa melihat dia orang sedang melakukan hubungan suami istri.


"astaghfirullah... apa ini," gumamnya yang tak nyaman melihat ini.


"tolong lihatlah... dan bantu aku..."suara lemah itu mengejutkan dirinya.


itu adalah hantu yang dia lihat merangkak di plafon kelasnya tadi.


Lily pun memberanikan diri melihat adegan itu, tapi dia langsung melangkah mundur, terlebih pemandangan yang dia saksikan sekarang begitu mencekam.


pasalnya gadis itu di perkosa ramai-ramai,setelah itu mereka pun menyiksanya dengan cara yang begitu kejam.


"sekarang kita bawa dia keluar, toh sudah mati ini," kata mereka.


"tapi bagaimana caranya, tak mungkin kita bawa beginian keluar, bisa curiga kamu kan tau jika sekolah ini punya banyak CCTV," kata salah satu pelaku.


tiba-tiba Lily tersadar, dia sudah di guncang oleh Riya dan Uci, "kamu kenapa sih Lily, dari tadi gak selesai dan malah menangis sendiri," kata Riya heran.


"aku baik-baik saja," kata Lily mencuci wajahnya.


"tolong...." mohon arwah itu.


Lily mengangguk, dan kemudian mereka ke kantin, beruntung Anand sudah membungkuskan makanan untuk ketiganya.


"sudah ayo kita duduk di bawah pohon, sekalian bantu kami dalam bahasa Inggris ya," kata Dimas.


"baiklah, ayo pergi," jawab Lily.


mereka berenam pun duduk di bawah pohon, Lily membantu Dimas belajar mengucapkan beberapa kata.


karena siang itu mereka ada pelajaran wawancara dengan bahasa asing, dan inilah yang terjadi.


"udah ya, udah beli masuk kelas tuh, ayo Lily,"ajak Uci.


"iya deh, terima kasih ya," kata Dimas.


Lily pun membuang kemasan plastik ke tong sampah, tak sengaja tangan Lily menyentuh tempat itu.


dia pun kembali melihat sebuah potongan gambaran, tong sampah itu di bawa oleh kelima pria muda itu.


dan kemudian mereka pun pergi terburu-buru, "ih Lily jorok... kenapa habis pegang Yong sampah malah bengong begitu," tegur Uci.


"ah maaf..." kata Lily yang menuju ke tempat cuci tangan terdekat.


dia pun sekarang mengerti sesuatu jika wanita itu di buang dengan cara di masukkan ke dalam tong sampah.


"apa jasad mu di ketemukan?" tanya Lily bergumam pada hantu yang ada di sampingnya itu.


"tidak, tolong aku... aku di kunir begitu saja oleh mereka, aku ingin mereka berbicara jujur dan bukan malah bahagia setelah membunuhku setelah memperlakukan aku dengan sangat buruk," kata hantu wanita itu.


"baiklah, nanti aku bantu," jawab Lily.


dia pun berbalik dan kaget melihat ada sosok Anand di belakangnya dengan tatapan penuh arti.