LILY

LILY
dia lemah.



tanpa di duga Lily tiba-tiba pingsan,karena Kong memaksa hantu gadis itu keluar dari tubuh Lily.


Riya pun menahan tubuh sahabatnya itu, Anand langsung mengendong Lily dan membawanya ke area UKS untuk beristirahat.


Kong membuang arwah Lulu menjauh, "berani sekali kamu masuk ke tubuhnya, kamu ingin ku lenyapkan tanpa menyelesaikan segalanya, hah!!" bentak Kong kasar.


"kamu siapa, aku hanya ingin memeluk kakekku, aku merindukannya," kata Lulu.


"aku bilang jangan lancang!!" teriak kong lagi.


tubuh Lulu Terbakar karena kemarahan kong,dia pun merasa kesakitan.


"maafkan aku... tolong jangan melukaiku seperti ini, tolong maafkan aku...."


"berjanjilah kamu tak akan melakukannya lagi, jika tidak aku akan membuatmu menghilang dari muka bumi ini," ancam Kong yang selalu jadi pelindung Lily mengantikan Adit.


"sebenarnya apa yang terjadi Riya?" tanya anand yang heran karena hampir sehari dua kali Lily mengalami hal seperti ini.


"aku juga tak mengerti anand, tadi kami sedang membeli cemilan kerupuk asin, tapi tak terduga Lily tiba-tiba berteriak dan memanggil dirinya Lulu," kata Riya.


"lebih baik bawa pulang saja, kasihan dia pasti sangat kesakitan atau lelah," kata wali kelas mereka.


"baiklah pak, biar saya telpon papi dulu," kata Anand.


Arkan yang sedang makan siang bersama dengan keluarganya pun kaget, terlebih aneh jika keponakannya itu telpon jam segini.


"assalamualaikum Anand, ada apa kamu menelpon papi? semuanya oke kan?" tanya Arkan.


"waalaikum salam papi,tolong jemput Lily sekarang, dia pingsan karena habis kerasukan," kata Anand.


"baiklah, aku akan datang ke sekolah sekarang, tolong kalau bisa buat Lily sadar," kata Arkan.


"baik papi,"


Arkan pun segera menyelesaikan makan siangnya, "papi, apa yang sebenarnya terjadi pada lily?"


"ya seperti biasa mami, putrimu itu selalu tak bisa mengendalikan kekuatannya," kata Arkan.


"seandainya Adit ada di sini..." lirih Tasya.


"sudah doakan saja sayang, sebentar lagi dia akan datang, dan aku percaya itu," kata Arkan.


Tasya pun mengangguk, pasalnya mereka juga tau apa yang tejadi pada anak-anak mereka.


Arkan pun segera datang ke sekolah untuk menjemput Lily, sedang Tasya menjaga kedua anak yang ada di rumah.


"kalian mau nambah ayam goreng lagi, ayolah Linga jangan marah terus sama Shafa, dia kan cuma ingin menuruti keinginan ayahnya," bujuk Tasya pada putranya itu.


"maafkan libra mami dan Shafa, Linga hanya terbawa suasana terlebih selama ini Linga selalu bermain dengan Shafa," terang bocah itu.


Tasya hanya tersenyum, "sudah kalian sudah baikan, sekarang lebih baik kalian mengerjakan tugas dulu, biar mami buatkan sesuatu untuk kalian,"


"mau puding buah saja mami, apa boleh, habis aku ingin memakannya," terang Linga.


"aku juga mau mami," jawab Shafa.


Tasya pun mengangguk, sedang Arkan baru sampai sekolah putrinya itu.


dia pun langsung menuju ke area UKS, ternyata Riya dan anand, serta beberapa guru tak bisa membuat Lily sadar.


"sudah berapa lama dia seperti ini?" tanya Arkan pada Anand.


"kalau dari pingsan sekitar setengah jam papi," jawab pemuda itu.


Arkan pun membacakan doa, Lily yang yang sedang berada di sebuah hutan yang gelap.


dia melihat ada sosok pria yang berlari menembus gelapnya hutan itu.


"aku tak akan membiarkan mu terluka dek, itu janjiku," kata pria itu.


pria itu pun berhenti di sebuah batu yang sudah patah di tengah hutan itu.


pria muda itu hanya diam tanpa memberikan pernyataan apapun, "hanya menumbalkan dia, kita semua bisa memiliki ilmu hitam yang tak tertandingi," kata pria tua itu.


Lily kaget melihat tubuhnya sudah memakai gaun putih bak seorang pengantin, tubuhnya yang lemah di taruh di atas batu persembahan.


"aku memanggilmu wahai penguasa kegelapan, berikan kami ilmu, kami semua adalah-" kepala pria itu lepas dari tubuhnya.


seketika darah memanjat ke seluruh arah. bahkan tubuh pria muda itu pun berlumuran darah.


Lily pun kaget saat pria itu melirik kearahnya, "siapapun yang berani menyakiti adik kecilku tercinta, hukumannya hanya satu, mati..."


dia pun menyerang semua sekte yang menganut ilmu gelap itu, dia yang tau jika penganut ilmu ini tak bisa di bunuh dengan cara apapun dan hanya satu cara yang bisa.


"Kong siapkan tali!!" teriak pemuda itu memanggil siluman kera putih miliknya.


Kong pun mulai menyiapkan kait yang sudah di siapkan di atas pohon dengan tali tergantung.


pria muda itu pun melawan mereka, setiap tebasan golok pun seakan tak mengurangi keganasan semua orang.


tapi pria itu sangat pintar, dia bekerjasama dengan Kong membinasakan semuanya. kong mengaitkan kait besi bercampur Kuningan itu ke leher setiap orang kemudian menariknya hingga tergantung.


karena setiap sayatan yang di buat pria itu, satu persatu orang yang melakukan ritual pun mati dengan posisi tergantung.


tubuh pria itu masih bersimbah darah, tapi dia segera melihat kondisi tubuh Lily dan memeluknya erat.


"tidak ... Lily bangun dek, mas mohon bangun Lily!!" teriaknya dengan suara frustasi.


dia pun menidurkan Lily, dan menyentuh dada gadis itu, "aku rela menukar hidupku dengan mu Lilyana, aku tak ingin melihatmu seperti ini, aku akan menggambil semua kesakitan dan luka di tubuh mu, dan kamu juga akan melupakan wajah dari kakak mu ini, maafkan aku Lily .." kata Adit.


arwah Lily melihat pria yang pertama kali di tebas oleh Adit sudah bangun.


dia langsung melemparkan sebuah mata tombak dan tepat menembus dada dari pria muda itu.


arwah Lily yang melihat hal itu tiba-tiba jantungnya berdenyut sakit.


"maafkan mas ya dek, mas sepertinya sudah tak sanggup melindungimu, mas harap kita bisa bertemu lagi di kehidupan lainnya," kata pemuda itu yang tersungkur di samping tubuh Lily.


"mas...." lirih arwah Lily yang melihat pria itu penuh dengan darah sekujur tubuhnya.


pria itu terpotong menjadi dua, karena Arkan yang melakukannya, melihat kondisi kedua anaknya.


Arkan pun meminta bantuan seseorang dan segera membawa keduanya pergi.


tapi kong menahan Arkan, "dia bisa mati kong!!" teriak pria itu dengan tangis yang pecah.


"tidak akan, dia kuat, separuh kekuatan ku bersamanya, dia hanya akan tidur cukup lama untuk memulihkan kondisi tubuhnya karena racun yang diambilnya dari tubuh Lily," jelas kong.


"tapi jantung Adit sudah tertembus mata tombak..." lirih Arkan yang terus memeluk putranya itu.


"aku akan mencabutnya, dan kamu tolong terus siram dengan air doa, semoga tuhan mengizinkan dia tetap hidup," kata Kong yang kembali memberikan kesaktiannya pada Adit.


akhirnya mata tombak itu pun tercabut, dan luka di dada Adit perlahan sembuh, tapi tubuhnya sudah berubah biru.


"dia kenapa? kenapa tubuhnya biru?"


"racun itu sudah menyebar, kamu garis segera mengobatinya dengan segala cara, tapi dia harus berada jauh dari keluarga kalian dan tak boleh di jenguk selain orang yang aku izinkan," kata Kong.


tiba-tiba arwah Lily seperti ada yang menariknya, dia pun tersadar dan langsung melompat berlari sekencang mungkin.


melihat itu, Arkan dan anand mencoba menghentikan gadis itu, dan berhasil.


tapi Anand terdorong hingga menabrak tiang sekolah, tapi Aslan berhasil menangkap putri kecilnya.


"tenang Lily..."


"mas Adit...." tangis Lily menjadi.


inilah kenapa Arkan meminta semuanya untuk membuat Lily sadar, karena ini adalah saat dimana Lily bisa mengingat semua kejadian yang menimpa Adit dan dirinya.


Arkan membisikkan sesuatu hingga berhasil membuat gadis ini tenang, karena Lily akan sangat lemah saat memikirkan Adit.