LILY

LILY
2. Sang Pegasus, Shine.



Setelah kepergian Lean dan Lein, Lily mulai mencari sesuatu yang dilihatnya tadi. Dia menyuruh mereka pergi bukan tanpa alasan tapi saat baru tiba di sungai ini, Lily seperti melihat ekor yang berwarna-warni masuk ke dalam sungai.


Setelah memperhatikan sekeliling dan tidak menemukan apapun, Lily memilih mandi dan bermain air menjelang malam datang.


Saat dia ingin menyelesaikan mandinya, dia kembali melihat ekor itu dan memutuskan menyelam dan melihat pemilik ekor itu.


Karena sungai itu tidak dangkal dan tidak dalam, Lily bisa mengikuti pergerakan ekor itu walau tidak tahu bagaimana wujud pemiliknya karena gelapnya sungai.


Lalu ekor itu tiba di dasar sungai dan masuk diantara celah batu. Lily terus mengikutinya masuk ke dalam belahan batu itu, tapi...


Setelah melewati celah batu itu, yang didapati Lily adalah sebuah taman bunga yang indah. Dia merasa kebingungan dengan apa yang dilihatnya ini. Lily memperhatikan sekitar dan melihat ekor yang diikutinya dengan sang pemilik yang melihat tajam kearahnya.


Ekor warna-warni, badan putih bersih, sebuah tanduk berwarna-warni dan rambut yang warna-warni membuat Lily yakin yang dilihatnya saat ini adalah Pegasus.


"Kenapa kau mengikutiku?" Tanya Pegasus itu.


Lily tidak bisa lebih terkejut lagi bahwa Pegasus itu bisa bicara.


"Ka.. kau bisa bicara?" Tanya Lily gugup.


"Tentu saja bisa" ucap Pegasus itu bangga.


"Tapi ku kira Pegasus tidak bisa bicara seperti hewan lainnya" ucap Lily masih syok.


"Huh, kamu jangan samakan kami dengan hewan lainnya karena kami ini istimewa" ucap Pegasus itu menghela nafas tak terima dibilang sama dengan hewan lain.


"Sekarang jawab pertanyaanku! Kenapa kamu mengikutiku?" Ucap Pegasus itu.


"Ah itu ekormu sangat indah jadi aku mengikutinya" jawab Lily sambil cengar-cengir.


"Kamu jangan berpikir untuk menjualku" ucap Pegasus itu langsung.


"Siapa juga yang ingin menjualmu! Lagian aku tidak butuh uang karena aku sudah punya banyak" ucap Lily sebal dengan perkataan pegasus itu.


"Aku tidak yakin" ucap Pegasus itu.


"Hei, aku ini seorang putri bagaimana mungkin aku kekurangan uang dasar Pegasus aneh" ucap Lily mendekat kearah pegasus itu dan menjewer telinganya lalu memutar-mutar kepalanya.


"Lihat apa sekarang kamu masih menghinaku" ucap Lily sambil terus melakukan kegiatannya.


"Hei jangan itu sakit" ucap Pegasus itu meronta.


Karena tidak tega Lily menghentikan jewerannya.


"Eh tunggu ini sebenarnya dimana?" Tanya Lily karena dia tidak tahu keberadaan tempat itu


"Masih dan ini dunia yang dibuat oleh para pegasus saat baru tiba di Gunung Lofu" jelas Pegasus itu.


"Jadi legenda itu benar?" Ucap Lily antusias.


"Tentu saja" ucap Pegasus itu.


"Oh ya dimana teman-temanmu yang lain?" Tanya Lily.


Seketika raut wajah sang Pegasus berubah sedih.


"Saat aku lahir mereka meninggalkan tempat ini dan tidak sengaja meninggalkanku yang belum bisa terbang" ucapnya sedih.


"Kenapa mereka meninggalkanmu?" Tanya Lily lagi.


"Saat itu aku pergi bermain keluar dan saat pulang kesini mereka sudah tidak ada" jawab Pegasus itu.


"Jadi kamu sendirian disini! Apa kamu tidak kesepian?" Tanya Lily.


"Tentu saja aku kesepian" jawabnya.


"Apa kamu tidak mencoba menyusul mereka?"


"Aku tidak tahu harus menyusul mereka kemana"


Lily merasa kasihan pada Pegasus itu. Lalu tiba-tiba sebuah ide muncul dikepalanya.


"Apa kamu mau ikut denganku?" Tanya Lily antusias.


"Benarkah?" Ucap Pegasus itu tidak kalah antusias karena dia sudah nyaman berbicara dengan Lily.


"Tentu saja tapi wujudmu terlalu menarik perhatian" komentar Lily.


"Tenang saja aku bisa berubah menjadi kuda biasa" ucap Pegasus itu lalu sinar keluar dari tanduknya dan seketika dia berubah menjadi kuda putih tanpa tanduk.


"Kamu benar-benar luar biasa! Oh ya siapa namamu?" Tanya Lily.


"Shine namaku Shine" jawab Pegasus bernama Shine itu.


"Baiklah Shine kamu ikut denganku tapi jangan sembarangan bicara karena itu bisa membuat orang curiga denganmu" ucap Lily.


"Siap hikk" jawab Shine sambil meniru suara kuda.


"Sip ayo ikut aku" ucap Lily.